NovelToon NovelToon
Ceo Somplak Jatuh Cinta

Ceo Somplak Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.5
Nama Author: Karlina Sulaiman

Gibran Satya Dinarta, putra tunggal dari pebisnis ternama Asia, Satya Dinarta dan Ranti Dinarta. Gibran merupakan seorang CEO muda di perusahaan GS Group milik keluarganya.

Berbeda dengan CEO yang lain, otak Gibran agak sedikit geser karena sikapnya yang koplak dan somplak.

Dia rapat menggunakan celana boxer, menghadiri pesta pernikahan dengan sandal jepit, dan masih banyak lagi jal konyol dalam dirinya.

Suatu hari dia dipertemukan dengan seorang gadis cantik bernama Jasmine yang terlihat somplak padahal sifat aslinya sangat dingin dan anggun.

Jasmine bersikap somplak hanya untuk menutupi rasa sakitnya yang berasal dari keluarganya.

Bagaimana jika Gibran jatuh cinta dengan Jasmine? Penasarankan silakan baca..

Alur cerita ini sedikit lambat, jadi jika tidak langsung ke inti, itu adalah faktor kesengajaan.

ig. Karlina_sulaiman

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karlina Sulaiman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CSJC : Chapter 33

Gibran melemparkan sesuatu yang bergerak itu sampai jatuh di atas bibir Bayu. Gibran melompat ke atas sofa dan berteriak. "Aaa ... Cicak." Gibran melihat ke arah Bayu dengan sejuta perasaan yang tidak bisa dia jabarkan menjadi kata-kata.

"Pftt ... bwahahaha, gue nggak nyangka kalau bibir Lo bakal Lo serahin ke cicak, Bay." Gibran tertawa terbahak-bahak sampai matanya mengeluarkan air.

Kuasa Allah itu memang tidak ada yang bisa menduga. Semua kehidupan dan alam semesta ini sudah diatur oleh Allah. Tidak ada yang bisa menandingi kekuatan dari ciptaan Allah. Manusia boleh berusaha, tapi Allah yang menentukan hasilnya.

Jika keajaiban itu ada, maka percayalah! Jika kamu percaya, maka iman kamu akan kuat dan tidak mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang berbahaya. Mungkin Allah menjatuhkan cicak di kepala Gibran karena Allah ingin memberi Gibran sebuah kejutan yang istimewa.

Lihat saja sekarang, beberapa saat setelah cicak itu jatuh di bibir Bayu, pergerakan demi pergerakan dari tubuh Bayu terutama tangan mulai terlihat, berawal dari pelan lama-lama semakin kuat. Gibran bisa melihat itu, dan Gibran benar-benar terharu karena jika ada pergerakan, itu artinya Bayu akan segera sadar.

"Gue nggak salah lihat, kan? Tangan Bayu bergerak." Gibran tersenyum.

Gibran turun dari sofa, dia melangkahkan kakinya mendekat kepada Bayu. Mata Gibran tidak lepas dari tangan Bayu yang bergerak, seulas senyum tipis tersemat di bibirnya. "Apakah ini tanda karena kamu mau bangun dan membuka mata kamu untuk melihat matahari terbit, Bay?" tanya Gibran dengan suara lembut dan lirih.

"Gue senang kalau Lo mau bangun, Bay." Gibran meneteskan air mata harunya.

"Lo harus tahu, Bay. Gue merasa bersalah sama Lo karena gue penyebab Lo bisa ada di rumah sakit ini." Gibran mengusap air matanya yang mengalir di pipi.

"Gue anak durhaka, gue nggak mendengarkan nasihat bunda gue. Sekarang gue sadar kalau perbuatan gue salah, Bay." Gibran terus bicara tanpa berhenti.

"Gue janji, Bay. Kalau Lo bangun dari tidur Lo, gue nggak akan buat Lo kerepotan karena permintaan gue." Gibran menatap Bayu dengan sendu dan serius.

"Gue pernah di hukum dengan mati satu kali. Gue udah dibungkus jadi permen, bahkan gue udah sampai dimasukan ke dalam liang lahat." Air mata Gibran menetes saat teringat kembali dengan apa yang terjadi dengan dirinya.

"Lo tahu? Waktu itu gue merasa sangat takut, gue berteriak-teriak meminta tolong kepada orang-orang yang ada di sekitar gue tapi mereka seakan tuli. Gue bisa lihat apa yang mereka lakukan, tapi gue nggak bisa berinteraksi dengan mereka." Gibran terus bercerita.

"Dan hal paling menyakitkan dalam hidup gue adalah, saat gue melihat dengan mata kaki gue sendiri, ralat mata kepala gue sendiri kalau bunda menangisi gue, tapi gue nggak bisa meluk bunda dan memenangkan dia."

"Gue berada tepat di depannya, melambaikan tangan di depan matanya, mengusap pipinya, tapi bunda nggak lihat gue, bunda nggak merasakan sentuhan tangan gue."

Gibran semakin mendekat ke arah Bayu, dan betapa terkejutnya dia saat melihat Bayu bangun secara tiba-tiba dengan posisi duduk. matanya terbuka lebar dan langsung menatap ke arah Gibran. Jantung Gibran seperti dipasangi bom yang siap meledak saat melihat tatapan Bayu yang sangat berbeda dari biasanya, tatapan itu sangat menyeramkan.

"Aaa ... Setan." Gibran berteriak ketakutan, dia berbalik badan dan segera lari seribu langkah agar Bayu tidak menangkap dirinya. Gibran sangat takut karena melihat penampakan Bayu yang benar-benar menyeramkan, bola matanya merah menyala, tatapannya kosong namun tajam, wajahnya yang pucat semakin menambah kesan seram karena warna matanya.

Bruk ... prang ... gubrak ... bunyi benda-benda yang Gibran tabrak sampai jatuh dan hancur di lantai. Gibran tidak peduli kakinya yang merasa sakit akibat benturan dengan semua barang-barang itu, yang ada di otak Gibran hanyalah pergi dari ruangan ini secepat yang dia bisa.

Gibran memutar kenop pintu tapi pintu tidak mau terbuka. Pintu itu seakan malah terkunci dari luar, padahal terlihat jelas kalau pintu itu tidak dikunci.

Gibran menoleh ke belakang untuk memastikan kalau Bayu tidak mengejar dirinya. Tapi dugaan Gibran salah saat melihat Bayu sudah bangun dan berjalan dengan pelan ke arahnya.

"Jangan mendekat, gue mohon jangan ke sini!" teriak Gibran semakin panik, jantungnya semakin berpacu dengan cepat, keringat dingin mulai bercucuran di dahinya. Tangan Gibran terus berusaha membuka pintu, dia berteriak keras meminta bantuan kepada orang-orang yang berada di luar kamar inap Bayu.

"Lontong sate, bukain pintunya lontong!" Teriakan Gibran rasanya percuma, orang-orang yang berada di luar seolah-olah tidak bisa mendengar suaranya.

"Lontongin gue, buka pintunya!" Gibran terduduk di lantai, tangannya sekarang menggedor pintu dengan keras sampai suara itu terdengar saat gaduh.

Tidak ada harapan, pintu tidak ada yang membuka. Sekarang Gibran hanya bisa pasrah. Gibran berbalik badan dan dua sudah mendapati Bayu berjongkok tepat di hadapannya.

Bayu menyeringai, matanya yang merah menyala menatap Gibran dengan tatapan membunuh.

"Bay, Lo mau apa?" tanya Gibran ketika tangan Bayu menjulur ke lehernya.

"Jangan kurang ajar, Lo!" Gibran menepis tangan Bayu sampai terhempas cepat.

Bayu kembali mengarahkan tangannya ke leher Gibran, dengan cepat Gibran menggeser tubuhnya ke samping kiri. "Eits, nggak kena, nggak kena wlek!" Gibran menjulurkan lidahnya mengejek Bayu.

Bayu menatap Gibran dalam-dalam sambil menggeram keras mengerikan. Bayu tidak suka main-main. Tangannya kembali menyerang Gibran.

"Lo harus mati, Lo udah bunuh gue, Lo harus mati!" Tangan Bayu dengan cepat mencekik leher Gibran dan menarik Gibran agar beridiri. Tangan Gibran berusaha melepaskan tangan Bayu dari lebarnya tapi percuma saja.

Gibran terbatuk-batuk mulai kesulitan bernapas, mata Gibran menatap Bayu dengan tatapan yang sendu yang penuh dengan perasaan bersalah. Di detik-detik terakhirnya, kaki Gibran berhasil menendang Bayu sampai Bayu jatuh ke lantai, karena tendangan Gibran sangat kuat, Bayu jatuh dengan benturan keras di kepalanya.

Tubuh Bayu menggelepar hebat di lantai saat darah mulai mengalir dari kepalanya yang pecah. Bayu memekik kesakitan dengan suara keras yang memilukan.

"Gue nggak bunuh Bayu, Bayu mati karena ulahnya sendiri. Gue nggak bunuh dia." Gibran menggigit jarinya kuat-kuat sambil menggelengkan kepalanya.

Gibran melangkahkan kakinya yang gemetar mendekat pada mayat Bayu. Gibran berjongkok di samping mayat Bayu dan mengguncang tubuh Bayu. "Bayu, bangun Bay! Bangun! Bayuuu ...." teriakan Gibran sangat menyayat dan memilukan.

Gibran merasakan ada sebuah tangan menepuk bahunya. Gibran menoleh ke arah empunya tangan. Lalu ...

***

Lalu ... lanjut besok ya 🤪

1
Gina
🤣🤣🤣🤣 bos sama satpam peak
Alejandra
Mau ngasih saran boleh nggak Thor...?
Ceritanya jangan terlalu banyak nyelenehnya, lebih baik diselang seling biar dapat feelnya. Kalau diterima ya, kalau nggak juga nggak pa"...🤭🤭🤭
ngakak 🤣🤣🤣
Author_Ay: Permisi kak

Yuk baca juga dan masukkan ke dalam rak karya aku kak di jamin seru

NONA GALAK & TUAN POSESIF 😁😁

BERIKAN LIKE, VOTE DAN KOMEN
total 1 replies
baru nemu karya mu thor,, ettt dahh baru chapter 1,gigi ku kering karena tertawa terus thorrr🤣🤣🤣
Sulaiman Efendy
APA SI RANTI PNY FIRASAT, KLO GIBRAN AKN KNPA2...
Sulaiman Efendy
KDUA ORTUNYA SOMPLAK, PANTAS ANAKNYA JUGA SOMPLAK...😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
SIAPA TEMAN LAMA GIBRAN, APA MANTANNYA..
Aksal hasbi Ramadhan
ada yah CEO somplak kaya gibran,,, ga ada wibawa nya dong sebagai seorang CEO,, tpi aqu suka cerita nya tetap semangat ya kak 💪💪
Bunda silvia
Saya reader thor
Bunda silvia
Mimpi ya om 😂😂😂
Bunda silvia
Gimana gibran nggak somplak orang pabriknya juga somplak (bunda dn ayah satya)
Bunda silvia
Susu seruang eh maksud reader susus beruang thor 🤣🤣🤣
Bunda silvia
Hahaha bisa aja author
Bunda silvia
Asisten lucknut bos di tertawakan untung bos somplak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NO NAME
.
Aurellio Afta Surya Nasution
gokil ya mereka sekeluarga, .... hiburan di wkt senggang bisa ketawa sendiriann ... ( tp nggak gila kok ) .. lanjut Thor ...
Unyil_unyu
yg jd pertanyaan gw dr kmaren kok gk ada pemeran pembantu di rmh Gibran, masak CEO gk punya pembantu, sedang kan tetangga gw jualan bakso yg paling sehari laku 5 mangkok aja punya 2 pembantu, walaupun tiap bulan kalang kabut buat bayar pembantunya....😂😂
Unyil_unyu
wah rezeki tu
aisya_
keluarga somplak..
ayfa
🤣🤣🤣😭😭😭😭😭 thorrr gelud yuukkkk,,anjimmm bikin kram perut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!