Demi mendapatkan uang untuk membiayai pengobatan Adiknya, Savana rela menerima pekerjaannya sebagai bodyguardnya untuk menjaga seorang putri kerajaan di sebuah negara.
Bukan hanya menjadi bodyguardnya putrinya kerajaan itu, ia juga dipinta oleh nenek dari cucunya itu untuk menikah kontrak selama satu tahun dengan putranya yang bernama princes Malik yang sudah berstatus duda itu. Savana harus bertahan menjadi istri princes Malik hingga princes Malik bisa menemukan wanita yang akan menjadi ibu dari putrinya untuk selamanya.
Bagaimana kisah hidup perawan dan duda itu saat hidup bersama dalam membesarkan dan menjaga putrinya Raniah? adakah cinta tumbuh diantara mereka atau pernikahan itu berakhir sesuai masa kontraknya? simak cerita ini sampai selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Taktik Yang Mencengangkan
Di dalam paket itu, ada bangkai kucing dengan lehernya di gorok hampir terlepas. Kucing yang bersimbah darah itu sebagai simbol ancaman serius dari pihak musuh.
Ada secarik kertas peringatan bagi Alma yang berisikan kata-kata yang bernada ancaman. Wajah pucat Alma nampak pias dengan tubuh gemetar membuat perutnya tidak kuat menahan mual.
Ia turun dari mobil untuk mencari tempat agar bisa mengeluarkan isi perutnya yang tidak bisa lagi mengendap dalam lambungnya. Padahal gadis ini baru habis makan siang di restoran mewah.
Sharon membaca barisan kalimat ancaman itu.
"Minta kakakmu untuk Jauhi prince Malik atau tubuhnya akan dimutilasi seperti nasib kucing naas itu..!" ancam sang penjahat.
"Dasar biadab...!"
Sharon meremas kertas itu lalu mencabik-cabiknya hingga menjadi partikel kecil.
"Kalian telah salah memilih lawan," seringai Sharon memikirkan bagaimana kejeniusan Savana menghadapi musuh.
Sharon mengeluarkan bangkai kucing itu dan mencari tempat untuk bisa menguburkan binatang malang itu. Alma hanya duduk di bangku taman karena kebetulan mobil mereka berhenti dekat dengan taman kota.
Alma yang masih syok mengusap wajahnya sambil menangis sendirian. Ia tidak menyangka kehidupan kakaknya yang berada di sangkar emas tidak lebih dari seorang tawanan perang yang siap dieksekusi mati kapan saja.
Sharon datang membawa sebotol air mineral dan diserahkan kepada Alma agar gadis itu bisa lebih tenang.
"Minumlah...! Jangan terlalu memikirkan kakakmu itu seorang wanita pemberani. Dia sangat baik dan tulus pada semua orang. Walaupun kata-katanya ketus tapi hatinya penuh dengan kelembutan. Dia tidak bisa memperlihatkan sisi feminimnya sebagai seorang wanita, tapi dia tetap menunjukkan kodratnya sebagai wanita," hibur Sharon.
Alma membuka penutup botol dan meneguk air putih itu setengah botol. Beberapa menit kemudian perasaannya mulai tenang.
"Aku ingin kak Savana pergi dari kehidupan prince Malik. Tempatnya bukan disisi lelaki itu. Aku ingin bersamanya seperti dulu. Aku harap mereka bisa melepaskannya dalam keadaan hidup.
Biarkan dia kembali padaku menjadi manusia biasa. Kami juga tidak berambisi untuk menjadi keluarga ningrat walaupun ayah kami memiliki darah biru dari kakekku yang merupakan seorang raja," ungkap Alma tidak sadar membuka jati diri mereka pada Sharon yang tidak mengetahui latar belakang adik kakak itu.
Sharon yang tidak mau menyela cerita Alma memilih untuk menjadi pendengar setia gadis itu. Ia hanya bisa bergumam dengan hati kecilnya sendiri.
"Pantas. Perilaku kalian begitu tertata dengan baik jika sudah berhadapan dengan orang-orang terhormat. Apalagi dari gestur tubuh dan cara bicara terlihat sangat berkelas. Kalian benar-benar menjaga reputasi kalian sebagai keturunan bangsawan. Ditambah lagi paras kalian yang sangat cantik bagai Dewi Yunani," batin Sharon yang mulai memahami kebiasaan Savana dalam bergaul.
Walaupun terlihat bar-bar dengan kata-kata ketus saat menghadapi musuh tapi tidak menghilangkan daya pikat-nya sebagai keturunan seorang putri bangsawan.
Semesta tidak pernah salah dalam menempatkan manusia di mana dirinya berasal. Jika sudah menjadi bagian dari seorang ningrat, maka jodohnya tidak jauh dengan orang yang selevel dengan dirinya," batin Sharon yang mulai merasa minder pada Savana.
"Mobilnya sudah aku bersihkan. Ayo kita pulang Alma...! Sekarang duduklah di depan denganku. Jangan lagi duduk di belakang sendirian..!" pinta Sharon pada Alma yang sedari dulu tidak suka duduk di depan dengannya jika sedang berduaan.
Kali ini Alma tidak menolak. Ia ingin cepat pulang dan istirahat. Sharon menambah kecepatan mobilnya agar mereka cepat tiba di apartemennya Alma. Beruntunglah apartemen Sharon tidak jauh dengan apartemen Alma.
Apartemen Alma yang sangat mewah yang merupakan hadiah dari prince Malik saat dirinya berhasil menjalani transplantasi ginjal. Sementara Sharon tidak mampu menyewa unit apartemen itu dengan satu bulan gajinya seharga dengan sewa untuk satu bulan apartemen itu.
...----------------...
Kedatangan Savana bersama dengan ibu suri dan Prince Malik membuat istana gempar. Bagaimana tidak, baru dua hari kemarin mereka mendengar kalau pesawat yang ditumpangi Savana kehilangan kontak dengan pihak ATC bandara namun kini gadis ini muncul dalam keadaan sehat.
"Sial....! Kenapa gadis itu masih hidup?" geram putri Tania yang gagal dengan rencananya yang ingin menggantikan posisi Savana secepatnya dihati Prince Malik.
"Yang mulia Savana. Yang mulia dipanggil oleh yang mulia raja," ucap salah satu pengawal istana.
"Katakan kepada ayahku kalau istriku masih lelah usai pulang dari perjalanan jauh," tolak prince Malik namun Savana menggelengkan kepalanya agar suaminya tidak menghalanginya menemui raja Hussein.
"Tidak apa sayang. Aku akan menemui ayah," ucap Savana lembut.
"Tapi dia akan mengitimidasi dirimu dengan ancaman-ancaman konyolnya itu," ucap prince Malik.
"Menghindari ayah tidak menyelesaikan masalah apapun. Kali ini aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk mengatasi beliau," ucap Savana meyakinkan suaminya.
"Biar aku menemanimu. Aku tidak ingin ayah bertindak di luar nalarku," ucap prince Malik diangguki Savana.
"Sini Baby Rania-nya sama ummi. Kalian berdua pergi menghadap ayah," ucap ibu suri seraya menggendong cucunya yang masih tidur.
Prince Malik menggenggam tangan Savana erat. Entah mengapa perasaannya tiba-tiba tidak enak kali ini.
Di ruang kerjanya raja Hussein sudah ada beberapa petinggi kerajaan. Keduanya mengambil tempat duduk menghadap raja yang menatap sinis Savana namun gadis ini tampak cuek.
"Ternyata nyawamu sudah sama seperti kucing. Kami mengira kamu sudah tewas dalam kecelakaan pesawat itu, menantu," sindir raja Hussein terdengar seperti candaan berbau cemoohan.
"Di lauhul mahfudz, namaku belum tercantum sebagai peserta dengan ajal yang dituliskan agar mati dalam kecelakaan pesawat sesuai yang diharapkan oleh orang yang mengatur itu semua. Allah-ku maha baik, bukan?" ledek Savana tidak kalah frontal-nya pada ayah mertuanya itu.
"Baiklah. Aku memanggilmu ke sini hanya untuk memberitahu padamu agar kamu harus merelakan putraku menikah dalam waktu dekat ini. Mungkin bulan depan pernikahan putraku dan putri Tania akan dilangsungkan.
Aku tidak peduli dengan perjanjian kontrak itu," ucap raja Hussein membuat prince Malik sangat syok tapi tidak dengan Savana yang sudah mempersiapkan dirinya pada situasi terburuk seperti saat ini.
"Tidak ayah. Aku tidak mau menikah dengan putri Tania karena saat ini istriku Savana sedang hamil," ucap prince Malik spontan bohong agar bisa mempertahankan Savana disisinya.
Savana begitu gugup mendengar pernyataan suaminya yang tidak sama sekali benar.
"Tidak mungkin perempuan ini hamil. Dia tidak mungkin bisa hamil," ucap raja Hussein menatap wajah Savana lebih dalam seakan memastikan bahwa Savana tidak melanggar perjanjian mereka.
"Kenapa tidak bisa hamil, ayah? Dia istriku yang ku gauli setiap saat. Dan saat ini dia sedang mengandung anakku. Jadi pernikahan yang direncanakan oleh ayah batal demi hukum karena perjanjian kontrak saat itu menyatakan jika istriku hamil maka tidak ada perceraian antara kami dan Savana akan diangkat sebagai ratu di negeri ini," imbuh prince Malik yang membaca semua poin perjanjian itu tapi tidak dengan Savana yang membacanya hanya sekilas.
"Kalau begitu, berikan bukti laporan medis yang menyatakan istrimu saat ini sedang hamil!" tantang sang raja membuat Savana gemetar ketakutan.
Deggggg....
"Jika gadis ini berbohong maka rencana pernikahan ini akan diteruskan tapi sebelumnya itu kau harus menceraikannya. Dan ayah akan menikahkan dia dengan pria lain yang sudah ayah siapkan agar jandamu ini tidak akan kembali padamu," ancam raja Hussein makin membuat dengkul pasangan itu lemas.
Duaaarrr.....
semoga Mak Mak rempong itu sholat tarawih nya khusuk,,GK kepikiran ma pangeran Malik 😂🤭