WARNING!!!
Mohon maaf apabila masih ada kesalahan nama pada cerita ini sebelumnya nama pemeran cowoknya memanglah David tapi author ubah jadi Raka jadi mohon dikoreksi author bakalan ubah demi kenyamanan para readers 🤗
Olivia, seorang wanita 25 tahun yang dipaksa bekerja sebagai wanita penghibur oleh ibu angkatnya disebuah tempat hiburan. Dan ditempat tersebut, dia tak sengaja bertemu dan jatuh cinta dengan seorang pengusaha kaya raya yang memiliki sikap sedingin es.
Bagaimanakah cara olivia melelehkan sikap orang yang dicintainya? silahkan dibaca aja 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon israningsa 08., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Saya tunggu dikamar?
Tania terus saja memberontak ingin tetap berada diruangan Raka Namun hal tersebut malahmembuat Raka semakin Marah.
"Kak Raka!!!, Tania baru saja pulang dari Amerika, tania kesini karena rindu dengan kakak! Tapi sepertinya, kakak tidak pernah merindukan Tania hiks" ucap Tania dengan muka memelas.
"Saya tidak pernah kenal dengan kamu!, dan saya minta kamu segera keluar dari ruangan saya", kesal Raka dengan memalingkan muka.
"Ayo!, mbak harus keluar ,karena pak Raka sedang sibuk" Kata pak Rijal, berusaha membujuk tania untuk segera keluar.
"Tunggu pak", memotong perkataan pak Rijal, sebelum keluar.
"Kak Raka!, kakak akan menyesal karena telah menyia-nyiakan Tania dan ingat!, kakak tidak bakalan bisa punya pacar selain Tania di dunia ini, karena kakak cumam milik aku, kalau sampai kakak punya pacar!, aku bakalan membuat perhitungan dengan wanita itu" Ancam Tania membuat Raka, mengepalkan kedua tangannya.
Setelah mengatakan hal tersebut, Tania berbalik badan dan melangkah keluar.
Raka yang masih merasa kesal seketika melempar semua dokumen yang ada diatas membuat ruangan tersebut berlantaikan kertas yang berceceran.
"Sialll! ,kenapa bisa wanita gila itu kembali lagi kesini?"
"Dia seperti bom waktu yang bisa saja meledak kapan saja!, akhhhhh!".
Amarah Raka sampai ke ubun-ubun membuat kepalanya sedikit pening.
"Jika Wanita itu terus berada disekitarku, bisa-bisa nanti aku bakalan berakhir diRumah Sakit Jiwa."
"Pak Rijal???" Raka memanggil sekretasrisnya karena ingin membicarakan sesuatu.
Pak Rijal seketika mengetuk pintu.
"Masuk!" perintah Raka
"Why?( Kaget dengan keadaan ruangan tersebut yang dipenuh kertas yang berceceran dimana-mana
"Ada apa tuan memanggil saya?, (melirik) dan kenapa ruangan tuan sangat berantakan hehehe maaf kepo" Tanya pak Rijal heran.
"Kamu ngak perlu tau urusan pribadi saya, Dan saya menekankan kepada bapak, kalau perempuan itu datang lagi silahkan langsung usir jangan sampai saya melihat dia ada dikantor ini lagi" Ucap Raka Membuat pak Rijal sedikit syok dengan ancamannya.
"Si-siap pak" Melangkah pergi keluar dari ruangan Raka.
Sepulang dari kantor Raka kemudian menyetir mobil mewah miliknya, dalam perjalanan dia tak sengaja mendapati sebuah mobil mengikutinya, dia heran dan jengkel.
"Sialll!, siapa yang berani mengikutiku?" Tanya david heran.
Kemudian dia segera mengerem paksa mobilnya hingga membuat mobil yang mengikutinya tersebut, menambrak mobilnya dari arah belakang. Kemudian turun dari mobil dengan wajah yang sangat seram.
"Siapa kalian!" teriak Raka.
Seketika pengemudi mobil turun yang ternyata beranggotakan 4 orang dengan tubuh yang kekar.
"Kenapa kalian mengikuti saya!" Tanyanya
"Siapa kami!, itu tidak penting yang jelas hari ini kau akan mati!" Ancam salah satu dari mereka.
"Heh (meremehkan), membunuhku?, hanya kalian berempat?"
"Cihhhh, Hajar!!" perintah salah satu dari mereka membuat semua anggotanya menghajar Raka tanpa ampun hingga meninggalkan bekas luka pada wajahnya tetapi pada akhirnya Raka melakukan serangan balik hingga keempat pria yang dihajarnya ambruk ,ada yang patah tulang hingga tak sadarkan diri.
"Cuihhh (meludah), ini yang kalian katakan ingin membunuh?" he mustahil" setelah mengatakannya Raka melanjutkan perjalanannya menuju apertement miliknya.
"Akhhh sakit (menyentuh luka disudut bibirnya) siall, siapa yang berani menyuruh mereka membunuhku?" batinnya.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Raka sampai, dia terus meringis kesakitan.
"Ehhh bapak sudah sampai?" Tanya Oliv berlari kearah pintu ketika mendengar suara mobil bosnya.
"Sore bos!" Sapa Oliv
"Apa yang terjadi dengan muka bapak?Tanyanya panik, lalu ingin menyentuh muka Raka, Namun Raka sendiri langsung memalingkan muka menghindari tangan Oliv.
"Saya tidak apa-apa, ini hanya luka kecil, sabaiknya kamu ambilkan saya es dikulkas buat kompres nih luka" ,ucap Raka
"Tapi pak!, kenapa ngak sebaiknya bapak kerumah sakit saja?"
"Kamu tidak usah banyak bicara, saya dari tadi minta es, kenapa kamu sangat lama? Ha" ucapanya membuat Oliv heran dan kanget kenapa bisa sikap Raka berubah padanya.
"Ba-baik pak saya akan bawakan segera!"
"Saya tunggu dikamar!"
Sehat, bahagia & sukses selalu ya..🥰
Semangat berkarya Kakak ⭐❤️❤️❤️❤️❤️⭐
Kalau mau nikah ya nikah aja laki-laki gak perlu wali aja, ngasih taunya Lewat chat aja sama video nya.
Lanjut Isra semangat terus ya nulisnya, salam dari"Dokter Cinta Spesialis Hati"
ijin promo sekalian thor 🍓
jgn lupa mampir di novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE",
kisah cinta beda agama,
jgn lupa tinggalkan jejak ya 🍓🍓🍓