NOVEL SEDANG DIREVISI
Karena keterpaksaan mertua, Siska harus menjalani tekanan batin yang luar biasa,
namanya Fransiska Damayanti usia 33 tahun sementara suaminya bernama Arya Praptama berusia 35 tahun.
Selama 10 tahun Siska menjalani rumah tangganya bersama suaminya, namun belum dikaruniai anak, hingga akhirnya Siska memutuskan untuk menikahkan suaminya bersama gadis belia berusia 17 tahun yang bernama Dinda Kinara. Dinda adalah gadis yatim piatu yang tinggal disebuah desa terpencil, keterbatasan ekonomi mengharuskan Dinda menjadi tulang punggung keluarga, hingga akhirnya ia mendapatkan tawaran dari Siska untuk menjadi istri kontrak selama satu tahun sampai ia memiliki anak.
Yang penasaran bisa ikuti cerita ini langsung dibawah ini yah, sebelum membaca saya berharap kepada teman readers agar bersabar dan berlapang dada dalam membaca ceritaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Putri Tarimakase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siska Menjemput Dinda
Dalam perjalanan menuju rumah Dinda, Siska melihat jalanan saat pertama kali ia bertemu dengan Dinda, waktu itu Dinda masih berumur 16 tahun sedang berjualan kue di pinggir jalan.
🌺🌺🌺
Flashback 2 tahun yang lalu.
"Pak..pak.. coba kita balik lagi!"
perintah Siska kepada sopirnya karena melihat seorang gadis kecil yang cantik dipinggir jalan
"Baik nyonya" sahut pak joko langsung berbelok memutar balik mobil.
Perlahan Siska turun dari mobilnya lalu menghampiri gadis remaja nan cantik yang sedang duduk dipinggir jalan menjajakan kuenya.
"Mari bu dibeli kuenya" sapa gadis itu menatap Siska.
"Berapa dek kuenya?" tanya Siska kepada gadis itu.
"Seribu aja bu perbijinya"
"Oh, sisa berapa semua dek?"
"Sisa 25 biji bu"
"Saya ambil semua yah kuenya"
Mendengar permintaan siska, seketika membuat gadis itu menganga.
"Ibu beneran mau ambil semua kue ku?"
"Iya dong, masak Ibu bohong sama kamu"
"Alhamdulillah terima kasih bu" ucap gadis itu dengan semangat membungkus semua kue yang diborong oleh siska.
Setelah Siska memborong kue gadis itu, ia kembali ke mobilnya, lalu menunggu gadis itu bersiap untuk pulang, Siska langsung mengikuti kemana arah gadis itu berjalan, hingga akhirnya Siska melihat gadis itu singgah disebuah tempat, dimana ada seorang ibu pengemis duduk dipinggir jalan. Siska melihat gadis itu sedang memberikan sebuah kresek kecil yang berisikan kue kepada ibu itu, lalu kembali melanjutkan langkahnya berjalan pergi meninggalkan ibu itu. Siskapun mulai mengikuti gadis itu sampai dirumahnya.
Setelah Siska mengetahui rumah gadis itu. Iapun kembali kearah jalan pulang,
"Ya penting aku sudah tahu rumah gadis itu, siapa tahu suatu saat dia mau dibayar untuk memberikan aku anak" gumam Siska dalam hati.
🌺🌺🌺
"Nyonya kita sudah sampai," kata pak Joko membuyarkan lamunan Siska.
"Oh iya pak" sahut Siska.
Perlahan Siska mulai menuruni mobilnya lalu berjalan menuju rumah Dinda, sampai didepan pintu, Siska mulai mengetuknya.
Tok tok tok
"Assalamualaikum" ucap Siska.
Setelah dua kali Siska mengetuk pintu akhirnya pintu itu terbuka sambil terdengar suara jawaban salam lembut dari dalam.
"Wa'alaikumussalam" jawab Dinda.
Seketika mata Dinda langsung terbelalak saat melihat Siska yang datang kerumahnya.
"Nyonya Siska"
"Dindaaa" ucap Siska langsung memeluk Dinda.
"Mari masuk nyonya" ajak Dinda setelah melepas pelukan Siska.
Setelah Siska masuk kedalam, ia sama-sama duduk bersama Dinda di sofa.
"Maaf nyonya aku buatkan minum dulu"
"Eh gak usah Dinda, aku gak akan lama disini"
"Lah kok gak lama nyonya, padahal aku masih kangen sama nyonya"
"Iya Dinda, soalnya ada yang ingin aku bicarakan padamu Dinda"
"Hmm bicara apa nyonya? Katakan saja,"
"Sebenarnya aku kesini mau menjemput kamu Dinda,"
"Apaa! Nyonya mau jemput aku?"
"Iya Dinda, aku mohon kembalilah ke Jakarta,"
Sejenak Dinda terdiam, tidak berbicara saat mendengar permintaan Siska itu.
"Maaf nyonya aku tidak bisa, biarkan aku tinggal disini saja," tolak Dinda dengan suara pelan.
"Aku mohon padamu Dinda, kembalilah ke Jakarta, Ardika dan mas Arya membutuhkanmu Dinda,"
"Tapi kan Tuan dan Ardika sudah punya Nyonya"
"Dinda dengarkan aku, aku gak bisa terusan bersama mas Arya dan Ardika"
"Maksudnya? kenapa nyonya tidak bisa bersama Tuan dan Ardika? Apakah nyonya akan pergi?"
Sejenak Siska menarik napasnya lalu menceritakan semuanya kepada Dinda, seketika Dinda langsung terkejut mendengar semuanya, tak henti-hentinya Dinda menyebut nama Allah
"Astagfirullah, kenapa nyonya tidak mengatakan ini semua pada Tuan?"
"Aku tidak bisa Dinda, aku mohon padamu ikutlah denganku ke Jakarta, aku mohon untuk terakhir kalinya Dinda," ucap Siska memegang tangan Dinda berharap Dinda menyetujui permintaannya.
Dinda hanya terdiam memikirkan keputusannya apakah ia akan ikut dengan Siska ke Jakarta atau tidak, disatu sisi ia ingin sekali ke Jakarta, tapi disisi lain ia tak mau mnyakiti hati Siska yang telah begitu baik padanya, namun setelah mendengar semuanya membuat Dinda berubah pikiran, ia langsung memberikan pendapatnya kepada Siska.
"Baiklah nyonya aku akan ikut" jawab Dinda akhirnya.
"Alhamdulillah terima kasih Dinda" ucap Siska merasa bahagia.
Setelah berbicara, Dindapun beranjak dari duduknya untuk bersiap-siap mengemasi barangnya untuk kembali ke Jakarta bersama Siska, sebelum pergi tak lupa Dinda dan Siska pamit kepada mbah Tarmin dan Dandi membuat suasana menjadi haru. Selesai berpamitan ,Siska dan Dindapun berjalan keluar dari rumah kemudia masuk kedalam mobil Siska yang sedari tadi menunggu mereka.
bersambung..