Mengorbankan segalanya dan bahkan mendonorkan ginjalnya untuk sang ibu mertua.
justru membuat dirinya dibuang seperti sampah oleh sang suami dan keluarganya.
Karna dianggap penyakitan dan tidak dibutuhkan lagi.
Apa yang akan dilakukan pada si wanita cantik,untuk membalaskan dendamnya pada sang mantan suami dan juga keluarganya??
Follow Ig Me : Mitha_shin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
"Randy..Randy..!!" teriak Cintya memanggil Randy.Tapi Randy seperti tidak peduli dengan teriakan Cintya yang memanggil namanya.Ia langsung pergi tanpa berpamitan pada Cintya.
Sang ibu mertua yang melihat hanya menggelengkan kepalanya.
"Seharunya kalau kau sudah menjadi istri seorang wakil direktur,bisa merawat dan menjaga penampilan.Harus terlihat berkelas dan anggun.Jangan seperti penampilan mu sekarang,jadi terlihat seperti ART." sindir ibu mertuanya dengan kata tajam nya.
Cintya pun langsung menoleh kaget dan terheran mendengar ucapan ibu mertuanya,yang menganggap dirinya salah.
"Bu,memangnya ibu pikir aku mau seperti ini??siapa yang disini menolak memakai ART??dan siapa pada akhirnya yang mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini??" tanya Cintya mengungkit dengan kesal.
"Kenapa kau jadi sewot Cintya??ibu kan cuma mengatakan apa adanya." tanya ibu mertuanya seakan merasa tidak salah.
"Bagaimana aku tidak kesal,jika perkataan ibu secara tidak langsung ingin menyalah ku..Seakan aku yang tidak becus menjadi seorang istri,begitu kan??"protes Cintya dengan sewotnya.
"Makanya kau harus merubah penampilan mu,biar Randy tidak merasa bosen setiap hari melihat penampilan mu seperti ART.." jawab ibu mertua Cintya dengan tegas dan langsung meninggalkan Cintya begitu.
Bukannya didukung dan menasehati Randy,sang ibu mertua justru ikut menyalahkan dirinya.Dan hal itu membuat Cintya merasa sangat kesal dengan sikap ibu mertuanya yang berbeda dengan sebelumnya.Saat Randy belum menduduki posisinya sebagai wakil direktur.
...****************...
Randy bergegas menuju tempat dimana ia akan menghadiri acara jamuan makan malam tersebut.
Sesampainya di tempat,Randy langsung disambut oleh beberapa pelayan dan menuntunnya ke meja yang sudah di booking dengan fasilitas VIP.
Dan disana telah terlihat beberapa para pebisnis yang sudah menunggu dirinya.Mereka pun ikut menyambut kedatangan Randy dengan tersenyum ramah sambil berjabat tangan padanya.Randy pun dengan wibawanya membalas mereka dengan berjabat tangan dan juga tersenyum.
Ia pun langsung mencari tempat untuk duduk.Dan sebelum akan duduk,sesaat ia menoleh pada kedatangan dua orang yang tidak begitu ia kenal.
Dan saat melihat kedatangan dia orang tersebut.Randy langsung membulatkan kedua matanya.Ia begitu terkejut saat melihat sosok wanita yang menurutnya tidak asing ia lihat.Wanita yang datang bersama Dean yang kebetulan ia juga tidak kenal
Bukankah dia Zia??bagaimana bisa??' batin Randy dalam hatinya.
Randy begitu syok saat melihat wanita itu menganggap adalah Zia.Tapi sekilas ia memperhatikan wanita tersebut justru tidak seperti Zia.Karena melihat dari wanita itu sangat cantik dan berkelas.Berbeda dengan Zia yang ia tahu,penampilan yang sangat polos dan sedikit kampungan.Sementara penampilan wanita itu justru terlihat sangat modis dan mahal.
Tidak mungkin dia Zia..' gumam Randy yang terus memperhatikan wanita itu dengan sangat penasaran.
Yang sebenarnya wanita itu memang Zia,dengan penampilan yang berbeda untuk sengaja membuat Randy tidak begitu mengenalinya.Dan beranggapan jika Zia adalah orang lain.
Randy pun langsung berjabat tangan,saat Dean mengenalkan dirinya dan juga Zia.Saat Zia akan berjabat tangan padanya,Randy pun langsung merasa gugup.
"Perkenalkan dia adalah sekretaris ku bernama Claudia." sahut Dean memperkenalkan Zia sebagai Claudia pada Randy.
Randy pun memasang wajah tersenyum kaku dan merasa canggung,saat berhadapan dengan Zia sebagai Claudia
"Apa kabar tuan Randy?saya Claudia,mohon kerja samanya." ucap Zia dengan merubah sedikit nada suaranya,agar tidak membuat Randy merasa mengingat suaranya.
Randy pun tidak merasa curiga kerena orang yang dia lihat saat ini memang bukan Zia yang ia kenal.
Mereka pun akhirnya menikmati makan malam bersama dan sambil saling membicarakan bisnis mereka.
Dan disela obrolan mereka,sesaat Randy terus memperhatikan Zia secara diam-diam.Entah kenapa Randy saat ini merasa penasaran dengan sosok Zia sebagai Claudia.Paras cantik dan penampilan yang menarik,seketika membuat Randy terus memperhatikan Zia tanpa henti.
Zia yang menyadari akan tatapan Randy secara diam-diam memperhatikan dirinya,langsung membuat Zia sengaja mencari perhatian pada Randy.Dengan sesekali memberikan senyuman yang ingin menggoda Randy.
Randy pun langsung tersipu malu,saat melihat senyuman manis yang ditunjukkan Zia padanya.
Sial..Kenapa wanita ini cantik sekali,bahkan senyumannya juga mirip sekali dengan Zia..Aku seperti sedang bermimpi.' gumam Randy yang masih tidak percaya melihat Claudia adalah Zia.
*
*
Setelah jamuan makan malam mereka selesai.Zia dan Dean pun tampak bersiap-siap akan pulang.
Randy datang menghampiri Zia yang akan bersiap-siap pulang.
"Maaf nona Claudia..Kalau kau tidak keberatan,apakah boleh aku mengantar mu pulang??" tanya Randy dengan beraninya.
Sesaat Zia pun menoleh kearah Dean.Seakan menatap dengan memberi kode meminta persetujuannya.
Dean pun mengangguk pelan sambil memejamkan matanya sesaat.Dean sengaja mengijinkan Zia diantar pulang oleh Randy,karena bertujuan Randy mulai masuk ke perangkapnya.
"Ah..Iya,aku tidak keberatan tuan Randy." jawab Zia menerima tawaran Randy sambil tersenyum.
Randy pun seketika merasa senang,karena berhasil mengajak Zia untuk diantar pulang.
"Kalau begitu,aku titip sekretaris ku padamu." sahut Dean pada Randy.
"Ah..Iya tuan Dean..Aku pasti akan mengantar nona Claudia sampai tujuan.Terima kasih sudah mengijinkan ku untuk mengantar sekretaris anda." jawab Randy tersenyum ramah pada Dean.
Dean pun meninggalkan mereka berdua.Dan Randy tanpa menunggu lama,langsung mengajak Zia menuju parkiran mobilnya.
Randy langsung mengemudikan mobilnya menuju tempat tinggal Zia yang tidak ia ketahui.
Sementara Dean ternyata sudah mengikuti mobil Randy dari belakang.Sebab ia juga tidak akan membiarkan Zia pergi bersama Randy tanpa pengawasannya.Ia tidak mau terjadi sesuatu pada Zia,mengingat perbuatan Randy yang sudah bertindak kejam pada Zia sebelumnya.
Diperjalanan,Randy terus memperhatikan Zia yang benar-benar sangat cantik.Tatapannya nya seakan tidak lepas dari pandangan Zia.Ia merasa masih tidak percaya,jika bisa bertemu dengan wanita yang menurutnya sangat menawan dan menarik.
Tiba disebuah apartemen,Randy sesaat menatap bingung.
"Bukankah disini tempat tinggal ku juga??" ujar Randy bicara sendiri dengan nada pelan.
"Kenapa tuan Randy??"tanya Zia sebelum turun dari mobilnya.
"Apakah nona Claudia serius tinggal di apartemen ini??" tanya Randy memastikan dulu.
"Ya tuan Randy..Saya memang tinggal disini..Kenapa??apa anda tidak percaya??" jawab Zia dan berbalik tanya.
"Tidak,aku percaya kalau nona tinggal disini..Kalau boleh aku tahu,nona tinggal di lantai berapa??" tanya Randy penasaran.
"Lantai 17 no.25.." jawab Zia.
Randy pun kembali terkejut dengan jawaban Zia.
Oh ****..ternyata hanya beda satu lantai dengan tempat ku..Kenapa ini bisa kebetulan??' ujarnya dalam hati merasa kaget.
puaskan balasdendanmu Zia