NovelToon NovelToon
Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku

Status: tamat
Genre:Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Tamat
Popularitas:642.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Tya

Betapa hancurnya perasaanku, saat aku tau suamiku menikah diam diam di belakangku dengan temanku..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Setelah berjabat tangan, kami sepakat dengan keputusan yang telah diambil bersama. Aku memutuskan untuk segera pulang, namun baru tersadar bahwa Titin tidak ada di sampingku sejak tadi.

"Lah, Titin kemana ya?" gumamku dalam hati.

"Titin!" seruku, mencoba memanggilnya.

Tiba-tiba, Delvin yang entah sejak kapan berada di belakangku bersuara, "Awas, ada lubang di depan kamu!"

Sontak saja aku berhenti dan memperhatikan dengan seksama, ternyata benar ada lubang di depanku. Untung saja Delvin memberitahuku.

"Terima kasih," ucapku dengan tulus.

Saat aku menoleh ke arah Delvin, dia sudah berjalan ke depan sambil melambaikan tangannya.

"Sama-sama, kalo jalan pake mata jangan pake kaki !" serunya.

"Apa !" Kesalku

Aku melanjutkan langkahku, mencari keberadaan Titin yang entah menghilang kemana.

Mendadak ponselku berdering, melihat nama Titin yang muncul di layar, aku segera mengangkatnya.

Aku ["Halo, di mana kamu, Tin?"] tanyaku dengan cemas.

Titin menjawab, [ "Aku di belakang Bu bos., jangan khawatir."]  Aku bisa mendengar Titin tersenyum di ujung telepon.

Aku memutuskan panggilan itu dan menoleh ke belakang. Benar saja, Titin sedang meringis ke arahku sambil melambaikan tangan.

Aku mendekatinya dan sebelum sempat bertanya, Titin sudah mulai menjelaskan panjang lebar bahwa dirinya baru saja mengobrol dengan Bram.

Aku menghela napas lega, ternyata hanya itu yang membuatnya lama. "Dasar Titin, bikin khawatir aja," gumamku dalam hati.

Kami pun segera bergegas kembali ke kantor. Di dalam mobil, Titin bercerita panjang lebar tentang pertemuannya dengan Bram dan berbagai obrolan yang mereka lakukan.

Aku hanya menjadi pendengar setia, sesekali menanggapi dengan anggukan atau senyuman. Meski agak kesal, aku merasa lega melihat asistenku itu bahagia dan ceria kembali.

Begitu sampai di kantor, aku langsung bergegas masuk ke ruanganku dan melanjutkan pekerjaan yang tertunda. Semangatku membara, aku tidak ingin kalah dari Hans dalam hal apapun.

Tiba-tiba, terdengar ketukan pintu. "Tok tok."

"Masuk," seruku dengan tegas.

Pintu terbuka, Titin, sekretarisku, masuk ke ruanganku dengan wajah cemas. "Ibu, ada kabar buruk. Beberapa perusahaan ternama menolak kerjasama dengan kita," ungkapnya dengan nada khawatir.

"Apa?!" sergahku, tak percaya dengan apa yang baru saja Titin sampaikan.

Titin memberikan beberapa percakapan chat dari asisten dan beberapa CEO perusahaan ternama yang menolak kerjasama dengan perusahaan kami.

Aku merasa bingung, sebab aku belum sempat mempresentasikan hasil kerjaku, namun sudah ada penolakan yang datang.

"Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres," gumamku dalam hati.

Aku pun bertekad untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan mengatasi masalah ini secepat mungkin.

Titin juga mengatakan hall yang ada di fikirkanku saat ini, Titin mengatakan kepadaku kalo dia mau mencari tau alasannya.

Walaupun rasa kecewa dan sedih telah menyerang hati ku, aku tetap berusaha untuk mempersiapkan presentasi besok.

Dengan semangat yang membara, aku memeriksa setiap detail presentasi tersebut, berharap mendapatkan kesempatan untuk memukau para CEO yang akan hadir.

Sementara itu, Titin, asisten dan sekretaris ku  yang sudah seperti kakakku, sibuk menghubungi satu per satu pihak yang terlibat untuk mencari tahu siapa yang berusaha menggagalkan presentasi ku. Titin sangat setia dan selalu siap membantu ku dalam segala hal.

"Bu bos, aku sudah menemukan siapa dalang di balik usaha menggagalkan presentasi kita. Ternyata Hans dan istri barunya yang berusaha mengacaukan segalanya," ungkap Titin dengan nada kesal.

Mendengar itu, aku merasa semakin geram. Tangannya mengepal erat, mencoba menahan amarah yang memuncak.

"Apa sebenarnya yang mereka inginkan? Apa mereka tidak puas dengan apa yang sudah mereka miliki dan menyakiti ku?" gumam ku dalam hati.

Namun, Aku tau bahwa marah tidak akan menyelesaikan masalah. Aku harus tetap fokus pada presentasi besok dan berusaha sebaik mungkin untuk mengesankan para CEO.

Dengan tekad yang kuat, Aku kembali bekerja keras bersama Titin, mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang menanti kami esok hari.

Kami berdua bertekad untuk tidak menyerah begitu saja dan akan terus berjuang demi kesuksesan perusahaan yang aku cintai susah payah papah dulu mandirikan perusahaan ini.

Titin berdiri tegak di hadapan ku, dengan ekspresi penuh semangat dan kepercayaan diri. "Bu bos, aku tetap akan berusaha agar besok tetap berangkat " ujarnya dengan tegas.

Aku mengangguk, tersenyum simpul. "Iya Tin, aku juga lagi berusaha keras supaya besok presentasi kita bagus," balasku sambil mengusap dahinya yang basah oleh keringat.

"Iya Bu bos, semangat ya!" seru Titin sembari memberikan salam semangat.

Setelah itu, Titin keluar dari ruanganku  dan kembali ke meja kerjanya yang berada di luar ruangan.

Sementara itu, aku kembali fokus pada pekerjaanku, mencoba menyelesaikan berbagai tugas dan mengevaluasi presentasi yang akan disampaikan besok.

Tidak terasa, waktu berlalu begitu cepat hingga tiba jam pulang kantor.

Aku menghela napas panjang, meregangkan otot-ototku yang kaku akibat duduk berjam-jam di depan komputer.

Aku kemudian mulai membereskan berkas-berkas yang berserakan di atas meja, merapikannya sebelum pulang.

Tak lama, Ob datang ke ruangan ku, mengetuk pintu dengan sopan.

"Bu, izin untuk membersihkan ruangan ya?" tanyanya dengan suara lembut.

Aku mengangguk, tersenyum ramah. "Silakan, Ob. Terima kasih ya."

Setelah Ob mendapat izin, aku segera beranjak dari ruanganku, menyalakan lampu di lorong dan melangkah perlahan menuju pintu keluar kantor. Di pikiranku, ia berharap semoga presentasi besok berjalan lancar dan sukses.

Perjalanan pulang ke rumah terasa begitu melelahkan. Jalanan macet membuat waktu tempuh semakin lama.

Aku pun menyenderkan tubuhku pada kursi mobil sambil memijat keningku yang terasa nyut-nyutan.

Pikiranku melayang pada Mantan suamiku dan istri barunya yang telah melakukan hal di luar dugaanku. Betapa jahat dan tidak berperikemanusiaan mereka.

Ting.

Suara notifikasi pesan masuk mengagetkanku dari lamunan. Aku segera mengambil ponselku yang berada di saku tas.

Layar menampilkan nomor yang tidak aku kenal. Dengan rasa penasaran, aku membuka pesan tersebut.

Ternyata isi pesannya adalah foto-foto yang mengejutkan. Foto-foto tersebut menampilkan mantan suamiku dan istri barunya sedang bercanda gembira di sebuah pesta.

Nomor baru [ dia begitu bahagia sekarang rea, Hans bukan yang dulu lagi, dia sangat berubah setelah bersama istri barunya ]

Aku [ siapa kamu? ]

Nomor baru [ kamu gak perlu tua siapa aku, yang jelas suami kamu perlahan mau menghancurkan hidupmu ]

Emosiku semakin memuncak. Aku merasa marah dan terhina oleh ulah mereka. Wajahku memerah, tanganku gemetar saat memegang ponsel.

Dalam hati, aku bersumpah akan membalas semua perbuatan mereka dengan kesuksesan aku.

Aku kembali menatap jalan yang macet, mencoba menenangkan diri. Aku harus kuat, tidak boleh larut dalam kebencian ini.

Aku harus menemukan cara untuk melupakan mereka dan melanjutkan hidupku yang baru. Tapi bagaimana caranya?

Mobil di depanku mulai melaju, akupun mulai menginjak pedal gas,mobil melaju dengan kecepatan sedang.

**

1
Dewi Dama
gk.usah lagi di panggil..mas...
Lala lala
kalo di RL mana ada lanjutan hub dgn sahabat laknat.. lemahnya.. kayak anak tk udh baikan lg
Amilawati
menyesal bacah novelya karakter rea CEO tpw lemah mudah nagis lebay,, karakter perempuan lebay, ceritanya muter2,,,ndk cocok ceritanya yg karakter CEO,👎
Kasmawati S. Smaroni
janda plin plam🤭
Kasmawati S. Smaroni
istri lemah emang pantas di selingkuho🤭
Evy
Rena diantara dua pilihan...
Evy
Tipe cowok seperti Delvin itu dengan bersikap datar dan cuek .... menghindari cewek ganjen...
Evy
Manggil nya kadang Pak kadang cuma nama saja ...Delvin..
Evy
Sudah tahu gak suka dengan Rena... kenapa tidak diblokir saja tuh no hp nya...bereskan?
Evy
Masa sih sekali sidang langsung putusan cerai... bukankah masih ada sidang mediasi ya...
Evy
Terlambat karena menemani keponakan kecil mu...
Evy
Rena.. tiba tiba pengen makan nasi Padang...apa ngidam ya?
Evy
orang yang ngampang nangis itu biasanya punya hati yang lembut mudah tersentuh dan penyayang...
Evy
Jadi pelakor kok bangga....
Evy
Ternyata....Ada yang terganggu
Evy
Apa Rena istri rahasia suaminya...
Ellya Muchdiana
aku sih setujunya Rhea sama dr. Arka
Ellya Muchdiana
selingkuh itu penyakit, kalo sudah sekali melakukan perselingkuhan maka akan terulang kembali dengan orang lain lagi, lagi n lagi
Alina Bams
novel sampah
ani widiarti
apa rea itu karakter autor ya .....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!