NovelToon NovelToon
Diam-Diam Married

Diam-Diam Married

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asri Faris

Inggit Prameswari terpaksa menikah muda dengan Albiru Rasdan karena perjodohan yang dibuat oleh orang tua mereka. Usia keduanya yang masih begitu belia, menyebabkan rumah tangga mereka dipenuhi dengan banyak drama. Terlebih sikap dingin Biru yang mendarah daging, menyebabkan keduanya bagai pasangan Tom and Jerry yang tak pernah akur dengan yang namanya perselisihan.

"Maju satu langkah gue teriak nih!" ancam Inggit

"Well, lo harus membayar mahal atas semua perlakuan lo ke gue." Biru.

Jangan lupakan pria tampan yang diam-diam menaruh hati pada Inggit, dia Ares. Laki-laki yang siap berjuang sampai di titik nadir, walaupun aral melintang di depannya. Pria itu tetap berkata, "Mari kita jalani ini semua bersama." Ares

Perjalanan cinta segitiga yang mengharu biru, persahabatan, cinta dan kesetiaan yang di uji.

follow ig~ mazarina_asrifaris

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 32

"Astaghfirullah ... Biru! Lo ngagetin aja sih!" Inggit terjingkat kaget mendapati Biru yang tiba-tiba muncul di belakang punggungnya.

Biru bergeming, mengamati penampilan Inggit tanpa berkedip. Pria itu tidak menyadari tindakannya membuat Inggit merasa risih.

"Apa! Lo lihat-lihat!" tegurnya sengit.

Biru terkesiap kaget, memutar otak untuk menyangkalnya.

"Nggak ada ya, nggak usah ge er, dan sok kecakepan," jawabnya menjengkelkan. Selalu ada perdebatan diantara mereka, setiap pertemuan tak ubah kebencian yang selalu menyala.

Inggit mengedikkan bahu acuh, menatap layar ponselnya dan mengetik sesuatu di sana. Sumpah demi apapun, saat ini Biru kepo maksimal.

"Lo jadi pergi? Pakaian lo nggak banget, mending diganti deh, itu bisa membuat orang menatap napsu." Tiba-tiba mulut munafiknya menegur istrinya begitu nyata. Inggit spontan meneliti penampilannya. Tidak ada yang berlebihan, tidak ada yang terbuka, hanya sedikit pendek di atas lutut, dan itu terlihat manis di padukan dengan jaket denim.

"Termasuk lo maksudnya?" tuduh Inggit cuek. Biru terkekeh sinis.

"Pede banget sih jadi orang, gue nggak doyan sama lo, nggak usah khawatir lah," sanggahnya cepat penuh ejekan.

"Bagus deh, soalnya gue juga nggak minat sama lo," jawab Inggit sengit. Menyambar sling bag yang teronggok di atas ranjang dan segera meninggalkan ruangan. Satu ruangan dengan Biru selalu membuat frekuensi emosinya tidak stabil, dan memicu pertengkaran yang cukup menguras energi.

"Nggit, gue bilang ganti ya ganti!" Biru mengekor Inggit yang berjalan keluar kamar, menarik gadis itu dan membawanya ke kamar.

"Apaan sih, maksa banget jadi orang, ini tuh udah pas, lagian lo tuh aneh, gue mau pakai baju kaya apa juga terserah gue, kenapa jadi lo yang repot!" omelnya ketus.

"Lo tuh dibilangin ngeyel banget sih, gue cuma ingetin lo, di luar sana banyak cowok yang nggak bener, lo mau tubuh lo jadi santapan mata banyak orang." Biru mendadak kesal karena istrinya semakin pembangkang dan ngeyelan.

"Kok lo ngatur gue sih, hello ... apanya yang berlebihan Biru, lo nggak jelas banget tahu nggak, minggir gue mau lewat," tepis Inggit kesal.

"Nggak! Pokoknya kalau nggak ganti nggak boleh keluar, terserah!" Biru menghadang Inggit menghalangi jalan.

"Lo emang nggak jelas jadi cowok, rese', ngeselin, bikin bete," kesal Inggit dongkol sekali. Sebentar lagi bahkan ia akan berangkat eh malah gangguan menghadang.

"Iya, gue ganti, PUAS!" jawab Inggit akhirnya mengalah, dari pada gagal pergi, lebih baik gadis itu menurut.

"Terus, ngapain masih di sini? Sana keluar, gue mau ganti!" usirnya ketus.

"Iya, gue keluar, sans dong ... siapa juga yang mau lihatin lo ganti pakaian."

"Awas, jangan ngintip!" Inggit menutup pintu sedikit keras, sekalian menumpahkan kekesalannya yang begitu nyata.

"Tuh orang nggak jelas banget sih, pendek juga masih wajar, ngomel mulu, protes mulu kerjaannya, dasar si batu sialan!" Inggit menggerutu sepanjang di kamar. Dengan malas gadis itu mengganti setelan outfitnya.

Cukup singkat, lima belas menit gadis itu mengubah style penampilannya. Ia mengganti dengan rok plisket yang sedikit panjang di padukan dengan atasan korean blouse. Gadis itu keluar dengan kalem, berharap tidak menemukan suaminya yang mendadak cerewet meneliti dirinya.

Biru bergeming, menatap Inggit tanpa berkedip. Merutuki hatinya yang diam-diam memuji. Mulutnya kali ini benar-benar berdusta, tak mampu menyembunyikan rasa kagumnya.

"Apa! Belum pernah lihat cewek cantik, nggak usah protes, karena ini udah style gue yang paling pas, lo mau nyuruh sampai mulut lo berbusa pun gue nggak mau denger," jelas gadis itu menatap Biru sengit, syarat akan permusuhan.

Biru bergeming dengan cengiran di hatinya. Sepertinya tidak ada hal yang menarik dalam hidupnya selain membuat kejailan terhadap istrinya. Ia tersenyum melihat Inggit yang mondar mandir nggak jelas.

"Katanya mau berangkat, kok belum pergi?" selorohnya. Ini jelas ledekan paling menyebalkan sepanjang seatap.

"Lo lihat sepatu gue nggak? Lo sengaja umpetin 'kan?" tuduh Inggit to the point.

"Kurang kerjaan banget ngumpetin sepatu lo, salah naruh kalee," jawab pria itu cuek.

"Nggak mungkin lah salah naruh, udah jelas-jelas tuh di sini di depan pintu sini gue taroh, mana? Lo sengaja 'kan ngerjain gue?"

"Nggak usah asal nuduh, mana tahu lo lupa." Biru malah rebahan di sofa tanpa dosa.

"Biru! Di rumah ini tuh cuma ada kita berdua, artinya ... kalau barang-barang gue ada yang ilang, itu pasti ulah lo, lo yang nyolong 'kan? Balikin nggak!" Nada bicara Inggit sudah naik beberapa oktaf, memekik dengan keras di depan pria yang terlihat teramat santai itu.

"Ish ... nggak percaya ya sudah, ribet amat jadi orang," jawab Biru cuek meninggalkan Inggit di ruang tengah dalam kebingungan.

Biru masuk ke kamar dan melesat ke kamar mandi, ia menyalakan keran air dan tertawa puas tanpa dosa.

"Syukurin nggak jadi pergi, enak aja jalan sama cowok lain! Eh, kok gue seneng kalau Inggit nggak jadi pergi, ada apa dengan otak gue??

Inggit masih menggerutu, ia bersumpah akan membalas bila benar ini perbuatan Biru. Bisa-bisanya itu orang rese' dan tak berperikemanusiaan. Apa motif dari semua ini? Sepertinya pria itu memang senang melihat Inggit yang uring-uringan. Gadis itu terus mencari sepatu yang sudah di siapkan, itu sepatu kesayangannya. Ada banyak sepatu yang lainnya, tapi Inggit sudah memilih sepatu yang ingin di pakai, tetiba hilang rasanya jadi kesal sendiri.

Inggit berjalan gontai kebelakang, mengambil minum dan menetralkan emosi jiwa yang melanda. Ia memberi pesan untuk Ares bahwa dirinya sedikit terlambat, sebab ada sesuatu yang harus diselesaikan. Mereka sudah mengatur waktu untuk bertemu di tempat yang telah disepakati.

"BIRU!!!" Inggit memekik kesal menemukan sepatu dirinya sudah berada di dalam ember berisi air. Ia mengangkat sepatu tersebut dan sudah basah.

"Astaghfirullah ... " Inggit mengelus dadanya dramatis. Ingin sekali membalas dengan menjambak dan mencakar muka tampannya yang teramat menyebalkan itu.

Gadis itu membuka pintu dengan kasar dan melempar sepatu miliknya yang basah ke tubuh pria yang baru selesai mandi itu.

"Aww ... sakit Inggit!" desis Biru mengaduh, tubuh polosnya tertimpuk sepatu yang lumayan keras. Pria itu baru saja selesai mandi dan masih bertelanjang dada. Hanya berbalut handuk saja, namun karena kesal Inggit langsung menyerang.

"Itu ulah lo 'kan? Rese' banget jadi orang." Inggit maju lebih dekat, tangannya bersiap menampar Biru yang berdiri dengan muka songong dan dingin tanpa dosa.

"Sepatu lo kotor, ya gue rendam aja," jawabnya datar. Menangkap tangan Inggit yang mengudara.

"Kata siapa kotor, jelas-jelas mau gue pakai. Gila lo ya!" bentaknya kesal, tangan kirinya mendorong tubuh pria itu hingga mereka terjerembab ke atas ranjang bersama.

1
Betty Wulansari
😭😭😭
aryuu
asli menguras emosi
hati hati bacanya bagi yang punya darah tinggi 🤣🤣🤣
aryuu
tama asuuu luhhh
udah maksa anak lu kawin juga begini nih orang tua egois
aryuu
adem adem aja padahal Poto bugil tersebar 🤭🤭🤭
aryuu
satu kata buat para ortu di cerita ini : asu
aryuu
mangkanya jadi orang tua jangan egois maksain kehendak dasar orang tua kok goblok
aryuu
bukan hanya patah hati tapi juga kena HIV tukang colok colok sembarangan
aryuu
Romo lu modar aja gih, lu ngasih anak lu ke biawak kayak si biru...
aryuu
cowo bejad gini adeuuhhh dipasangin sama cewe baik 🤣🤣🤣
aryuu
kayanya semua perlakuan si biru waktu mau perkosa di mobil trus ditinggal dijalan yg dibilang membuat trauma kaya menguap begitu aja, kaya ga ada masalah
aryuu
anji g biadab lu, semoga biru dapat karmanya, biar cerita sadis ini tidak di normalisasi kalo pria boleh semena mena sama perempuan
aryuu
otor sadis banget buat ceritanya🤭🤭🤭
aryuu
Inggit ini bukan orang kaya ya, ga mampu ke laundry juga🤭🤭
Inggit sial banget lho punya bapak dajal jodohin anaknya sama dajal🤭🤭🤭 udah nasib lu sial git dicerita ini🤣🤣🤣
Wahyunni Winarto
biru pemain handal
ko kayak ga rela🤭
Wahyunni Winarto
sumpahh sakit bngt bc nya gmn pun istri lho itu😭😭😭
Wahyunni Winarto
laki modelan gtu di pertahanin
tinggalinnn
Melda Herawaty
👍🏻👍🏻 ga nyesal baca brpun telat 😆, salah satu author fav ku🤩
Anisha Khalifah
jujur agak gimana gitu liat sikap inggit
Susanti Susanti
Luar biasa
Rara Love
klo bisa kak asri ceritanya lanjutin dong dengan cerita rumah tangga yg harmonis bersam anak mereka albitu dan inggrit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!