NovelToon NovelToon
About Ziana

About Ziana

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Mafia / Diam-Diam Cinta / Identitas Tersembunyi / Karir / Tamat
Popularitas:863.5k
Nilai: 4.4
Nama Author: Skyrhaa

Ziana Callista (27) CEO dari Callista group. Pintar, Cantik, Mandiri, dan Tegas. Ziana merupakan anak broken home akibat keegoisan kedua orangtuanya.

Trauma akan masa lalu membuatnya menjadi cuek terhadap orang yang baru dikenalnya.

Namun semua berubah ketika Ziana tidak sengaja menolong seorang anak kecil yang hampir tertabrak mobil.

Dah segitu aja dulu gak pandai membuat deskripsi 😂😂😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyrhaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

"Sorry gue telat" ujar Ziana saat baru saja sampai di ruangan Regan.

"santai. aku juga baru nyampe, abis prewed" ucap Regan santai.

"jadi apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Regan lagi setelah perempuan itu duduk di hadapannya.

"gue butuh bantuan dari kalian" ucap Ziana serius.

Regan mengangkat sebelah alisnya mencerna ucapan Ziana.

"ceritain dulu abis ngapain di kota B, sampai pergi buru-buru gitu tadi"

akhirnya Ziana menceritakan semuanya kepada Regan. laki-laki itu yang selalu bisa Ziana andalkan saat ada masalah yang menimpanya.

Regan menggaruk dagunya berfikir. " agak berat ya, gak ada petunjuk sama sekali." ucapnya.

"aku udah punya rencana, tapi aku butuh support dari beberapa anak Bloody Rose" kata Ziana lagi.

"bisa, apa rencananya?"

Ziana memberitahukan rencananya kepada Regan. pria itu mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.

"ternyata kemampuan kamu menyusun strategi gak berubah ya Zi" puji Regan kepada mantan pemimpinnya yang kini di anggapnya sebagai adik.

"yang berubah cuma statusnya kalo otaknya masih yang dulu" jawab Ziana santai. Regan tertawa renyah mendengar penuturan Ziana.

"oh iya kamu nggak pulang?" tanya Ziana.

"kenapa?" Regan balik bertanya.

"kan seharian kamu sibuk ngurusin acara pernikahan, emang gak capek apa?" ujar Ziana lagi.

"ya lumayan lah" ucap Regan cuek.

"ini gak di kasih minum nih, haus banget gila abis perjalanan jauh" kata Ziana menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa.

"haha sorry sorry, lupa" Regan bangkit menuju ke kulkas mini yang ada di pojok ruangannya.

"lagian kamu bawa mobil kesurupan atau gimana? dari kota B kesini gak nyampe 2 jam" Ucap Regan lagi menggelengkan kepalanya, mau heran tapi itu Ziana.

Pria itu meletakkan minuman kaleng di depan Ziana.

"hahaha sekertaris aku muntah-muntah masa pas nyampe depan rumahnya" Kelakar Ziana mengingat Dita yang mabok perjalanan karena aksi ngebutnya tadi.

"kalo aku jadi sekertaris kamu udah resign mungkin" sahut Regan dengan nada bercanda.

"ya jangan sampai lah" ucap Ziana setelah selesai meneguk minuman kalengnya.

"oh iya kamu butuh support berapa? 8 orang cukup?" Regan kembali melanjutkan obrolannya lagi.

"kebanyakan, 4 aja udah cukup kok"

"nggak.. nggak itu terlalu sedikit, bahaya aku kasih 6" protes Regan karena Ziana hanya meminta 4 orang yang akan membantunya.

"Re.. kebanyakan, ntar aku..." omongan Ziana terpotong oleh Regan.

"gak ada penolakan" Sela Regan.

Ziana memutar bola matanya.

"gak usah putar-putar bola mata gitu" Regan menutup mata Ziana dengan satu tangannya.

"ishh jangan sentuh" Protes Ziana menjauhkan wajahnya. Regan hanya tersenyum tipis melihat penolakan Ziana.

Wanita di hadapannya itu banyak berubah, sekarang lebih tertutup dan membatasi diri berbeda dengan Ziana yang dikenalnya dulu.

"Re.. aku kayaknya cuma butuh 5 orang deh" ucap Ziana setelah terdiam beberapa saat.

"tapi Zi.."

"Re..plis atau gak sama sekali"

"huufftt.. baiklah yang mulia ratu permintaan anda di kabulkan"

"terimakasih paduka" balas Ziana.

mereka tertawa bersama setelah mengatakan itu. rasanya sudah lama sekali Regan tidak melihat perempuan itu tertawa.

setelah puas tertawa Ziana pamit karena waktu sudah menunjukkan pukul 23:15 dan perempuan itu memang sudah sangat lelah.

diperjalanan pulang Ziana tidak sengaja melihat seseorang yang sedang di pukuli oleh 4 orang sekaligus. dan orang yang di pukuli tersebut tengah melindungi seseorang di balik punggungnya.

tanpa berfikir panjang Ziana menghentikan mobilnya dan turun untuk membantu pemuda yang tengah di keroyok itu.

"hei.. berhenti" teriak Ziana lantang.

keempat orang itu pun berhenti dan menoleh.

"siapa kamu?" tanya salah satu dari mereka.

"gak penting siapa aku" jawab Ziana dingin.

"wooaahh dingin sekali, cantik-cantik kok galak" ejek mereka.

"nanti cepet tua loh kalo galak" sahut temannya.

mereka berempat pun tertawa.

"udah selesai ngomongnya?" Ziana berjalan mendekat dan

bugh

satu pukulan mendarat tepat di rahang pemuda yang berdiri paling depan yang tidak lain adalah Gerald. Membuat pemuda itu terhuyung kebelakang saking kerasnya pukulan Ziana.

dengan sigap ketiga temannya itu langsung menangkap tubuh Gerald.

"Ger lo gapapa?" tanya Doni teman Gerald.

"lo gak liat dia kena bogem masih nanya lagi" ujar Hendri menoyor kepala Doni.

"gak usah noyor kepala gue juga sat" dumel Hendri.

"minggir" Gerald bangkit dan melepaskan diri dari temannya.

Gerald menatap Ziana dari atas sampai bawah dengan pandangan kurang ajarnya.

Ziana tidak suka pandangan itu. Ziana maju dan perkelahian pun tak terelakkan.

kemampuan Gerald memang bisa dibilang lumayan namun itu belum mampu mengalahkan mantan pemimpin geng mafia yang sudah punya jam terbang.

berkali-kali Ziana berhasil memukul wajah dan perut Gerald.

melihat Gerald kesusahan, ketiga temannya pun tak tinggal diam meski kemampuan mereka jauh di bawah Gerald namun setidaknya mereka membantu.

namun bukannya merasa takut Ziana hanya menyunggingkan senyumnya.

tidak ingin berlama-lama karena sudah sangat lelah, Ziana maju, dirinya kini tepat berada di tengah keempat pemuda itu.

bagh bugh bagh bugh

dengan gerakan yang sangat cepat Ziana memukul Hendri yang berada di depannya, dan menendang Doni yang ingin menyerangnya dari arah berlawanan.

kedua pemuda itu jatuh dan tak bisa bangkit lagi. (wkwk kayak lirik lagu)

tersisa Davin yang kini menyerang dari sisi kiri, Davin cukup lincah namun serangannya tidak bervariasi hanya memukul di bagian yang itu-itu saja.

Ziana yang sedang tidak ingin bermain-main saat ini, dirinya butuh tidur, sungguh. dengan gerakan memutar flat shoes yang di kenakan Ziana mendarat sempurna di rahang putih milik Davin.

Pemuda itu berteriak sakit dan terjatuh sambil memegangi wajahnya.

sementara Gerald yang sudah kesakitan dan melihat ketiga temannya itu kalah memilih mundur.

"dimana keberanian kalian tadi saat mengeroyok dia" bentak Ziana sambil menunjuk seseorang yang kini setengah berbaring dengan luka di sekujur tubuh dan wajahnya.

keempatnya terdiam memegangi bagian tubuh mereka yang sakit.

"sekarang pergi, dan jangan pernah mengganggu dia lagi" titah Ziana membuat mereka berempat berlari ke motornya masing-masing.

Prok prok prok

terdengar suara tepuk tangan dari arah belakang, Ziana refleks menoleh dan menemukan seorang pria berdiri disana.

*****

1
Diah Susanti
ehh nama suamiku nongol, maklum nama pasaran 😁😁😁
Diah Susanti
namanya bikin belibet orang cadel😁😁😁
Arwondo Arni
kenapa harus meninggal
Skyrhaa_: udah takdirnya mungkin kak🥹
total 1 replies
AlienD
zara (telat banget jawabnya) 🤭
Arwondo Arni
kasihan hidup Greta sama Regan tolong Thor jgn bahayakan mereka biar hidup bahagia. musuh musnahkan saja
Teddy Aktadi
Luar biasa
Maria Ulfa
Ariana anak kakek Abian saat di bawa pergi istri pertama usia 2 tahun
Maria Ulfa
bos nya Bryan kan
Maria Ulfa
sakit kan Lucas makanya jangan main perempuan
Dewi Agustin
Luar biasa
Maria Ulfa
makin menarik aku suka mafia nya cewek
Zuny Achmad
terimksih kak critanya bgus aku suks,mskipun akhirnya q ampe mewek bombai 😭😭😭😭
terus brkarya
Teddy Aktadi
Luar biasa
N Wage
calon mantu ma calon mertua sdh mulai dikenal2kan oleh othor secara tdk sengaja😂
N Wage
A5😁...eh barangkali nama mamanya attar jg berawalan A,jd A6
Anha Ruheni
gak suka ending nya ,kenapa harus dibuat meninggal semua sih ??? arash-ziana ,Leon-aruna pisah selamanya , bahagianya juga kurang lama
Arwondo Arni: iya jd sedih
total 1 replies
Eko Ridho
asyik di episode awal
Kustriana Handayani
sopo Mane ituuu...gak abis2 musuhnya yak...
falea sezi
bagas bapak gendeng
falea sezi
ayah g tau diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!