Zinu seorang pemuda yang baik budinya dan suka menolong kepada siapa pun, suatu ketika setelah ia memberikan roti kepada seorang pria tua berpakaian kumal, ia bertemu dengan Bee roh berwujud boneka beruang putih yang mengaku sebagai Roh Kebaikan. Dari Bee, Zinu mendapatkan sebuah Sistem di ponsel pintarnya, Sistem itu bernama Sistem Menjadi Kaya.
Jika Zinu berhasil menjalankan tugas yang diberikan Sistem, Zinu akan mendapatkan Poin Kebaikan. Poin Kebaikan ini sendiri dapat Zinu tukarkan menjadi uang. Jika Zinu menukarkan 1000 Poin Kebaikan ia akan mendapatkan uang 100.000 Rupiah.
Ding...
[Sistem Kekayaan :
Agar Pengguna bisa selalu berbuat kebaikan, Pengguna harus tetap hidup!
Hadiah :
10.000 Poin Kebaikan/hari]
Sejak mendapatkan Sistem, kehidupan Zinu mulai berubah, ia mampu memperbaiki ekonomi keluarganya.
Suatu ketika Zinu mendapatkan misi dari Sistem untuk menjadi Youtuber dengan konten berbagi kebaikan. Bagaimana kisah Zinu dengan Sistem yang dimilikinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi Putih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
...[Beladiri Kuno...
...Tingkat : Dasar (1 Lingkaran Tenaga Dalam)...
...Level : 4...
...Teknik :...
...1. Tinju Pemecah Karang (Dasar)...
...2. Teknik Langkah Kilat (Dasar)...
...3. Teknik Tubuh Naga (Dasar)...
...4. Teknik Tapak Naga (Dasar)...
...\=\=\=\=\=\=\=...
...Syarat Upgrade Level 5 :...
...- Sistem Level 15...
...- 175.000 Poin Kebaikan...
...\=\=\=\=\=\=\=...
...Hak Level 5 :...
...- Teknik Pedang Pemotong Angin (Dasar)...
...
... ...
...[Teleportasi...
...Level : 5...
...Penggunaan : 3 kali/hari...
...Cooldown : 60 Menit]...
...Pemakaian hari ini : 3...
...\=\=\=\=\=\=\=...
...Syarat Upgrade Level 6 :...
...- Sistem Level 16...
...- 150.000 Poin Kebaikan...
...\=\=\=\=\=\=\=...
...Keuntungan Skill Level 6 :...
...- Penggunaan : 3 kali/hari...
...- Cooldown : 55 Menit...
...
Zinu menatap layar yang ada di hadapannya, ia sudah menaikan level kedua Skill yang tampil pada layar itu. Kedua Skill ini akan sangat berguna untuknya nanti. Selain mengupgrade Skill miliknya, ia juga sudah mencoba melatih dan memahami kemampuan dari Skill Beladiri Kuno. Ia melatih tenaga dalam agar benar-benar menguasainya.
Akhir-akhir ini marak terjadi penculikan orang. Sebuah CCTV berhasil mengambil rekaman saat seorang pemuda dibawa paksa oleh sekelompok orang bertopeng. Rekaman ini menjadi viral di jagat Sosial Media. Sementara itu, laporan orang hilang juga terus meningkat.
Zinu mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja, memikirkan berita yang sedang viral saat ini.
Zinu mencurigai salah satu kelompok mafia yang ia kenal, Atlas. Ini adalah kelompok yang dari awal sudah menjadi musuhnya. Ia memang ingin memusnahkan kelompok ini hingga ke akar-akarnya.
[Pengguna harus bersiap sebuah misi darurat akan diberikan!]
Zinu menjadi kebingungan setelah mendengar perkataan Sistem. ‘Misi apa itu Kak?’
...[Misi Wajib:...
...Hapuskan Oraganisasi Atlas!...
...Menghapus Atlas (0/1)...
...Hadiah :...
...~ 5.000.000 Poin Kebaikan...
...~ Kotak Kekayaan...
...Gagal :...
...Sistem akan menghilang permanen!]...
‘Heh? Sistem akan hilang permanen?!’ wajah Zinu mengkerut, ada rasa heran dan cukup kaget juga karena hukuman misi ini tidak main-main. Mungkin tidak separah dari harus kehilangan nyawa, tapi efeknya tidak lebih baik dari itu juga, pasalnya jika Sistem hilang semua keajaiban di dalamnya juga akan ikut menghilang.
[Benar, jika Pengguna gagal dengan misi kali ini, Pengguna akan kehilangan Sistem! Maka jangan sampai gagal!]
Zinu hanya dapat menghela nafasnya. Berarti dia benar-benar harus menyelesaikan misinya kali ini atau kehilangan Sistem. Selama ini ia bergantung dengan Sistem, sudah banyak keajaiban yang diberikan oleh Sistem kepadanya. Ia merenung, tanpa Sistem tidak mungkin ia bisa jadi seperti sekarang, baru beberapa bulan lulus SMA dan masih 18 tahun sudah berada di pencapaian sekarang itu begitu ajaib.
Zinu mengangguk. ‘Aku pasti akan berhasil!’ ucapnya meyakinkan diri.
Zinu kemudian melihat jam tangannya. “Sudah saatnya aku pergi mengunjungi Kakek Mamat, aku sudah minta Mbak Irin untuk menemaniku, jangan sampai dia menunggu lama,” gumam Zinu. Ia lalu berdiri dari kursi yang ada di ruangannya itu.
***
Zinu ditemani Irin sedang menuju ke rumah sepasang lansia. Pemuda itu ingin memberikan bantuan untuk sepasang lansia ini. Di mobilnya sudah ada banyak barang yang akan diberikan kepada mereka.
Diam-diam Irin beberapa kali melirik Zinu yang sedang menyetir. Entah mengapa ia merasa pemuda yang ada di sampingnya itu selalu menghantui pikirannya.
“Eh Mbak Irin kenapa atuh? Seperti orang yang lagi banyak pikiran saja, cemas gitu..”
“Ti—tidak Mas..”
“Hayo kenapa? Lagi mikirin aku ya?” celetuk Zinu yang mencoba menggoda Sekretarisnya itu.
“....” Irin tidak bersuara dan hanya menundukkan kepalanya.
“hihihi” Zinu hanya tertawa kecil.
“Mas, jangan banyak bicara saat nyetir, bahaya tau!” ujar Irin.
“Siap, Mbak Irin!” Setelah berkata demikian, Zinu tersenyum kecil dan tidak lagi bersuara.
“Eh apa yang terjadi?”
Susana di jalan yang Zinu lalui terlihat kacau. Ia lalu mengerutkan wajahnya.
“Ada apa itu Mas?” tanya Irin menatap wajah Zinu.
[Pengguna bersiap, keluar dari mobil sekarang!!]
Zinu tidak bertanya lagi, ia langsung mengangguk. Ia sudah mengerti, jika Sistem memberikan tanda bahaya ia harus mendengarkannya!
“Mbak ayo kita keluar!!”
“Ada apa Mas?”
“Ayo!” tegas Zinu yang langsung membuka pintu mobil.
Begitu pula Irin yang langsung mengikuti pemuda yang tadi menyetir mobil itu.
Brakkk..
Sesaat setelah Irin keluar, monster yang entah dari mana menghantam kap mobil Zinu. Padahal mobil itu sangat mahal dan anti peluru, tapi karena ini monster yang ukurannya lebih besar dari manusia, dia mampu membuat kap mobil itu remuk.
Monster itu sungguh menyeramkan, ini lebih menyerupai kadal, tapi berpostur tubuh seperti manusia, berkulit hijau dengan gigi runcing dan lidah yang kadang dapat menjulur panjang, jari-jarinya itu penuh dengan cakar, tentu saja dia memiliki ekor, serta ukuran tubuhnya 2 atau bahkan 3 kali besarnya dari manusia.
”Monster?!” Irin cukup kaget ketika melihat makhluk itu.
Makhluk itu menjulurkan lidah panjangnya. Sasaran lidah itu adalah Irin. Zinu langsung bergegas melesat ke arah Sekretarisnya itu.
***
Di tempat lain..
Layar sebuah televisi menjadi fokus dua orang yang sedang duduk di sofa yang terdapat di ruangan itu. Kedua orang ini tak lain ialah Gatot dan Profesor Baron.
Profesor Baron menatap tajam ke arah layar Televisi yang menampilkan tayangan monster berbentuk kadal. “Dia bertransformasi seperti ini berarti sudah kehilangan kendali atas dirinya! Sayang dia masih belum bisa mengontrol kekuatannya. Jika saja dia mampu mengontrolnya, dia pasti bisa dikatakan sebagai penelitian sempurna kita! Karena hancurnya lab akibat pertarungan waktu itu, kita telah kehilangan dia juga!”
“Semua ini karena Werewolf itu, lab kita hancur dan kita hampir kehilangan seluruh penelitian!” timpal Gatot dengan raut wajah yang sulit diartikan.
Profesor Baron menatap wajah lelaki berkepala plontos yang ada di sampingnya. “Kita harus bergerak secepat mungkin untuk mendapatkan semuanya kembali, sebelum mereka ditemukan oleh ilmuan lain! Warewolf itu akan menjadi ancaman untuk kita, mengingat dia punya kekuatan sangat luar biasa, kita harus segera membereskannya!”
“Sekarang ini kita masih mencari keberadaanya. Belum ada jejak yang kita temukan! Namun aku pastikan akan membalas semua yang dia lakukan!” ucap Gatot, ia mengepalkan tangan kanannya di depan dada dengan wajah yang sangat serius.
Trittittt.. Tritittttitt.. Trititititt..
Mendengar suara itu, Gatot segera mengeluarkan ponselnya, mengangkat panggilan yang baru saja masuk.
“Iya, hallo..”
“Baik!”
“Iya, aku akan menemuimu sekarang!”
Profesor Baron menatap Gatot yang baru saja selesai mengangkat panggilan telpon. “Ada apa?”
“Lesmana, dia ingin menemuiku. Paling-paling dia kembali mengoceh soal kegagalan kita menculik putri dari Bambang!”
***
Zinu berlari sambil menggendong Irin. Walau dia sedang membawa seseorang, larinya masih cukup gesit, beberapa kali ia berhasil menghindari sesuatu yang dilemparkan oleh si monster kadal. Monster kadal ini telah menganggap Zinu dan Irin sebagai mangsanya.
Bentuk monster itu sebenarnya rada tidak asing buat Zinu. Ini karena monster ini mirip tokoh antagonis dalam movie superhero yang sedang viral sekarang ini, Spiderman : Yes Way Home. Itu benar, Zinu 2 hari yang lalu membawa Rani untuk nonton film itu. The Lizard, Zinu ingat itu nama tokoh itu.
Tanpa Zinu ketahui wajah Irin yang sedang digendong olehnya itu sedang merona. Dia memang ketakutan, tapi sekarang dia sedang digendong oleh seorang pria yang dikaguminya, ini bukankah impian setiap wanita?
Militer dan pihak berwajib mulai bermunculan, mereka mengevakuasi masyarakat sekitar. Masyarakat yang panik, berhamburan di jalan, fokus mereka adalah menyelamatkan diri, untuk kendaraan yang mereka gunakan sebelumnya sudah tidak lagi diperdulikan.
Beberapa militer mulai membentuk formasi.
Dorr.. dorrr.. Dorrr..
“Arghh!” Monster itu menggeram karena tembakan yang membanjirinya.
Kulit monster itu begitu tebal, sehingga tidak ada timah panas yang bisa bersarang di tubuhnya.
Monster kadal yang merasa terganggu kini berhenti mengejar Zinu, lalu berbalik menyerang sekumpulan orang yang menembakinya itu.
Setelah merasa cukup aman, Zinu menurunkan tubuh Irin. Irin menundukkan kepalanya, berharap Zinu tidak mengetahui perasaanya sekarang. “Mbak Irin cari tempat yang lebih aman! Aku harus melakukan sesuatu sekarang..”
“Mas mau apa? Lebih baik kita pergi sekarang, ini berbahaya Mas!” ucap Irin dengan wajah khawatir menatap Zinu.
Zinu tersenyum kecil, dia terlihat cukup tenang. “Aman kok, aman.. Mbak gak perlu khawatir!” Setelah berkata demikian, Zinu segera meninggalkan Irin.
.
.
.
.
Setelah merasa ini tempat yang cukup sepi, Zinu berucap, “Kak, aku mau ngambil kostum dulu, nanti aku bayarkan 50% Poin Kebaikan milikku untuk menghilangkan Cooldown Skill!”
[Disetujui!] Suara Sistem terdengar bersemangat.
Setelah itu Zinu tiba-tiba menghilang.
Beberapa waktu kemudian Zinu kembali ke tempat itu dengan membawa sebuah tas yang berisi pakaian yang sebelumnya ia gunakan. Penampilan Zinu sekarang berbeda dari yang tadi, dengan setelan serba hitam, lengkap dengan topeng hitam di wajahnya.
“Baiklah mari kita jadi Superhero sekarang!”
[Hu.. Gak keren karena Pengguna gak pakai kostum Spiderman!]
“Aku gak punya dan gak sempat beli!” Setelah berkata demikian, Zinu melesat menuju lokasi monster kadal tadi.
\=\=\=\=
Mungkin plotnya dirasa cukup berat ya? Untuk plot dari novel ini tentang kisah seorang pemuda baik hati yang mendapatkan Sistem. Namun aku gak ingin Spoiler untuk plot cerita lebih jauh. Jadi aku rasa alur yang sudah ada sekarang gak ada yang melenceng, masih sesuai plot yaitu kisah seorang pemuda baik hati dengan Sistem. Aku mohon maaf bila alurnya gak sesuai dengan keinginan beberapa pembaca. 🙏
Oh ya, makasih banyak atas doanya, aku sudah lebih enakan sekarang. Setelah ini diusahakan ada Up setiap hari ya..
Bila membaca tulisan typo, mohon dikomentari ya biar bisa aku perbaiki..
Ini novel pertama aku Si Cumi Putih, jadi mohon berikan dukungan berupa Like, saran dan masukan di kolom Komentar, serta agar tidak ketinggalan jadikan novel ini Favorit-mu.
mending sistem seperti semula thor
lebih bagus