Zea telah berjanji pada dirinya untuk menutup hatinya rapat-rapat dan tidak ingin menjalin sebuah hubungan baru, dia tidak ingin lagi mengenal apa itu Cinta karena penghianatan yang pernah di alaminya.
Tapi karena ancaman yang di lakukan seorang pria asing yang tidak dia kenal dan memaksanya untuk menikahi dirinya dan pada akhirnya zea dengan terpaksa menikah.
Namun siapa sangka pernikahan yang di alami zea adalah sebuah neraka baginya, karena pria yang telah me jadi suaminya tersebut memiliki tujuan balas dendam pada keluarga zea hingga zea harus menjalani takdir hidup yang begitu menyakitkan hati dan fisiknya.
Next....
NB: ini cerita menguras air mata gaes siapkan tissue yah, dan menguras emosi dengan kelakuan bejat alvaro
•
•
•
•
Selamat membaca karya pertamaku 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Mdf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Sayangi dirimu sayangilah hatimu, lepaskan apa yang ingin terlepas,, Cinta tak hanya butuh perasaan tapi juga logika..
✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰
Satu minggu sudah berlalu mama rena telah menyiapkan semua keperluan yang akan di bawanya ke Indonesia begitupun dengan zea, mama rena juga sudah membeli tiket sejak beberapa hari yang lalu.
Sementara alvaro belum mengetahui hal itu setelah kejadian malam itu bersama zea besoknya alvaro langsung di sibukkan dengan banyak pekerjaan yang harus di handle olehnya, jadi alvaro tidak terlalu mengetahui hal hal yang terjadi di rumah.
Sudah seminggu ini alvaro tidak pernah berpapasan dengan zea karena alvaro selalu berangkat pagi pagi sekali ke kantornya dan akan pulang larut malam ketika zea sudah tertidur pulas di kamarnya.
Sebelumnya alvaro sudah menekankan pada mama rena dan juga zeana bahwa zea harus tidur di kamarnya sejak kejadian malam itu, dan zea menuruti keinginan alvaro dan mama rena juga tidak mempermasalahkan hal itu selama zea tidak di perlakukan kasar.
Malam ini alvaro pulang cepat karena pekerjaannya perlahan sudah selesai dan tinggal pekerjaan pekerjaan yang menurutnya tidak terlalu berat akan di handle oleh leon sebagai asisten pribadinya.
Ketika alvaro sudah sampai di rumah tepat pukul 21.00 malam alvaro masuk ke dalam rumah dan berpapasan dengan mama rena.
"Kamu sudah pulang tumben kali ini kamu pulang cepat, biasanya kamu selalu pulang larut malam." kata mama rena.
"Pekerjaanku sudah hampir selesai." sahut alvaro sambil melangkah menuju kamarnya.
"Lusa aku dan zea akan berangkat ke Indonesia, kami sudah menyiapkan semuanya." mama rena.
Perkataan mama rena menghentikan langkah alvaro dan langsung menoleh tajam ke arah mama rena tidak terima jika harus membawa zea bersamanya.
"Mama boleh pergi asal zeana tetap di sini, aku tidak akan membiarkannya ikut bersama mama." kata alvaro dengan suara sudah meninggi.
"Tidak bisa seperti itu al, mama sudah menyiapkan semuanya termasuk tiket." suara mama rena tidak kalah tinggi.
Alvaro tidak perduli dengan perkataan mama rena dia terus melangkah meninggalkan mama rena menuju kamarnya untuk segera menemui zea.
Ketika alvaro sampai di kamar di dapati zea sedang menata isi kopernya yang akan di bawanya, alvaro sudah mulai emosi dan langsung menutup pintu kamar dengan begitu kerasa lalu menguncinya.
Zea kaget mendengar suara pintu yang begitu keras seketika tatapan zea langsung tertuju pada alvaro.
"Kak.. " Suara zea dengan rasa takutnya.
"Siapa yang mengijinkanmu untuk pergi zeana." Ucap alvaro yang sudah tersulut emosi.
"Ma.. mama yang memaksaku untuk bersiap siap karena mama sudah menyiapkan tiketnya." Sahut zea gelagapan karena rasa takutnya.
Mendengar perkataan yang di lontarkan oleh zea dengan segera alvaro langsung membanting isi koper milik zea yang baru saja selesai di kemas hinggah semua isinya berserakan di lantai.
"Jangan sekali sekali melangkahkan kaki di rumah ini tanpa seijinku." Ucap alvaro penuh penekanan seraya kembali mencengkram dagu zea dengan begitu keras, zea yang merasakan sakit hanya bisa meringis kesakitan.
Setelah alvaro melepaskan zea ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sementara zea kembali menata pakaiannya yang berserakan di lantai, kali ini dia merapikan pakaiannya kembali ke dalam lemari.
Tidak lama kemudian alvaro telah selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi, ketika keluar dari kamar mandi ia melihat zea sedang merapikan kembali pakaiannya ke dalam lemari, itu artinya zea akan menolak ajakan mama rena.
Terlintas rasa bersalah di benak alvaro, zea selalu menuruti keinginannya gadis itu tidak pernah membantah apapun perkataannya, apa pantas gadis itu mendapatkan perlakuan kasar?
Alvaro melangkah menghampiri zea lalu memeluknya dari belakang kedua tangannya melingkar di pinggang zea.
Zea terkejut ketika ada yang memeluknya dari belakang, dia mengetahui kalau itu alvaro dan kondisi alvaro saat ini hanya mengenakan handuk untuk menutupi bagaian bawahnya.
"Aku menginginkannya zea." Bisik alvaro tepat di telinga zea seraya mengeratkan pelukannya di pinggang zea, membuat seluruh tubuh zea menegang merasakan nafas hangat alvaro tepat di telinganya.
Zea mulai merasa cemas apa yang di inginkan alvaro.
Alvaro melihat reaksi yang di tunjukkan zea segera membalikkan tubuh zea untuk berhadapan dengannya lalu mendaratkan ciuman lembut di bibir zea.
Tidak bisa di pungkiri alvaro sudah sangat merindukan bibir gadis ini yang sudah merasa candu sejak pertama kali merasakannya.
Zea sama sekali tidak merespon perlakuan alvaro tidak juga memperlihatkan sikap penolakan.
alvaro semakin memperdalam ciumannya hinggah hasratnya sudah tidak bisa di kendalikan lagi, lalu alvaro secara perlahan membawa zea ke tempat tidur tanpa melepaskan ciumannya, tindakan alvaro saat ini masih sangat lembut.
Ketika keduanya sudah tidak mengenakan sehelai pakaian kemudian terjadilah malam panas antara keduanya, sesekali zea tanpa sadar mengeluarkan desahan dan alvaro merasa sangat senang ketika mendengar suara zea, itu artinya zea juga menikmati kegiatan ini. pikir alvaro
Alvaro terus melakukan aksinya tanpa membiarkan zea beristirahat entah kenapa alvaro malam ini sangat menginginkan zea sementara zea juga tidak ada reaksi penolakan sesekali dia hanya menangis mengeluh kelelahan tapi alvaro tidak mempedulikannya.
Tubuhnya sudah sangat candu pada tubuh zea. ia hanya membiarkan zea mengatur nafas sesaat lalu setelah itu dia kembali melanjutkan hasratnya hingga pukul 04.00 subuh baru dia terkulai lemas di samping zea.
Tidak lama setelah itu zea langsung tertidur pulas dan alvaro yang melihat zea sudah tidak ada pergerakan langsung menariknya ke dalam pelukan dan membenamkan tubuh polos zea di dada bidangnya. kemudian alvaro pun ikut tertidur.
******
Pagi sudah tiba matahari sudah menampakkan diri di seluruh penjuru bumi tepatnya di negara london.
Sepasang manusia yang baru beberapa jam telah selesai melakukan kegiatan panas masih terlihat tertidur pulas, tanpa sadar keduanya masih dalam keadaan berpelukan.
tidak lama setelah itu zea terbangun merasakan matahari sudah mengenai tubuh polosnya yang masuk dari celah jendela kamar alvaro.
Begitu tersadar zea merasakan ada yang memeluknya lalu ia menoleh ke arah samping dan itu adalah alvaro, sekilas ingatannya mengingat kegiatan panas yang semalam.
Alvaro sama sekali tidak membiarkannya beristirahat.
Di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi, zea sontak kaget karena merasa sudah kesiangan, perlahan dia membangunkan tubuhnya dan menyingkirkan tangan alvaro yang memeluknya.
Alvaro yang merasa terganggu ikut membuka mata perlahan, dan melihat zea di sampingnya yang berusaha untuk bangun dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut.
"Jam berapa sekarang." suara alvaro mengagetkan zea.
"Sekarang sudah jam 10 pagi kak, maaf aku kesiangan dan tidak bisa membangunkanmu." Kata zea yang takut akan di marahi oleh alvaro karena bangun kesiangan.
Alvaro tidak merespon perkataan zea, ia hanya sibuk mengambil ponselnya yang terletak di atas nakas samping tempat tidur dan segera menghungi leon untuk mengatakan kalau hari ini dia tidak akan ke kantor.
Zea ingin membersihkan diri tapi ketika hendak menuruni tempat tidur ia merasakan bagian bawahnya sangat sakit dan seluruh tubuhnya merasa lemas. ia tetap berusaha menggerakkan tubuhnya
Alvaro yang melihat zea seperti itu, ia langsung bangun dan menghampiri zea.
"Aku akan membantumu ke kamar mandi." ucap alvaro dan langsung menggendong tubuh zea menuju kamar mandi.
"Tidak perlu kak aku bisa sendiri." sahut zea yang merasa terkejut dengan tindakan alvaro.
Alvaro tidak menghiraukan perkataan zea dan terus membawa zea menuju kamar mandi, hingga keduanya larut dalam mandi bersama.
★
★
★
★
★
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers like dulu sebelum next dan jangan lupa berikan vote se ikhlasnya.. terimakasih dan maaf jika ada typo bertebaran 🙏🙏🙏😊