Yang kai seorang pembunuh bayaran yang terkenal julukan Raja Iblis, Ia mati di hianati temannya.
Setelah kematiannya Ia bereinkarnasi ke dunia Kultivator dan mendapatkan sistem di otaknya .
Didunia Kultivator yang kuat berkuasa dan yang lemah di injak! .
"Warning"
Tidak boleh di baca bagi orang yang tidak mempunyai otak Dewa :V
________________________________________
"Aku Buat Novel Buat kesenangan ku sendiri kalau mau lihat Novel ku Yang kacau ini silakan.
Update Tidak Menentu.
Genre: action.Fantasi Timur Reinkarnasi.romance.system.misteri.over power.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibnu zaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peninggalan Budha!
Annie dan Salsa yang saat ini melihat kedatangan Yang kai yang tiba-tiba mereka terkejut dan menatap Yang kai dengan ekspresi senang, namun setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Yang kai, terutama Annie yang sekarang sepertinya menyukai Yang kai dan mendengar kata-kata Yang kai akan pergi wajahnya memasang wajah enggan.
Salsa pun juga sama menatap Yang kai dengan wajah enggan. Walaupun ini adalah pertemuan pertama Salsa dan bertemu belum lama ini, karena kejadian yang ia lihat sebelumnya dirinya merasa ingin terus bersama Yang kai.
"Kakak Yang, apakah kakak akan pergi?" ucap Salsa dengan memasang wajah enggan.
Annie melihat Salsa berbicara ini, ia mengangguk dan menatap Yang kai yang saat ini memasang wajah serius.
Yang kqi mendengar kata-kata yang diucapkan Salsa, ia yang sebelumnya memasang wajah serius segera tersenyum dan berkata, "Ya, aku akan pergi dari desa ini, karena jika aku tinggal di desa ini sedikit lebih lama, para orang-orang jahat itu akan datang kembali." kata Yang kai sambil memberitahu Salsa.
"Tapi kak …," jawab Salsa yang saat ini memegangi baju kakaknya dan terdiam sebentar, "Kalau begitu, bisakah aku ikut dengan kakak Yang?" lanjutnya.
Annie yang mendengar ini ia terkejut dan menatap Salsa dengan heran, mengapa adiknya ingin mengikuti Yang kai? Namun setelah berpikir sejenak, ia mengerti kalau Salsa ini masih kecil dan belum mengerti dunia luar.
"Salsa mengapa kamu ingin pergi dengan kaka Yang kai? Apakah kamu ingin meninggalkan kakak?" ujar Annie.
Salsa menundukkan kepalanya dan sepertinya ia tersadar kalau ucapannya itu salah, "Maaf kak, aku tidak sengaja mengatakan itu …" jawab Salsa yang saat ini merasa dirinya bersalah.
Annie melihat ini ia tersenyum dan mengelus kepala Salsa, "Kamu tidak salah mengatakan itu, tapi kamu tahu apa yang telah terjadi sekarang? Jika kita yang berada di desa ini saja masih penuh bahaya dan bagaimana dengan dunia luar?" ujar Annie,
Ia mengerti walaupun jika Salsa benar-benar mengikuti Yang kai, Yang kai dapat melindunginya, namun karena ia tidak tahu latar belakang Yang kai, Annie tidak dapat membiarkan Salsa mengikuti Yang kai.
Yang Kai yang saat ini menatap kedua kakak beradik ini, ia tersenyum dan berkata, "Aku tidak bisa membawamu bersamaku untuk saat ini, karena ada masalah dan urusan yang belum aku selesaikan. Tapi tenang saja, setelah aku menyelesaikan semua ini aku akan kembali ke desa ini." ujar Yang kai sambil memberitahu beberapa hal tentang dirinya.
"Kalau begitu aku akan segera pergi dari sini, seseorang dari kelompok penjahat itu berhasil pergi dan sepertinya melaporkan ini ke markasnya, jika aku terus berada disini, ini akan membuat masalah pada desa ini." ucap Yang kai dengan wajah serius nada serius.
Annie melihat nada dan wajah Yang kai menjadi serius ia mengerti, sepertinya masalah ini berada diluar tingkat kekuatan yang ada di desa ini.
Dan Salsa mendengar ini ia mengerti kalau situasinya saat ini sedang bahaya.
"Kalau begitu, kita akan bertemu lagi lain kali, dan kau harus berhati-hati." ucap Annie yang saat ini memasang wajah malu.
"Ya, kakak Yang kai harus berhati-hati!" ujar Salsa.
Melihat ini, Yang kai mengangguk lalu berbalik dan segera melesat pergi dari desa ini.
Yang kai berjalan dihutan, ia menemukan beberapa pohon yang sudah berbuah dan tanaman herbal biasa. Ia juga menemukan ayam hutan dan **** hutan dikedalaman hutan.
Ketika ia berjalan semakin dalam, ia merasakan sebuah kehadiran yang samar dan tidak jelas, sekiranya berada di 500 meter darinya.
Ia berlari kearah aura itu dengan rasa penasaran, hingga ia menemukan sebuah candi kuno berbentuk buddha dengan batu yang sudah sangat usang dan berlumut.
Sejenak ia merasa kagum, bangunan didepannya seperti tempat peribadahan orang-orang cina di bumi dan biasanya dijadikan tempat sakral atau mistis.
Sedangkan candi didepannya mengeluarkan aura megah namun sangat samar, seperti lautan air namun ia hanya merasakan satu tetes air laut itu.
Ia bertanya pada sistem, "Sistem, benda apa yang ada didepanku ini?"
[Bangunan yang tuan lihat adalah bangunan kuno yang berasal dari jaman sebelum jaman kehancuran, berumur lebih dari 100 juta tahun dan peninggalan Budha .]
Yang kai mengerutkan keningnya, "Budha? Lebih dari 100 juta tahun? Bagaimana ada bangunan setua itu didunia ini?"
.
***
Di pedalaman lembah tersembunyi, markas Geng Serigala Aliran Hitam.
Seseorang pria berjalan ke arah pintu ruangan pemimpin Geng Serigala Aliran Hitam lalu mengetuk pintunya.
Pemimpin Kelompok Geng Serigala Aliran Hitam yang saat ini sedang menunggu kabar tentang pembunuhan anaknya dari bawahannya, ia mendengar suara ketukan pintu lalu menatap ke arah pelayan yang saat ini sedang berdiri di sudut ruangan dan mengangguk yang adalah tanda untuk menyuruh pelayan itu untuk membukakan pintunya.
Pelayan itu menunduk lalu berjalan ke arah pintu ruangan dan membukanya.
Pria itu melihat pintunya terbuka, ia menatap ke arah pelayan yang ada di depannya lalu berucap, "Ada informasi penting yang harus diberikan kepada pemimpin secara langsung." ucapnya.
Pelayan itu menatap pria yang di depannya mengatakan kalau ada informasi penting ia mempersilahkan pria itu untuk memasuki ruangan pemimpin Geng Serigala Aliran Hitam.
Melihat ini, pria itu segera berjalan ke dalam ruangan ini dan melihat ada pemimpinnya yang sedang duduk di kursi menatap dirinya.
"Pemimpin, berita tentang siapa pembunuh yang membunuh anak Anda telah di temukan, dan ini adalah lukisan visual dari seorang pembunuh itu." ujar pria itu sambil mengeluarkan kertas yang memiliki visual seorang pemuda yang adalah gambar Yang kai.
Pemimpin itu mengambil kertas yang ada di tangan pria itu lalu melihatnya, ia melihat kalau gambar yang ada di dalam kertas ini adalah seorang pemuda yang terlihat berusia 15 atau 16 tahun. Lalu ia meremas kertas ini sampai hancur dan menatap pria yang ada di depannya.
"Jadi, bagaimana dengan bocah itu? Apakah sudah ditangkap?" tanya Pemimpin Geng Serigala Aliran Hitam ini.
"Sekelompok elit kita telah mengepung mereka, namun orang-orang yang sedang mengepung ini tampaknya telah meninggal, dan dari token mereka, mereka meninggal secara bersamaan." jawab Pria itu.
Mendengar ini, Pemimpin Geng Serigala Aliran Hitam merasa kesal dan membentak, "Dasar orang-orang tidak berguna! Hanya menangkap seorang bocah saja tidak mampu!" bentaknya lalu menatap pria itu, "Kau bisa kembali ke tempatmu." lanjutnya.
Mendengar ini Pria itu segera berbalik dan pergi.
"Kau, cepat panggil ke-enam jenderal lainnya untuk segera datang ke ruanganku." perintah Pemimpin Geng Serigala Aliran Hitam kepada pelayan yang sedang berdiri di depan pintu masuk.
***
Namun saat ini di jarak 1.000 meter di belakang Yang kai, sekelompok elit dari Geng Serigala Aliran Hitam yang memiliki tingkat kekuatan Ranah Jalan Surgawi dan bahkan beberapa orang berada di tingkat Mortal bintang 2.
"Dari yang dilihat jejaknya, tampaknya pemuda itu berlari ke arah hutan Jurang . Aku telah menempatkan ratusan tikus yang mengejar, dari Desa Margarin yang sebelumnya pemuda itu berada bau nafasnya berada di arah hutan Jurang
Tikus pengejar adalah pelacakan rahasia Geng Serigala Aliran Hitam kami. Dari indera penciumannya seribu kali lebih kuat dari anjing pemburu, karena tikus pengejar telah kembali memberikan informasi, pemuda itu sedang berjalan di jalan kedalam hutan dekat jurang
." ucap seorang yang memiliki kekuatan Komandan Tingkatan Mortal.
"Hahaha … Pemimpin Semer, kelompok pemburumu sungguh luar biasa, aku bahkan tidak dapat merasakan pemuda itu karena pikiran spiritualku hanya berjarak 100 meter." ucap pria gemuk dengan panah di punggungnya.
"Aku bahkan tidak mengerti mengapa dengan tubuhmu yang gemuk itu memilih panah sebagai senjata utama mu Pemimpin Dasom." ucap Pemimpin Semer sambil menatap tubuh gemuk Pemimpin Dasom yang berada di sebelahnya.
Saat ini sekelompok elit dari Geng Serigala Aliran Hitam ini segera mengejar Yang kai yang saat ini akan sampai di dalam hutan jurang luas.
…
——————————————————————————
Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!