🌷 Yenita Rahayu ~ Brian Jeremy Smith 🌷
Yenita merupakan seorang gadis dari keluarga miskin. Sejak kecil dirinya dianggap sebagai pembawa sial oleh ayah dan kakak perempuan kandungnya sendiri.
Hingga suatu hari ayahnya menjual nya pada seorang laki-laki tua kaya raya. Karena tidak bisa menerima hal itu, Yenita memilih kabur dari rumah. Namun dirinya malah menemui kesulitan yang lebih besar, yaitu bertemu dan harus menikah dengan seorang Presdir dari perusahaan Nomer satu yang terkenal sangat Dingin dan Sombong.
Apakah Yenita bisa menghadapi kesombongan sang Presdir Tampan? Atau malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIMSS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu
Brian menatap Yenita dengan seksama. Mencerna setiap kata yang keluar dari mulut gadis itu.
"Apa kau tau? Tak semudah itu bagiku menerima anak itu!" Ucap nya kemudian.
Yenita terhenyak mendengar kata-kata Brian barusan.
"Kenapa?" Tanya Yenita.
"Saat wanita itu menyingkirkan Ibuku, aku sudah jauh lebih besar darimu. Tapi tetap saja aku tidak bisa menerimanya begitu saja. Aku percaya Tuhan dan takdirnya. Aku tidak akan menyalahkan nya bila memang takdir Ayah dan Ibuku tidak bersama, siapa yang bisa menentang takdir Tuhan. Tapi dia melakukan nya dengan cara licik. Dia menjebak Ayahku untuk tidur dengan nya. Dan mengatakan kalau Ayahku memperkosanya. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana Ayahku bersujud di kaki Ibuku dan memohon ampun. Dia mengatakan semuanya dengan jujur dan aku percaya itu. Aku sangat dekat dengan Ayahku dari kecil. Setelah kejadian itu aku pikir semua akan kembali baik-baik saja. Tapi nyatanya wanita itu kembali datang dan mengatakan kalau dia mengandung anak Ayahku. Entah apa yang di pikirkan Ibu ku dengan lapang dada dia menerima wanita itu tinggal di Mansion ini. Banyak yang dilakukan nya untuk membuat Ibu dan Ayahku berselisih. Akhirnya Ibuku pergi dari rumah ini dengan membawa sejuta luka. Aku......" Brian tidak bisa meneruskan ucapan nya, laki-laki itu terdiam.
Yenita memberanikan diri mendekati Brian dan menepuk pundaknya pelan.
"Cukup!! Jangan di teruskan lagi. Maafkan saya membuka luka lama anda Tuan!" Ucap Yenita tulus.
"Teruskan makan nya! Jangan banyak bertanya lagi." Sahut Brian yang kemudian kembali meneruskan sarapan nya.
"Tapi Tuan, saya masih ingin menanyakan sesuatu!"
"Apa kau ingin aku melempar piring ini ke mukamu?" Ucap Brian dingin.
"Tuan saya hanya ingin bertanya, apakah nanti saya akan memakai gaun?"
"Ya Tuhan!! Aku pikir kau ingin menanyakan apa. Tentu saja kau akan memakai gaun! Apa kau ingin memakai jas?"
"Isshh!! Bukan begitu! Aku selalu ingin memakai sebuah gaun dari dulu. Melihat Kak Sofia memakai gaun yang indah, aku selalu iri.Di hari pernikahan aku juga memakai gaun tapi itu terlalu mengejutkan! Jadi aku tidak menikmati moment itu." Yenita menggembungkan pipinya, hingga terlihat sangat menggemaskan.
"Aiiiihh! Menyedihkan sekali hidupmu! Tenang saja, kau adalah istriku sekarang. Jadi kau akan memakai gaun paling indah di pesta nanti." Ucap Brian tegas.
"Wahh aku tidak sabar membayangkan nya."
"Cih!! Baiklah habiskan makananmu dan segera lah mandi. Maskeri wajahmu dulu sambil menunggu Tiffany datang!" Perintah Brian.
"Oke boss!" Yenita memposisikan tangan nya layaknya memberi hormat. Membuat Brian menyunggingkan sebuah senyum tipis tanpa sadar.
🌷🌷🌷🌷🌷
Sore harinya, Tiffany sudah selesai mendandani Yenita. Kini tinggal menunggu Yenita mengganti baju dengan gaun yang dibawa oleh Tiffany.
Brian sudah siap dengan setelan jasnya dan tengah menunggu Yenita di bawah di temani oleh Eiden.
"Presdir!! Mungkin nanti Nona Zevanya juga akan hadir. Mengingat biasanya para artis juga hadir dalam pesta semacam ini!" Ucap Eiden kepada Brian.
"Biarkan saja! Aku tidak peduli." Sahut Brian cuek.
"Baik Presdir! Saya hanya mengatakan nya lebih awal agar anda tidak memarahi saya nanti." Balas Eiden.
"Apa?"
"Maafkan saya!"
Pembicaraan mereka terhenti karena melihat Tiffany keluar dari lift bersama seorang wanita yang terlihat sangat cantik. Wanita itu adalah Yenita. Menggunakan gaun rancangan Designer ternama paris, yang menjuntai panjang dan terdapat belahan hingga lutut. Gaun itu berwarna Dark Grey bermodel kemban, dengan tali kecil transparan di bahunya. Sangat simple namun elegan.
Yenita yang di poles dengan make up natural namun menonjolkan kecantikan nya, membuat penampilan nya kian sempurna. Membuat semua orang yang berada disana terkesima saat melihatnya, termasuk Brian dan Eiden.
"Bagaimana Presdir?" Ucap Tiffany membuyarkan tatapan Brian.
"Ah! Eh itu....lumayan!" Sahut Brian. Lelaki itu memalingkan wajahnya karena grogi. "Ayo kita berangkat!!" Ucapnya kemudian.
Brian berjalan mendahului mereka. Meninggalkan Yenita dan Eiden di belakang. Eiden yang melihat majikan nya sudah berjalan terlebih dahulu, berinisiatif menggandenga Yenita hingga mobil.
"Aneh!! Kenapa aku rasanya lebih ingin di gandeng Presdir tengil itu ya?" Ucap Yenita dalam hati.
Setelah duduk di dalam mobil, Yenita melirik Brian sekilas yang terlihat tengah mengotak atik hpnya.
"Kita berangkat sekarang Presdir!" Tanya Eiden yang sudah duduk di kursi pengemudi.
"Em!" Sahut Eiden singkat.
Eiden pun melajukan mobil nya menuju ke aula balai kota. Setelah kurang lebih satu jam berkendara menembus padatnya kendaraan di malam minggu, akhirnya mereka tiba di tempa tujuan.
Setibanya disana, mereka disambut oleh banyak petinggi di jajaran pemerintah kota. Brian melayani mereka yang sudah antri untuk menyalaminya satu persatu. Senyum mengembang di bibir merahnya. Orang-orang yang memang sudah menunggu moment untuk mendekatkan diri denga Presdir Perusahaan nomer satu itu pun tidak membuang-buang waktu mereka lagi. Mereka mendekati Brian dan mengajaknya berbincang, hingga Brian menjadi sangat sibuk dan melupakan Yenita yang berada di sebelahnya. Melihat hal itu, Yenita memberanikan diri menarik lengan jas Brian, membuat Brian menundukkan badan nya agar sejajar dengan Yenita.
"Boleh kah aku mencari tempat duduk? Kakiku sakit!" Bisik Yenita tepat di telingan Brian.
"Baiklah!!" Sahut Brian singkat. Kemudia kembali meneruskan perbincangan nya.
Yenita mengitarkan pandangan nya keseluruh ruangan, berniat mencari spot yang sepi. Gadis itu menuju ke sudut ruangan dimana terdapat beberapa kursi yang terlihat kosong.
"Ah!! Melelahkan sekali!" Ucapnya sembari menghempaskan dirinya diatas kursi.
Yenita melihat Brian yang berdiri diantara kerumunan orang.
"Apakah dia tidak lelah? Di dalam Drama Korea yang sering ku tonton bersama lina, biasanya para pewaris akan merasa bosan dengan kehidupan mereka yang seperti ini. Apakah dia juga sama?" Gumam-gumam sendiri.
Tak lama, terlihat dua orang pasangan yang tak asing datang dan memasuki ruangan itu. Mereka adalah Zevanya dan Nicko yang di ikuti oleh beberapa orang.
"Itu Zevanya!" Ucapnya lagi.
Yenita melihat kearah Brian yang terlihat tidak terpengaruh dengan kedatangan Zevanya. Bahkan Brian tidak memalingkan mukanya sama sekali kearah wanita itu.. Kedatangan Zevanya dan Nicko memang menyita perhatian, tapi tetap tidak bisa menandingi kehebohan saat kedatangan Brian. Zevanya dan Nicko menyalami para pejabat ibu kota, hingga akhirnya mereka menuju kearah Brian dan wali kota baru berdiri.
Yenita segera bangkit dan berjalan dengan cepat kearah Brian, berjaga-jaga agar Brian tidak melakukan hal gila. Begitu juga dengan Eiden yang sudah melemparkan pandangan mata setajam silet kearah Zevanya.
"Selamat malam Pak Wali kota! Senang bertemu dengan anda!" Sapa Nicko kepada Wali Kota Baru. "Selamat Malam Presdir Brian!" Lanjutnya beralih kepada Brian.
"Selamat Malam Tuan Nicko! Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk datang." Sahut Pak Wali Kota.
"Sama-sama Tuan! Tentu saja kami harus datang untuk bergabung dengan suka cita penyambutan wali kota baru. Oh iya, perkenalkan ini Zevanya!"
"Selamat malam Pak Wali Kota!! Senang bertemu dengan anda!" Ucap Zevanya.
"Selamat malam Nona!"
"Presdir Brian! Senang sekali bertemu dengan anda disini! Saya sudah lama ingin bertemu dengan anda!" Ucap Nicko lagi.
"Benarkah? Tuan Nicko mungkin tidak sadar, tapi kita pernah bertemu saat ulang tahun Nona Joana tempo hari di Hotel XXX." Ujar Brian, membuat Zevanya menegang seketika.
"Benarkah? Presdir hadir di acafra senior joan? Tapi kenapa saya tidak melihat keberadaan anda?" Tanya Nicko dengan heran.
"Saya waktu itu memang tidak menampakan diri Tuan! Tidak disangka anda dan Nona Zevanya malah bertunangan! Ngomong-ngomong selamat untuk kalian!!"
.
.
.
.
Vote!!!