Diana seorang gadis pintar dan cantik. Ia dipertemukan dengan seorang bos yang ternyata adalah teman masa kecilnya. Ya teman kecil yang sangat usil padanya.
Selama menjadi salah satu karyawannya, hal-hal konyol selalu terjadi dan membuat si bos dingin itu menjadi bobrok. Adu mulut dan pertengkaran kecil pun tak terhindarkan.
Hingga suatu hari mereka harus menyetujui pernikahan yang tak berlandaskan cinta satu sama lain.
Bagaimana kelanjutannya?
Yuk kita kepoin cerita sama-sama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sripujiayu620, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 32
Rifki masih saja tertawa melihat penampilan Diana.
"Kenapa aku ceroboh gini.. " Gerutu Diana sambil mengacak-acak rambut frustasi.
"Aku lanjut kerja dulu deh. " Ucap Diana menuju ingin keluar dari ruangan Rifki. Ia malu di tertawakan terus menerus oleh Rifki.
Rifki melihat waktu pada jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. " Eh tunggu. " Perintah Rifki.
Sontak Diana berhenti. " Kenapa lagi sih. " Batin Diana kemudian membalikan badannya menghadap Rifki.
"Apa? "
" Ini sudah waktunya jam makan siang. " Tutur Rifki.
Diana mungut-mungut mengerti dan melangkah kan kakinya untuk pergi dari ruangan itu.
"Mau kemana? " Tanya Rifki lagi.
"Apaan lagi sih? " Geram Diana. Sedari tadi jika ia ingin keluar dari ruangan Rifki selalu saja di hentikan.
"Apa kau tidak malu pakai sepatu lain sebelah? " Ucap Rifki dengan gelak tawanya.
Diana langsung melihat ke arah bawah. Ia memastikan sepatu yang ia pakai dan ternyata benar ia menggunakan sepatu yang tidak sama satu sama lain.
"Haduh nyet.. nyet.. kenapa hari ini kau rada-rada oon ya? " Ledek Rifki yang masih dengan gelak tawa nya.
"Ayo ikut aku. " Ucap Rifki beranjak dari kursi kebesaran nya. Ia menarik tangan Diana untuk mengikutinya.
"Kemana? " Tanya Diana namun tak di gubris oleh bosnya.
"Ayo masuk! " Perintah Rifki agar Diana masuk ke dalam mobil yang baru ia beli.
"Kau mau pamer sama ku? " Ucap Diana mengangkat alis bagian kanannya.
"Pamer bukan panutan ku. " Jawab Rifki singkat dengan gaya angkuhnya.
"Ayo masuk. " Perintah Rifki lagi.
"Ohhh atau jangan-jangan kau mau menculik ku heh? " Ucap Diana menduga-duga.
"Apa untungnya aku menculik mu? kau saja uring-uringan kayak gitu. " Ucap Rifki sambil memijat pelipis dahinya.
Diana sudah ingin melontarkan ucapan nya itu tapi sudah di cegah oleh Rifki.
"Aku tidak ingin mendengarkan asumsi mu yang tak masuk akal! Jadi turuti saja apa yang aku suruh. " Tegas Rifki membukakan pintu untuk Diana.
Rifki telah menyalakan mesin mobilnya. Ia sudah melaju dengan kecepatan yang lumayan cepat.
"Bisa gak sih jangan ngebut-ngebut, kau itu tidak bisa mengalahkan kecepatan super men tau. " Ucap Diana asal.
Tiba-tiba saja Rifki memberhentikan mobilnya secara mendadak. Sehingga membuat Diana kaget bukan kapala. Rasanya jantungnya mau copot.
"Kau ini gila? sudah ngebut-ngebutan dan berhenti dadakan! cari mati? " Ucap Diana menatap sinis bosnya.
"Apa kau tidak melihat semut sedang menyebrang jalan?" Ucap Rifki asal-asalan.
"Semut? " Diana langsung memukul lengan Rifki dengan sekuatnya. Ia sangat geram dengan sikap Rifki.
"Gak masuk akal tuh jawaban. " Ketus Diana.
"Makanya sebelum bertanya kau melihat sekitarnya. Apa kau tidak melihat lampu merah itu? " Ucap Rifki menunjuk lampu yang masih berwarna merah.
"Sebagai warga negara yang patuh, kita harus mematuhi semua peraturan-peraturan yang telah di buat. Termasuk itu. " Ucap Rifki kembali menunjuk lampu yang masih berwarna merah.
Diana hanya memutar bola matanya. Kali ini Rifki seperti guru mata pelajaran yang sedang menjelaskan di depan muridnya.
Rifki kembali menjalankan mobilnya. Kali ini ia melaju dengan kecepatan sedang.
Mobil berhenti di sebuah mall.
"Buat apa kita kesini? " Tanya Diana.
"Buat ngamen, biasa untuk tambah-tambahan. " Jawab Rifki asal.
"Aku serius. " Ucap Diana memelas.
"Aku juga serius. " Ucap Rifki menahan tawa.
"Ikuti saja jalan ceritanya. " Ucap Rifki singkat.
" Cerita? emangnya ini drama apah. " Ucap Diana sewot.
Diana dan Rifki memasuki mall. Rifki membawa Diana pada toko baju.
"Aku minta kamu pilih baju yang bagus dengan catatan jangan kamu memilih baju yang bernuansa doraemon atau barbie-barbie gitu yah" Ucap Rifki.
"Idih siapa juga yang mau pakai baju anak-anak. " Jawab Diana sewot.
"Mungkin saja kan? kau ini tidak bisa di tebak, terkadang tingkah mu seperti anak-anak. Jadi lebih baik ku ingatkan terlebih dulu. " Jelas Rifki.
"Tau apa kau tentang ku? " Ucap Diana sewot dan mulai mencari baju.
"Tapi ngomong-ngomong ini semua kamu kan yang bayarin? " Tanya Diana.
"Iya."
Tinggal kan jejak kamu dengan like di setiap ceritanya.
Jangan lupa buat berikan komentar positif nya yah😊.
kata Khan peta ,,,
😅😂🤣 ithu Khan kata Dora ,,,
smga kedepan'a lebih seru dan menghibur,,,😅