NovelToon NovelToon
AL Dan EL

AL Dan EL

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Tamat
Popularitas:739.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Asiih Suyadii

Alriestella tidak pernah murung sama sekali, baginya hidup adalah keajaiban, dia bisa membuat nada nada cerita yang indah dari dunia, apalagi dunianya harus lebih berwarna ketika bertemu dengan lelakk bernama "El Nevaro Semanding".

El memiliki dunia yang berbeda dengan Al, dunia yang baginya suram, dunia yang sepi, dunia yang selalu membuatnya membatasi gerak terhadap orang lain, dunia yang menjadikannya sebagai lelaki terdingin

mampukah Al mencairkan es yang hampir membekukan semua dunia El?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asiih Suyadii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keajaiban Tiga Puluh Dua

Membiarkanmu kesusahan sementara aku bisa membantumu sama saja aku membiarkan diri sendiri terluka

⏳⏳⏳

Sebenarnya El ada pertandingan bersama Erik hari ini, tapi melihat Al yang begitu murung rasanya tidak tega meninggalkan gadis itu pulang sendiri. Dengan menjaga jarak, El mengikuti Al dari belakang, Al melangkah dengan sempoyongan, mungkin sedih karena perlakuan Ivana kepadanya.

Al mendongak, menatap wajah Al didepan gerbang sekolah.

"El, El gak usah nganterin Al, Al gak papa kok pulang sendiri" katanya lirih

Meski begitu entah kenapa El tidak tega, apalagi wajah Al yang begitu pucat dan sembab. Haruskah meninggalkan gadis didepannya ini sendiri atau mengantarkan dia pulang?

"Gue gak ngikutin elo" kata El pura pura "Gue mau pulang, gerbang sekolahan cuman satu" katanya menaik

Al menarik sudut bibir meski sulit, setipis mungkin dengan berbekal kekuatan dari senyumnya Al berkata dengan nada lirih

"Dari tadi El jalannya pelan, kayak sengaja mau ngikutin Al" katanya

"Siapa bilang" El berjalan pergi meski dengan langkah kaki berat

Dia terus berjalan meninggalkan gadis itu pulang sendiri atau meneruskan tangisannya di sekolah sendiri, yang jelas El sudah masa bodoh.

Didepan trotoar jalan, ketika jalanan sepi, kaki El masih enggan bergerak untuk menyebrang, setia berdiri diatas trotoar jalan sambil menatap kearah gerbang sekolahannya.

Gadis itu belum juga keluar dari gerbang bercat putih itu, entah apa yang dia lakukan disana, hingga begitu lama. El hendak melangkah, menggerakkan kaki kanannya namun tertahan saat melihat Al yang berjalan sambil menunduk, dia tampak berjalan begitu lemas tanpa kekuatan

El menarik nafas, harus bagaimana dia memperlakukan Al saat ini, dia tidak ingin pembatas yang diciptakannya dulu hancur hanya karena seorang Alriestella. Tapi melihat gadis itu kehilangan semangatnya, El merasa kasihan.

Langkah Al yang menyebrangi jalan mulai bergerak, dan El hanya mampu menatap punggung gadis itu bergerak menjauh. Kakinya ingin melangkah tapi hatinya menahan, menahan sekuat tenaga untuk tidak ikut campur urusan orang lain

Jadi kemarin El mengenggam dengan kuat, memejamkan mata untuk menimbang, menuruti kemauan kaki untuk mengejar Al atau mengikuti kemauan hati untuk membiarkan gadis itu.

"Shit" umpatan lirih itu mengakhiri perasaan dilemanya, dengan langkah cepat El membelah jalan

Hampir tertabrak mobil sedan andai tangannya tidak sigap memberi kode untuk berhenti, terus berjalan dan menghentikan langkahnya begitu melihat Alriestella berjalan tanpa tenaga.

Langkah langkah sepatunya mengikuti Al dari belakang, mungkin karena merasa diikuti seseorang Al menoleh, kaget bercampur senang begitu melihat El ada dibelakang nya.

"Elll" bahkan suara anak itu seperti tercekat di kerongkongan

"Gue anterin" kata El lirih sambil menatap mata Al.

Gadis yang berdiri dihadapan El itu menunduk sambil terisak, entah kenapa Al merasa memiliki seseorang yang mampu menggantikan Ivana, seseorang yang akan menjaganya.

Al selalu merasakan daya pesona dari El meskipun teman temannya tidak pernah menyukai  El. Tapi bagi Al, lelaki berhati dingin itu suatu saat akan mencair olehnya.

"Berhenti nangis atau gue tinggal" katanya sudah berlalu pergi.

Meski meninggalkan Al yang masih berdiri ditempatnya tadi, namun langkah El tidak benar benar meninggalkan, lelaki itu berjalan dengan pelan, seperti tengah menunggu Al untuk mengejarnya.

Dan tidak terlalu jauh, Al sudah menyusul berjalan dibelakangnya El. Tanpa suara ataupun tanpa rengekan lagi.

Langkah itu , langkah milik El tiba tiba melirih, dia menunduk sambil mengencangkan tali sepatunya, ah mengencangkan, sepertinya tidak, tali sepatu milik El begitu terikat dengan erat, tapi dia sengaja membenarkannya, supaya Al berjalan lebih dulu dibandingkan dirinya.

⏳⏳⏳

Kharisma duduk di tribun penonton sambil memegangi botol mineralnya, tatapan nya jatuh ke depan. Menatap beberapa anggota tim yang sedang beristirahat sambil minum. Kenapa Glori begitu sulit untuk melepaskan El, Kharisma merindukan sosok lelaki itu, merindukan kehangatannya saat El belum datang kerumah.

Bahkan, lomba pidato, bahasa Inggris dan olahraga yang selalu dihadiri Glori sekarang tidak lagi di datangi papanya.

"Ma" Sena melamparkan ciki kearah Kharisma.

"Gak gabung sama anak anak?" Tanyanya

Sena ini salah satu tim kesebelasan sepak bola, dulu di SMP mereka satu sekolahan, teman akrab, Sena salah satu temannya yang tahu mengenai hubungan El dan Kharisma.

"Lagi pengen sendiri" kata Kharisma menatap arah depan sambil tumitnya bertumpu pada tangga tribun

"Apa sih yang elo pikirin, sampe segitunya?" Tanya Sena

"Gue?" Kharisma mengulang, masih menatap arah depan lalu mendongakkan nya, merenggangkan otot otot leher "Lo kenal Alriestella gak?" Tanya Kharisma

"Alriestella?" Sena mencoba memikirkan nama yang disebutkan Kharisma barusan

"Si Al" imbuh Kharisma

"Oh, Al yang menang lomba paduan suara tingkat nasional" Sena menjentikkan jari saat ingat nama yang dimaksud oleh Kharisma

"Pacar El"

Sena menoleh saat mendengarnya "what? Seriously?"

Ada rasa tidak percaya bahwa Al adalah pacaran El Nevaro.

"Bukannya dia mantan pacar elo?" Tanya Sena mencoba memastikan ingatannya

"Yup" Kharisma menyunggingkan senyum "Lo deket sama Ivana kan?"

Sena mengangguk "Cuman kenal karena dia temen Arnol" katanya

"Gue pengen bikin Al pacaran lagi sama gue"

Sena menoleh dengan tampang terkejut, bukan, Sena tahu kalau Kharisma begitu membenci El. Siapa juga yang akan senang  ketika tiba tiba papanya membawa pulang lelaki seumuran dan mengatakan bahwa itu saudaranya

Tapi kenapa harus memacari Al yang jelas jelas dia pacar dari El.

"Loo" Sena berhenti saat alis Kharisma terangkat

"Gue pengen ngancurin apapun yang dia miliki" ucapan dari Kharisma itu membuat Sena kaget.

"Lo mau bantuin gue?" Tanya Kharisma saat keheningan melanda.

Sena masih saja diam, menimang nimang pertanyaan Kharisma. Haruskan membantu Kharisma saat dia tahu akhir dari ucapan Kharisma tadi. Peperangan saudara?

"Ma, Lo yakin?, Maksud gue, Lo masih punya banyak cara buat bikin El keluar dari rumah elo" Sena akhirnya bersuara meski tidak memberikan jawaban

"Dia gak bakal keluar dari rumah gue selama bokap masih hidup" nada Kharisma melirih diakhir kalimat.

"Tapi kalau elo pengen pacaran sama Al cuman karena si El, that's too cruel men" Sena menatap Kharisma bersungguh sungguh

"Santai kali Sen" Kharisma menepuk bahu Sena "kalau elo gak bisa, no problem" Kharisma meneguk minumnya hingga tandas.

Sena tidak menjawab kalimat Kharisma lagi, dia masih terdiam, haruskah dia membantu atau haruskah dia menolak. Kharisma begitu baik padanya, sungguh, lelaki ini berubah menjadi emosional hanya beberapa bulan, begitu dia bercerita bahwa Glori membawa orang yang dia aku aku sebagai anaknya.

Sena paham bagaimana perasaan Kharisma saat ini, "Oke gue bantu elo" suara berat Sena membuat Kharisma menoleh.

"Really?"

Sena mengangguk sambil menepuk bahu Kharisma dengan kuat.

"Kayak nya seru juga liat kisah cinta segitiga" Sena berdiri "sore nanti gue coba chat si Ivana"

Kharisma menarik sudut bibir begitu punggung Sena menjauh. Beruntung bahwa dia memiliki sahabat yang baik. Sena dan Benz  mereka adalah dua orang sebagai tempat mengadu bagi Kharisma, sayang Benz ada disekolah lamanya dulu.

1
Rubi Azmi
asli bikin jantungan ini
Rubi Azmi
astaga ...memang keluarga ajaib 😀😀😀
Nzwajlx
flish squel flish
Nur Hayati
jadi teringat kenangan masa2 kuliah dulu🤫
RunaLyxia
semangat kak
Sulis Tiani
cuma baca aja sedih..ampe jatuh air mata ku..apalagi yg menjalaninya..gk kebayang🥺
💕💕syety mousya Arofah 💕💕
kalo q yg jadi El,,tetp semngat jlani hdup in,,,karn sekeras appun jlnya past BS dlalui,,,karn kita Memang d tkdirkan untk hidup,,,harusny abaikan yg GK pnting,,,memng berat trlhir menyandang ank haram,,,tp ap iy hrus bunuh dri nggk kn,,,jd tetep smangat,,,
Nrf
pertahananku runtuhh 😭 akhirnya nangis bombaii 😭😭😭
Oh Dewi
mampir ah mana tau seru.
Sesusah itu nyari novel yang bagus, terakhir baca novel yang bagus sekitar sebulan yang lalu, itu pun pembacanya dikit banget.
Judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung gini
Lala Al Fadholi
naksir sih wajar tapi jd org yg kaya ga punya harga diri mpe segitu ngejarnya itu jd terkesan murahan
Suswarina
makanya al dengerin dulu penjelasan el
Angel
di tunggu ya Thor season 2 nya , suka banget sama cerita nya ,bagus bangetttttttt deh , season 2 yayayayaya Thor
Qomariyah Kom
thor lanjut dong ceritanya aku aja yg baca sampe ingusan thor dan terus panggilannya aku kamu dong jangan lo gue dong
pandu adji
Hola
Sita Aryanti
AQ ketawa tawa sendiri thor
Sita Aryanti
kirain kharisma ce..ternyata co...
Sita Aryanti
Al GK bs y jaim dikit .hege
Sita Aryanti
apa.papa tiri?
blue
jadi ikut sedih



😭😭😭
ais
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!