Cinta pada pandangan pertama
Michael Hermawan murid kelas X bertemu dengan
Mutiara Putri Anjani kelas XII saat ujian semester yang duduk bersebelahan dengannya selama ujian berlangsung.
selama 1 minggu itu, bibit cinta tumbuh dalam hati Michael.
Apa saja yang dilakukan oleh Michael untuk menarik perhatian Tia yang notabene 2 tahun berada diatasnya?
Bagaimana Michel berusaha mengatasi berbagai rintangan untuk mendapatkan Tia
saat Tia hanya menganggap Michel sebagai adik kelasnya?
Apalagi ternyata Tia sudah dijodohkan dengan Indra, mahasiswa tahun akhir cucu dari teman kakeknya.
Dan Daniel, seorang pengusaha entertainment yang mengorbitkan sekaligus mencintai Tia.
terima kasih sudah membaca.
semoga kalian suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EnderGamer 1256, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendadak Populer
Indra tak tau harus berkata apa dan harus bersikap seperti apa.
Penampilan Tia dan teman-teman nya luar biasa.
Patut mendapat acungan jempol.
itu bukan penampilan asal jadi yang biasa jadi penampilan band kampus
tapi penampilan yang dipersiapkan dengan matang.
Walaupun kostum mereka biasa saja bukan kostum panggung, tapi tetap cocok dengan lagu dan tarian mereka.
Mau tidak mau Indra kagum pada mereka.
Tapi...
Astaga....
Indra juga terkejut dengan keberanian Tia memamerkan diri dalam rok pendek dan tarian mengundang.
Memang tidak seronok tapi....
Indra menyaksikan bagaimana cowok-cowok di sekitarnya melahap pemandangan yang disuguhkan oleh Tia dan teman-temannya..
Di luar dari kualitas suara yang diatas rata-rata.
Semua penonton begitu menikmati penampilan mereka.
Cewek cowok.
Mereka terkenal sekarang.
Dan...bagaimana sekarang Indra akan menjaga Tia ?
Indra menggelengkan kepala.
Amarahnya terbit.
Saat Tia muncul, Indra menyambar pergelangan tangannya dan menariknya kasar.
"Ayo pulang ! " bentaknya.
Tia tercengang.
Steve, Dave, David dan Liv saling memandang.
Indra tidak peduli.
Tia tersandung sandung mengikuti langkahnya.
"Mas..mas kenapa? " tanyanya bingung.
Indra berbalik.
Dia menatap Tia dari atas ke bawah.
Menyadari bahwa Tia masih memakai rok pendek walaupun Atasannya sudah berganti dengan kaus gombyor.
Indra melepas jaketnya lalu tangannya melingkari pinggang Tia memasangkan jaket ke sekeliling pinggang.
Indra lalu mundur. Melihat hasil kerjanya.
Bagus..tertutupi dengan sempurna.
"Ayo !" katanya.
Tia tidak terima diperlakukan seperti anak kecil.
Dia sudah berumur 18 tahun lebih. Sudah mahasiswa. Tapi laki-laki di depannya ini memperlakukannya seperti anak kecil di depan teman-temannya seakan dia belum cukup umur untuk memilih pakaiannya sendiri.
"Mas ! apa-apaan sih !" katanya sambil mencoba melepas jaket yang melilit pinggangnya.
"Kau jangan coba-coba membuka jaket itu !" katanya mengancam.
"Aku gak mau pake jaket ini.
aku bukan anak kecil lagi
siapa mas memperlakukanku seperti in..."
Tia tidak sempat menyelesaikankan ucapannya.
Indra mendorongnya ke pilar kampus yang agak gelap.
Tangannya dikunci di kanan kiri.
Tia menarik nafas kaget.
"Apa kau bilang ?
siapa aku?
aku tak berhak memperlakukanmu seperti ini??
Aku ini tun..tun.."
Indra berhenti.
Hampir saja rahasianya dibocorkannya sendiri.
Dia menatap Tia yang terbelalak ketakutan.
Sejenak mereka saling menatap.
Bibir Tia terbuka.
Indra menurunkan tatapannya. Memandang bibir yang terbuka itu dan lidah merah jambu di dalamnya.
Bau parfum Tia menyeruak ke dalam indera penciumannya.
Jantungnya berdebar keras.
Indra merasa pundaknya dipegang. Dia melirik.
Steve dan Dave.
"Kalian jangan ikut campur!" tukasnya.
"Lepasin Tia Ndra. Liat...dia ketakutan." kata Dave lembut.
Pegangan Indra mengendur sedikit.
Tia menarik nafas.
Tangannya mendorong tangan Indra.
Indra melepaskannya.
Mata masih terus menatap Tia.
Tia menunduk.
Steve menepuk ringan bahu Tia. Mengajaknya keluar dari kungkungan badan Indra.
Mereka berjalan bersama ke parkiran.
"Kamu sering nyanyi ?" tanya Steve pada Tia
.
Tia mengangguk.
"Tadi itu keren banget. Kenal mereka dimana ?"
"Teman Nathan. Nathan dan aku sering nyanyi bareng dulu disekolah. Itu band mereka. Aku diundang aja.
Minggu depan kita diundang main di health science."
Indra berhenti lalu memutar tubuhnya menghadap Tia.
Steve menatap memperingatkan.
"Kenapa sih Mas ?" protes Tia keras kepala.
"Dari dulu aku itu udah nyanyi. Dan baik-baik aja tuh."
"Disini kamu itu orang asing!!" bantah Indra.
"Disini Dan di sana itu lebih aman disini mas !" Tia tetap berkeras.
"Dia benar Ndra. " kata Dave.
"Lagipula ini hal yang sudah dia lakukan bertahun - tahun sebelum kenal kamu. Dan dia sangat berbakat.
Kamu....ehmm...gak punya hak untuk melarang Tia melakukan hal yang disukainya selama hal itu tidak membahayakan dirinya. " Dave melanjutkan.
Liv mengangguk. " aku setuju dengan Dave."
"Begini saja. Beritahu kami kalau kamu mau manggung. Salah satu dari kami akan mengantarmu." kata Steve.
"Aku tidak mau.
Ini aktivitasku.
Bukan aktifitas kalian. Kenapa kalian jadi repot karena aku mau melakukan aktifitasku.
Lagipula aku bukan sendiri.
Ada Nathan, Jeff, Prakash, Mike, Lisa Dan Sally.
Selama seminggu ini aku pulang sama mereka kok." Tia tetap bertahan.
ini menyangkut kebebasannya.
"Aku bukan anak kecil yang perlu diantar kemana-mana.
owh...plis deh..tolong pahami aku.
Aku ini bukan mau pergi perang."
"Sebetulnya kalian ini sedang kelebihan hormon testoteron ya? " celetuk Liv.
"Dia akan baik-baik saja.!"
"Dan kau..." tunjuk Liv pada Indra, "sampai semua jelas, kau tidak punya hak apa-apa untuk mengekang kebebasannya."
"Apa yang jelas ?" tanya Tia.
"Segala yang harus dijelaskan !" kata Liv samar.
"thank you Liv, sudah membantuku menjelaskan pada para pria ini." tunjuk Tia pada Indra dan Steve.
Indra masih bungkam.
"Aku tau tadi aku bilang tidak mau diantar. Tapi kalau kalian ada waktu, nonton ya.." ajak Tia.
"Tenang saja Tia.
Dengan penampilanmu malam ini, aku merasa sayang melewatkannya." kata David yang sedari tadi diam.
-------------???------
Hari Senin.
Tia berjalan masuk gedung bersama Indra, Steve, Liv, dan Dave.
"Hai Tia !"
"Hai Tia..."
'Tia!! you're so hot !!" seru seorang mahasiswa yang sedang berkumpul dengan teman-teman nya.
Indra langsung berbalik ke arah suara itu. Dave dengan cepat menghadangnya.
"Jangan cari ribut!" katanya dengan tegas.
Steve mendorong Indra supaya kembali melangkah ke depan.
"Hai Tia...kamu mau datang ke pesta kami malam Minggu besok ?" sapa Nicky salah satu mahasiswi paling populer di kampus.
Tia tercengang.
"Dia ada acara denganku malam minggu besok." Indra menjawab sebelum Tia sempat membuka mulut.
"Ah..iya...aku harus nyanyi di health science " katanya tersenyum.
Nicky belum sempat menjawab, Indra sudah menarik Tia pergi dari situ.
"Hello Miss Anjani.." sapa Mr Lawrence. Salah satu dosen paling killer di arsitek.
'Hello Mr Lawrence..' sapanya sopan.
"Penampilan kamu bagus kemarin ." katanya sambil menatap Tia dari atas ke bawah lewat atas bingkai kacamatanya.
"Thank you Mr Lawrence." Tia menjawab sopan.
"Permisi Mr Lawrence.." Indra kembali menyeret Tia pergi.
Dave, Steve dan Liv cengar-cengir.
Sementara Indra kembali cemberut.
------------------?????---
Ribuan kilometer
Michael sedang menonton aksi Tia di YouTube dengan muka merah padam menahan kesal.
Michael sedang duduk-duduk selepas basket di tepi lapangan saat Olive dan beberapa temannya menghampirinya.
"nih..kelakuan cewek loe !" katanya sambil menghadapkan layar ponsel ke Michael.
Olive lalu menekan start.
Di layar tampak Tia dan 2 temannya menyanyikan lagu Bang bang dengan tarian ala KPop.
Teman-teman Michael langsung berkerumun.
Beberapa dari mereka memutar sendiri di ponselnya setelah melihat judulnya.
Bang bang. by technology university student.
Michael menonton sampai habis termasuk saat Tia berkolaborasi di lagu pertama dan kedua.
"Itu ada kak Nathan." kata Robert sambil menepuk pundak Michael.
Menenangkannya.
Beberapa teman bertepuk saat Tia menarik suara di lagu kedua.
"Gilak! suara kak Tia mantap ."
Michael diam.
SDIKITPUN TDK SEDIAKN PMGAWAL BUAT TIA, MLH DANIEL YG SDIAKN, HRSNYA SI KEL YG SDIAKN...