NovelToon NovelToon
Gadis Mungil (Menikah)

Gadis Mungil (Menikah)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Motifasi_senja

Kelanjutan dari Gadis Mungil (I Love You)

Beralih dari kerumitan di masa lalu, setelah terpuruknya keluarga Agus, kini Mona harus menghadapi kehidupan baru. kehidupan setelah lulus SMA, bersiap untuk menikah dan apa yang akan di lakukan setelah menikah.

Mona dan Arga, masih saling mencintai dengan cara mereka masing-masing. pertengkaran, kenyolan seperti biasanya.


jika ada kesalahan nama tokoh maupun tempat, mohon di mengerti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Motifasi_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Adakah Harapan?

Sepertinya pupus sudah harapan Jade untuk mendapatkan Arga. Namun, jika mengingat dirinya yang sudah memantapkan hati untuk membantu Aura, tentu saat ini bukanlah cara yang tepat untuk mundur. Dan alasan ada hubungan apa antara Aura dan Arga, Jade pun belum tahu. Jadi, mumpung Dion masih di sini, Jade mencoba berpikir untuk mencari cara untuk memancing penjelasan dari Dion.

Setelah dua kaleng minuman bersoda datang, Jade mulai mengajak Dion berbicara lagi. “Sepertinya kau sangat dekat dengan Arga?” tanya Jade dengan di ikuti satu tegukan minuman itu.

Dion tertawa kecil. “Aku sudah mengenal Arga puluhan tahun, tentu saja aku sangat dekat dengannya,” ungkap Dion. Satu kaleng minuman itu Dion teguk semuanya usai berbicara.

Sambil menaikkan satu kakinya, Kade ikut tertawa. “Wah! Pasti kau tahu segalanya tentang perjalanan cinta Arga ya?” Jade terus memancing Dion.

“Tentu saja. Semua tentang Arga, aku tahu.” Dion terkekeh membanggakan diri.

“Boleh dong, aku tahu sedikit tentang perjalanan asmara dia hingga sampai berakhir dengan Mona.” Jade merubah ekspresi wajahnya seantusias mungkin.

Dion mendesah, lalu meletakkan kaleng itu dengan cukup keras di atas meja. Rasanya, jika mengingat bagaimana perjalanan cinta Arga, sebenarnya sangatlah rumit dan terlalu panjang. Jika di ceritakan semuanya, mungkin tak akan habis dalam waktu semalam.

“Bukan bermaksud aku tak mau bercerita, tapi jika di ceritakan, memang akan sangat panjang,” ungkap Dion diikuti tawa renyah.

Jade mencoba ikut tertawa. Setidaknya dengan begitu bisa membuat Jade terlihat sangat penasaran. “Kau persingkat saja,” ucap Jade. “Apa kau tahu, aku sangat penasaran dengan perjalanan cinta Mona dan Arga.” Sambil mencondongkan badan dan berbisik.

Dion tertawa lagi. “Baiklah, aku ceritakan sedikit.” Dion menautkan antara ibu jari dan jari telunjuk.

Dion duduk lebih maju dengan bersangka dua tangan yang menyiku di atas paha. Kemudian berdehem dan mulai berbicara. “Hubungan Arga dan Mona itu penuh dengan rintangan, banyak kejadian-kejadian yang membuat Mona terluka waktu.”

“Terluka?” potong Jade.

Dion mengangguk lalu melanjutkan lagi ceritanya. “Iya. Intinya saat Arga mulai dekat dengan Mona, mantan kekasih Arga yang bernama Aura muncul kembali.”

“Aura? Aura siapa?”

“Namanya Gracia Aura. Dia mantan dan sekaligus wanita yang hampir menjadi istri Arga.”

Benar dugaanku! Greace memang ada hubungan dekat dengan Arga. Gracia Aura. Itulah namanya. Jade bergumam di dalam hati.

Masih dengan ekspresi yang nampak terlihat tak tahu menahu apa-apa, Jade bertanya lagi. “Lalu, kenapa mereka tidak jadi menikah? Dan kenapa Arga bisa bersama Mona?” pertanyaan Jade beruntun membuat Dion seketika menghela napas.

Dion meraup wajahnya, membuang semua kenangan buruk yang pernah menimpa Arga waktu itu. “Pada intinya, Aura meninggalkan Jade saat Arga hendak melamarnya. Kalau soal awal kedekatan dengan Mona, aku tidak tahu pasti.” Hanya itu yang bisa Dion jawab.

Dion tahu jika Jade memang cantik, tapi bukan berarti dia akan mendukung kalau Jade akan mendekati Arga. Jade termasuk orang asing, Dion sudah memikirkan sebelumnya untuk tetap waspada saat berbicara dengannya.

Jade nampak manggut-manggut. “Sepertinya sangat rumit ya...”

Dion balas dengan anggukan. “Ya... begitulah kira-kira.”

Dert... Dert...

Ponsel di dalam saku Dion bergetar. Serelah melempar senyum pada Jade, Dion langsung merogoh ponselnya. “Arga?” gumam Dion saat nama Arga muncul di layar ponsel.

Dion berdiri, mengkode dengan sebuah tangan yang menekan udara supaya Jade menunggunya sebentar untuk berbicara dengan seseorang di balik ponsel. Jade mengangguk.

“Ada apa malam-malam kau meneleponku?” tanya Dion dengan suara lirih.

“Bagaimana undangannya? Apa semua beres?” tanya Arga. “Aku mau besok undangan itu sudah tersebar luas,” lanjut Arga lagi.

Sambil melirik ke arah Jade yang sedang memainkan kuku jarinya, dan kaleng yang sepertinya masih berisi minuman, Dion menjawab pertanyaan dari Arga. “Kau tenang saja, semuanya sudah beres. Kau tinggal urus saja persiapan untuk tampilanmu saat akan berdiri di depan pendeta dan para saksi.” Dion terkekeh. Jade yang semula mencoba acuh pada akhirnya jadi pemasaran.

Di seberang sana, Arga tak menggubris, ia hanya berbicara dengan satu tangan sibuk mengusap-usap pucuk kepala Mona yang sedang berada di pangkuannya. Huh! Entah kenapa, saat menjelang hari pernikahan, sifat Mona menjadi sangat manja. Membuat Arga semakin tak sabar untuk segera membuat status di dalam KTP nya berubah.

“Bagaimana dengan gedung pelaksanaannya? Apa sudah siap juga?” tanya Arga lagi. Di pangkuannya, Mona justru asik memainkan kemeja Arga yang dua kancing bagian atas terbuka.

Jika kalian bertanya sedang di mana mereka saat ini, maka sebagai penulis aku akan menjawab, mereka berdua sedang bersantai di ranjang kayu di dekat kolam renang. Kalian bayangkanlah sendiri posisi mereka sesuaka hati kalian. Haha!

“Itu juga sudah beres. Kau tenang saja, aku sudah menyewa hotel berbintang lima untuk acara resepsi pernikahanmu,” ujar Dion meyakinkan. Jade yakin, Dion sedang berbicara dengan Arga dan pernikahanlah yang sedang di bahas.

Tidak bisa bohong, bahwa sebenarnya Jade merasa jengkel dan kalah saing. Belum memulai tapi merasa sudah di kalahkan. Sial!

“Sudah ya... aku masih di tempat orang.”

“Memang kau di ma—.”

Tut! Sambungan ponsel terputus sebelum kalimat Arga selesai di ucapkan. Membuat Arga yang satu tangannya berada di atas kepala Mona sedikit menepuknya pelan. Mona yang terkejut dan langsung mendongak dengan dengusan dan pelototan mata.

Arga nyengir menunjukkan barisan giginya yang putih. “Maaf, aku tidak sengaja. Semua karena Dion.” Arga melempar ponsel itu ke atas meja.

“Bagaimana semuanya, apa sudah beres?” tanya Mona. Mona sudah terbangun lalu duduk di samping Arga.

“Sudah. Kata Dion semuanya sudah siap.”

Seketika senyum Mona mengembang diikuti kerlingan mata dengan menangkupkan kedua telapak tangan sambil menatap ke udara.

Bukankah itu terlihat sangat menggemaskan? Arga jadi tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah Mona.

“Siapa? Arga?” tanya Jade masih dengan pura-pura dengan memainkan ekspresi wajah.

Dion mengangguk. Memasukkan ponselnya lagi ke dalam saku, lalu ikut duduk kembali. “Maaf, membuatmu menunggu,” sesal Dion.

Jade angkat bahu. “Tak apa, dan lagi itu kan panggilan penting.”

“Ya begitulah. Arga mempercayakan semuanya padaku. Aku tak mau sampai dia tidak puas dengan hasil kerjaku. Apalagi mengingat hal ini karena untuk hari bahagia dia, sebagai sahabat aku tak mau membuat dia kecewa.”

“Hebat!!” Jade memberi dua tepukan tangan sambil mengerakkan kepala. “Arga sangat beruntung memiliki sahabat sepertimu.”

Kalimat Jade mampu membuat Dion terlihat berbunga-bunga. “Kau bisa saja.” Dion tersipu malu.

“Ngomong-ngomong, apa kau mau menemaniku, datang ke pesta pernikahan Arga?” tanya Jade dengan maksud menawarkan diri. Mungkin lebih tepatnya sebuah pancingan.

“Aku?” Dion menunjuk wajahnya sendiri. “Kau mengajakku?”

“Aku tidak mengenal siapapun di sini, dan hanya kau yang aku kenal. Kau mau kan?” Jade terlihat sangat berharap. Pandangannya yang sendu, pada akhirnya membuat Dion luluh.

“Baiklah, aku datang bersamamu.”

***

1
Qaisaa Nazarudin
Dasar Jalang,Kasih aja ke Dion,Kan dia suka cewek dewasa gak peduli kalo sudah bolong, Untung aja Arga gak mau dan tetap membatasi diri nya dari cewek kek gini..
Qaisaa Nazarudin
Ini jih sahabat paling Lucknut menjebak kawan ke kancah gak bener..
Qaisaa Nazarudin
Mending bawah umur,masih polos,Dari yg udah atas umur,atas bawah bolong..
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Indra Lesmana
bagus
Dhamayanthie Akbar
Kecewa
CUKUP T∆U $∆J∆
namanya Mona panggilannya oon😂😂
CUKUP T∆U $∆J∆
perasaan Meri dehhh🤔🤔knp jd Mira😂
CUKUP T∆U $∆J∆
sama2 bodoh yg akur ya😄😄
CANTIKA
minum kopi pahit yg panas biar seger😂😂
CANTIKA
judulnya gadis bodoh menikah ya Thor😂
maulana syarofa
perusahannya kan banyak, knp hadiahny g mobil?
Wahida Arfiani Smb
ending ta egk enak
egk thu sapa yg kirim fito mona ama varel ke hp arga.
Ros Mailis
Arga" seorang ceo kok jadi bodoh karna cinta dan perarturan yg dia buat sendiri wkwkwk
Ros Mailis
itu bodoh kok kewatan ya 😂😂😂😂
AL Vinoor
kalau hidup cuma makan tidur seharian,itu bukan cuma bodoh,tapi pemalas,karakter Mona ini kaya nya manusia yg betul betul takberguna ya Thor.
Pipitabc Rachma
lanjut donk...
Dyah Shinta
Hahahahahaaa... kasihan ayam gorengnya....
Dyah Shinta
Lha emang Mona dianggap masih anak2 atau bego sih... kapan dia mau dewasanya... Di season 1 dia dibilang cuma bodoh di MTK.
Mestinya ya paling engga dia bisalah menelaah situasi, mengerti masalah dalam keluarga... Duh author... please deh...
Dyah Shinta
Author ... di bab 'malas meladeni' Tora udah kasih tau ke Arga bahwa Jade itu mantan pacarnya 2 bulan waktu dia ke Amerika. Masak di part ini kudu kaget lagi tuh Arga...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!