NovelToon NovelToon
NAMA KU QUEEN

NAMA KU QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Dewi ars

NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.

Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.

Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??

Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RENCANA LAMARAN 2

POV ERFAN

Aku bahagia sekali queen akhirnya mau menikah dengan ku, aku tidak peduli jika aku bukan yang pertama untuknya, karena sejak pertama kali bertemu dengannya, aku sudah jatuh cinta dan serius ingin memilikinya. Dia wanita pertama yang menjadi kekasihku, wanita pertama yang menggetarkan hatiku, dan... Wanita pertama yang hadir dalam hidupku.

Hari ini aku akan bicara pada ibu kalau aku ingin menikah, semoga ibu merestui aku. Aku memiliki 1 kakak dan 2 adik. Kakak ku sudah menikah, jadi ku rasa... Tidak masalah jika aku menikah tahun ini di usia 25 tahun.

" bu..." aku memanggil ibu ku.

"" ya... Ada apa" jawab ibu dari dalam kamar.

" aku masuk ya bu..." aku pamit pada ibu.

" iyo masuk saja " jawab ibu

Aku melihat ibu masih memakai mukena, dan masih memegang al quran, ibu meletak kan alquran di atas meja dan melepas mukena. Aku berjalan duduk di tepi ranjang. Ibi terlihat heran menatapku, karena aku memang jarang sekali bahkan bisa di katakan tidak pernah masuk ke kamar ibu ku.

" ada apa fan, sepertinya ada hal penting yang ingin kamu sampaikan pada ibu" kata ibu

" aku ingin menikah bu, apakah ibu memperbolehkannya? " aku bertanya dengan jantung berdebar.

Ibu terlihat sedikit kaget, tapi setelah itu kembali bisa menguasai ekspresi wajahnya. Ibu diam dan menatap ku, aku jadi salah tingkah dan banyak prasangka ,apakah aku di ijinkan atau tidak.

" kamu sudah siap? , menikah itu bukan sesuatu yang main-main. Ibu tidak melarang dengan siapapun kamu menikah, tetapi ibu meminta kamu benar-benar siap" ibu menjelaskan secara rinci padaku.

" InsyaAllah aku siap lahir batin bu, aku sudah punya tabungan yang cukup untuk biaya menikah, dan aku juga sudah punya pekerjaan untuk menafkahi" jawab ku.

" baiklah, kapan kamu ingin ibu melamar perempuan pilihanmu?" ibu bertanya serius pada ku.

" ibu tidak bertanya siapa yang ingin ku lamar? " tanya ku.

" tidak. Siapapun perempuan yang akan kamu jadikan istri adalah tanggung jawabmu, kamu yang akan menjalani suka dan duka" jawab ibu dengan tegas.

" aku tau bu, aku berjanji melamarnya minggu depan, apakah ibu mengijinkan?"

" baiklah, bapakmu sudah tidak ada, ibu sendirian menghadapi ini, tidak usah yang aneh-aneh, sederhana saja. semua hantaran pesan, agar tidak merepotkan saudara dan tetangga, kapan kamu belanja perlengkapan wanita nya?" tanya ibu

" kalau soal hantaran... Aku pasrah ke ibu saja gimana baiknya, kalau kebutuhan perempuan dan cincin InsyaAllah besok aku belanja dengan queen" jawab ku.

" bu... Ini ada uang untuk membayar hantaran" aku mengeluarkan sejumlah uang dan memberikannya pada ibu, tapi ibu ku menolak.

" tidak usah, buat biaya pernikahan saja. Ibu masih punya simpanan untuk mu dan adik-adikmu" jawab ibu.

Aku sangat bahagia ibu merestuiku, semua berjalan sesuai rencana, bahkan ibu langsung merestui niat ku tanpa bertanya latar belakang kekasihku. Ya... Itulah ibuku.

Aku menghubungi kekasih ku dan menyampaikan berita bahagia ini kepadanya. Aku mencoba mengirim pesan tetapi ceklis dua, aku mencoba mencoba melakukan panggilan tetapi tidak di angkat, padahal jarum jam masih menunjukkan angka 8 malam.

Aku kepikiran, kemana dia??, aku tidak ingin dia menemui mantannya. Aku tidak mau dia bersentuhan dengan laki-laki lain. Ku coba menghubungi dia lagi, dan panggilan ke 9 panggilan itu di angkat.

"Asalamualaikum mas... " suara di seberang sana membuatkan rindu.

" sayang... Dari mana saja? , kenapa chat ku tidak di balas dan panggilan lama tidak kunjung di angkat?" aku memburu dia dengan pertanyaan.

" maaf mas... aku ke inmart beli pembalut, hp ku tinggal" jawab nya.

" tapi... Kamu gak kenapa-kenapa kan sayang?" tanya ku syarat dengan kekhawatiran.

" tidak mas... Aku beli pembalut langsung pulang" jawab queen.

"kamu haid kah dek? "

"iya mas, Alhamdulillah aku haid." jawab queen.

"mas sudah bicara sama ibu dek, dan ibu setuju mas melamar mu, besok pulang kerja mas jemput ya, kita pesan cincin dan membeli kebutuhan-kebutuhan mu".

Di seberang sana tidak nampak ada jawaban, hanya suara hembusan yang menerpa speaker. aku bingung dan bertanya-tanya... Apakah queen akan membatalkan acara lamaran.

" mas yakin??" queen bertanya setelah lama terdiam.

" yakin!!!" jawab ku tegas.

" baiklah mas... Besok kita pesan cincin" jawab queen.

" Alhamdulillah... Kamu bikin mas takut dek. Ya sudah kamu tidur ya sayang... Salam untuk ibu dan bapak "

Malam ini aku tidur dengan tenang, semoga semua apa yang menjadi tujuan hidupku di lancarkan. Aamiin"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!