NovelToon NovelToon
Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Patahhati / Duda / Janda
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mia Ismi

Arsilla kanaya janda cantik dengan dua anak, harus berjuang demi kesembuhan sang buah hati di karenakan perceraiannya dengan mantan suaminya.
Arsya Mahesa seorang duda kaya sekaligus CEO di Mhs Group bertemu dengan Sila yang mampu membuat hatinya bergetar dan nyaman, menjadikan Sila sebagai sekretarisnya, yang ternyata Sila adalah anak dari sahabat alm. kedua orang tuanya yang dulu ingin dijodohkan dengannya.

akankah mereka memutuskan untuk bersatu, ikuti terus kelanjutannya....!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Ismi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

Sila bangun lebih awal dari biasanya, ia segera membersihkan diri dan menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya. tak seperti biasanya Sila sangat bersemangat hari ini, percakapannya dengan Oma Cintya seakan menjadi vitamin bagi dirinya, untuk membuat putra semata wayangnya agar bisa kembali seperti sedia kala.

", pagi mama", sapa Dania yang sudah rapi dan wangi.

", pagi juga sayang, mana bang Adit, apa dia belum bangun?, tanya Sila kepada putrinya.

", sepertinya sudah bangun ma, mungkin sebentar lagi turun", jawab Dania, dan mendudukan bokongnya di kursi.

Sila mengambilkan sarapan untuk Dania, dan menyiapkan untuk Adit dan dirinya. mereka sarapan bersama - sama dengan sangat hikmat, tak ada suara yang keluar dari mulut mereka, hanya bunyi dentingan sendok dan piring yang saling beradu.

", hari ini kalian di rumah Oma Cintya ya, kan mama Vania hari ini ada acara gak bisa temeni kalian, terus home schooling juga libur, mama takut kalau ninggalin kalian cuma sama bibik", jelas Sila dan meminta persetujuan dari kedua anaknya.

", kalau Dania mau ma, di sana enak, banyak makanan, rumahnya luas, pemandangannya juga banyak dan juga Dania bisa berenang lagi, ya kan bang", ucap Dania dengan ceria dan meminta pendapat pada Adit, namun yang disebut namanya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah adiknya.

", gimana bang, mau ke rumah Oma Cintya? ", tanya Sila ulang, karena Adit belum memberikan pendapatnya.

", terserah mama!, hanya kata itulah yang keluar dari mulut putranya, namun hal itu sudah membuat Sila merasa senang.

Sila mengantar kedua anaknya ke mansion Arsya, menggunakan mobil jemputan dari Arsya. sebenarnya Sila bisa mengantar anak - anaknya menggunakan mobil miliknya, namun Arsya sangat protektif dan posesif terhadap keluarganya.

Arsya sudah menunggu kedatangan mereka, dan langsung mengendong Dania dan membawa mereka ke ruang tengah yang sudah terdapat Oma Cintya.

setelah menitipkan mereka pada Oma Cintya dan berpamitan Arsya Dan Sila berangkat kekantor dalam satu mobil.

", Tuan Anggara sudah menunggu anda Tuan, dan meeting sebentar lagi akan di mulai", Arsya menerima telpon dari Reno asistennya, yang mengabarkan jika pagi ini, Arsya harus menghadiri meeting bersama Anggara Group.

", baiklah, sebentar lagi aku sampai", ucap Arsya singkat dan memutuskan sambungan telponnya.

selama perjalanan baik Arsya maupun Sila tak ada yang memulai pembicaraan, mereka asyik dengan pemikiran mereka masing - masing.

sesampai di kantor Arsya langsung menaiki lift khusus untuk CEO yang diikuti oleh Sila, Arsya langsung menuju tempat dimana akan diadakannya meeting pagi ini.

", tolong ambilkan berkas untuk meeting hari ini di meja ku, map berwarna merah bertuliskan anggara group", perintah Arsya pada Sila.

Sila langsung menuju lantai paling atas, di mana ruangan CEO berada. sesuai perintah Arsya , Sila langsung mengambil dan memberikan berkas yang di minta Arsya keruang meeting.

", ini Tuan, berkas yang anda minta", Sila segera duduk tepat di samping Arsya untuk mengikuti meeting yang akan segera dimulai.

gerak - gerik Sila tak luput dari pandangan peserta meeting pagi itu, yang tanpa disadari oleh Sila bahwa Aldi tak berkedip memperhatikannya sejak ia masuk keruang meeting.

Sila yang merasa ada seseorang sedang memperhatikannya sejak tadi, lalu melihat satu persatu anggota meeting pagi ini, mata Sila menangkap sesosok yang sangat di kenalnya dan mungkin tak akan pernah lupa atas apa yang telah dia perbuat padanya, Aldi anggara adalah perwakilan dari Anggara group, mata mereka saling mengunci dan tanpa mereka sadari Arsya melihat perbuatan mereka.

", seharusnya aku sadar jika Anggara group adalah perusahaannya, dan seharusnya aku tak perlu ikut dalam meeting ini", batin Sila dan langsung mengalihkan pandangannya dari Aldi.

meeting berjalan dengan lancar, dan waktu sudah menunjukkan siang hari, Sila segera membereskan berkas meeting dan ingin kembali ke ruangannya.

", Sila.. tunggu... ", Aldi menarik tangan Sila agar ia tak menghindarinya.

", tolong lepaskan tangan Anda Tuan, saya sedang bekerja", ucap Sila ketus dan mengibaskan tangan Aldi.

", aku ingin bicara denganmu, tolong beri aku waktumu", Aldi memohon pada Sila.

sedangkan Arsya yang melihat adegan mereka sudah mengepalkan tangannya dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Arsya duduk di kursi kebesarannya dan melonggarkan dasinya dengan kasar, bayangan Aldi memegang tangan Sila membuat ia marah dan cemburu.

Sila yang melihat Arsya pergi dengan amarah dan terburu - buru ingin segera mengejarnya, agar sang bos posesif itu tidak salah menilai dirinya. namun Aldi kembali menarik tangan Sila yang membuat Sila mengurungkan niatnya.

", apa yang ingin mas bicarakan, kita sudah usai mas, dan tak ada lagi yang perlu dibicarakan", jelas Sila agar Aldi sadar akan keadaan mereka saat ini.

", aku hanya ingin tahu kabar anak - anak, biar bagaimana pun aku papanya", ucap Aldi tanpa merasa bersalah atas apa yang pernah ia lakukan dahulu.

", mas masih ingat kalau punya anak - anak, mas gak perlu kuatir mereka bahagia dan hidup cukup denganku, jadi tolong lepaskan tangan mas, saya masih ingin melanjutkan pekerjaanku", jelas Sila marah dan mengibaskan tangan Aldi, dan meninggalkan Aldi yang masih diam membisu ditempatnya.

Sila memasuki ruang CEO dengan ragu, tatapan Arsya saat melihat dirinya dan Aldi sungguh membuat ia merasa takut, sehingga membuat Sila takut melihat kearah Arsya.

Arsya memperhatikan gerak gerik Sila sejak masuk ruangannya, Arsya menggulung lengan bajunya hingga ke siku, lalu membuka dasi dan membuangnya ke sembarang arah. Arsya berjalan ke meja Sila, lalu menarik tangan Sila dengan sangat kuat yang membuat Sila menahan rasa sakit dipergelangan tangannya.

Sila mengerang kesakitan, namun tak menghentikan Arsya untuk terus menarik tangan Sila dan membawanya ke dalam kamar pribadinya yang ada dalam ruangan CEO. Arsya mengunci tubuh Sila di dinding sehingga membuat Sila tak bisa berbuat apa- apa.

", Dimana Aldi menyentuh tubuhmu", tanya Arsya dengan nada marah.

Sila yang mendengar pertanyaan Arsya, sangat bingung harus menjawab apa, Sila hanya menunjuk tangannya. Arsya segera memegang tangan Sila lalu menciumi nya dengan brutal, Sila merasa tersakiti atas perbuatan Arsya, namun Sila tak dapat berbuat banyak. tak sampai disitu, Arsya kembali mencium bibir Sila dengan paksa yang membuat Sila meneteskan air mata. Arsya tak menghentikan perbuatannya meski tahu jika Sila menahan sakit atas ulahnya, entah mengapa melihat Aldi memegang tangan Sila saja amarahnya langsung tidak terkontrol, dan hanya dengan cara ini Arsya bisa meredam rasa marah dan cemburu.

setelah hati dan pikirannya merasa tenang, Arsya melepaskan Sila, Arsya menyeka air mata Sila dengan kedua ibu jarinya.

", maafkan aku yang tak bisa mengontrol emosiku, aku tak suka sesuatu yang sudah ku anggap milikku di ganggu atau di sentuh orang lain, kau adalah milikku Sila dan selamanya akan begitu, dan aku tak butuh persetujuan mu untuk hal itu", jelas Arsya lalu merapikan rambut dan baju Sila yang berantakan karena ulah nya.

Sila masih diam membisu dan tak tahu harus berbuat apa, perlakuan Arsya kepadanya dan kedua buah hatinya membuatnya nyaman berada di sampingnya, namun sikap Arsya yang terkadang lose kontrol membuat Sila takut untuk memulai hubungannya dengan Arsya. meski tak dipungkiri jika Sila kini sudah mulai terbiasa dengan adanya Arsya di tengah - tengah keluarganya.

1
Anonim
Katanya mendukung pengobatan suami, kok ngambek
Bunda
Kuliah
Bunda
ijin baca kak 🙏
Sugito
kok Ngantung sih ceritanya. lanjutan nya mana thor....
Esjasz Malek
Kecewa
Esjasz Malek
Buruk
Anawati ana
lanjut
Eltri
bagus
Elok Pratiwi
kok kebanyakan drama yg ga penting bikin bosan
Dian Kusmayani
ini teh ga ada kelanjutannya yas,,,, ko mandegkya lamaaaa banget
Dian Kusmayani
bagus
Abel Yasmin
good
mamah putri
lanjut atau sudah tamat ini thor
mamah putri
ceritanya sangat menarik mengundang emosi pembaca juga seolah2 kita ikut terbawa dalam masalah rumah tangga sila dan Aldi begitu juga dengan pernikahan kedua antara sila dengan Arsya...dan yang terpenting peranan Vania yang sangat hebat menurut saya ..bisa menempatkan diri sebagai seorang sahabat sekaligus saudara...acung jempol pokoknya.
Desi PransiskaDewi
kekuatan rindu mengalahkan semua rasa yg ada..semoga ada kesempatan kedua untuk pertemuan ini .
Diana Budhiarti
aduhhh galak benerrr deh bos
Sara Goza
knpa nd di lnjt Thor,,aku msh setia menunggu mu🙏🙏☺️☺️🥰🥰
Endang Susilawati Polly
bagus ceritanya
Sunarti Sunarti
ak le Moco ngebut wuuusss Ben cepet tekan ngisor
Sunarti Sunarti
menghibur skl
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!