NovelToon NovelToon
QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Petualangan / Cintapertama / Mafia / CEO
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: nona manies

"aku harus mendapatkan pria dingin itu!" tekad seorang gadis sembari menyeringai.

Dia adalah Queensha Karren Bramantyo yang tergila gila dan terobsesi pada seorang pria bernama Darren Austin Keith yang memiliki paras tampan dan menawan tapi memiliki sifat dingin dan sulit untuk didekati.

Semakin dalam gadis itu menggali informasi tentang pria itu, dia semakin tahu karakter dan latar belakangnya yang menarik.

Bagaimana kisah cinta mereka berdua? apakah Queen berhasil mendapatkan cinta pria pujaannya?

Ini adalah squeel novel DOKTER CANTIK ISTRI KETUA MAFIA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dokter

Perjalanan kembali hening, hanya deru mobil dan AC yang terdengar, tak ada obrolan lagi setelah membahas tentang takdir.

Darren sesekali melirik gadis yang masih menyandarkan tubuhnya disandaran kursi, laki-laki itu sebenarnya tak menyukai situasi yang canggung ini.

ehem

Berdehem dengan sedikit keras agar gadis itu kembali memperhatikannya.

Dan benar saja Queen yang tadi hanya diam menoleh kesamping "anda pingin minum?"

Darren menggeleng, dia tampak acuh padahal tadi berharap gadis itu berbicara dan memperhatikannya.

"kalau mau minum mampir kemini market sebentar, biar kubelikan minum" ucap Queen dengan penuh perhatian.

"tidak!"

Queen mendengus, dia kesal sekali mendengar suara datar Darren "bisa tidak kalau bicara jangan datar begitu? apa kau tidak lelah tuan?"

"tidak!"

"padahal aku yang mendengar saja lelah sekali" gerutu gadis itu, dia kembali menatap jendela mobil dan mengabaikan Darren lagi.

Suasana kembali hening, tak ada obrolan lagi sampai mobil berhenti didepan sebuah rumah minimalis berlantai dua.

"sudah sampai nona Karren" ucap Jonathan menyadarkan lamunan Karren.

Queen menoleh kekanan dan kekiri "ini bukan rumahku kak"

"tapi alamat ini sesuai dengan yang kamu bilang tadi" ucap Jonathan sembari menoleh kebelakang.

Darren pun menyernyitkan dahi, dia menatap penuh curiga gadis yang duduk disisinya.

Queen terkesiap dan meringiskan giginya kearah Jonathan dan Darren "oh iya benar, ini rumahku kak! hehehe.. apa kepalaku tadi benar-benar terbentur sesuatu ya?" selorohnya sembari terkikik, dia meraih handle pintu mobil "terimakasih kak Jo dan tuan Darren"

ting

Mengedipkan sebelah matanya menggoda Darren, tapi yang digoda masih bersikap tenang dan tampak tak peduli sama sekali.

Queen mengerucutkan bibirnya "senyum kenapa tuan? memangnya kalau senyum bisa melukai harga dirimu?" gerutunya lalu membuka pintu mobil.

"byee kak Jonathan.. hati hati" melambaikan tangannya.

"byee" Jonathan masih saja melambaikan tangan padahal gadis itu sudah menutup pintu.

ehem

Jonathan menoleh kearah Darren yang berdehem "eh.. hehehe ayo kita pergi tuan" ujarnya sembari kembali menatap depan dan bersiap pergi.

Darren menatap rumah minimalis berlantai dua itu, dia menyernyit saat masih melihat Karren berdiri didepan pintu gerbang "kenapa dia tak masuk?"

"siapa tuan?" tanya Jonathan yang mendengar gumaman Darren.

"lupakan!"

Jonathan mencebikkan bibirnya, dia harus extra sabar menghadapi tuannya yang arogan itu.

**

Sedangkan didepan gerbang, Queen merasa bingung "bagaimana caranya aku pulang?" bergumam sembari berfikir.

Queen meraih tas sekolahnya, untungnya tadi Jonathan membawa tas tersebut saat dia pingsan dan menyerahkan tas tersebut tadi, gadis itu ambil ponsel dan memesan taxi online.

Setelah menunggu sepuluh menit, akhirnya taxi yang dia pesan sampai dan langsung mengantarnya pulang.

Sesampainya dimansion, Queen langsung masuk kedalam.

"nona"

Queen tersentak saat suara seorang laki-laki terdengar, dia menoleh "ya pak Tyo" ucapnya pada kepala pelayan dimansion ini.

Pria yang sudah seperti kakek bagi Queen itu mendekat dan memperhatikan penampilan gadis itu "nona kenapa?" tanyanya khawatir.

"jatuh" jawabnya acuh.

Pak Tyo tampak terbelalak, lalu mengulurkan tangannya kearah lengan nona mudanya "mari saya papah naik kekamar, hey kau! panggilkan dokter!" ucapnya memerintah bawahannya.

"baik pak"

Queen menggeleng "tak perlu pak! saya sudah diobati dokter kok" ucapnya menenangkan pria tua itu.

"tidak nona, mari saya antar" tetap kekeh memapah Queen menuju kamarnya.

Dan sampai dikamar Pak Tyo mendudukan Queen disofa lalu keluar kamar dengan tergesa-gesa.

"mau kemana dia?" bergumam kecil sembari memperhatikan pria tua itu yang hampir tak terlihat.

Selang beberapa saat pintu diketuk lalu suara seorang gadis terdengar berseru hendak masuk dan tanpa adanya persetujuan beberapa orang dipandu oleh Nila masuk dan segera mendekati Queen.

"ya ampun, tubuh nona yang berharga kenapa bisa lecet begini" ujar Nila, dia dan beberapa temannya membantu Queen berganti baju dengan sangat hati-hati.

"pasti pria tua itu kan yang menyuruh kalian kemari untuk melayaniku?"

Nila menatap rekannya lalu mengangguk "benar nona"

Queen hanya menghela nafas lelah, dia sebenarnya sudah tak mau dilayani begini, tapi saat pak Tyo melihatnya terluka membuat pria itu khawatir.

Nila memberikan satu gelas juice buah untuk nonanya, meski agak kesal tapi Queen menerima dan segera menenggaknya sampai tandas.

"aku mau beristirahat, kalian keluarlah!"

Nila mengangguk "kami ada didepan kamar anda, jadi kalau memerlukan sesuatu nona tinggal--"

"iya iya paham.. kalian keluarlah!"

Nila mengangguk dan menundukan tubuhnya lalu keluar kamar setelah tugasnya selesai.

Queen merebahkan tubuhnya, setelah tubuhnya rileks begini malah tubuhnya terasa sakit, dan tanpa sadar gadis itu terlelap padahal hari baru menjelang siang.

**

"ssstt" Queen meringis saat merasa perih pada lututnya, dia yang tadi terpejam sekarang membuka matanya.

"uncle!" pekik Queen yang merasa terkejut saat kakinya sedang diobati.

"hay.. my Queen" ucap dokter itu ramah, dia bahkan melambaikan tangannya kearah Queen "kamu jatuh dimana? apa masuk kedalam got?" seloroh dokter itu sembari terkikik.

Queen mendengus "uncle menyebalkan sekali sih!" ucap kesal gadis itu.

Pria paruh baya itu kembali terkekeh, dia kembali mengobati lutut Queen dengan pelan.

"padahal itu sudah diobati loh.. kenapa dibuka lagi perbannya? kan jadi perih" keluh Queen sembari memberengut.

Dokter itu mendongak dan menatap wajah cantik gadis yang sudah hampir dewasa itu "uncle hanya takut lututmu berlubang sayang"

"isshh... uncle Sean memang selalu membuatku kesal saja"

Ya dokter yang dipanggil oleh pak Tyo adalah dokter Sean, dokter pribadi keluarga Arsen dan juga sekaligus sahabat baik Arsen.

Queen yang tadi masih tiduran dia duduk dengan pelan, dia memperhatikan sekitar lalu matanya terbelalak saat melihat seseorang yang sangat dia kenali "daaad" pekik Queen, dia sedari tadi tak sadar ada Arsen yang sedang duduk disofa, pria paruh baya itu sedang menatap datar anak gadisnya itu.

"ya ampun, kamu baru sadar ada daddy mu yang jelek itu disini Queen?" tanya dokter Sean, dia beralih kesikut Queen yang juga ada luka.

Arsen berdiri lalu berjalan mendekat kearah putri cantiknya "kau pasti kebut kebutan!" ucapnya mengintrupsi, dia melipat tangannya didada dengan pandangan yang masih tajam.

Queen menunduk takut.

"issh.. kondisikan wajahmu sen! lihatlah anakmu ketakutan!" ucap Sean memperingatkan, dia menatap kesal sahabatnya itu.

Queen mendongak "maaf dad, aku kurang berhati hati" ucapnya penuh dengan penyesalan.

Arsen duduk disisi Sean yang duduk ditepi ranjang ,dia memperhatikan sahabatnya itu yang masih memeriksa keadaan anaknya.

"apa ada keluhan Queen?"

Queen menggeleng "hanya pegal pegal saja"

"itu wajar karena kamu jatuh dari motor, dan kalau luka untungnya itu hanya luka ringan, apa kau tadi pakai celana panjang?"

Queen mengangguk membenarkan.

"luka ringan?! kau tak lihat ya lukanya sangat parah?!" pekik Arsen marah.

Sean menoleh kesamping, dimana wajah Arsen yang tampak marah tapi juga tampak khawatir "ini hanya lecet sen"

"panggil dokter kulit kemari, aku tak mau sampai kulit anakku memiliki bekas luka!"

"ini tak perlu Sen karena--"

"kau mau mati ya membantah ucapanku?!" ucap Arsen memotong ucapan Sean.

Sean menghela nafasnya panjang, mencoba bersabar "baiklah, akan kupanggilkan dokter kulit terbaik"

"tapi dad, ini hanya lecet sedikit saja" Queen ikut menimpali.

"kau diam Queen! daddy masih marah ya karena kamu kebut kebutan sampai terjadi kecelakaan, dan motor daddy sita!!" ucapnya penuh dengan tekanan, pria paruh baya itu segera bangkit dan pergi keluar dari kamar anaknya.

Queen menatap punggung daddynya dengan sedih "daddy jahat sekali"

"dia tak jahat, dia berbuat seperti itu juga untuk kebaikanmu sayang" Sean mengusap kepala Queen dengan lembut.

Gadis itu mengangguk, sikap posesif dan protektif daddynya itu memang selalu berlebihan tapi dia tahu kalau itu untuk kebaikannya.

1
mayang
lanjut dong kak
Siti Setiawati
kok gak up up sih
liya nurliya
bagus
Yuni Yuningsih
thor kpn up ny
Siti Setiawati
kapan up nya kk
Siti Setiawati
menunggu mu thor
Atik Marwati
kak queen udah ada yang punya danzel
Atik Marwati
😅😅😅😅
Ayu Dia💖💖💖💖
sangat keren banget
Ari Mulyati
sabar dad arsen sabar ,,, skrg queen udah ada suami nya,,, hahahahaha
Danzel Danzel,,,, kamu salah ngomong di depan mereka yg jaillll hahahahahaha
Haryati
wkwkw...dad arsen masih gak rela queen nikah.....🤦😂
Siti Setiawati
samawa ya quen
Yunita Widiastuti
🌹💗🌹
Rini Setiyowati
😄😄😄
Ari Mulyati
sah sah sah,,,,,
otw malam pertama
Aulia
selamat buat Queen ma Darren,bahagia selalu hingga maut memisahkan🥰🥰
ꪶꫝ🥀⃞oktavia ariani🔮S⃟M•
akhirnya sah
Haryati
ye.. akhirnya sah... selamat Queen...
Cantika
lanjut atuh
Ayu Dia💖💖💖💖
akhirnya up juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!