Menikah karna ingin balas dendam. Inilah yang Verdiansyah lakukan pada seorang gadis cantik. Ia sengaja menikahi gadis tersebut untuk membalaskan dendam adiknya yang telah meninggal dunia.
Apakah yang akan terjadi? Akan kah Verdi mampu melanjutkan dendamnya? Atau malah jatuh cinta pada gadis yang ia nikahi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Setelah Verdi pergi. Sandra langsung bergegas kembali masuk kedalam kamar. Dan bersiap-siap untuk segera menemui Alex sang kekasih pujaan hati, yang sangat ia cintai.
"Sayang, jangan kemana-mana. Aku mau kesana sekarang." Ucap Sandra saat sambungan telponnya dengan Alex terhubung.
"Baiklah sayangku." Jawab Alex
...🍃🍃🍃🍃...
Diatas mobil, Verdi terdiam sejenak. Entah kenapa ia kembali rindu dengan kopi buatan Melati. Verdi yang awalnya berniat untuk berangkat ke perusahaan, langsung menyuruh samg sopir balik arah menuju rumah di mana Melati berada. Dan setelah beberapa saat mobil yang Verdi tumpangi telah tiba di halaman rumah. Dengan segerah Verdi turun dari mobil dan berjalanasuk kedalam rumah.
"Tuan." Sapa Bibi sambil menunduk.
"Dimama Melati?" Tanya Verdi.
"Nak Melati, ada di taman belakang."
Tanpa berucap lagi, Verdi melangkah menuju taman belakang. Langkah Verdi terhenti kala Melihat Melati yang kini sibuk memperbaiki sususan bunga. Tanpa sengaja senyum terukir di wajah Verdi.
Verdi berjalan perlahan, mendekat hingga ia tiba tepat di belakang Melati. Dan Melati tidak menyadari kehadiram Verdi di belakangnya.
"Hhhmmm." Verdi berhadem, membuat Melati kaget, dan sontak langsung berdiri dan tanpa sengaja Melati menubruk kepala Verdi yang tepat berada di atas kepalnya. Verdi tadi sempat menunduk dan berhadem agar Melati mengetahui keberadaannya. Bukan nyaengetahui, justru sakit yang Verdi dapatkan.
"Maaf." Kata Melati, menunduk. Melati takut jika kesalahannya kali ini membawa Verdi dalam kemurkaan, dan ujung-ujungnya akan di siksa. Namun tanpa di duga oleh Melati, Verdi justru hanya mengusap kepalanya. Dan tidak maraj sama sekali. Melati sampe terheran melihat sikap Verdi. Apakah karna benturan, membuat Verdi tidak marah?, lalu kalau begitu, lebih baik Melati membenturkan saja kepala Verdi setiap hari agar tidak marah, dan kasar lagi pada dirinya.
"Maaf," Ulang Melati lagi.
"Buatkan aku kopi, dan bawa keruangan kerjaku" Titah Verdi dan berjalan meninggalkan Melati yang masih terdiam mematung memperhatikan Verdi yang telah berlalu dari hadapannya.
"Benarkah dia Verdi? Apa dia sedang kesambet? Atau apa dia sedang hilang ingata?" Gumam Melati sambil memggaruk kepalnya yang tidak gatal dengan jari telunjukkan. "Tapi siapa pun dia, aku lebih suka yang sekarang. Dan semoga saja bisa seperti ini terus." Gumamnya berharap.
.....
"Ini kopinya." Dengan perlahan Melati meletakkan secangkir kopi di atas meja kerja Verdi.
Melati yang hendak berjalan keluar, langsung berhenti. Kala Verdi bertanya padanya. "Apa aku belum hamil?"
Seketika Melati terdiam, ia tidak tahu haruskah ia jujur sekarang? atau harus bagaimana. Yang jelqs saat ini Melati takut jika kehamilanya ketahuan oleh Verdi, itu artinya kelak jika ia melahirkan maka Berdi akan mengambil bayinya dan memisahkan dengan dirinya. Sungguh Melati tidak bisa.
...🍃🍃🍃🍃...
"Sayang, aku habis dari apotik dan membeli ini." Ucap Sandra sambil memperlihatkan sejumlah tespack daei berbagai macam merk kehadapan Alex.
"Bukan kah itu tespack? lalu untuk apa? dan kenapa banyak sekali?"
"Aku telat datang bulan. Aku ingin melakukan tespack disini. Jadi tunggulah hasilnya." Lalu Sandra masuk kedalam kamar mandi.
Setelah beberapa saat, semua hasil tes sama. Dua garis. Sandra langsung menyodorkan hasil itu ke hadapan Alex. "Sayang, aku hamil." Ucap Sandra bahagia.
"Haa-hamil?" Gugup Alex. Ia kaget saat Sandra mengaku hamil.
"Iya, aku hamil dan sebentar lagi kita akan memiliki anak." Sandra lalu duduk di atas pangkuan Alex dan mengalungkan tanganya.
"Ta-,..
smw pada gantung ceritanya