NovelToon NovelToon
NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)

NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:313k
Nilai: 4.9
Nama Author: Asri Devi

NOVEL INI DALAM PROSES REVISI ‼️

Di usianya yang ke 17 tahun, Selenia sudah menyandang status sebagai seorang istri sekaligus juga masih berstatus sebagai pelajar.

Pernikahan itu terjadi karena permintaan terakhir Ibunya dan bersifat rahasia. Dia dinikahkan dengan anak dari sahabat Ibunya yang usianya terpaut 13 tahun lebih tua darinya.

Mampukah Selenia menjalani perannya sebagai istri dan murid SMA dalam waktu bersamaan?

Akahkah dia menyerah?

Cover edit by Canva
Cover pict by Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NDA -32-

"Tono, kamu perhatiin nggak akhir-akhir ini sikap Non Selenia ke Pak Adam mulai berubah?" Bi Iyah sedang bercengkerama di ruang belakang, meninggalkan Selenia dan kedua temannya.

Pak Tono--sopir yang selalu antar jemput Selenia ke sekolah, ingat?--sedang menikmati kopi panas buatan Bi Iyah.

"Ya bagus deh kalau begitu Mak," Pak Tono selalu memanggil Bi Iyah dengan sebutan Mak.

"Aku itu yo ayem Ton kalo liat mereka akur. Nggak kaya biasanya yang kaya orang nggak saling kenal," tutur Bi Iyah. Dia tengah memotong wortel, kacang dan meracik beberapa bahan sayuran untuk di masak sore ini.

"Maklum Mak, Mbak Selenia itu kan masih sekolah. Mungkin dia kurang bisa menerima posisinya sekarang. Anak ABG itu kan maunya bebas Mak, nggak mau diatur-atur."

"Iya, tapi Pak Adam juga nggak banyak ngatur ke Non Selenia lho," ujar Bi Iyah. "Buktinya dia ngebebasin Non Selenia buat ngelakuin apa aja yang dia suka."

"Tapi kadang kalau dipikir-pikir lucu juga ya Mak. Masih sekolah, tapi udah nikah. Itu kalau di kampungku pasti sudah heboh. Yang ada malah, pihak perempuannya harus keluar dari sekolah. Mak tahu sendiri kan lingkup kampung itu seperti apa? Ada gosip secuiiiil aja, nyebarnya cepet banget!"

"Yaaah, mau gimana lagi Ton. Jodoh, maut, rezeki kan nggak ada yang tahu. Semoga saja hubungan mereka bisa langgeng ya."

"Amiin. Mereka juga sebenarnya cocok kok Mak. Meskipun usia Pak Adam dan Mbak Selenia terpaut jauh, tapi Pak Adam nggak begitu terlihat terlalu tua kalau disandingkan sama Mbak Selenia," Pak Tono menghabiskan tegukan kopinya yang terakhir.

"Ya itu tadi kaya yang aku bilang, namanya jodoh. Kalau menurutku ini ya, Pak Adam itu mengayomi. Dia cocok kalau disandingkan sama Non Selenia, nggak hanya dari segi fisik. Tapi dia juga bisa memahami sikap Non Selenia yang masih labil..."

"Sshhhh...." Pak Tono celingukan. "Jangan ngomong labil-labil Mak," Dia mengarahkan telunjuk ke mulutnya. "Kalau Mbak Selenia denger, nanti dia marah lho."

Reflek Bi Iyah menepuk-nepuk mulutnya. Dia mengambil gelas kopi milik Pak Tono yang sudah kosong dan membawanya ke kitchen sink.

"Kamu udah makan siang apa belum Ton?" tanya Bi Iyah dari dalam dapur.

"Sudah Mak!" teriak Pak Tono.

Bi Iyah muncul lagi dengan membawa kotak berisi butiran bawang merah dan putih dan bumbu-bumbu masak lain.

"Makan di mana?" Bi Iyah bersimpuh dan mulai mengiris si bawang satu per satu.

"Tadi di jalan ketemu sama temen seprofesi. Mampir deh ke warteg."

Bi Iyah mencibir. "Hmmm... jangan royal-royal. Inget anak istri kamu di rumah."

"Wong cuma makan nasi sama orek tempe sama telor ceplok lho Mak," jawab Pak Tono.

"Iyaaa, tapi kan di rumah juga ada makanan Ton."

Pak Tono umurnya 45 tahun dan sudah menikah. Dia tinggal di kota yang tak jauh dari tempatnya bekerja saat ini. Perjalanan dari sini ke rumahnya cukup ditempuh waktu sekitar 4-5 jam. Dia biasa pulang ke rumah setiap dua minggu sekali untuk menemui keluarganya.

Sementara Bi Iyah sebenarnya dia sudah lama mengenal keluarga Adam. Dulu sebelum bekerja di rumah ini, dia juga bekerja sebagai IRT di rumah teman Bu Lisa. Namun keluarga yang pernah dia ikuti tersebut sekarang sudah tidak tinggal lagi di Jakarta karena pindah ke Semarang. Tak ingin Bi Iyah pulang kampung, Bu Lisa langsung menarik beliau supaya ikut Adam--setelah Adam menikah dan memilih untuk tinggal di rumahnya sendiri. Sekaligus supaya ada yang bisa menyiapkan kebutuhan mereka berdua sehari-hari karena Bu Lisa tahu Selenia pasti belum bisa mengambil peran sebagai Ibu Rumah Tangga dengan statusnya yang masih menjadi anak sekolah.

"Ya udah Mak, aku mau nyuci mobil dulu," Pak Tono beranjak dari tempatnya.

...🌺🌺🌺...

Waktu sudah menunjukkan hampir pukul tiga sore dan Adam masih berkutat dengan komputernya. Berkas di hadapannya sebagian mulai menipis karena telah dikerjakan beberapa. Setelah merampungkan satu map, dia menghela nafas panjang dan meregangkan otot-otot tubuhnya sambil tetap duduk di kursi.

"Lanjut besok aja lah," gumamnya sembari memasukkan berkas yang tinggal sedikit itu ke dalam laci.

Setelah di rasa cukup, dia pun mulai berkemas dan bersiap untuk pulang. Jujur, dia sudah kangen sama Istrinya. Seharian ini dia sengaja tidak mengirimi Selenia pesan supaya Selenia bisa fokus istirahat.

Tapi sore ini langit tampak mendung dan rintik air hujan perlahan mulai jatuh. Adam mengemudikan mobilnya perlahan. Suasana pun seperti biasanya, macet. Yah, begitulah Jakarta.

Sembari mengemudi, Adam mengamati sisi-sisi jalan kalau-kalau ada yang bisa dibeli untuk oleh-oleh Selenia di rumah. Namun pada akhirnya matanya justru tertuju pada etalase besar yang berisi macam-macam boneka di sebuah toko di pinggir jalan. Melihat benda lucu tersebut dia jadi teringat Nola. Gadis kecil yang sudah memikat hatinya.

Setiap kali melihat Nola, dia selalu membayangkan 'seandainya dia punya anak'. Lalu tanpa pikir panjang, Adam pun menepikan mobilnya menghampiri toko tersebut. Dia ingin menjenguk Nola di rumah sakit dan membawakan boneka itu untuknya.

...🌺🌺🌺...

"Gue pulang dulu ya Sel," Cia berdiri dan memeluk Selenia hangat. "Cepet sembuh."

"Get well soon Sel," sahut Tony seraya tersenyum.

"Makasih ya udah pada dateng," kata Selenia.

"Kalau memamg belum fit beneran, istirahat dulu aja di rumah," pesan Tony saat mereka berjalan keluar.

"Tuh dengerin," sambung Cia menggoda.

Reflek Selenia menoyor kepala Cia pelan.

"Auuuhh..." Cia memekik pelan.

Setelah Tony dan Cia pergi, Selenia bisa bernafas lega. Untung Adam belum pulang, batinnya sembari mengusap dada.

Selenia kembali ke kamar untuk memeriksa ponselnya kalau saja ada pesan atau panggilan dari Adam. Tapi ternyata nihil. Mungkin dia memamg lagi sibuk. Atau mungkin.... Selenia melihat jam dinding, jam 3.15 menit. Dahinya mengernyit dalam-dalam.

Kok tumben Adam belum pulang?

...🌹🌹🌹...

...To be continued 👋🏻...

1
Noerlina Akbar
Luar biasa
Ummu Shafira
aku suka karyamu thor, enak dibaca, tata bahasanya, alurnya pokoknya top deh, semoga banyak yg mampir🥰🥰🥰🥰
Lindarosanti
selena kq pangil nm adam si kn lbih tua ngk sopan kyk ny
TongTji Tea
at least menyapa orang yang 13 tahun lebih tua itu pakai kata sapaan yang sopan .Kakak,abang ,mas , koko,Om .
ok lah kalo Selenia ya walaupun akward ya masak langsung panggil nama aja sama suami.
Tapi ..kalo Cia ?
Asri Devi: iya ya... aku baru sadar 🤭
makasii ya koreksinya 🙏🏼
total 1 replies
Lin
alur ceritanya menarik ringan tata bahasanya bagus cerita tidak membosankan mengalir apa adanya rekomendasi banget ..
Azz Kalif
Aamiin Thor,semoga ada produser yg baca karyamu yg keren ini thor
Asri Devi: Terimakasih sudah sudi membaca sampai cerita ini End 🙏🏻
Terimakasih untuk doa baiknya, doa baik kembali ke kamu juga.

Yuk baca sekuel dari novel ini, masih On Going. Judulnya My Husband Is Mine 🤗
total 1 replies
angie_13
Tenang Ton Tuhan pasti sdh menyediakan wanita tepat untukmu cuma mungkin kalian belum dipertemukan sekarang.
angie_13
Pasti Devan atau orang suruhannya
angie_13
Siapa tu yg memandang Adam dan Selenia dengan tatapan benci? Devan kah?
trus siapa jg yg ngirim paket ke Selenia?
angie_13
tambah runyam.nie kayaknya🤔🤔
angie_13
Pak Anton kan single parent jg, kenapa ga pak anton aja yg dekatin Renata?
angie_13
bau2nya Renata suka nih ama Adam
Nafi' thook
bumil kenapa harus dirahasiakan seh
Nafi' thook: iya, biasalah agak riweh, pegang hp sama momong
total 4 replies
Nafi' thook
Adam nggak jadi pergi ya
Navito Aditya Pradana
maakkk
Asri Devi: Apa mak???
total 1 replies
Nona Kos Anjani
🌹🌹🌹🌹🌹
Nona Kos Anjani
mampir Thor
Reni Antika
mutilasi ajj tuh c devan🤭🤭
£¢°<^>™Ling Daoyun¢©∆°•°`|√^π°
aku suka novel kaka makasih juga dh mampir kenovel Aku , nanti aku baca lagi
re
romantis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!