Ada 12 bulan dalam satu tahun , maka sebanyak itu pula aku mengungkapkan perasaan cintaku dan sebanyak itu pula perasaanku ditolak .
Itulah sepenggal kenangan pahitku saat SMA .
Lama tak berjumpa dan kini kami kembali bertemu . Namun dia tak mengingatku .
Bagaimana jika aku mencoba membuatnya kembali mengingat kenangan pahitku saat SMA ? Apa dengan diriku yang sekarang , penolakan itu masih mungkin ku terima ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 . Kuda
" Rin... bangun Rin ... udah sampai . "
Farrel membangunkan Cyrin dengan lembut .
" Hooaamm.... udah sampai yah Mas ? " Tanya Cyrin dengan suara serak khas orang bangun tidur.
" Sudah dari 30 menit yang lalu . " Jawab Farrel.
" Sepertinya aku kelelahan karena sejak tadi terus menggerutu pada Mas Farrel dalam hati . " Batin Cyrin .
" Ya udah turun yuk... Mama dan Papa udah nungguin untuk makan siang . " Ajak Farrel .
Farrel lalu turun dari mobil lebih dulu kemudian berjalan memutari mobil untuk membukakan pintu bagi Cyrin .
" Makasih Mas . " Ucap Cyrin dengan senyum manisnya saat turun dari mobil .
Cyrin mengamati pemandangan yang terpampang di hadapannya kini .
" Waahh indah sekali . Kita lagi di kebun teh yah Mas ? " tanyanya .
" Iya , Mama dan Papa sudah sejak kemarin berada di sini . " Jelas Farrel .
Cyrin mengikuti langkah Farrel menuju ke sebuah saung yang cukup besar . Dari kejauhan Cyrin bisa melihat di sana sudah ada Mama dan Papa Farrel . Dan ada tiga orang lain yang belum dikenal Cyrin .
" Siang semuanya . " Sapa Farrel .
Seketika semua orang berbalik menatap ke arah Farrel dan Cyrin .
" Akhirnya bisa ketemu kamu juga Rel . " Ucap seorang pria paruh baya yang belum Cyrin kenal .
" Iya nih , kapan kamu nikahnya kalau setiap hari kerjaan mulu yang di apelin . " sambung seorang wanita paruh baya yang juga Cyrin belum tahu siapa .
" Iya Om , maaf yah kerjaan lagi banyak banyaknya . Jadi gak sempat nemuin Om dan Tante . " Jawab Farrel ramah .
" Apalagi waktu waktu seperti sekarang , makin sibuk aku Tante . Makin banyak yang mau diurusin . " Lanjut Farrel lalu berbalik menatap Cyrin yang berdiri di belakangnya .
Sontak saja semua pandangan kini mengarah pada Cyrin .
Cyrin segera menyapa , " Siang Om , Tante . " Sapa Cyrin ramah sambil mencium punggung tangan Mama dan Papa Farrel .
Cyrin masih tidak peka jika kini Ia menjadi pusat perhatian karena ucapan Farrel barusan .
" Hai Cyrin .... udah lama gak ketemu , tante udah kangen mau obrolin resep masakan lagi sama kamu . " sambut Mama Anin .
" Kenalin , ini Cyrinda... teman dekat Farrel . " Ucap Mama Anin mengenalkan Cyrin .
Sontak saja wajah Cyrin merona karena itu .
" Rin ini kenalin Tante Friska dan Om Soni . Pemuda yang tampan itu sepupu Farrel , anak mereka namanya Richi . " Ucap Mama Anin .
Cyrin juga ikut menyalami Om Soni dan Tante Friska . Sementara Cyrin mengulurkan tangannya untuk menjabat Richi .
Tentu saja hal itu disambut gembira oleh Ritchi , bahkan dengan sengaja Ritchi menahan jabatan tangan mereka agar tak cepat terlepas .
Farrel yang menyadari itu segera bertindak , Ia melepas jabatan tangan keduanya . Kemudian menuntun Cyrin untuk duduk di kursi sebelahnya .
" Makan dulu yuk... sekalian ngobrol . " Ajak Tante Friska .
Di meja sudah terhidang banyak makanan . Farrel meminta bantuan Cyrin mengambilkan beberapa lauk untuknya karena posisi lauk yang cukup jauh dari tempatnya duduk .
Sontak saja hal itu menjadi perhatian bagi Mama Anin dan Tante Friska .
" Sepertinya bentar lagi Mbak Anin akan punya mantu nih . " Ucap Tante Friska .
" Doain aja yah Fris ... semoga yang kali ini udah pas untuk Farrel . Kalau aku sih udah cocok banget , apalagi anaknya suka masak .... sehobi sama aku . " Jawab Mama Farrel sambil sesekali menepuk lengan Cyrin .
Sebenarnya Cyrin kurang paham hal apa yang di bahas oleh keduanya , jadi Cyrin hanya ikut tersenyum saja .
Farrel rasanya ingin tertawa melihat ekspresi Cyrin yang sangat lucu menurutnya .
Ketiga wanita berbeda usia itu masih asik mengobrol soal resep resep masakan , sedang Farrel hanya mengamati wajah Cyrin dari jauh .
" Bang , jadi dia pacar kamu ? " Tanya Ritchi .
" Belum . Doain aja bisa segera . "
" Syukurlah kamu akhirnya bisa move on dari cinta pertama mu itu . "
" Siapa yang move on . Sejak 6 tahun lalu tanpa aku sadarin ternyata aku belum sepenuhnya berhasil move on dari dia . " Ucap Farrel sambil menunjuk ke arah Cyrin dengan dagunya .
" Whaattt ??? Jadi dia itu cinta pertama kamu Bang ? " Tanya Ritchi .
Farrel mengangguk .
" Sumpah , akhirnya aku percaya pepatah kalau jodoh tak akan kemana . Cepetan deh Bang kamu halalin, sebelum keduluan orang lain lagi bisa patah hati lagi kamu . "
Farrel memikirkan ucapan Ritchi . Sepertinya memang benar , sejak dulu dia belum pernah benar benar bisa melupakan rasa cintanya pada Cyrin .
Saat bersama Aurora pun dulu dia jalani agar dia bisa melupakan Cyrin .
Sekarang wanita itu hadir kembali di kehidupannya , bahkan kini mereka berdua lebih dekat . Apa dia harus kembali memperjuangkan perasaannya pada Cyrin .
Pertanyaan dan kemungkinan terus saja muncul di kepala Farrel .
" Mas... Mas... Mas ... " Cyrin memanggil manggil Farrel yang melamun sambil menatap dirinya .
Karena tak ada respon , Ia akhirnya menggoyangkan lengan Farrel .
" Eh Rin... kok kamu di sini ? bukannya tadi ada Ritchi . " Tanya Farrel bingung . Seingatnya tadi dia sedang mengobrol bersama Ritchi .
" Ritchi udah pergi dari tadi , katanya dia mau menunggang kuda . "
" Kita juga dong Mas . Jalan jalan yuk ... udah jauh jauh kemari sayang kalau gak nikmatin pemandangannya . " Bujuk Cyrin .
" Ya udah ayo . "
Mereka berduapun pergi berjalan jalan ke arah kebun teh . rencananya mereka akan menyusul Ritchi ke tempat untuk menunggang kuda .
" Memangnya kamu berani sama kuda ? " tanya Farrel .
" Berani . Kan ada Mas juga yang jagain . "
" Dasar kamu yah .... tapi benar juga pasti Mas jagain kok . " Balas Farrel sambil mengacak rambut Cyrin .
" Ihh... Mas , kok di berantakin sih rambutku . Jadi jelek nih aku nanti . " Protes Cyrin .
" Biarin. Biar gak ada pria lain lagi yang suka sama kamu . "
Cyrin cemberut membuat Farrel semakin gemas. Wanita itu bahkan mempercepat langkahnya memberi jarak antara dirinya dengan Farrel .
" Rin... jangan cepat cepat dong jalannya . Tungguin Mas . "
" Gak mau . "
" Ya udah tapi kalau ada ular jangan minta tolong sama aku yah . "
Farrel mencoba menakuti Cyrin .
Dans sepertinya berhasil . Cyrin berlari kembali mendekat ke Farrel .
" Sepertinya dia percaya ucapanku . Hehehe memangnya ini lagi di hutan , banyak ular . Dia percaya percaya saja . " Batin Farrel .
Setelah berjalan cukup jauh , mereka tiba di tempat yang menyewakan kuda .
Mereka harus menunggu sebentar karena semua kuda sedang di sewa oleh pengunjung lain .
" Mas fotoin Cyrin dong . " Pinta Cyrin .
" Okey , pakai ponsel aku saja . " Balas Farrel .
Setelah menunggu beberapa saat Ritchi kembali dengan menunggangi kuda .
" Rin , kita pakai kuda bekas Ritchi aja yuk . " Ajak Farrel .
" Kita ? " tanya Cyrin memastikan .
" Iya kita berdua . Kan kudanya cuma ada satu . Kalau masih mau nungguin takutnya lama . Gak masalah kan Rin ?
" Hemm ,, gimana yah Mas ... tapi ... "
" Tapi .... ? " Tanya Farrel
" Ya udah deh Mas , Ayo kita langsung berdua aja . "
Setelah mendapat pengarahan dari joki kuda itu, Farrel kemudian membantu Cyrin naik lebih dulu . Setelah dirasa Cyrin nyaman dengan posisi duduknya lantas Ia ikut naik dan duduk tepat di belakang Cyrin .
Jantung keduanya berdetak lebih cepat dari biasanya . Berada dalam posisi sedekat ini belum pernah terpikirkan sama sekali bagi mereka berdua .
Sepanjang perjalanan mengitari kebun teh wajah Cyrin terus merona , sedang Farrel rasanya seluruh tubuhnya terasa kaku .
" Sepertinya aku benar benar masih memiliki rasa pada wanita ini . " Batin Farrel .
" Sepertinya aku memiliki rasa pada pria ini . " Batin Cyrin
.
.
.
.
.
" Saat yang tak ternilai adalah ketika orang yang Anda cintai, menatap mata Anda untuk memberi tahu Anda bahwa mereka telah jatuh cinta dengan Anda."
.
.
.
.
.
.
To be continue