NovelToon NovelToon
Madulah Aku, Suamiku

Madulah Aku, Suamiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Romansa / Tamat
Popularitas:90.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Ocean Na Vinli

Tak pernah terbersit di benak Yuda Anggara bahwa sang istri Intan Nawangsari, wanita yang sudah lama mengarungi bahtera rumah tangga bersamanya, memintanya menikah lagi.

Jika para pria akan bahagia, tapi tidak dengan Yuda, justru dia menolak dengan tegas permintaan sang istri.

"Jangan gila, Intan! Sampai kapanpun aku tidak akan menikah lagi! Aku sangat mencintaimu, Intan! Apa kau tidak mencintaiku lagi?!" Yuda menatap lekat Intan, mencari jawaban atas keresahan hatinya.

Intan hanya diam, menatap balik Yuda dengan mata berkaca-kaca.

Namun lambat laun, setelah di bujuk rayu, akhirnya Yuda terpaksa mengiyakan permintaan Intan. Menikahi Sinta Kumala, anak pak Kades dari sebelah desa, wanita muda yang dipilih langsung oleh istrinya.

Tanpa Yuda ketahui, Intan menyimpan sebuah rahasia besar yang membuat dirinya rela berbagi suami bersama wanita lain.

Penasaran? Ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sampai Mati, Aku Tetap Mencintaimu

Dua puluh tiga tahun kemudian.

Di sebuah rumah sederhana, terlihat para kerumunan warga tengah bersiap-siap melakukan akad nikah. Yuda tersenyum senang, melihat sang putri akan dipersunting oleh pria pilihan anaknya hari ini. Pria itu sudah terlihat berkeriput, meskipun begitu, ketampanannya tak pernah luntur.

Kejadian beberapa tahun lalu silam membuat Yuda terpukul atas kepergian istri yang sangat ia cintai. Namun dia berusaha ikhlas menghadapi kenyataan yang telah terjadi. Memilih membesarkan anaknya seorang diri.

Setelah mengunjungi Intan, lantas Yuda membawa Yulia dan Bik Inem kembali ke kampung dan menanyakan kecurigaanya pada Sinta dan Wulan. Yuda sangat kecewa mendengar penjelasan keduanya, tak menyangka kalau Sinta berbohong padanya.

Ternyata Sintalah yang selama ini menghapus pesan dari Riko, Bik Inem dan Intan. Wanita itu sudah ditutupi rasa benci terhadap madunya sampai-sampai tak mempedulikan pesan dari Riko yang mengatakan kalau Intan sudah meninggal. Akhirnya tanpa banyak kata, Yuda pun menceraikan Sinta. Walau Sinta tidak terima akan keputusannya tapi Yuda sungguh tak peduli.

Yuda juga tak kalah kecewanya dengan Wulan yang memperlakukan Intan semena-mena dulu. Wanita itu memutar balikan fakta, menuduh Intan mencelakai Amirah, padahal tidak. Tanpa banyak pertimbangan, Yuda meminta Wulan angkat kaki dari rumah Bunda. Sementara Bunda Ema, Yuda tak banyak bertanya-tanya. Karena rasa kecewanya terhadap dua wanita itu teramat dalam.

"Mas?"

Yuda mengalihkan pandangan pada wanita yang pernah menjadi istri keduanya. Sinta hadir di acara pernikahan Yulia.

"Hm. Apa uangmu kurang?" tanyanya datar.

"Bukan, Mas. Aku mau berbicara denganmu sebentar." Sinta menatap nanar mantan suami.

"Tentang Amirah? Bukankah aku sudah memberikan kasih sayang padanya sama seperti Yulia."

Walau keduanya bercerai namun Yuda tak melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang Ayah. Dia memberikan perhatian dan kasih sayang tanpa membedakan kedua anak-anaknya.

Sinta menghela nafas dalam. "Bukan, Mas, bukan itu, aku mohon..." Mohonnya dengan memelas.

"Tunggu sebentar." Yuda melangkahkan kakinya mendekati pak penghulu tengah bercengkrama dengan keluarga sang mempelai pria.

*

*

"Apa yang mau kau bicarakan?" tanya Yuda sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana.

Saat ini keduanya berada di belakang rumah.

Sinta menatap nanar punggung Yuda lalu berkata,"Mas, apa kita tidak bisa rujuk kembali, aku mencintaimu, Mas."

Yuda terkekeh remeh lalu memutar tubuhnya.

"Rujuk? Kau bilang? Sinta bukankah sudah berulang kali aku katakan kalau aku tidak mencintaimu! Apa kau tak memiliki muka Sinta, meminta aku rujuk setelah kau menyakiti orang yang aku cintai!" seru Yuda.

"Tapi aku mencintaimu, Mas. Aku tak peduli kalau kau tidak mencintaiku! Lagipula Intan sudah pergi Mas! Dia memintaku membahagiakanmu! Apa kau lupa?" Sinta berseru lantang.

Membuat Yuda mendesah kasar. Bingung, mengapa Sinta begitu terobsesi padanya.

"Sayangnya, aku tak bahagia bersamamu, mengertilah Sinta," ucap Yuda kemudian.

Mendengar hal itu, dada Sinta terasa sesak. Secara perlahan cairan bening menerpa kedua pipinya. "Mas, aku mohon, kembalilah padaku, mari kita hidup bersama hingga maut memisahkan, melihat cucu dan cicit kita nanti.

Yuda tak langsung menyahut, malah mendekatinya. Satu tangannya terulur memegang pundak Sinta.

"Sinta, aku tidak pantas menjadi suamimu, biarlah seperti ini, kau masih muda carilah pengganti yang lebih baik dariku, berbahagialah dengan orang yang mencintaimu," Yuda menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan perkataannya.

"Kalaupun kita rujuk, kau hanya memiliki ragaku tapi tidak dengan jiwaku."

Deg

Sinta terhenyak, mendengar perkataan Yuda barusan, ada benarnya juga, ia memang bisa memiliki Yuda tapi tidak dengan hatinya. Semakin deraslah air matanya membasahi pipinya.

"Aku pergi," pungkas Yuda sambil berlalu pergi dari hadapan Sinta tengah berdiri mematung. Wanita itu meremas kuat dadanya yang sangat perih sekarang.

*

*

*

*

*

"Kakek! Kakek! Di mana kakek!?" Seorang bocah laki-laki menyelonong masuk ke dalam rumah sambil berlarian ke sana kemari, mencari seseorang.

"Bima, hati-hati, Nak." Yulia menggeleng pelan, sang anak hampir saja terjatuh.

"Sudahlah, Yulia, sepertinya dia sangat merindukan kakeknya." Tio melemparkan senyum kepada Yulia kemudian menggengam erat tanggan istrinya.

"Nah itu kakek!" Bima kegirangan saat melihat Yuda menyembul dari balik gorden sambil menggerakan kursi rodanya dengan tangan. Akibat sakit stroke tahun lalu membuat tubuhnya lumpuh sebagian.

"Wah cucu kakek sudah datang. Mana abangmu?" Yuda merentangkan kedua tangannya lalu menyambut sang cucu hendak melompat ke pangkuannya.

"Hehe, tentu saja aku datang, huu kak Bimo lagi weekend sama pacarnya," celetuk Bima sambil melipat tangan di dada.

Yulia dan Tio dikarunia dua orang anak laki-laki. Yang sulung, namanya Bimo sudah duduk di bangku SMA, sementara si bungsu, namanya Bima masih kecil baru berumur tujuh tahun hendak memasuki sekolah dasar.

Pasangan suami istri itu akan bertandang ke rumah Yuda setiap hari weekend, ingin melihat keadaan ayahnya. Yulia pernah mengajak ayahnya tinggal bersamanya di Kota tapi Yuda tak mau, beralasan tak mau berjauhan dari Intan.

"Wah, kalau Bima sudah punya pacar belum?" Yuda mengapit hidung mancung sang cucu.

Bima menggeleng cepat. "Untuk apa pacaran! Tidak ada gunanya!" ucapnya sambil mengerucutkan bibir dengan sangat tajam.

Gelak tawa terdengar seketika saat bocah laki-laki itu mulai bertingkah menggemaskan.

Menjelang sore, Yulia sibuk memasak untuk orang rumah. Dengan cekatan ia memotong-motong sayur mayur. Berbeda dengan Tio dan Bima sedang bermain kelereng di halaman rumah. Sementara itu Yuda tengah duduk di kursi roda, memperhatikan cucu dan menantunya dari jendela rumah.

"Intan, lihat itu cucu kita, dia sangatlah tampan dan tenggil seperti diriku dulu." Yuda melihat sejenak foto Intan yang berada di tangannya kemudian beralih menatap Bima tengah beradu mulut dengan Tio. Dan dari arah samping rumah, Yulia datang membawa spatula, sepertinya ingin melerai perdebatan ayah dan anak itu.

Cukup lama Yuda memperhatikan ketiga orang tersebut di luar sana sedang berlarian. Namun entah mengapa kedua matanya tiba-tiba terasa amat berat. Secara perlahan matanya menutup sempurna. Dalam hitungan detik, terdengar hembusan pelan dari hidung Yuda.

*

*

"Intan kau kah itu?" Yuda menyipitkan matanya saat melihat Intan memakai pakaian serba putih, berdiri membelakanginya.

Ia mengedarkan pandangan sejenak, melihat di sekitarnya dipenuhi cahaya terang. Dan terlihat pula hamparan bunga luas membentang serta angin sepoi-sepoi menerpa rambut putihnya saat ini.

Intan berbalik, melemparkan senyum tipis pada sang suami.

"Yuda." Intan merentangkan kedua tangganya seketika.

Melihat sang istri dihadapannya, Yuda berlari kencang menghampiri.

"Aku sangat merindukanmu, mengapa kau tega meninggalkanku, Intan." Yuda langsung merengkuh sang istri kemudian tanpa sadar meneteskan air matanya.

"Aku juga merindukanmu, Mas, maafkan aku." Intan ikut terisak pelan sambil memeluk erat Yuda. Keduanya saling melepaskan kerinduan satu sama lain.

Yuda mengurai pelukan seketika. Kemudian mengapai pipi Intan. "Kau semakin cantik saja," ucapnya melihat Intan tak berkeriput sama sekali.

Intan mengulas senyum lebar."Benarkah? Dan kau juga semakin tampan."

Yuda menggeleng cepat. "Tidak, aku sudah tua, lihatlah–" Dia meraba-raba wajahnya sejenak, lalu melihat kulit tanggannya tak berkeriput.

"Wow, aku tak menyangka ternyata di sini aku bisa menjadi lebih muda," celetuk Yuda senang.

Intan terkekeh melihat tingkah Yuda.

Yuda menarik pinggangnya seketika. Kemudian menangkup pipi Intan. "Aku mencintaimu, Intan. Sampai mati aku tetap mencintaimu," ucapnya lalu melabuhkan kecupan di bibir dan kening Intan.

Intan tersenyum sumringah. "Aku juga mencintaimu, Mas. Ayo kita ke sana, aku punya banyak pertanyaan untukmu,"sahutnya sambil menggengam tangan Yuda.

"Tentu saja, ayo kita ke sana." Yuda merekahkan senyuman, melihat Intan tengah menuntunnya menuju pohon lebat di tengah-tengah sana.

...----------------...

Saya ucapkan terimakasih kepada para pembaca. Kisah Intan dan Yuda sudah selesai, maaf kalau ada salah-salah kata. Dan endingnya mungkin mengecewakan bagi sebagian pembaca. Di dunia nyata penyakit kanker otak stadium akhir susah sembuhnya. Kecuali masih stadium awal (1 dan 2)

Author mau operasi besok, doakan semoga operasinya besok berjalan lancar dan bisa kembali menulis lagi 🙏. Author akan kembali lagi dengan novel terbaru. Sehat-sehat untuk kalian semua ya 😇❤

1
AyuNia
🫰🏻🫰🏻🫰🏻❤️❤️
Irma Windiarti
Luar biasa
Erni Kusumawati
laki2 semuanya sama aja.. awal2 aja bilang cinta gak mau menikah lagi tp bgtu udh ketemu ikan asin pret lah.. dimakan jg bahkan dia melupakan siapa yg tuan yg memberikan ikan asin tsb. 😡😡😡
Nur Lela
luar biasa
Nami chan
ini cerita bawang bgt 😭
hanyut bacanya walau kisah singkat.
ceritanya bagus, tp buat yg ga kuat jangan coba2
Nami chan
ih 😭
Nami chan
sakit hatiku 😭
Nami chan
bege jg ah intan.. kelakuan sinta kek gt kok rela kalo dia ga ada nanti suaminya didampingi wanita kek gt
Nami chan
terlalu banyak ikut campur
Nami chan
ya terus aja bersikap ky gt shinta.. bukannya dapat cint yudha malah bakal makin dibenci
Nami chan
ya gmn ga apes idupmu kalo sifatmu kek gt
zahra ou
ya gini ini sok2 an gk mau ngmong lg sakit parah marah nyuruh pria lain. kan jd boomerang
Dhita💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻 ᴸᴷ
bagus
sandi Gelau
kisah anknya sma sinta tk ada..
Dewi Indriyani
kyak sinetron Indosiar aja
Sri Sunarti
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Vivin Yulistian Pradesti
lanjut lagi ka
Zifa
bolak balik baca part ini ttp aja nangis aku thor 😭😭
Hanipah Fitri
pengalaman berharga, berterus terang lah pada suami apapun kondisinya hingga kesalahpahaman tdk akan terjadi, Intan menanggung sendiri penyakit' nya karna merahasiakan penyakit parsh dari suaminya.
walaupun talak sdh diikralkan tetapi cinta keduanya tdk akan hilang hingga dibawa mati
Hanipah Fitri
ceritamu bikin aku nyesak nangis sampai meler nih ingus, kamu berhasil thor sdh bikin aku 😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!