Setelah menjadi Yatim Piatu, aku disingkirkan dari Rumah Nenekku yang awalnya tempat tinggal saya dan ibu, 5 bulan RS, Ibuku meninggal.
Adik ibuku mengambil alih rumah itu tanpa bisa ku bantah, setelah acara 40 hari ibuku, bibi mengusirku, padahal umurku baru 14 tahun.
Aku ingat, kalau kami masih punya kebun, dan ada Gubuk disana, jaraknya 4 km dari kampung, yang aku takutkan nanti ada yang memperkosa ku.
Dengan berbekal parang dan cangkul aku berangkat, karena ultimatum bibi 3 hari batasnya.
Selama 3 hari aku bolak balik ke kebun itu, hingga hari ini adalah yang terakhir, besok pagi aku harus mulai tinggal disana.
Beruntung uang sumbangan kematian ibuku, diberikan langsung oleh Pengurus Desa,
Dan di sinilah aku tinggal dan takdir ku di mulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.32. Keluarga Pelayan 2
Jangan menangis Putriku, sebentar lagi kami pasti datang menemanimu, berikan senyum yang indah buat Bundamu ini, ucap Sang Ratu dengan lembut.
Selina berusaha tersenyum, dan kemudian kedua Seluet itu menghilang.
"Sekarang, apa rencanamu, jika kakimu sembuh? Tanya Selina tiba-tiba.
"Saya ingin tetap melayani Tuan Putri hingga akhir hayat dan Cincin ini terlepas dari jari saya, ucap Pak Daud.
"Baiklah, sekarang panggil pelayan mu, agar dia membantumu, dan telan ini, agar kakimu sembuh, perintah Selina.
Sejam kemudian, pak Daud kembali ke ruang kerjanya dengan langkah cepat, umurnya yang sudah 65 tahun, sekarang terlihat seperti umur 50 tahun.
"Terimakasih Tuan Putri, ucap Pak Daud, dan bersujud, kemudian dia duduk di lantai.
Karena di masa lalu, pelayan harus duduk di lantai, selama mendengar arahan majikannya.
"Berdirilah dan duduk di kursi, perintahkan pada yang lain, tidak ada yang boleh duduk di lantai, dan jangan memanggil saya Tuan Putri, cukup panggil Nona Muda saja, Perintah Selina.
"Tapi kami sudah bersumpah, untuk mengikuti aturan dari Kaisar dan Ratu, ucap Pak Daud.
"Saya tahu, dan ini Perintah, percuma kalian duduk dia lantai sebagai penghormatan tapi kalian tulus, saya butuh ketulusan dan kejujuran serta kesetiaan, apa kalian paham, ucap Selina.
"Baik Tuan Putri, ucap Pak Daud dan berpindah duduk di kursi, di ikuti seluruh keluarganya.
"Saya mohon maaf, karena datang secara tiba-tiba, dan adapun kedatangan saya, hanya untuk memberitahukan, bahwa, saya akan membangun kembali Kediaman keluarga saya, dan saya ingin memberitahukan, bahwa mulai saat ini, Keturunan dari Psk Daud, yang sudah ditetapkan sebagai, Pemimpin atau Kepala Keluarga Pelayan.
Sedangkan kalian akan di berikan tugas masing-masing, untuk kelangsungan Keluarga kita, tapi jika ada yang keberatan, bisa meneteskan darah nya di mangkok ini.
Setelah itu, kita putus hubungan, dan seluruh Fasilitas akan secara otomatis hilang, dan ingatan akan keluarga ini akan hilang, aturan lengkapnya pasti kalian sudah tahu, tegas Selina.
" Kami bersumpah akan selalu berada dalam naungan Keluarga Tuan Putri, ampuni kami, yang terkadang dirasuki hati iblis, ucap mereka dan langsung berlutut kemudian sujud 3 kali, sebagai tanda permohonan pengampunan.
"Bangunlah, ini pertama dan terakhir saya dengar kalian seperti itu, ambil Pill ini, dan meditasi 2 jam setiap malam selama 2 bulan penuh, renungan seluruh kesalahannya kalian.
Mulai hari ini, kalian kumpulkan siapa saja, yang pintar dalam Ekonomi, kesehatan, teknologi, dan Pertanian serta Perkebunan dan Peternakan.
Saya akan membangun Bisnis keluarga, agar kita semua bisa hidup mapan, agar keturunan kita di masa depan, tidak mengalami kesusahan.
Para keluarga pelayan langsung membangun kelompok masing-masing yang disebut Selina.
Sekarang, kalian buat rancangan perusahaan, sesuai bidang masing-masing, dan lapor ke pak Daud.
Jangan Kuatir soal uang, setelah selesai membuat draft pendirian Perusahaan, setelah semua sudah terima, maka modalnya pasti ada.
Pak Daud, tugasmu saat ini, buat Perusahaan induk, dan namakan Sadewa Imperium Company (SICom).
Dan mulai, hari ini, kita Menggunakan nama SADEWA, sebagai identitas keluarga kita, dan misi kita saat ini adalah,membuat nama Keluarga SADEWA berada di Puncak, tegas Selina.
"Dengan senang hati, kami akan bekerja keras agar Keluarga kita, kembali berjaya, ucap mereka penuh semangat.
"Bagus, sekarang daftar setiap anggota keluarga, saya ingin tahu, berapa anggota keluarga kita, sebutkan dan sebutkan menantu di keluarga kita karena akan ada kode khusus bagi menantu di keluarga kita.
Selina berpikir untuk memberikan mereka, tanda keanggotaan, sesuai harus darah agar tidak ada pengkhianat di masa depan.
Selina menghitung semuanya dan memberikan Pill Regenerasi Fisik dan Sel serta Pill Pengetahuan.
Setelah menunggu 3 jam, kini seluruh keluarga yang berjumlah 150 orang dewasa dan anak-anak, telah berubah menjadi lebih cantik dan tampan, serta bentuk tubuh yang proporsional.
"Saya memperbaharui tanda pengenal Keluarga kita, yaitu Tato Berlambang Phoenix, dan seluruh keturunan kalian akan mendapatkan tato secara otomatis saat keturunan kita lahir.
Terakhir, didepan kalian ini adalah Cincin Pusaka keluarga kita, akan tetapi, untuk anak-anak di bawah 6 tahun, Cincin ini akan menjadi gelang, dan akan kembali Menjadi Cincin, saat anak itu berulang tahun yang keenam.
Setiap cincin atau gelang tidak akan bisa hilang dari penggunanya dan ketika orang itu meninggal, maka cincinnya akan kembali kepada Kepala keluarga dan akan hancur setelah isinya ambil oleh keluarga nya.
Ingat baik-baik, Cincin ini adalah rahasia keluarga Kita, barang siapa yang membocorkannya ke pihak luar, berarti sudah siap menanggung resikonya.
Selina membahas berbagai rencana untuk membangkitkan Keluarga SADEWA.
Setelah selesai berdiskusi, Selina kembali ke rumah nya.
Di kediaman Daud sendiri, seluruh keluarganya segera menggelar rapat, untuk mewujudkan rencana Putri mereka.
Daud sangat bahagia, melihat keluarganya, bahkan leluhur Keluarga Daud Yaitu ayahnya, kini sudah sangat sehat,
Selina tiba rumahnya, sudah jam 8 malam, terlihat Aurora yang masih setia nonton TV.
"Serius sekali sayang, sapa Selina.
"Kakak sudah pulang, ucap Aurora.
"Ia sayang, apa Aurora sudah makan? Basa basi Selina.
"Sudah kak, jawab Aurora sambil menatap kakaknya.
Dengan hati bahagia, Selina pun beristirahat, sebelum matanya benar-benar tertutup, dia sempat berpikir untuk membangun kejayaan keluarga angkatnya.
Jika bukan karena orangtua angkatnya, dapat di pastikan, hingga saat ini dia masih tinggal kebun dan tetap di remehkan.
Pagi-pagi benar, Selina sudah tiba Goa tempat ayah dan ibu angkatnya di kuburkan.
Selina melihat dua gundukan tanah yang dia buat,tidak ada perubahan, hanya ada beberapa pepohonan yang tumbuh di sekitar 2 gundukan tanah tersebut.
Setelah mendekat, alangkah bahagianya Selina, ternyata pohon-pohon tersebut adalah adalah pohon Kehidupan, Pohon Kebinasaan, Pohon Jiwa dan Terakhir Pohon Kebahagian serta ketenangan.
Dalam catatan, jika buah dari keempat pohon itu di buat Pill, di tambah Ginseng 100 ribu tahun, jamur hitam serta lotus 7 kelopak, akan tercipta Pill Abadi.
"Ini keberkahan yang sangat banyak, semua tanaman yang di maksud ada di tanganku", monolog Selina.
Namun begitu, Selina tidak akan sembarangan memberikan Pill tersebut kepada siapapun.
Selina lalu memetik buah dari masing-masingnya pohon yang hanya berbuah 1 biji, dia harus menunggu 100 tahun lagi untuk mendapatkan buah itu lagi.
Selesai memetik buah dari pohon-pohon itu, Selina memberikan penghormatan dan keluar dari Goa.
Dia mendatangi gubuk yang pernah menjadi tempat tinggalnya dan menyapa Mawarni yang sedang membersihkan ikan.
"Selamat pagi Mawarni, sapa Selina.
"Astaga Selina, kamu itu setiap datang, selalu mengagetkan aku saja, ucap Mawarni.
Ya memang dia tahu, Selina sebulan sekali pasti datang, dan waktunya pasti pagi-pagi.
Kehidupan keluarga Mawarni, sudah sangat berkembang, hasil kebun sangat melimpah, Selina tidak pernah meminta uang sepeserpun kepadanya.
Kolam peninggalan Selina, seolah tak pernah habis ikan dan udang serta kepiting, padahal setiap Minggu, Mawarni dan suaminya selalu Panen dan menjualnya.
Setiap Minggu, keluarga kecil itu mendapatkan uang 1 juta, bahkan lebih, belum lagi hasil kebun, tanaman pala dan mendominasi di kebun yang luasnya 3.5 Hektar, ini lah sumber keuangan bulanan Mawarni, yang bisa meraup hingga 10 juta perbulan.