Vina gadis cantik dan baik hati, anak dari Halwa dan Kevin, kehidupannya begitu sangat bahagia dengan pacarnya yang begitu sangat perhatian, tapi sebuah peristiwa terjadi dan membuat kehidupan Vina berubah, dia harus menikah dengan seseorang yang dendam dengan keluarganya dan ingin melampiaskan dendam itu kepada Vina.
Apa motif lelaki itu dan kenapa dia bisa begitu dendam dengan keluarga Vina?.
Yang penasaran langsung aja dibaca. Makasih.
Follow
Ig;Aininabila23
Fb;Aini Nabila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
"Kak Vina kenapa kok dari raut wajahnya kayak lagi mkirin sesuatu"ujar Maya.
"May tadi aku nggak sengaja muntahin Rio"ujar Vina membuat Maya langsung terkejut.
"Muntahin kak Rio?, astaga kak Vina nggak bohong kan"ujar Maya.
"Iya aku serius, itu makanya sekarang aku ngerasa bersalah terlebih lagi tadi Rio kelihatan kesal"ujar Vina.
"Kak Rio nggak ngapa-ngapain kak Vina kan?"tanya Maya dengan raut wajah cemas.
"Nggak"jawab Vina.
"Ha, luar biasa!!"ujar Maya girang yang membuat Vina heran.
"Emang kenapa May, kamu kelihatan senang banget"ujar Vina.
"Kak Rio itu pemarah kak Vina, dulu aja ada perempuan yang nggak sengaja megang tangan kak Rio, kak Rio langsung membentak perempuan itu didepan umum"ujar Maya.
"Kamu serius May?"ujar Vina.
"Iya kak, makanya aku kira kakak dibentak atau sampai dipukul sama kak Rio karena muntahin dia"ujar Maya.
"Mungkin karena aku sakit May, makanya dia nggak tega kali buat bentak bahkan sampai pukul aku"ujar Vina.
Apa mungkin yang dibilang kak Vina itu benar, tapi kenapa firasat aku mengatakan kalau kak Rio sudah mulai mencintai kak Vina, batin Maya.
Sedangkan dikantor Rio, Rio berusaha tetap fokus bekerja walau dalam hati dan pikirannya dia terus saja memikirkan Vina.
"Fokus Rio, please"ujar Rio sambil memegang kepalanya.
"Permisi pak Rio ini berkas-berkasnya"ujar Luna, sekretaris pribadi Rio.
"Terima kasih, taro saja disitu"ucap Rio.
"Pak Rio ingin saya buatkan kopi"ujar Luna yang sedang cari perhatian pada Rio, Luna memang sudah lama menyukai dan mencintai Rio, bukan hanya karena lelaki itu mapan, tapi juga karena Rio sangatlah ganteng.
"Tidak perlu, makasih Luna"ujar Rio menolak.
Pasti dia sedang memikirkan istrinya, tapi tidak, itu tidak mungkin karena pak Rio tidak mencintai istrinya, batin Luna.
Hanya ada tiga orang yang tau jika Vina dan Rio menikah hanya karena dendam yaitu Maya, Aldo dan yang terkahir Luna.
"Mau saya pijitin pak"ujar Luna memberanikan diri sebab selama bertahun-tahun dia tidak pernah berkata seperti itu.
"Tidak perlu"ujar Rio singkat dan Luna tau jika Rio sudah bicara sesingkat itu berarti dia benar-benar tidak ingin diganggu, dengan sangat berat hati Luna pun keluar dari ruangan Rio.
Lihat saja pak Rio aku akan membuat mu mengemis cintaku dan meninggalkan istri palsumu itu, batin Luna.
Rio yang benar-benar sudah tidak bisa fokus dengan pekerjaannya pun memilih untuk pulang dan langsung menuju rumah sakit melihat kondisi Vina.
Saat ditengah jalan menuju rumah sakit, Rio tanpa sengaja hampir menabrak seorang wanita untung saja dia langsung merem mobilnya.
"Tante nggak papa?"tanya Rio pada wanita itu yang jongkok dan menutup wajahnya karena kaget.
"Iya sa,,,ya, saya nggak papa"ujar wanita itu sambil berdiri dan menatap kearah Rio, Rio dan wanita itu pun terkejut karena ternyata wanita itu adalah wanita yang Rio tolong waktu dikantin rumah sakit.
"Kamu!"ujar wanita itu.
"Tante yang tadi dikantin rumah sakit kan?"tanya Rio dan diangguki oleh wanita itu.
"Owh ya tante nama saya Rio, nama tante siapa?"tanya Rio.
"Nama saya Alisha"jawab wanita itu sedikit membuat Rio terkejut karena dulu pernah tanpa sengaja Rio mendengar pembicaraan Rico dengan anak buahnya dan Rico menyebut nama Alisha.
"Rumah tante dimana biar saya antar"ujar Rio.
"Saya tidak punya rumah, 3 hari yang lalu saya baru saja diusir dari kontrakan saya karena tidak sanggup bayar"ujar Alisha sedih.
"Bagaimana kalau tante bekerja jadi asisten rumah tangga dirumah saya"ujar Rio. Sebenarnya Rio sudah tidak membutuhkan asisten rumah tangga lagi tapi karena kasihan terhadap Alisha, dia pun menawarkan pekerjaan itu.
"Kamu serius?"tanya Alisha dan diangguki oleh Rio.
"Terima kasih nak, terima kasih banyak"ujar Alisha girang.
"Mari tante saya antar kerumah saya dulu"ujar Rio, Alisha pun masuk kedalam mobil Rio lalu mobil Rio pun berjalan menuju kerumahnya.
"Ini rumah saya tante, ayo masuk"ujar Rio dan diangguki oleh Alisha.
"Sri!!"panggil Rio saat sudah masuk kedalam rumahnya dan diikuti dengan Alisha dari belakang
"Iya tuan"ujar Sri.
"Ini Alisha dan Alisha ini Sri, asisten rumah tangga terlama disini, kamu bisa belajar apa saja yang mesti kamu lakukan dirumah ini dan apa yang tidak perlu kamu lakukan"ujar Rio.
"Iya tuan Rio"ujar Alisha yang sudah merubah nama panggilannya pada Rio menjadi tuan, bukan lagi nak.
"Bagaimana kondisi nona Vina, tuan?"tanya Sri saat Rio hendak melangkah pergi.
"Vina sudah mendingan, mungkin besok atau lusa dia akan pulang"ujar Rio lalu beranjak pergi.
Vina?, kenapa aku tidak asing dengan nama itu, batin Alisha.
sukses
semangat
mksh
Jadi suka bacanya kalo jalan ceritanya rapi.
Ada juga novel yang pernah di baca judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, rapi juga terus seru lagi