NovelToon NovelToon
THE EXTINCTION OF HUMANS

THE EXTINCTION OF HUMANS

Status: tamat
Genre:Perperangan / Mengubah sejarah / Hari Kiamat / Kehidupan Tentara / Sistem / Tamat
Popularitas:709.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syarifullah ellang maulana

Kemajuan jaman yang semakin berkembang dan hal itu tidak dapat di pungkiri lagi, Semua berganti sistem kehidupan manusia pun mengikuti kemajuan jaman namun pasti nya hal itu kan menimbulkan dampak kepada kelangsungan mahkluk hidup utama nya manusia yang tinggal di era kemajuan sistem yang semakin pesat.

Lalu apakah yang akan di hadapi oleh Peter, Jemes, Angel dan Teresa apakah mereka mampu menghadapi era sistem yang semakin brutal dan mengembalikan semua nya dalam kondisi yang familiar atau kah mereka berempat akan tergilas dalam kemajuan jaman era sistem yang berkembang pesat?

Temukan semua jawaban nya dan rintangan apa saja yang akan mereka hadapi di era sistem yang semakin brutal hanya di THE EXTINCTION OF HUMANS.

Note : Update tiap hari senin 3 bab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifullah ellang maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33. CELAH

Sedangkan Teresa kali ini sedang memacu motor nya hingga semakin dekat dengan pintu gerbang rumah Stevani yang sudah di ubah menjadi cam bagi mereka berlima, Teresa terus memacu motor nya sambil terus menghindari serangan tembakan laser yang di lepas kan dari beberapa dron yang mengejar nya.

" Stevani ayo lekas buka pintu nya sebelum aku dan motor ini menjadi abu."

Gumam Teresa dalam hati sambil sesekali memperhatikan spido meter yang menunjukkan bahan bakar motor semakin menipis.

Sedangkan beberapa tembakan laser sudah menyasar ke arah mesin penggerak otomatis agar pintu gerbang terbuka, alhasil alat tersebut meleleh dan tidak berfungsi lagi, saat itu lah terjadi kepanikan antara Stevani, Angel dan Peter yang menyaksikan kejadian tersebut dari monitor cctv.

" Van... apa yang harus kita lakukan saat ini? "

Tanya Angel dengan ekspresi wajah gugup.

" Pasti nya kita harus segera menyelamatkan Teresa dari kejaran dron tersebut, "

Jawab Stevani dengan tatapan fokus ke layar monitor.

" Bagaimana cara membuka gerbang sedangkan alat detektor nya telah hancur? "

Tanya Peter yang tidak kalah panik nya.

" Kalian berdua pergi lah ke luar dan aku akan menyerang dron dengan pesawat mainan yang sudah kamu rubah fungsi nya. "

Jawab Stevani sambil bangkit dari duduk nya dan melangkah kan kaki nya menuju bengkel di mana tempat Peter bekerja.

Maka dengan sigap Angel dan Peter pun bergegas menuju ruangan Angel untuk mengambil beberapa senjata untuk melindungi diri mereka berdua, di sisi lain Teresa masih saja mengitari rumah Stevani yang cukup luas untuk mencari celah agar ia bisa masuk ke dalam dan melepaskan diri dari dron tersebut.

Hingga akhir nya Teresa menjatuhkan diri di dekat pepohonan yang menjadi hiasan pembatas pagar rumah Stevani sedangkan motor yang di kendarai nya sengaja di tendang oleh Teresa untuk memancing dron agar terus mengejar motor yang terjatuh tersebut.

Saat itu lah Teresa berusaha sekat tenaga untuk menghancurkan pagar besi di sisi kiri nya menggunakan laser yang berada di lengan nya dan untung nya laser tersebut berfungsi untuk memotong beberapa besi pagar yang cukup kokoh, hingga dalam waktu cepat Teresa bisa masuk kedalam pelataran rumah Stevani.

" Ma... kamu ke sebelah kiri dan aku ke kanan setelah pintu depan aku buka, "

Ucap Peter sambil melangkahkan kaki nya menuju teras rumah Stevani.

" Iya Pa... kita harus segera menemukan Teresa dan bisa membawa nya masuk. "

Jawab Angel dengan nada serius.

Maka mereka berdua pun segera membuka pintu dan mulai menyebarkan pandangan nya sambil terus mengamati di mana Teresa sebab info terakhir dari Stevani mengatakan bahwa Teresa sudah masuk ke dalam halaman rumah Stevani dan saat itu terjadi lah peperangan dron antara dua kubu dan pasti nya dron dari lawan mampu di lumpuhkan oleh pesawat mainan yang di lengkapi dengan persenjataan.

Sedangkan Angel dan Peter terus melangkah mencari keberadaan Teresa, sedangkan Teresa sendiri sedang mencari jalan untuk masuk kedalam rumah Stevani yang cukup besar tersebut dan saat itu Teresa berfikir akan melewati atap sehingga Teresa memanjat sebuah pohon agar bisa sampai ke atap rumah Stevani.

" Ini rumah aneh sekali mengapa semua pintu dan jendela di kunci apakah setiap orang yang datang ke rumah ini harus lewat atap atau memang rumah orang kaya itu aneh! "

Gumam Teresa sambil bersiap akan memanjat pohon besar yang terhubung ke atap rumah.

" Bukan nya itu Teresa, sedang apa dia berdiri di depan pohon besar itu atau jangan-jangan setelah berubah wujud nya setengah robot jadi kalau mau pipis berdiri dan dekat pohon seperti itu? "

Gumam Angel sambil terus melangkahkan kaki nya mendekati Teresa yang bersiap untuk memanjat.

Dan pasti nya saat itu Teresa tidak mengetahui kedatangan Angel yang sedang bingung melihat ulah Teresa namun yang lebih di luar nalar mengapa Angel tidak memanggil Teresa agar Teresa tidak jadi memanjat pohon namun yang terjadi Angel pun saat ini mengikuti Teresa memanjat pohon juga hingga mereka berdua bertemu di salah satu ranting pohon yang besar dan berhadap-hadapan.

" Angel... untuk apa kamu ikut naik pohon ini dan dari mana kamu? "

Tanya Teresa dengan tatapan bingung.

" Aku dari dalam dan tujuan ku keluar untuk mencari mu Sa, "

Jawab Angel diiringi senyum bahagia sebab akhir nya Teresa menyadari kehadiran nya.

" Lalu kenapa kamu ikut menaiki pohon ini apakah kamu juga tidak bisa masuk lewat pintu seperti ku sampai-sampai mau lewat atap juga? "

Tanya Teresa yang terlihat semakin bingung melihat ulah Angel.

" Tidak bukan masalah itu tapi aku mengikuti mu naik pohon sebab aku penasaran saja apakah benar sejak kamu berubah menjadi setengah robot jadi pipis nya berdiri dan harus di dekat pohon Sa? "

Jawab Angel yang sekaligus bertanya kepada Teresa tentang apa yang ia pikirkan dengan tatapan serius.

" Seperti nya setiba nya di laboratorium otak kamu yang harus di ganti Angel... AYO TURUN! "

Bentak Teresa membuat Angel cukup terkejut dan akhir nya mereka berdua pun turun dari atas pohon.

Sedangkan di sisi lain anak buah Profesor Sebastian mengamati seluruh penjuru kota yang sudah menjadi kota mati tersebut dan tidak ketinggalan kediaman Stevani pun di awasi menggunakan dron, sedangkan Jemes saat ini terjebak di dalam reruntuhan bangunan tempat terakhir ia berpisah dengan Teresa.

" Tadi Teresa memberi ku apa ya, apakah benar aku di beri lipstik dan bagaimana cara menggunakan lipstik ini untuk memberi tahu posisi ku di mana? "

Gumam dalam hati Jemes sambil memegang benda kecil seperti lipstik.

Di saat Jemes memutar lisptik ke kiri dan ke kanan ia melihat seperti ada cahaya berwarna hijau memantul di dinding yang berada tepat di hadapan nya, dan ternyata sinar berwarna hijau yang keluar dari benda yang berbentuk lipstik itu adalah alat komunikasi hologram yang di buat oleh Stevani dan alat tersebut di letak kan di lengan sebelah kanan Teresa.

Maka dengan cepat Stevani menerima panggilan yang terhubung melalui layar komputer dan ternyata yang sedang menghubungi Stevani adalah Jemes yang terjebak tidak bisa keluar dari gedung yang terbengkalai dan beberapa bagian sudah runtuh, sedangkan di luar gedung sudah di kitari ratusan dron yang bersiap untuk menebak bila terjadi pergerakan dari dalam gedung tersebut.

Sedangkan Teresa, Angel dan Peter saat ini sudah kembali masuk kedalam rumah milik Stevani dengan selamat dan mereka bertiga merasa cukup lapar saat ini hingga mereka bertiga pun melangkah kan kaki nya menuju dapur untuk mencari makanan yang mampu untuk mengganjal perut mereka bertiga.

1
Linda Raiyos
Tamat juga akhir nya ini novel semangat tarus buat karya baru nya .
Linda Raiyos
angel dn stevani meninggal juga krn asap racun itu
Linda Raiyos
sykurlah mereka bisa berhasil memusnahkan Isabel dn anak buah ny
Linda Raiyos
akhir ny Isabel mati juga
Linda Raiyos
angel dn stevani kejebak di ruangan yg ada asap racun nya
Linda Raiyos
dasar pasangan yg konyol, msh sempet" ny mereka gituan di saat genting
Linda Raiyos
seru nih nanti pasti di kira truk" itu ngangkut pesanan ny Isabel tau ny tim sayap maut.
Linda Raiyos
syukurlah Gonzales berhasil mengatasi truk" yg mengirim barang ke rumah ny Isabel.
Linda Raiyos
dasar Isabel bisa ny cuma ngancam aja, knp gak qm sendiri yg ngerjain bisa gak tuh
Linda Raiyos
ayo semangat angel,balas kn dendam atas kematian suami mu
Linda Raiyos
lah ada biawak gurun,siapa nih yg di panggil biawak gurun sm stevani
Linda Raiyos
ayo pada semangat untuk hancurkan kediaman Isabel
Linda Raiyos
seru nih ada pertempuran lagi, semoga tdk ada korban jiwa lg
Calista
semoga aja para petinggi negara dn yg lain ny pada mati semua biar tdk terjadi kekacauan di muka bumi ini
Calista
ketawa lah klian seblm kehancuran datang menghampiri klian nanti
Calista
dasar tuan George gak sabaran bngt dia
Calista
kashn stevani semoga stevani bisa lolos dr para petinggi negara yg serakah itu
Calista
dasar para pecundang masa para petinggi negara tp kelakuan ny seperti itu
Calista
waduh tinggal 1% lagi tu para robotic udh selesai di produksi
Calista
ternyata angel kepikiran tantang kondisi stevani sampai" buat dia murung seperti itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!