NovelToon NovelToon
Oh My Salsa

Oh My Salsa

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: dewi kim

Follow Ig Dewikim243 ya.

Salsa adalah tipe wanita yang sangat fosesif pada suaminya, dia adalah tipe istri yang pengatur. wanita itu akan murka ketika Kevin, suaminya pulang telat.

Kevin jenuh dengan tingkah Salsa, hingga akhirnya dia tidak memperdulikan lagi istirnya dan malah mencari pelarian di luar karena Salsa selalu membuatnya tertekan. hubungan kedua pasangan suami istri itu merenggang, dan pada akhirnya Salsa menyadari bahwa dia sudah sangat keterlaluan pada suaminya dan dia berniat untuk memperbaiki hubungannya. Namun, sayang ketika Salsa sudah sadar, Kevin sudah asyik dengan dunianya. Dan pada akhirnya, Salsa kembali terluka. Apakah Salsa mampu merebut hati suaminya lagi. Ataukan Salsa menyerah dan menerima cinta yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Nyo-nyonya!” wajah Aurel lebih memucat bahkan cenderung memutih saat tanpa sengaja dia membentak Salsa di hadapan Mayra.

“Oh, jadi begini perlakuanmu selama ini pada putriku?" Tanya Maira, kali ini wanita itu tidak bisa menahan emosinya. Dia juga menatap Aurel dengan tatapan marah membara.

“Ma-maaf, Nyonya.” hanya itu yang Aurel bisa katakan. Dia berpikir jika dia terus melawan, besannya akan murka. Mayra tidak menjawab lagi, dia berusaha menahan emosinya apalagi dia sadar dia sedang ada di rumah sakit.

“Kenapa kau di sini?” tanya Mayra lagi yang menoleh ke arah Salsa, mengabaikan Aurel.

“Oh, Kevin masuk rumah sakit, Mom. Aku tidak tahu dia kenapa,” jawabnya.

“Nah itu dia Nyonya Mayra. aku membentak Salsa karena panik.” Dengan cepat, Aurel berbicara agar tidak di salahkan oleh Mayra.

Mayra menoleh. “Aku tidak bertanya padamu, tutup mulutmu. Jika aku murka kau akan menyesali semuanya,” balas Mayra membuat Aurel angsung terdiam. Sekarang bisa bahaya jika Aurel memperpanjang semuanya, ditambah lagi Sebenarnya selama ini dia meminjam uang pada besannya untuk hidup mewah, tentu saja dia menjaminkan sertifikat rumah miliknya pada Mayra. Dan jika Mayra murka bisa saja dia dan keluarganya di usir.

“Mommy pulanglah, Alona sedang bersama Daddy. jadi aku titip Alona saja nanti Kalindra aku suruh ke sana,” ucap Salsa karena dia tidak ingin ada keributan. Salsa rasa, dia sudah cukup memberi shock terapi untuk ibu mertuanya. Toh, masih banyak yang akan Salsa lakukan untuk membalas kelakuan Aurel.

“Ya sudah, Mommy pulang," jawab Mayra, setelah itu dia pun langsung menoleh ke arah Aurel.

“Jika kau berani kau meninggikan suara di hadapan anakku, maka kau akan tahu akibatnya. Salsa laporakan pada Mommy jika wanita ini menyakitimu.” Dalam sekejap, Maira berubah di mata Aurel, dan itu membuat Aurel bergidig.

Salsa mengangguk, lalu setelah itu Mayra pun berbalik, hingga kini meninggalkan Salsa dan Aurel saja.

“Dengar bukan apa kata Mommyku?” Tanya Salsa ketika Aurel akan membuka mulut, hingga Aurel mengatupkan bibirnya, dia pun memutuskan untuk duduk menunggu dokter untuk keluar.

Dan tak lama, dokter pun keluar dari ruang rawat Kevin. Aurel langsung bangkit dari duduknya, kemudian menghampiri dokter, berbeda dengan Salsa yang tampak santai terkesan tidak mau perduli pada kondisi Kevin, tentu saja karena dia sudah merencanakan semuanya.

“Bagaimana keadaan anak saya, Dok?” tanya Aurel dengan tidak sabar.

“Oh anak ibu hanya mengalami gangguan di beberapa titik syaraf," Jawab dokter.

“Apa aku aku boleh melihat anakku sekarang?” tanya Aurel lagi Hingga dokter pun mengangguk. Lalu setelah itu Aurel langsung masuk ke dalam, meninggalkan salsa di luar.

“Terima kasih atas bantuannya, Dok," ucap Salsa ketika Aurel sudah masuk. “Aku akan mengirimkan Apa yang kau Mau,” balas Salsa hingga dokter pun mengangguk.

“Baik, terimakasih, Nona Salsa. Sampai jumpa.” setelah mengatakan itu, dokter pun pergi dan Salsa kembali duduk.

“Kevin!” panggil Aurel ketika dia masuk ke dalam ruang rawat putranya, dia langsung menggenggam tangan Kevin dan terus memanggil nama putranya karena mata Kevin sedikit terbuka.

Kevin seperti tidur. Namun, dia mendengar suara ibunya hingga beberapa saat berlalu akhirnya Kevin mulai bisa membuka mata.

“Mom!" Panggil Kevin tanpa suara. Bahkan dia merasa tenggorokannya begitu nyeri.

“Apa yang terjadi, kenapa kau jadi seperti ini. Apa istrimu telah melakukan sesuatu padamu? Bagaimana mungkin dia tidak becus menjagamu.” Aurel terus mencocos membuat Kevin semakin merasakan nyeri di kepalanya.

“Mommy, dokter mengatakan Aku hanya terkena gangguan saraf saja. Jadi tidak ada tidak ada yang harus dicemaskan,” ucap Kevin. Seperti tadi, dia berbicara dengan sangat pelan. Tadi, saat dokter memeriksanya dia mendengar dokter berbicara pada suster, dan mengatakan bahwa dia hanya menderita gangguan syaraf dan sekarang Kevin mengerti kenapa tiba-tiba saat kemarin senjatanya tidak berfungsi dan Kenapa dia tidak bisa berjalan.

“Benarkah, apa ini tidak ada hubungannya dengan istrimu?” tanya Aurel.

“Tidak Mommy tolong jangan terlalu mencari gara-gara dengan salsa.” Di tengah rasa sakit yang melandanya, Kevin masih sempat berpikir untuk mengamankan posisinya dengan cara tetap membuat Salsa perduli dan mengingatkan ibunya agar tidak mencari gara-gara dengan Salsa.

“Kau ini, masih saja mengingat dia," ucap Aurel. belum Kevin menjawab, tiba-tiba pintu terbuka hingga Aurel menoleh ternyata Salsa yang masuk.

“Untuk apa kau masuk ke dalam ruangan ini?” tanya Aurel dengan sinis.

“Mommy tidak ingat apa yang tadi diucapkan oleh Mommyku . Apa mau aku telepon lagi Mommyku m sekarang.” Salsa mulai meradang, karena ternyata wanita paruh baya ini tidak mempan dengan ancamannya, hingga Aurel langsung terdiam. Pada akhrirnya, Aurel mengalah. Dia memutuskan untuk keluar dari ruang rawat putrinya.

“Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk kurang ajar pada ibumu. Tapi, aku rasa Mommy sudah sangat keterlaluan," ucap Salsa pada Kevin.

“Tidak apa-apa,” kata Kevin. Dia tersenyum, kemudian berusaha menggenggam tangan Salsa.

***

Davika ketika melihat tespek di tangannya, ternyata dia sedang mengandung dan tentu saja anak Kevin. Walaupun sempat kesal karena kemarin Kevin tiba-tiba lemah saat akan bermain. tapi Davika cukup senang ketika dia menyatakan hamil dan akhirnya dia bisa menjadi istri Kevin.

Selama ini, Kevin selalu menjanjikan janji manis dengan dan mengatakan bahwa dia sudah mempunyai bisnis lain yang akan menghidupi Davika hingga Davika terperdaya dan terus memberikan uang pada Kevin, tanpa dia tahu Kevin benar-benar akan jatuh miskin di tangan Salsa.

Davika mengutak-atik ponselnya, kemudian dia berencana menelpon Kevin untuk memberitahukan kabar kehamilannya. “Halo Sayang!" Panggil Davika. Namun tak lama devika menghentikan ucapannya ketika dia akan berbicara lagi, karena ternyata yang mengangkat panggilannya adalah Salsa dan dengan cepat, Davika pun langsung mematikan panggilannya.

Walaupun dia ingin mengatakan pada Salsa bahwa dia sedang mengandung agar Salsa melepaskan Kevin, tapi dia belum siap sekarang dia tidak bisa menghadapi wanita itu seorang diri dia harus menghadapi Salsa dengan Kevin.

“Siapa sayang?" tanya Kevin ketika Salsa mengangkat panggilannya. Barusan ponsel Kevin berdering tapi karena dia belum bisa mengangkat menggerakkan tangannya karena masih lemas dia meminta tolong pada Salsa.

“ Oh itu hanya spam,” jawab Salsa dia tidak akan menyebutkan Davika yang meneleponnya. Salsa melihat ke arah jam, kemudian wanita cantik itu menoleh lagi ke arah Kevin.

“Bolehkah aku makan di bawah?" Tanya Salsa.

“Kau makan di sini saja, jangan tinggalkan aku,” jawab Kevin yang tidak mau di tinggalkan.

“Sebentar saja. Aku ingin makan dengan tenang,” kata Salsa lagi Hingga mau tak mau Kevin menggangguk dan setelah itu Salsa pun berbalik kemudian keluar dari ruang rawat Kevin.

Salsa keluar dari ruang rawat Kevin dia sengaja tidak langsung pergi, wanita itu berdiam diri sejenak di depan pintu. Sesekali dia mengintip mantan suaminya. Hingga setengah jam kemudian, Salsa kembali mengintip ternyata Kevin sedang merintih.

Lelaki memegang perutnya yang mungkin terasa nyeri. Tentu saja itu reaksi obat yang Salsa berikan tadi sore, dan sekarang obat itu baru bereaksi. Karena obat itu, Kevin harus merasakan rasa sakit yang berkali-kali lipat.

Tentu saja apa yang Salsa tidak sebanding dengan apa yang Salsa lakukan, di mana Kevin menghancurkannya sampai ke dasar, bahkan tega membunuhh anak mereka.

1
Visencia Alingga
❤❤❤❤❤❤
choky_chiko_r
keren banget Salsa...
sharvik
tdk ad yg benar krakter dlm crta in hahah
sharvik
trlalu lama brmain . .smpai khlangn ank. . .n prmainn bln slsai jg
Cici Risna Yulianti
Luar biasa
mbak mimin
jare Nino kutunggu janda u
Galih Pratama Zhaqi
dan kisah kalindra akn menguras air mata bngt. crtamu keren thor 😍
Galih Pratama Zhaqi
🤦‍♀️ dr kmrn bca baru ngehh kl ini kisahnya orngtuany kalindra srta nekek kakeknya , krn aku sdh lbh dl bca kisahny kalindra .
Galih Pratama Zhaqi
sruh hdp sndri aja kl smua tdk blh diiktcmpuri ato diatr, biar bebs tnp aturan d diikutcmpuri.
Mas Budian
contoh mertua lucnut
Nur Mashitoh
Rasain!!!
Budhe Satryo
semua novelmu langsung otw kk
Nana Niez
mantab,, lanjutkan hidup mu salsa,, lepaskan pria yg spti itu
novi 99
gween bukan anak Kevin ...

karena klo anak kandung Kevin , Kevin pasti sayang banget sama anaknya ....

makannya di buat cerita gween jodoh sama KK tirinya ...
novi 99
ini Aurel biang penyakitnya...
novi 99
meski di luar negeri , paling gak masih ingat dosa dong seharusnya ...
novi 99
itu kan keinginan mu Davika ... rasakan punya mertua model pengeretan
novi 99
Kevin pasti ngira dia kena Aids... semoga aja beneran
novi 99
banyak typo nih.......
novi 99
sudah Kevin ... posisi mu gak aman ...
apalagi ayah mu licik gitu .
ibu mu juga paling ujung gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!