Aku tidak menduga, Suami yang aku cintai selama ini ternyata bermain gila di belakang ku,
Rumah tangga ku yang kubangun dengan kokoh, harus hancur karena datangnya orang ke tiga dalam rumah tangga ku,
Dia berhasil merebut suami ku,
dan sampai dengan tega nya dia juga membuat ku harus berpisah,
penceraian yang tidak pernah aku fikirkan, tapi sekarang aku harus menerimanya.
Dan sayangnya..
Di saat aku ikhlas berdamai dengan keadaan, mencoba melepas semuanya, memulai hidup yang baru,
Cobaan datang kembali saat aku mengetahui aku hamil anak dari suamiku.
Haruskah aku menggugurkannya..???
Atau harus menerima semua ini dan melupakannya lagi..???
TIDAKKKK...!!!!
Aku bukan tuhan yang mempunyai sabar yang tinggi..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuQi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Davis mengepalkan tangannya, sudah 1 Minggu cerry tidak datang lagi kekantornya, padahal dia sudah berjanji akan menjadi pengasuh cerry saat terakhir kali dia datang, tapi ternyata cerry berani membohonginya,
"Keruangan saya sekarang," kata Davis penuh penekanan kepada orang yang dia telfon, lalu mematikannya telfon itu dengan kasar
selang beberapa detik Leo masuk dengan buru buru
"Iya tuan," ucap Leo saat didepan Davis
"Dimana wanita itu, aku ingin memberi pelajaran buat dia sekarang, berani sekali dia berbohong lagi kepada saya.." marah Davis, Leo tau yang Davis tanya adalah cerry, tapi sampai sekarang juga Leo tidak tau dimana cerry, bahannya yang dia suruh menjaga bahkan tidak terdengar lagi dimana mereka,
"Saya akan mencarinya tuan.." ucap Leo pelan
"Cari wanita itu sampai ketemu, jangan sampai aku menemukan wanita itu sekarang, karena bila itu terjadi, saya tidak menjamin dia akan bernafas besok," ucap Davis
*******
sedangkan ditempat lain, sudah 1 Minggu cerry terkurung disana, setiap pagi orang suruhan angga akan mengantarkan bahan makanan untuk cerry masak sendiri, cerry ingin menelfon Leo agar bisa membantunya, tapi ponsel dan tasnya disita angga, dia juga sangat menghawatirkan Tina, bagaimana Tina yang khawatir karena mencarinya,
"Sampai kapan aku akan terkurung disini, aku harus menelfon Angga," ucap cerry lalu berdiri untuk keluar pintu apartemen..
seperti dugaannya, ternyata diluar apartemen sudah dijaga 2 orang dipintu dan dilift 2 orang, mereka melihat cerry yang keluar dari pintu apartemennya, cerry yang melihat mereka memandangnya hanya menahan takut,
anak buah Angga saling pandang melihat cerry, dan akhirnya salah satu penjaga bertanya..
"Ada yang diperlukan nyonya.." tanya penjaga itu dengan dingin,
"Khmm.. bolehkan aku meminjam ponsel.." tanya cerry kepada mereka
"Maaf nyonya, kita tidak bisa meminjamkannya..." jawab mereka
"Sebentar saja, saya ingin menelfon Angga," mohon cerry
penjaga itu saling pandang lagi, dan mereka mengangguk,
"Baiklah nyonya, tapi tolong bicara disini.." kata mereka, Cherry langsung menjawab dengan mengangguk cepat..
penjaga itu lalu memberikan telfonnya kepada cerry, cerry lalu menghubungi Angga.
"Halo.." ucap Angga disebrang telfon
"Angga aku.." ucapan cerry berhenti saat dia mendengat suaran ******* yang saling menyaut satu sama lain, cerry tau apa yang Angga lakukan, lalu dia menutup telfonnya dan mengembalikannya kepeda penjaga itu tanpa berucap, cerry langsung buru buru masuk ke apartemennya dan membanting pintu itu dengan keras..
"Berengsek, kau mengurungku disini sedangkan kamu asyik asyik kan memadu kasih dengan jala** mu itu," teriak cerry lalu membanting dan melemparkan apa saja yang ada di ruangan itu, cerry melampiaskan marahnya, ruangan yang tadinya bersih dan tertata rapi, kini sekarang berantakan dan berserak kaca dimana mana..
penjaga diluar yang mendengar cerry melempar apa saja mencoba membuka pintu itu, tapi tidak berhasil karena cerry menguncinya dari dalam, akhirnya mereka menghubungi Angga kembali..
cerry berjalan diatas pecahan beling dan kaca yang dia hancurkan, kakinya sudah mengeluarkan darah segar saat dia berjalan, tapi sakit itu dia tidak rasakan, dia menuju kearah kamar yang sudah 1 Minggu ini dia tempati, dia mengarah kearah balkon kamarnya itu,
cerry melihat kearah langit, dia mendongak dan menangis melihat langit yang malam itu,
"Mama, papa, cerry lelah, apa mama papa malu melihat cerry sekarang, cerry ingin ikut kalian," ucap cerry dengan tatapan kosong
cerry melihat serpihan kaca yang menancap dikakinya, lalu menariknya Tampa ada rasa sakit sedikit pun, darah lalu keluar dari kakinya, bahkan sekujur kakinya sudah berubah merah oleh darah,
cerry melihat serpihan kaca itu, dia lalu melihat pergelangan tangannya, mengenang bagaimana dulu bersama orangtuanya dan bagaimana orang tuanya meninggalkannya, lalu mengenang kembali awal mula bertemu angga dan berakhir seperti ini..
"Selamat tinggal maudi.." ucap cerry lalu mengoreskan pecahan kaca itu ketangannya,
Darah mengalir semakin banyak dari tangan dan kaki cerry, lalu perlahan pandangan cerry redup dan hilang kesadaran..
*******
Angga buru buru datang keapartemen saat anak buahnya menelfonnya, bahkan dia meninggalkan Melisa tanpa memperdulikannya,
30 menit Angga sudah berada di apartemennya yang sudah 1 Minggu ini mengurung cerry, Angga langsung buru buru menaiki lift dan menuju lantai dimana cerry berada,
saat pintu lift terbuka anak buahnya masih berdiri didepan pintu apartemen cerry,
"Tuan.." sapa mereka
"Dimana cerry," tanya Angga
"Nyonya tiba tiba mengunci pintu dan membanting barang barang tuan didalam.." jelas mereja6
"Bodoh, apa yang kalian lakukan disini, kenapa tidak didobrak pintunya.." geram Angga kepada anak buahnya,
anak buahnya lalu buru buru mendobrak pintu itu, Angga tidak habis fikir bisa meninggalkan kartu apartemennya dirumah,
"Berapa lama cerry didalam.." tanya Angga lagi kepada anak buahnya
"Sudah 1 jam tuan," jawab salah satu dari mereka
BRUAKKKK... Angga langsung memukul pengawal itu, dia menendang mereka satu persatu, lalu menatap semua pengawal
"Bila terjadi sesuatu kepada cerry, saya pastikan kalian tidak akan bisa menghirup udara lagi esok hari," ancam Angga kepada mereka, mereka hanya menunduk mendengar itu, mereka tau konsekuensi nya saat bekerja kepada orang yang terpandang
Setelah 10 menit pintu itu terdobrak juga, Angga langsung masuk dengan buru buru kedalam apartemen,
apartemen itu sangat berantakan, vas yang tersusun rapi kini hancur tak tersisa, Angga melihat banyak darah dilantai, dia mengikuti arah darah itu lalu langsung mencari keberadaan cerry,
dibawah malam yang dingin, Angga melihat wanita yang dia kurung sedang tergeletak dilantai balkon, banyak darah yang keluar dari tangan dan kakinya,
Angga bergetar saat melihat cerry yang dipenuhi dengan darah, Angga menangis, lalu dia membopong badan cerry yang dipenuhi oleh darah keluar dari apartemen,
"Cepat keluarkan mobil, kita kerumah sakit," perintah Angga kepada anak buahnya, Angga memeluk badan cerry yang sedikit kaku, dia mencoba menghentikan darah yang keluar dari pergelangan cerry,
"Cepattt... bila cerry mati, kalian juga harus menemani dia mati.." ancam Angga
para pengawal yang takut lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tapi belum beberapa detik mobil mereka sudah dipepet oleh mobil seseorang, Angga geram karena siapa yang berani menghalangi jalannya, akhirnya kejar kejaran terjadi malam itu, Angga yang harus menyelamatkan cerry, harus menyuruh pengawalnya untuk menambah kecepatan,
tapi lagi dan lagi orang yang mengejar Angga berhasil memepet mobil Angga lagi, lalu mengepung mobil Angga dari samping kanan kiri depan dan belakang,
pengawal itu tidak punya pilihan lain selain memberhentikan mobilnya,
"Sialan.. siapa mereka.." ucap Angga
Semua orang memakai penutup mata hitam keluar dari mobil yang tadi mengejar Angga, dia membawa senjata yang disembunyikan dibalik bajunya
"Siapa kalian, kami tidak ada waktu untuk meladeni kalian, cepat katakan apa keperluan kalian.." ucap pengawal Angga
"Bos kami menginginkan wanita yang ada didalam mobil kalian.." kata mereka
"Kalian tau siapa yang ada didalam mobil itu...???" jawab pengawal Angga dengan sombong..
"Kami tidak tau orang kecil seperti tuan kalian, karena kami hanya tau tuan kami adalah MR. D.." ucap pengawal itu
pengawal Davis langsung takut saat mendengar siapa itu MR.D dia langsung melapor keangga,
"Tuan, mereka suruhan dari Mr.D seorang mafia hukum dikota S, mereka menginginkan nyonya," kata pengawal itu
Angga semakin marah mendengar itu semua, lalu dia turun dan memarahi utusan Mr.D itu,
"Siapapun kalian, saya tidak akan memberikan cerry kepada tuan kalian," teriak angga
"Sayangnya tuan kami tidak menerima penolakan.." ucap mereka lalu menembakkan obat bius kearah 2 pengawal Angga dan Angga, hingga mereka tergeletak dijalan begitu saja
mereka lalu membawa badan cerry yang sudah kaku itu pergi dari sana, dan meninggalkan angga serta pengawalnya begitu saja..