Noda hitam yang sudah mengotori tak akan bisa di hapus oleh waktu. Menikahi perempuan yang pernah di sakiti tidak menjadikannya terobati. Tapi justru dendam akan menjadi bumbu rumah tangga. Tapi kini ia meminta maaf dengan kedatangan dirinya yang telah bertransformasi menjadi ustadz, apakah akan ada ujung dendam?
Simak kisahnya,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma .R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Ujian Cinta
Di mobil,,
"Harusnya dari dulu aku sadar, kalau balas dendam terbaik untuk athar adalah kehilangan kamu, aku yakin dia sekarang sangat sedih," ucap Maya tersenyum sinis melirik ponakannya Mina.
Mina tampak kesal pada kelakuan tantenya, ia melotot sedari tadi. "Tan udahlah..jangan ganggu Athar lagi,dia udah berubah, nggak seburuk dulu lagi!" tegas Mina
"Siapa yang perduli itu. Dengar ya, mulai sekarang Tante nggak akan percaya lagi sama kamu, kamu benar-benar nggak bisa di ajak kerja sama, Tante udah ingatkan kamu dari awal untuk tidak mencintai Athar, tapi kamu malah betah menjadi istrinya," gerutu Maya yang sudah tak tahan melihat kedekatan Mina dengan Athar.
"Tante please tolong biarin aku kembali sama Athar, dia udah berubah Tan, kata Tante Nurul aku harus maafin Athar, sebenarnya aku harus di jalan yang mana sih? aku capek hidup kayak gini Tan, kalian berdua selalu membuat aku di posisi yang sulit," gertak Mina mencurahkan kekesalannya selama ini.
Mina sangat tersiksa karena meninggalkan Athar begitu saja, hatinya amat sakit tak terungkapkan. Ingin menggertak tapi ia tak bisa. Sesekali niat ingin melompat dari mobil muncul di pikirannya saat ia sudah lelah pada tantenya.
...**...
"Aku berjanji akan membawamu kembali Mina," batin Athar menangisi kepergian Mina. Kini ia tak tau harus berbuat apa. Ingin menyusul namun ia tak tau alamat Tante Maya. Athar memutuskan untuk menelpon Tante Nurul. Namun ternyata Nomornya tidak dapat di hubungi karena kendala jaringan di kampung.
Athar semakin khawatir pada Mina. ia tak bisa hanya pasrah menunggu. Ia mencoba mencari sesuatu yang bisa di jadikan petunjuk alamat Mina dari barang barang milik Mina.
Athar tengah sibuk mencari alamat Mina melalui barang barang milik Mina di rumah. Untungnya Athar menemukan sebuah brosur promosi butik Maya yang sudah tertera alamatnya. Buru-buru Athar berangkat ke alamat yang ia lihat itu.
Dalam hati ia selalu berdzikir, berharap Allah akan memudahkan urusan ini. Baru saja Athar mendapatkan kehangatan dalam rumah tangga, namun seketika itu juga ia kehilangan Mina.
...***...
Tiga jam perjalanan, sampailah di rumah Maya, rumah yang di tinggali Mina selama enam tahun terakhir. Maya membuka pintu mobil untuk Mina, "Turun!" ucap Maya sedang ia tak akan melepas tangan Mina.
Mina pun turun dengan Isak tangis yang sedari tadi ia tahan tahan. "Aku harap Tante sadar!" ucap Mina sembari berjalan terpaksa
"Kamu yang harusnya sadar!" alih alih mendengar Mina, Maya malah mengembalikan kata kata itu pada Mina. Menurutnya Mina lah yang salah. Mina di antar ke dalam kamar.
"Tinggallah di sini sampai kamu sembuh dari cinta bodoh mu itu!" tegas Tante Maya yang sudah tau bahwa Mina mencintai Athar. Mina langsung di dorong ke kamar dan langsung di kunci oleh Tante Maya.
Mina masih mengetuk-ngetuk pintu kamar berharap ia bisa keluar. "Tante..buka pintunya tan..aku nggak mau di kurung di sini, aku mau tinggal sama suami aku," ucap Mina berderai air mata. Barulah ia rasakan perihnya jauh dari Athar di saat ia mulai bisa berdamai dengan masa lalu.
"Ya Allah.. lindungi lah suami hamba dari marabahaya, tidak apa jika aku di kurung, tapi Athar tidak boleh terluka," batin Mina yang menyandarkan kepalanya di pintu.
Tante Maya langsung memerintahkan bodyguard untuk berjaga di pekarangan rumah. Kamar Mina ada di lantai dua jadi tak akan bisa melompat dari jendela yang tinggi itu. Belum lagi akan ada bodyguard yang selalu berjaga di depan.
"Jaga jangan sampai Mina kabur, jangan lalai!' perintah Maya pada penjaga di rumah. Ia lalu bergegas pergi ke butik miliknya.
Untungnya, Maya lupa bahwa Mina masih memiliki hp di sakunya. Mina langsung menelpon Athar.
Di sisi lain Athar yang melihat telpon itu dengan cepat mengangkatnya.
"Halo.. assalamualaikum..ini kamu kan Mina,"
"Iya, ini aku," ucap Mina dengan memelankan suaranya.
"Kamu dimana Mina, aku akan menjemput kamu sayang, jangan khawatir ya, aku akan segera datang," ucap Athar
"Jangan..tolong jangan datang, aku akan baik baik saja, Tante Maya nggak akan menyakiti aku, jadi tolong jangan datang, kamu akan kenapa-napa kalau sampai menampakkan diri di hadapan Tante ku," jelas Mina dengan suara yang amat pelan.
"Kamu jangan khawatir ya, aku bisa jaga diri, Mina..aku akan berusaha membawa kamu kembali, aku yakin Allah akan menolong kita,"
"Mas Athar, jangan gegabah, pikirkan keselamatan mu," ucap Mina saat ia meneteskan air matanya
"Yang terpenting sekarang adalah membawa kamu kembali, aku ingin kita membangun rumah tangga yang bahagia, bukankah kamu juga mencintaiku?"
"Ya..aku cinta, tapi ini akan sulit mas, jangan ambil resiko yang terlalu besar,"
Tiba-tiba hp mina mati karena baterainya yang habis. "Astaghfirullah baterai habis lagi," Mina tampak semakin shock karena hp itulah satu satunya cara berkomunikasi dengan Athar. Mina mencari cari charger di kamar namun tentu saja tidak akan ada.
...***...
Athar sampai di butik milik Maya. sambil membaca bismillah ia masuk ke dalam butik untuk berbicara baik-baik dengan maya. Tepat saat itu Maya akan keluar dari butik hingga mereka bertemu di pintu.
"HH..ngapain kamu ke sini? mau cari mati?" ucap Maya tersenyum sinis melihat keberanian Athar.
"Saya mau menjemput Mina Tante, tolong Izinkan saya bersama Mina, saya akan menjaga Mina Tan, saya akan membahagiakan dia, saya bersumpah tidak akan menyakiti hati Mina, jadi tolong beri saya kesempatan untuk membuktikan pada Tante bahwa saya bukan Athar yang seperti dulu," tutur Athar bersungguh sungguh.
"Sekali bangkai tetap saja bangkai, busuk dan bau! pergilah jangan ganggu kehidupan saya dengan Mina,"
"tolong jangan pisahkan kami Tan," pinta Athar.
"Athar ..Athar...kamu bodoh bangat sih, dari awal aku suruh Mina menikah dengan kamu itu cuma buat balas dendam. Emang kamu mikirnya apa sih? apa kamu kira kami orang bodoh yang bisa kamu permainkan gitu aja? nggak semudah itu!" cetus Maya menatap sinis wajah Athar
"Saya cuma mau membahagiakan mina Tan, demi Allah saya tidak berniat buruk pada Mina,"
"Nggak usah bawa-bawa nama tuhan, udah kayak orang bener aja kamu! ngaca!"
"Apa yang harus saya lakuin supaya Tante percaya kalau saya tidak seburuk dulu lagi," tutur Athar
"Menghilang lah dari bumi ini, aku tidak ingin melihat wajah busuk mu!" tegas Maya tanpa memperdulikan Athar. Maya bergerak ke Mobilnya dan pergi tanpa menatap athar. Ia tak berubah pikiran sedikit pun.
Makasih Thor..
aku tunggu karyamu yang lain..