NovelToon NovelToon
ELINA

ELINA

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:900.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Asni J Kasim

Mohon untuk tidak membaca novel ini saat di bulan puasa. Terutama disiang hari. Untuk malam hari, silahkan mampir jika berkenan.


"Aku tidak mau menikah dengan Pria tua itu, Ibu" kata Elina pada Ibu tirinya.

Elina di jual oleh Ibu tirinya pada seorang Pria yang tidak diketahui identitas aslinya. Sakit, jelas Elina merasa hatinya sangat sakit.

Apakah Elina bisa mendapatkan kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Mohon dukungannya berupa bintang 5 untuk yang belum kasih bintang. Like tiap episode dan Vot mungkin. Hehehehe

-------------

"Aku punya hak atas dirimu!!" balas Jonathan menekan kalimatnya.

"Ow ya, aku rasa kita sudah sepakat untuk tidak saling mengenal. Apa kamu lupa dengan selembar kertas yang kamu tulis? Jika memang iya, maka aku akan membantumu mengingatnya" ujar Elina dengan sinis.

"Berhenti Elina!!" bentak Jonathan. Rahangnya mulai mengeras, ingin rasanya ia memberi pelajaran pada wanita yang kini ada dihadapannya.

"Ck ck ck, keluarkan sifat aslimu agar aku tahu sisi jahatmu" ujar Elina.

"Jangan membuatku semakin marah, Elina. Cukup hari ini aku melihatmu berpakaian terbuka!" seru Jonathan penuh ancaman. Setelah mengatakan itu, Jonathan keluar dan pergi meninggalkan Elina yang mengepal tangannya.

"Akhh... dasar bedebah!!" pekik Elina. Elina melangkahkan kakinya secepat mungkin, mencari Jivan dan juga Anjas tapi keduanya tidak ada.

"Di mana mereka!" Elina semakin kesal. Ia menendang mobil Lamborgini yang kini terparkir di depan Kampus.

"Maafkan aku Bos" ujar Anjas yang tiba-tiba datang.

"Dari mana saja kalian! Kalian pengawalku atau aku pengawal kalian!!" seru Elina dengan geram.

"Saat Bos masuk ke dalam ruangan kaprodi, aku kebelet dan meninggalkan Jivan sendiri. Setelah aku kembali, kalian sudah tidak ada" jawab Anjas dengan hati-hati.

"Ternyata Bos di sini," kata Jivan yang tiba-tiba datang. Ia terlihat sedang mengatur napasnya.

"Ayo kita kembali, aku tidak ingin melihat pria bedebah itu!!" ketus Elina saat melihat Jonathan di dalam mobil.

"Maksud Bos siapa?" tanya Anjas tak mengerti.

"Kamu sengaja bertanya seperti itu. Apa kamu ingin aku membunuhmu!" Elina menatap tajam Anjas lalu masuk ke dalam mobil, begitupun dengan dua pengawal atau asisten sekaligus sahabat baru Elina.

Dalam perjalanan, Elina kembali diam dan murung. "Kenapa harus dia yang membeliku," batin Elina.

"Bos, apa Bos yakin kita kembali ke Perusahaan?" tanya Anjas yang sedang menyetir.

"Iya, aku harus mempelajari semua yang harus aku pelajari" kata Elina tanpa menatap Anjas.

"Cerita pada kami jika Bos memiliki kesulitan," ujar Jivan yang sedari tadi memperhatikan Elina.

"Apa kalian tahu alasan ibu Martha menjualku pada Jonathan?" tanya Elina. Ia menatap Jivan bergantian dengan Anjas.

"Kalau itu..." Anjas nampak ragu-ragu menjawabnya.

"Katakan padaku apapun yang kalian tahu. Kita sahabat kan, bukannya sahabat saling jujur" kata Elina menatap Anjas.

"Kamu saja Jivan, aku tidak berani.." kata Anjas.

"Ada apa dengan kalian berdua?" tanya Elina menatap tajam Anjas dan Jivan.

"Apa Bos pernah melihat ibu tiri Jonathan?" tanya Jivan.

"Belum pernah. Apa hubungannya dengan ibu tiri Jonathan?" Elina kembali bertanya.

"Akan lebih bagus jika Bos menghadiri undangan Perusahaan Javelis," ujar Jivan sembari fokus menyetir.

"Ada apa sebenarnya? Kata ibu Martha, ia menjualku pada Jonathan bukan tanpa alasan. Aku harus mencaritahunya," batin Elina.

Perusahaan Almero

Elina dan kedua sahabatnya melangka masuk ke dalam Perusahaan yang menjulang tinggi. Ketiganya nampak begitu indah dipandang. Jivan dan Anjas begitu tampan namun mereka jarang tersenyum pada orang lain.

Di dalam ruangannya, Elina kembali fokus membaca dan mempelajari semua berkas yang harus ia pelajari. "Hah!" Elina menghembuskan napasnya dengan kasar.

"Ternyata memegang tanggung jawab yang besar bukanlah hal yang mudah!" gumam Elina. Kepalanya bertumpuh pada berkas-berkas yang berada di atas meja.

Perusahan Javelis

Jonathan duduk di kursi kebesarannya sambil memainkan pulpennya. Pikirannya selalu tertuju pada penampilan Elina yang ia saksikan sendiri saat di kampus. Rasanya ia tidak terimah jika Elina berpenampilan seperti itu setiap harinya. "Apa dia pikir aku suka melihatnya berpakaian seperti itu!" ketus Jonathan sambil mengepal tangannya.

Jonathan membuang rempetan berkas yang tersusun rapi di atas meja kerjanya. Ingin rasanya ia mendatangi istrinya dan memberinya pelajaran. "Anjas dan Jivan sangat tidak bisa dipercayai, aku meminta mereka untuk menjaga Elina tapi kenyataannya mereka membiarkan Elina seperti vampir yang haus darah, apa gunanya coba dia berpenampilan seperti itu...!" gumamnya dengan kesal.

Drt... drt... drt...

Ponsel Jonathan bergetar. Jonathan menatap layar ponselnya sejenak, senyum terukir diwajah tampannya.."Halo, Klara. Ada apa?" tanya Jonathan saat panggilan terhubung.

"Kak, bisa temani aku ke Mall?" tanya Klara.

"Dua jam lagi kakak akan menjemputmu," balas Jonathan dengan lembut.

"Oke kak, aku putuskan panggilan ya.." kata Klara kemudian memutuskan panggilan telepon.

Jonathan membereskan semua berkas-berkas yang tadinya berserakahan di lantai. Setelah selesi, ia pun bersiap-siap untuk menjemput adiknya.

Horace Mann School

Jonathan melipat kedua tangannya di dada, ia menatap wanita yang kini tersenyum manis ke arahnya. Dia Klara, adik kandung Jonathan yang masih SMA kelas XII.

"Apa kakak menunggu lama?" tanya Klara dengan senyum. Mereka pun masuk ke dalam mobil.

"Apa yang mau kamu beli?" Jonathan balik bertanya.

"Sampai di sana baru aku lihat," kata Klara. Jonathan melanjukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak membutuhkan waktu lama, mereka pun sampai.

Mall

"Sebenarnya aku mau memperkenalkan kakak dengan wanita yang hampir aku tabrak hari itu," jelas Klara, ia tersenyum menatap kakaknya.

"Untuk apa Klara. Kakak sudah mau tunangan dengan Niza, kamu jangan aneh-aneh.." ujar Jonathan. Ia tidak mengerti dengan pikiran adiknya.

"Kakak...!" panggil Niza saat melihat Elina di depan pintu Mall.

"Hai," Elina melambaikan tangannya pada Klara.

"Aku pasti salah lihat," gumam Jonathan.

"Kakak tidak salah lihat, memang wanita itu cantik dan perfec" kata Klara, ia memuja kecantikan Elina.

"Apa kamu sudah lama menunggu?" tanya Elina dengan senyum.

"Tidak kak, kami belum lama datang" balas Klara sambil menyenggol lengan kakaknya.

"Kakak, cepat kenalan!" bisik Klara sembari memberi kode pada kakaknya.

"Elina," ujar Elina sambil mengulurkan tangannya pada Jonathan.

"Jonathan," balas Jonathan. Elina menatap tajam Jonathan saat Jonathan tidak mau melepas tangannya.

"Kalau cinta ya bilang," ujar Jivan yang tiba-tiba masuk.

"Betul sekali!" timpal Klara.

"Lepaskan!" ketus Elina. Dengan berat hati, Jonathan melepas tangan Elina.

"Klara, ayo kita cari baju" ajak Elina sembari menarik tangan Klara.

"Ayo..." balas Klara. Keduanya berlalu pergi mencari pakaian yang cocok untuk mereka.

"Ini bagus kan?" tanya Elina sembari memegang baju yang sangat cantik.

"Jangan baju itu!!" seru Jonathan. Ia tidak suka Elina membeli baju yang terbuka.

"Anjas, tolong bawa ke kasir ya" pintah Elina sambil menyerahkan baju yang Jonathan tidak suka.

"Elina...!" teriak seorang pria saat melihat Elina.

.

.

Bersambung..

Jangan lupa tap jempolnya dan rate 5

1
angel
musuhnya cm gt aj matinya ..gk seru
Irfan kurniawan
Lumayan
Riska Desi
biar cemburu si jonatan
Deistya Nur
keren 👍
Yeti Susanti
penasaran cpa sih prof stevin sbnr nya
Masmini Ketut
Tks Thor telah menyajikan cerita klh yg harmonis dg berbagai perbedaan nya. Lope U poll untkmu dn untuk karya mu
Asni J Kasim: Terima kasih banyak, Kak. Jika berkenan, silahkn mampir di Novel saya yang lain, yang ada tulisan Endnya. Yang belum ada, jangan dulu di Baca.

Yang sudah End, ada "Istri Nakal Dokter Aziz" "Wanita Pengganti" "Awal Tanpa Cinta"

😁😁
total 1 replies
Masmini Ketut
jd jengkel sm Tuan Javelis. Menyebalkan!! Tua tua keladi huhhh,,!!!
Masmini Ketut
Aq setuju semoga Elina dn Jonathan segera dikaruniai anak, jgn ada pelakor diantara mereka Thor
Masmini Ketut
Betul-betul, kecuali kondisi darurat atau bencana, barulah lelaki beristri boleh menggendong wanita lain selain istrinya. Setuju Thor eh Annie
Masmini Ketut
Ikut bahagia Thor Elina dn Jonathan bersatu dlm mahligai rumahtangga yg bahagia
Coretan Senja: Hai Ka, kalau berkenan mampir juga yuk di ceritaku judulnya MENIKAH DENGAN MAFIA ARROGANT hehehe 🥰
total 1 replies
Asni J Kasim
Kakak Paham? Karena kebanyakan pembaca bilangnya mereka sulit mengerti ini isi novel 🤣🤣
Masmini Ketut
akhirnya mereka sdh tdk salah paham lagi. Sdh tau isi hati masing-masing yg sesungguhnya. Tks Thor. Aq ikut bahagia, pengacau sdh tertbk
Masmini Ketut
Kasian Jonathan dn Elina thor. Jonathan sampe berlutu tpi jati Elina sdh sekeras batu tdk mau mendengar penjelasan Jonathan. Hadduh jgn pisahkn Elina dn Jonathan Thor. Tolong kasi buka kasi jln biar kesalah pahaman ini tdk berlanjut. Kasihani lah sy Thor, eh Elina dn Jonathan Thor
Masmini Ketut
aq jd nyesek bacanya thor. Jgn pisahkn Elina dn Jonathan thor. Luruskan kesalahan pahaman diantara mereka thor. Mereka saling mencintai mengapa harus saling menyakiti? Aq jd sedih baca ceritamu Thor
Masmini Ketut
mestinya kamu jujur Jonathan sebelum terlambat, sebelum rasa cinta berubah jd benci
Masmini Ketut
Kamu harus jujur sm suamimu kalau kamu tak ingin berpisah. kalau kamu ada rasa sm sama suamimu
Masmini Ketut
apa Jonathan itu Prof Steven ya?
Lisha Azza
lanjut
Ermelinda Marisa
semoga sja prof stevin adl jonatan....wkwkwkwk...maf ya thor...
Vinna_hot mommy
kok gak bikin part belah durennya Thor...
secara walopun udah nikah lama kan mrk selalu berantem n terpisah trus...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!