Follow IG author : arafaq_9
Jangan lupa like dan komentarnya ❤
Ketika Jordan Rodriguez, seorang pria tampan dan kaya yang dikenal sebagai pria yang tak terkalahkan dalam bisnis dan hubungan, bertemu dengan Grace, seorang wanita muda yang penuh dengan ambisi dan keinginan untuk sukses, keduanya langsung terseret dalam kisah cinta yang liar dan penuh gairah. Namun, di balik pesona dan kebahagiaan yang tampaknya sempurna, terselip rahasia gelap yang mengubah segalanya.
Seiring hubungan mereka berkembang, Jordan mulai menunjukkan tanda-tanda kecemburuan dan posesif yang tidak wajar. Jordan menyembunyikan identitas yang sebenarnya, terkait dengan masalalunya yang gelap dan berbahaya.
Saat rahasia terkuak, Grace harus memilih antara melarikan diri dari kegelapan yang mengancam atau mempertaruhkan segalanya demi menyelamatkan hubungan mereka. Dalam pergulatan antara cinta dan ketakutan, Grace menghadapi pilihan yang sulit. Yang akan mengubah takdir mereka selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arafaq_9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JANGAN SAKITI MOMMYKU!
***
"Haruskah aku menghamilimu kembali, Grace?"
Deg!
Grace terkejut, wanita itu menatap tajam Jordan. Degup jantungnya berdetak dengan kencang, ia kembali meronta.
"Gila, kau sangat gila. Jordan! Lepaskan aku, brengsek!" teriak Grace, wanita itu meronta.
"Aku memang gila, Grace, dan itu semua karenamu. Karena kau yang membuat aku gila!" Jordan semakin menghimpit tubuh Grace, kini pria itu kembali memangut bibir Grace.
Grace melotot, ia terkejut dengan serangan Jordan. Sementara Jordan, ia terus memangut bibir wanita itu. Hingga setelahnya, Jordan melepaskan ciumannya.
"Manis, sama seperti dulu," bisik Jordan, pria itu membenamkan wajahnya pada curuk leher Grace. Hingga.
Bugh!
Bugh!
"Lepaskan, Mommy. Jangan sakiti Mommyku!" teriak Eric, bersamaan tangan mungilnya yang mengepal dan terus memukul kaki Jordan.
Membuat Jordan, dan Grace tersentak, keduanya sama-sama menunduk dan menatap Eric.
"E-eric?" lirih Grace dengan terbata, wanita itu menatap tidak percaya ke arah putranya.
Sementara Jordan, pria itu tersenyum, ia menatap ke arah putranya yang sangat tampan, dan menggemaskan.
"Lepaskan Mommyku, Tuan!" teriak Eric kembali, Like yang ada di dekat mereka ingin mendekat. Namun Diego menggeleng.
"Biarkan mereka menyelesaikan permasalahannya sendiri, Luke. Jordan tidak akan melawan Eric," ujar Diego, Luke menghembuskan nafasnya pelan.
Sedangkan Jordan, pria itu terkekeh menatap putranya yang terus memukul kakinya.
"Aku akan melepaskan Mommymu, tetapi ada syaratnya," ucap Jordan, Eric menatapnya datar.
"Apa syaratnya? Cepat katakan!"
"Sabar, Boy. Kenapa kau tidak sabaran, hm?"
Eric semakin menatap datar Jordan, Grace sendiri mendengus melihat kelakuan Jordan yang menyebalkan.
"Cepat katakan!" sentak Eric bersamaan dengan satu pukulan yang ia layangkan kepada Jordan.
Jordan mengulas senyumnya, ia gemas sekali dengan putranya. Rasanya ia ingin menggendong, dan menghujani anak itu dengan kecupan. Namun Jordan menahannya, ia ingin pelan-pelan mendekati putranya.
"Panggil aku Daddy, baru aku akan melepaskan Mommymu," ucap Jordan, membuat Grace, dan Eric melotot.
"Mana bisa, tidak. Aku tidak mau!" tolak Eric, Jordan menggedikkan bahunya acuh.
"Yasudah, aku tidak akan melepaskan Mommymu, dan aku akan membawanya ke mansionku,"
Eric terdiam, anak itu nampak memikirkan sesuatu. Hingga akhirnya.
"Arghhh fuck!" teriak Jordan kesakitan saat kakinya di gigit oleh Eric, membuat Jordan melepaskan Grace, dan Eric langsung memberikan kode untuk Grace menjauh.
Setelahnya Eric menatap Jordan, anak itu tersenyum sinis ke arahnya.
"Apakah sakit, Tuan? Maafkan aku, bye!" Eric mengedipkan sebelah matanya, sebelum akhirnya anak itu berlari ke arah Grace yang sudah berada di dekat Luke.
"Putra siapa dia itu? Kenapa menyebalkan sekali," gerutu Jordan, pria itu menatap Grace yang sudah pergi bersama Luke, dan Eric.
***
"Tuan," panggil Thomas, Jordan berdehem.
"Apakah kita akan kembali ke Wellington sesuai jadwal?" tanya Thomas, Jordan menghembuskan nafasnya pelan.
Pria itu meneguk wine di tangannya, dan menegakkan tubuhnya.
"Kau saja yang kembali ke sana, handle pekerjaanku terlebih dahulu. Karena aku akan tetap di sini sampai Grace memberikan aku kesempatan, dan Eric menerimaku sebagai Daddynya," ujarnya membuat Thomas mengangguk.
"Baik, Tuan. Kalau begitu lusa saya akan kembali terlebih dahulu,"
***
Villa Rodriguez, 11.00 PM.
"Mommy,"
"Ada apa, Sayang?" Grace mendekati ranjang Eric, wanita itu duduk di bibir ranjang, ia juga meletakkan segelas air di atas nakas untuk Eric.
Eric meraih tangan Grace, anak itu menatap Grace dengan lembut.
"Are you okay, Mom?" pertanyaan sederhana, namun cukup membuat Grace bahagia, dan menerbitkan senyum di bibirnya.
"Okay, Mommy selalu okay jika ada Eric." Grace mengelus puncak kepala putranya.
Eric tersenyum, "Eric menyayangi, Mommy. Jika Daddy menyakiti Mommy, Mommy katakan saja kepada Eric. Eric akan menghajar Daddy,"
"Hah?"
***
jangan lupa like komennya cint²ku, lopyuuuu ❤