NovelToon NovelToon
CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:58.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: Fafacho

"Dia anakku bukan anak orang lain, dan tubuhmu serta dirimu adalah milikku"
~ Rendra~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 33

“Ayo kita pergi,” ucap Rendra yang langsung berdiri dari duduknya di sofa. Dia melihat Adiba yang terlihat bete sendiri karena sedari tadi Rafka bermain dengannya dan tidak terlalu lengket dengan Adiba.

“Papa mau kemana?” tanya bocah itu saat melihat Papanya yang sudah berdiri.

Adiba sendiri diam sambil mendongak menatap penasaran Rendra yang tiba-tiba berdiri dan mengajak pergi.

“Kita pergi jalan-jalan Rafka mau kan, pergi dengan Papa sama Mama” ucap Rendra pada anaknya.

“Aku tidak mau, kemana kau akan mengajak kita” tolak Adiba.

“Aku mau pa, ayo” ucap Rafka bersemangat kebalikan dari Adiba yang malas dan enggan untuk ikut.

“Ya sudah kau mau lembur disini, ini sudah sore.” Pungkas Rendra pada Adiba.

“Mama ayo ma, kita jalan sama pa-pa. Nanti kita foto bertiga ma, aku mau tunjukkin sama temen-temen aku yang sering bilang aku nggak punya papa” ucap Rafka menarik-narik tangan Mamanya agar berdiri.

“Mama kerja sayang, kamu disini saja ya. Nanti kita pulang,” ucap Adiba tanpa memperhatikan Rendra yang terlihat jengah sendiri.

“kau memang keras kepala ya, tidak ada rasa kasihan dengan anak sendiri. kau tidak dengar tadi anakmu di katai orang tidak punya ayah. Ayo pergi, tunjukkan pada mereka kalau anakku punya ayah” omel Rendra pada Adiba.

“Mama,.” Rengek Rafka

Melihat itu membuat Adiba merasa kasihan sendiri dengan anaknya, apakah dia memang keras kepala.

“Ya sudah ayo,” ucap Adiba pada akhirnya, dia segera berdiri dari duduknya saat ini.

“yeyy,..” ucap Rafka kegirangan karena akhirnya sang mama mau untuk keluar dengan mereka.

Rendra sambil tersenyum simpul berpindah kesebelah Adiba berdiri saat ini.

“Kamu lihat anakmu senang begitu, dia pasti tambah senang kalau punya adik. Ayo buatkan untuk dia” bisik Rendra di telinga Adiba dan perempuan itu langsung melotot kearahnya.

“kenapa natap aku begitu, mau ya nikah sama aku” goda Rendra pada Adiba.

“Jangan mimpi” ketus Adiba.

“Ayo sayang, kita keluar dulu” ucap Adiba lagi dan langsung menarik tangan anaknya untuk keluar dari ruangan Rendra. Sedangkan Rendra hanya tersenyum puas bisa menggoda Adiba.

“Kamu memang bilang tidak mau untuk sekarang, tapi kedepannya kamu pasti mau denganku kan. “ ucap Rendra sambil berjalan menyusul Adiba yang sudah keluar dari ruangan sambil menggandeng Rafka.

.......................................................

“Papa, Papa katanya mau ajak aku sama Mama jalan-jalan. kok malah kesini, ini rumah siapa?” tanya Rafka pada Rendra yang sudah menghentikan mobilnya di halaman rumah yang luas serta rumah itu yang megah dan cukup besar.

Adiba yang duduk di sebelah Rendra duduk menatap penasaran pria itu yang mengajaknya ke sebuah rumah yang besar dan mewah. Tapi dia gengsi untuk bertanya, untuk saja Rafka mewakili dirinya untuk hal itu.

“Ini rumah Papa sayang, papa tinggal disini. Rafka nanti juga mau kan tinggal disini sama Papa, sama Kakek nenek, sama Om yang jemput Rafka tadi Om Jeremy” jelas Rendra pada anaknya yang tengah di pangku oleh Adiba.

“kenapa kau mengajak kita kesini?” tanya Adiba terkesan tidak bersahabat.

“Ya kenapa, aku ingin anakku tahu rumah Papanya dimana. Ayo turun, Mamaku pasti senang melihat rafka disini” pungkas Rendra menyuruh Adiba untuk segera turun.

“Ini rumahnya berarti ini rumah pak Frans juga,” batin Adiba sambil melihat rumah didepannya.

“kenapa malah melamun sayang, ayo turun. Lihat tuh Rafka lihat kamu kaya apa?” ucap Rendra membuyarkan lamunan Adiba.

“Sabar kenapa?” tukas Adiba.

“Mama kok kalau bicara sama Papa kayak marah begitu, Mama kan sering bilang sama Rafka kalau nggak boleh marah-marah” ucap Bocah itu.

“Mama kamu memang gampang marah sayang kayak itu kucing besar kamu tahu kan, makanya mama kelihatan lebih tua dari papa kan?” ledek Rendra. Dan dia langsung mendapat pukulan di bahunya.

Adiba sudah naik pitam, dia benar-benar kesal oleh Rendra bisa-bisanya dia bilang dirinya lebih tua. Jelas-jelas tidak,

“Auggh, sakit. Waah, kamu mulai marah-marah manja sama aku ya. Udah nggak usah gengsi-gengsi nikah aja yuk,” ucap Rendra pada Adiba , dia menggoda perempuan itu yang tengah kesal padanya.

“Ayo Rafka keluar sama Mama” ucap Adiba dan mengajak anaknya keluar dari Mobil.

Rendra lagi-lagi tersenyum, melihat tingkah Adiba yang langsung keluar dari mobilnya saat ini.

.........................................

“Bisa lepasin nggak, aku bisa jalan sendiri.” ucap Adiba saat berada di dalam rumah Rendra, dia meminta pria itu untuk melepas genggaman di tangannya. Rendra sendiri menggandeng tangannya. Dan Rafka yang berdiri di depan mereka.

“Nggak mau, kan kita mau menikah sekarang. Nanti kamu kabur lagi” ucap Rendra pada Adiba.

“Apa?” Adiba tampak terkejut mendengar ucapan Rendra barusan.

“Lepasin nggak, siapa yang mau nikah sama kamu” ucap Adiba meminta untuk dilepaskan.

“Mama, mama kenapa sih berisik terus dari tadi papa udah baik loh sama kita. Mama kenapa?” tanya Rafka pada bocah itu yang membuat Adiba tercengang karena ucapan anaknya sendiri. anaknya mengatai di begitu.

“Hahahhaha, perutku sakit” tawa Rendra begitu puas dan dia memegangi perutnya sendiri. dia puas karena Rafka mengatai Adiba berisik.

Adiba langsung melotot kearah rendra yang menertawai dirinya seperti itu,

“Rafka Mama tanya sama kamu, kamu anaknya siapa? Kamu anaknya mama kan?” ucap Adiba memegang bahu anaknya.

“Anak Mama sama Papa” jawab bocah itu polos.

Rendra yang akan tertawa lagi segera menutup mulutnya saat Adiba melihatnya dengan tatapan tajam.

Adiba merasa kesal sendiri sekarang, anaknya yang dilahirkan seorang diri dan yang dia rawat sekarang sepertinya malah berpihak pada Papanya. Padahal dia yang mengandung sembilan bulan tapi kasih sayangnya sepertinya lebih besar ke Rendra.

“Udah, nggak usah sedih. Kan ada aku yang selalu dukung kamu,” ucap Rendra sambil menepuk pundak Adiba dia berusaha menenangkan perempuan itu yang tampak sedih.

“Singkirkan tanganmu dariku” ucap Adiba yang menepis tangan rendra dari pundaknya.

“Rafka mama sensi sama Papa,” adu Rendra pada anaknya.

“Mama, papa kan mau mengh..”

“Ada siapa ya kok ramai?” ucap suara perempuan yang menuruni tangga sambil mencoba melihat kebawah.

“Rafka..” gumam perempuan paruh baya itu dan langsung melihat kebelakang dimana suaminya berjalan di belakangnya.

“Pa Rafka pa,” ucap Citra pada Frans.

Sementara Adiba terdiam melihat dua orang paruh baya yang menuruni tangga di rumah besar itu. ternyata benar pak Frans yang selama ini membantunya ayah dari Rendra. Beberapa hari ini dia berusaha menampik itu tapi ternyata itulah kenyataannya.

“Kau tahukan siapa dia? dia Papa ku calon mertuamu.” Ucap Rendra dengan bangga mengatakan itu membuat Adiba melihat sekilas kearahnya.

“Lihat siapa yang aku bawa buat kalian, kalian senang kan. kalian harusnya bersyukur telah membohongiku selama ini tetapi aku bawakan kebahagian buat kalian” seru Rendra pada kedua orang tuanya yang sudah berjalan mendekat pada mereka bertiga.

Adiba yang tidak mengerti langsung melihat kearah Rendra, apa maksud dari Rendra pada kedua orang tuanya sendiri.

“Apa kabar Adiba, saya sudah lama tidak bertemu denganmu.” Ucap Frans mengabaikan Rendra dan mengulurkan tangan pada Adiba.

“ba..baik pak,” ucap Adiba menyambut uluran tangan Frans.

“Saya Citra, istri dari pak Frans dan juga ibu dari rendra. Selamat datang di rumah kita Adiba” ucap Citra mengulurkan tangannya pada Adiba. Karena Adiba belum pernah bertemu dengannya sebelumnya.

“Mama, Mama, Opa sama Oma ini yang datang ke rumah waktu itu. mereka beliin aku banyak mainan” ucap Rendra sedikit menarik mamanya agar menunduk dan agar dia bisa berbisik di telinga sang mama.

Adiba sekilas melihat kearah kedua orang itu yang tersenyum melihat rafka,

“Ayo duduk, di ruang tengah” ajak Frans pada semuanya.

“terus saja begitu, tidak ada rasa terimakasih padaku. Terutama mama, mama sering menangis kan karena cucumu tidak disini, mana terimakasih mu padaku” pungkas Rendra sedikit tidak sopa pada kedua orang tuanya.

Dia memang masih menyimpan rasa marah, kecewa dengan kedua orag tuanya sendiri tetapi meskipun begitu dia kasihan dengan sang mama yang selalu ingin bertemu dengan Rafka. Itu bukan Mamanya sendiri yang bilang padanya tetapi pada Papanya, dan papanya tidak pernah bilang padanya sehingga Jeremy yang bilang karena sering melihat mamanya menangis.

“Kita bicarakan nanti, ayo keruang tengah lebih dulu” pungkas Frans memotongnya, membuat Citra tidak jadi berbicara.

°°°

T.B.C

1
John dery
seperti next Tama sama si oki
ayu cantik
suka
emak gue
memang begitu adanya kan,bang Tama yang menolong Diba disaat terpuruk nya disaat dia gak punya siapa2
emak gue
masih gak terima semudah itu Rendra 😡😡
emak gue
kok aku masih gregeten sama Rendra ya harusnya dia mengambil hati Diba itu sehalus mungkin karena di a yg meninggalkan luka terdalam pada Diba tapi dia maksa trs gak mikirin perasaan wanita apa🥺
emak gue
kok Rendra lgsg dipertemukan dengan anaknya sih thoor gak dipikin menderita dan mengemis dulu untuk bertemu anaknya gak impas dong sama penderitaannya diba
Borahe 🍉🧡
harusnya kmu introspeksi diri. Bukan malah nyalahin org terus
Borahe 🍉🧡
dih 🙄
Borahe 🍉🧡
labil sekali Rendra di sini 🙄
Borahe 🍉🧡
baca kesekian kalinya😍😋
Fafacho: mampir di novel author yang judulnya "Jatuh Cinta Pada Duda Muda Posesif"
total 2 replies
ikaa
ep 23
Fafacho: mampir di novel author yang judulnya "Jatuh Cinta Pada Duda Muda Posesif"
total 1 replies
Paon Nini
pak Frans yang punya kerjaan ini
Paon Nini
dibuang tapi masih difasilitasi, nah ini si Adiba udahlah dibuang, tanpa uang sepeserpun lagi... hanya karena nafsu binatangnya si Rendra.
Arif Tegal
cari uang belum bisa kenapa cari masalah aja
SJR
Assalamu'alaikum semuanya, mampir yuk ke novel ku ini, "ISTRI BERCADAR MILIK KETOS TAMPAN", saling suportnya dan jangan lupa like dan follow ya 🙏🤗😊❤️
juwita
itu anak yg dl k. suruh gugurkan Rendra. coba klo anaknya tau klo papa nya g mau dia
juwita
kau sendiri yg nolak adiba nyuruh gugurin anak mu. mlh nyalahin org lain dasar pecundang
juwita
Luar biasa
juwita
kmnya yg bego bukannya blg malah mewek
juwita
calon dokter bego knpa g jujur spa tau klo jujur org tuanya akn memaafkan. heran deh smua author klo ceritanya cwek di perkosa g akn jujur bs cm nangis diam di buat karakter bego sm authornya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!