Anjani bisa dibilang wanita dengan multi talenta. Dia merupakan polisi di unit kesatuan khusus dengan segudang prestasi, serta seorang yang pandai di bidang pengobatan tradisional maupun modern.
Tetapi harus mati ditangan kekasihnya, dan berpindah ke tubuh putri mahkota yang sangat dibenci oleh Kaisar, Ayahnya sendiri. Dia dianggap sebagai sampailh, karena tidak memiliki bakat sama sekali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wa Ode Hasrat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Puluh Dua. Terungkap
Sebelumnya..
"Kalian aku perintahkan untuk mencari dalang dari orang yang memasukkan racun kedalam makanan dan minuman permaisuri selama ini, sehingga menyebabkan permaisuri Ming terbaring sakit hingga berbulan-bulan".
"Aku ingin masalah ini selesai tepat di hari perjemuan akan kesempatan istriku". lanjut kaisar
"Baik, kami mengerti". Ucap mereka serempak.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Selanjutnya...
Setelah kaisar Ming memberi perhatian, divisi khusus langsung bergerak. Mereka mulai menyelidiki dan mengumpulkan barang bukti masalah racun arsenik di tubuh permaisuri Ming dengan serius.
semua pelayan dapur, juru masak, dan pelayan kediaman merak diperiksa. Satu persatu mereka diintrogasi.
"Kami tidak bersalah, tuan" ujar juru masak dan para pelayan dapur. "Kami hanya menyiapkan makanan lalu menyajikannya seperti biasanya. Sedangkan yang melayani permaisuri Ming di dalam kediaman merak, kami benar-benar tidak tahu, tuan". Lanjut seorang pelayan.
"Iya tuan. Kami hanya diperintahkan untuk menyiapkan dan menyajikan makanan, sedangkan yang melayani permaisuri Ming, kami tidak tahu". Ujar pelayan lainnya.
"Kalian jangan sampai berbohong. Bila sampai ketahuan, kalian semua akan mendapatkan hukuman yang berat nanti". Kata petugas divisi khusus.
"Kami tidak berani, tuan". Ucap mereka serempak dengan badan dan mata yang bergetar karena ketakutan.
Melihat penuturan dan sikap para pelayan dapur, dapat dipastikan kalau mereka semuanya bersih. Maka dari itu, petugas divisi khusus dapat berkesimpulan bahwa tersangka yang memasukkan racun di dalam makanan atau minuman permaisuri Ming adalah pelayan di kediaman merak.
Karena waktu yang diberikan untuk penyelidikan ini sangatlah singkat, membuat mereka harus lekas bergerak lebih cepat lagi. Maka untuk mempercepat, mereka membagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama, mecari dan menggeledah kamar para pelayan. Kelompok kedua, mengintrogasi semua pelayan dikediaman Merak
Kelompok pertama dengan cepat mulai memasuki satu persatu kamar para pelayan yang berjumlah 10 orang, lalu mulai mengeledah di segala arah. Setelah 5 menit mencari, di 8 kamar pelayan, tidak membuahkan hasil. Tapi saat mereka mengeledah kamar pelayan ke 9 dan 10, satu persatu bukti-bukti mulai terkumpul.
Bukti-bukti yang mereka dapat diantaranya surat perintah dari seseorang, emas yang banyak, dan bubuk yang diduga adalah racun arsenik
Sedangkan ditempat pelayan ke 9 dan ke 10 di interogasi dengan ketat, karena sikap mereka yang gugup serta suara yang bergetar setiap menjawab pertanyaan yang diberikan. Kedua pelayan tersebut diketahui bernama Cu Yuan Ming dan Cu Shilan.
Kedua pelayan tersebut adalah pelayan yang baru 6 bulan bekerja di kediaman merak.
Walau mendapat tekanan seperti itu, mereka berdua masih saja menyangkal dengan apa yang ditanyakan pada mereka. Sampai akhirnya, semua bukti-bukti yang sudah didapat dan ditunjukkan membuat mereka bertambah takut.
"Bisa kalian jelaskan semua ini, karena semua barang-barang ini ditemukan dikamar kalian berdua". Ucap kelapa divisi khusus.
Keringat mulai tampak di wajah mereka, sekap gelisah tampak nyata. Pelayan Chu Shilan pun menjawab dengan gemetar "Kami..Kami hanya menjalankan perintah yang diberikan".
"Siapa yang begitu berani menyuruh kalian berdua meracuni permaisuri Ming". Tanya kepala divisi khusus.
"Itu... Hem...". pelayan Chu Shilan tampak ragu untuk mengatakan.
"Katakan. Mungkin hukuman kalian akan lebih ringan". ujar kelapa divisi khusus
"Dia adalah Jia Xianlan, istri perdana Mentri Wang Chinying". ucap Chu Shilan.
"cih...Istri Mentri saja tapi begitu berani. Ceritakan kenapa sampai istri dari Mentri Wang, menyuruh kalian meracuni permaisuri Ming?".
"Kami sebenarnya adalah pelayan dari istri Mentri Wang. Kami sengaja di masukkan ke sini, untuk mencari informasi mengenai putra mahkota. Karena nona Wang Xian sangat mengagumi putra mahkota".
"Hanya saja, sikap dingin dan penolakan yang selalu di tunjukkan oleh putra mahkota. Di tambah dengan permaisuri Ming yang tidak setuju untuk menjodohkan nona Wang Xian dgn putra mahkota. Membuat istri Mentri Wang marah dan merasa tersinggung , lalu dia memerintahkan kami untuk memasukan racun itu sedikit demi sedikit di dalam makan yang disajikan".
"Mulanya kami tidak mau, hanya saja keluarga kami diancam, keluarga kami yang ada di kediaman Mentri Wang akan di siksa dan dibunuh seluruhnya. Dengan ancaman itu, akhirnya kami berdua terpaksa melakukannya". Cerita pelayan Chu Shilan dengan air mata yang mengalir dan penuh penyesalan.
Pelayan Chu Yuan Ming menambahkan.."Kami menyesal tuan. Tapi kamu juga takut keluarga kami akan disiksa dan dibunuh". sambil terus terisak. "Kalau kami dihukum, kami terima. Asal tuan, kami mohon untuk selamatkan keluarga kami yang ada di kediaman Mentri Wang". Sambil bersujud memohon.
"Aku selaku kepala divisi khusus ini, berjanji akan berusaha membebaskan seluruh keluarga kalian dari kediaman mentri Wang".
Kemudian kedua pelayan tersebut dibawah ke penjara, sementara kepala divisi khusus akan melapor semua hasil temuan mereka pada kaisar.
Ruang kerja Kaisar
Setelah kepala divisi khusus menghadap kaisar Ming, kaisar Ming mulai bertanya "Apa kalian telah mendapatkan pelaku yang telah memasukkan racun ke dalam makanan atau minuman istriku?".
Kepala divisi khusus itu membungkuk sedikit badannya, dan berkata "Ki telah menangkap pelayan yang memasukkan racun kedalam makanan permaisuri Ming, dan kami sudah memasukkan mereka kedalam penjara. Kami juga telah mengetahui orang yang dibalik ini semua".
"Siapa yang memerintahkan mereka?" tanya Kaisar Ming.
"Istri Mentri Wang Chinying, Jia Xianlan". Jawab kepala divisi khusus.
"Kamu sudah tahu apa motifnya?". Tanya Kaisar Ming dengan marah,
"Karena permaisuri Ming tidak setuju untuk menjodohkan pangeran putra mahkota dengan anaknya Wang Xian. Padahal anaknya Wang Xian sangat menyukai Putra Mahkota. Karena sakit hati anaknya di tolak, istri Mentri Wang menyuruh kedua pelayan itu untuk memasukkan racun arsenik tersebut".
"Istri Mentri Wang sangat berani, hanya karena anaknya ditolak, dia berani menyuruh pelayan meracuni istriku". Kaisar Ming.
"Yang mulia, mulanya pelayan itu ragu untuk memberikan informasi. Tapi setelah beberapa kali ditanya, akhirnya mereka mau mengatakannya. Dan mereka juga memohon untuk membebaskan keluarga mereka yang ada di kediaman mentri Wang". Kata kepala divisi khusus.
"Baik. Pada saat acara perjemuan nanti, sebagain kalian berjaga disekitar ruang perjemuan. Dan sebaik lagi membebaskan keluarga kedua pelayan tersebut. Ingat, untuk membawa semua bukti-bukti yang telah didapat". Ucap Kaisar Ming.
"Baik, yang mulia. hamba permisi dulu". Kepala divisi khusus itu pun keluar dari ruang kerja kaisar Ming setelah mendapat persetujuan.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
.
Akankah istri Mentri Wang mengelak akan tuduhan meracuni permaisuri Ming??
.
Temukan jawabannya di bab selanjutnya..
.
Jangan lupa subscribe, like jempolnya dan komen ya..
makasih...
semangat thorrrr
1. tidak perlu dikomentari sendiri, krn yg baca bukan anak2 kecil.
2. gak perlu diulang untuk cerita yg sdh dicerita berikutnya, memenuhi ruang. yg berarti penulisan tiap bab hanya sedikit jika seperti itu. maaf ya saya hanya usul.
sok asyik