Emma adalah seorang gadis di sebuah panti asuhan. Ia sangat ingin memiliki kedua orang tua yang menyayanginya sepenuh hati.
Tinggal di panti asuhan sedari bayi, membuatnya selalu bermimpi suatu saat akan ada pasangan suami istri yang mengadopsinya.
Hingga pada suatu hari, impian itu menghampirinya. Dan Emma diadopsi pasangan blasteran yang memiliki 4 orang anak laki-laki yang super tampan.
Akankah Emma bahagia bersama keluarga barunya?
Saya sebagai penulis, ingin sekali mengajak para pembaca yang budiman untuk mengikuti kisah Emma, Si Gadis Panti Asuhan. Berharap para pembaca senang dan terhibur oleh novel ini.
Terima kasih🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKHIRNYA EMMA PULANG
Setelah satu hari semalam Emma bersama Roman dan teman-temannya hiking mendaki gunung Gede di Jawa Barat, akhirnya mereka kembali pulang kerumah dengan berjuta kenangan dan harapan.
Terutama Emma. Berharap suasana rumahnya tak lagi dingin dan suram seperti ketika ia tinggalkan.
Hatinya yang terbalut bahagia karena bisa menyaksikan sendiri panorama alam Indonesia yang pertama kali baginya.
Melihat mentari terbit dan terbenam di atas ketinggian sekitar 2.958 meter diatas permukaan laut, membuatnya bertambah rasa syukur dan takjubnya pada Allah SWT Penciptanya.
Belum lagi padang Edelwis yang menghampar kurang lebih 50 hektar begitu indahnya. Membuat Emma merasakan betapa besarnya kekuasaan Allah melebihi segalanya.
Betapa kecilnya Emma memandang dirinya dihadapan Sang Kholiq. Bahkan masih lebih besar remahan kaca halus yang berserakan ketika hancur pecah terjatuh dari ketinggian.
Rasa syukur dan terima kasihnya pada Tuhan harus lebih ia tinggikan lagi karena begitu banyaknya anugerah kenikmatan yang ia terima bukti cinta kasih Allah padanya.
"Tidak kapok khan??" tanya Roman dengan suara pelan terdengar lembut.Emma tersenyum sumringah.
Andai kakaknya suatu hari berencana hiking, traveling apalagi naik gunung, ia akan siapkan hati dan diri untuk terus menguntil Roman kemanapun ia ingin pergi. Janji hati kecilnya. Bersama Roman, nyaris hilang rasa takutnya. Berganti nyaman dan damai merasuki hatinya.
Motor gede mereka memasuki gerbang hitam besar yang terbuka karena remote control jarak jauh yang dikendalikan paman Burhan setelah Roman mengabari kepulangannya.
Excel berlari keluar teras rumahnya mendengar raungan motor Roman. Wajahnya tersalur lagi semburat merah jambu melihat Emma yang turun dari boncengannya dimotor Roman. Ia ingat terakhir kalinya berbuat tak senonoh pada Emma.
Semoga Emma memaafkan kelakuanku waktu itu! doa hati kecil Excel gamang.
Wajah lelah Emma membuatnya menghela nafas memukul bahu Roman tapi pelan.
"Kau membuat kami semua khawatir!" gerutunya pada Roman yang hanya tersenyum meledek.
Mereka berjalan beriringan masuk rumah.
"Kakak, maaf..."
"Emma, maaf..."
Emma dan Excel bersuara berbarengan. Membuat keduanya saling memandang malu dan tersenyum lebar.
"Emma minta maaf pergi tanpa pamit pada kakak juga semuanya." Emma mengambil suara lagi lebih dulu.
"Jangan salahkan Emma! Aku yang membawanya diam-diam! Pusing melihat kelakuan tengil kalian!" Roman langsung angkat bicara menengahi sebelum terjadi hal-hal yang tidak ia inginkan lagi.
"Iya. Aku juga minta maaf karena sudah berbuat kasar pada Emma. Maaf ya, Emma!? Kakak janji tidak akan berbuat seperti itu lagi." Excel menunduk penuh penyesalan.
Ia mengikuti Roman dan Emma yang duduk disofa kursi ruang keluarga yang besar.
"Kalian dari mana?" tiba-tiba Diego berdiri dibawah tangga dengan wajah tegang tapi sedikit lega karena Emma telah kembali.
"Gunung Gede!" Roman menjawab sekenanya.
Bangkit lagi setelah melepas sepatu ketsnya yang agak kotor sehabis perjalanan panjangnya bersama Emma. Langkahnya menyusuri dapur membuka lemari dingin besar dipojok dan mengambil dua botol air mineral.
Roman kembali keruang keluarga memberikan satu botolnya pada Emma yang hanya terduduk dengan kepala menunduk.
"Lain kali kalau kau pergi keluar membawa Emma, izinlah pada kami. Belajar dewasa untuk menghargai orang-orang dirumah ini!" Diego kembali dengan ceramahnya.
"Hei! Siapa yang harusnya belajar dewasa disini? Huh! Aku justru membuat Emma merasa lebih baik daripada kalian semua para psikopat cinta yang menyeramkan!" Roman berkata dengan bahasa kasar membuat Emma menatapnya tak percaya.
Hampir dua hari Emma bersama Roman tak pernah terdengar bahasa seram seperti itu.
Bahkan Roman berusaha menerangkan Emma untuk bisa mengerti dan memaafkan saudara-saudaranya yang impulsif dan membuat hati Emma menjadi rumit.
Mengapa kini Roman justru berbalik seolah menyerang kakak dan adiknya dengan menyalahkan mereka. Padahal kemarin Roman justru terkesan membela Diego dan juga Excel karena tindakan mereka yang memang tidak Roman benarkan.
Lagi-lagi Emma hanya termangu ditengah suasana yang kembali panas.
"Duduk semua! Aku sekarang yang ambil posisi mengatur kalian!" lagi-lagi Roman mengeluarkan kata-kata tapi anehnya Diego maupun Excel menuruti perintahnya.
"Minta maaf pada Emma dengan benar! Kau dulu, Diego! Kau biang kerok semua ini!"
Emma terkesiap. Mendapati kedewasaan Roman yang terlihat seperti bapak-bapak usia 30 tahunan.
"Emma! Kakak minta maaf, karena sudah membuat Emma bingung dan sedih. Maaf, ya?! Maukah Emma melupakan kejadian tiga hari yang lalu itu?" kata Diego mendekat pada Emma dan berusaha membuat Emma mengerti.
💞BERSAMBUNG💞
anak kecil dijadiin babu
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
coba singgah dulu... seperti nya awal yang sedih...