NovelToon NovelToon
Menikahi Janda

Menikahi Janda

Status: tamat
Genre:Janda / Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: weni3

Squele dari cerita Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku


Berawal dari kecelakaan membuat Tio dan Ceri menjadi sering jumpa. Hingga permintaan dari mendiang sang papah untuk keduanya segera menikah hanya menjadi angin lalu mengingat keduanya yang tak saling cinta.
Tapi di saat keduanya memilih berteman, Regan anak pertama Ceri justru membuat mereka semakin dekat.
Mampukah Ceri bertahan dengan status janda yang ia sandang?
Atau harus mengalah dan meminta Tio untuk menikahinya demi Regan? sedangkan Tio telah bertunangan.

Yuk baca ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weni3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi Pertama

Tio keluar dari kamar mandi setelah melakukan ritual pagi, bermain-main dengan sabun mandi, bersolo karir efek si Beno nggak mau turun setelah tanpa sengaja menubruk si Siti pagi-pagi.

Pria itu menyapu pandang tak menemukan Ceri dan Rayya di kamarnya, yang ia temukan justru pakaian kantor lengkap dengan dalaman dan dasi.

Senyum tipis terbit dari sudut bibirnya, melangkah mendekati ranjang dan memakai pakaian yang telah tersedia.

"Enak juga punya bini," gumamnya dengan senyum yang tak tertahan.

Tio merapikan diri, memakai dasi dan sepatu kemudian mengambil tas kerja yang tersedia rapi di atas meja. Pria itu menelisik isi dalam tas yang sudah komplit dengan laptop dan keperluan pentingnya.

"Sekolah aja jadwal sendiri, ini punya bini ampe sedetail ini nyiapinnya. Lah enak gue tinggal berangkat. Kalah anak SD sama gue ..."

Tio keluar dari kamar berjalan menuju meja makan dan mendekati Regan dan Ceri yang sudah berkumpul di meja makan bersama dengan Rayya yang ada di pangkuan sang mamah.

Hati Tio seakan tergelitik melihat pemandangan di pagi pertamanya dengan keluarga baru.

"Bikin kagak tapi berasa udah tua!" Tio menggelengkan kepala dalam hati ia ingin tertawa.

Menarik kursi di antara Regan dan Ceri kemudian mendudukkan dirinya di sana.

"Pagi boy, mau berangkat sekolah bareng Papah?" tanyanya dengan mengusak ribut Regan.

"Mau Pah," jawabnya dengan mata berbinar. "Semua teman Regan harus tau kalo Regan sudah punya Papah."

"Tentu... "

Ceri meletakkan piring berisi nasi goreng di hadapan Tio. Dengan senang hati Tio menerima dan menyantapnya. Melirik Ceri yang juga sedang menggendong Rayya dengan kerepotan sebagai ibu anak dua.

"Sini Rayya sama Papah dulu, mamahnya biar ngurusin Abang Regan."

Tio beranjak meraih Rayya yang masih dalam dekapan Ceri dengan tangan sebelahnya sibuk menyiapkan bekal makan untuk Regan.

"Sarapan aja, kan mau berangkat kerja. Nanti kesiangan, ini juga Regan sudah mau selesai."

Ceri terpaksa menolak karena takut Tio kesiangan dan dia pun sudah terbiasa dengan kegiatan pagi penuh dengan keriwehan.

"Oke... " Tio kembali duduk dan menyantap habis nasi goreng yang rasanya pas di lidah. Melirik sekilas Ceri yang begitu telaten menyiapkan semua keperluan meskipun Rayya berada dalam gendongan.

Setelah selesai sarapan keduanya berpamitan dan Ceri mengantar sampai halaman.

"Mamah, Regan berangkat sekolah dulu ya." Regan mencium punggung tangan sang mamah dan mengecup pipi Rayya. Kemudian masuk ke dalam mobil Tio.

"Gue berangkat ya," ucap Tio seraya mengecup pipi Rayya dan mengusap lembut kepalanya yang baru di tumbuhi beberapa helai rambut.

"Rayya Papah berangkat dulu," pamitnya kemudian melirik Ceri, "Mamahnya juga mau di cium nggak?" tanyanya dengan menaikan sebelah alis.

Ceri yang melihatnya hanya menghela nafas berat menanggapi ucapan Tio yang meledeknya. Lalu meraih tangan Tio dan mengecupnya. Hal yang tak biasa dan ini kedua kalinya setelah yang pertama ia dapatkan setelah ijab ia ucapkan.

"Hati-hati..." ucap Ceri dengan menundukkan kepala.

"Hhmm..." Tio mengusap pucuk kepala Ceri yang masih tertutup hijab lalu segara melangkah masuk kedalam mobil dengan perasaan yang hangat.

Setelah mengantarkan Regan ke sekolah TK yang ternyata adalah salah satu sekolah milik Dimas. Kini Tio sudah sampai di kantor dan duduk di kursi kebesarannya, menatap laptop untuk persiapan meeting siang ini.

Ketukan pintu dari luar menampilkan sosok wanita cantik dengan rok mini datang membawa berkas yang telah ia siapkan untuk meeting siang ini dan jadwal selanjutnya yang baru saja masuk agendanya.

"Ini berkasnya Pak dan setelah meeting siang ini anda ada jadwal mengecek proyek pembangunan apartemen yang ada di kota B."

"Harus siang ini juga?" tanyanya lagi.

"Iya Pak, karena klien juga sudah menunggu bapak di sana." Tio membuang nafas kasar, hari ini ia harus pulang telat. Sedangkan tadi sudah janjian dengan Regan akan menemaninya belajar.

"Ya sudah, kabari Seto untuk mempersiapkan semuanya!"

"Baik Pak."

Tio memejamkan mata, ia memikirkan anak laki-lakinya. Bagaimana Regan jika merajuk dan membuat Ceri semakin kerepotan.

Setelah meeting Tio dan Seto meluncur ke kota B dengan menghabiskan waktu 2jam. Keduanya menyempatkan makan siang yang terlewatkan karena saat ini sudah pukul 3 sore.

Setelah itu lanjut ke alamat yang di tuju dan mengecek proyek di sana. Bertemu dengan klien, beramah tamah dan melakukan meeting dengan membahas semua yang di perlukan dalam proses pembangunan yang sedang terlaksana.

"Pak Tio jika anda berkenan bisa mampir dulu ke rumah saya, istri dan anak saya pasti senang bisa bertemu dengan bos muda yang sangat berbakat dan sukses seperti anda."

"Terimakasih Pak, tapi saya harus segera kembali ke Jakarta." Tolak Tio dengan sopan. Ia tau arah tujuan yang kliennya inginkan.

"Sayang sekali Pak Tio, padahal saya ingin sekali mengenalkan anda pada anak gadis saya."

Tio tersenyum tipis, benar tebakannya. Dia cukup paham setiap berhadapan dengan para klien yang sudah berumur seperti pria paruh baya yang ada di depannya ini. Diam-diam ia adalah menantu idaman karena kesuksesan yang ia raih dalam mengembangkan perusahaan Papahnya.

"Maaf Pak, istri saya telah menunggu di rumah. Jadi saya harus segera pulang."

Pria tua itu terkejut, yang ia tau rencana pernikahan Tio gagal lalu kapan dia menikah.

"Bukannya Pak Tio gagal menikah, maaf bukannya pernikahan anda di batalkan?" pertanyaan yang membuat Tio tersenyum lebar.

"Dengan anak dari pengusaha properti memang saya batalkan. Tapi saya sudah menikahi anak dari pengusaha tambang batubara."

Seto tersenyum miring melihat klien yang ada di hadapannya seperti orang linglung setelah mendengar jawaban Tio. Dia akui sahabatnya pandai dalam bersilat lidah.

"Kalo sudah tidak ada yang akan di pertanyakan lagi, saya permisi Pak. Karena sudah ada yang menunggu di rumah dan terimakasih atas kerja samanya." Tio beranjak dari duduknya setelah berjabat tangan dan segera pergi dari sana.

"Sial! ternyata sudah menikah, gagal aku punya mantu kaya."

Di dalam mobil Tio dan Seto tertawa terbahak mengingat ekspresi dari kliennya tadi. Hingga Seto memberikan pertanyaan yang membuat tawa Tio lenyap seketika.

"Jadi udah mulai jatuh cinta sama istri di rumah? pantes dari tadi pengennya buru-buru aja, penganten baru mah beda. Si Beno udah mulai berguna donk nggak cuma buat pipiiis aja!"

"Bacooot!"

1
z u l a i k h a 🌹
Baca oisah sella dan dimas awal2 dah sakit kepala + sakit hati tapi kisah tio dan ceri ni mmg best.
z u l a i k h a 🌹
Kalau dh mcam ni biar jela ceri nikah ngan romi
z u l a i k h a 🌹
Kesiannya ceri. Tapi kenapa mesti nama ceri? Kurang manisn😅
Reni Fitria Mai
Baru kali ini saya baca novel nangis 😭😭😭😭😭
Reni Fitria Mai
Sedih melihat nasib ceri😭😭😭😭
Putra
duhhh,ceritanya mengharu biruu
saya sukaaaa sekalii
Anis Nisrina
Luar biasa
Ibnu Rizqi
Tio somplak...kikikikik,ayo Cer...taklukkan Tio dg tandukmu
Ibnu Rizqi
untung dunia halu ..kalau real pasti dah lari suaminya....sama egoisnya
Ibnu Rizqi
thor....jangan pakai loe gue napah,..ga nyaman...
Ibnu Rizqi
ayo Ceri yg sopan dong,masa manggil suami loe gue...aku bacanya agak gimana gituh....
Rea Sitta
Buruk
Rea Sitta
Kecewa
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
iya si tiwi gmn tuh sumpah jahat bngt tuh org mana dr awal q kira shbt beneran tau2nya benci sama sella
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ya begitulah trkdg kita manusia ktka dberi nikmat lupa sama Tuhan berpuluh2 tahun sllu absen, dan saat sprti inilah br menghadap. normal si nunggu dkasih musibah dl baru mau gelar sajadah n nangis2 tp berbahagialah kl Allah msh bersedia memperingatkan kita brti msh sayang
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sprtinya mmng s tiwi yg udh kehilangan kewarasan deh
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
iya mndg jgn nikah deh..jd bs ttp d dktn romi juga
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
saat kclkaan ini sella g tau brti ya, pas d crta dia nikahan kan cm pov sella dimas
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
trnyata ceri bkn perempuan urakan y, dsr s reno aja yg bajigur. sukurin mati krn hobinya yg suka celup sama rika
Dewanti Yuli Indriati
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!