Petik pelajaran dari setiap isi cerita
...
1. Kamu hanya mencintai seragamku dan bukan diriku. Dua tahun pernikahan dengan istriku hanya penuh pertikaian, hingga karenanya kamu memintaku memiliki anak dengan dengan seorang gadis anak almarhumah mantan pengasuhmu sejak kecil.
Dengan kacaunya aku menuruti keinginanmu karena aku sayang kamu Bianca. Namun semakin lama, sebagai seorang suami, aku tidak bisa memaafkan kesalahanmu
Tahukah kamu.. keegoisanmu ini membuat cerita baru dalam rumah tangga kita Bianca.
...
Kamu sungguh menghancurkan isi hatiku Bianca.. Pecah dan hancur sampai ke akarnya tapi aku masih mencintaimu hingga kesalahan fatal itu terjadi memporak porandakan rumah tangga kita.
Dan akhirnya aku berkali-kali merasakan kenangan pahit karenamu Bianca hingga sosok itu datang didalam hatiku tanpa sengaja. Dia......... ( by Ghara )
#
2. Dan disisi lain kamu berbeda dengan dia. Dirimu sudah membalikan seluruh duniaku.
Awalnya aku hanya bermain-main, tapi semakin kusadari.. ada rasa berbeda dalam hatiku. Perasaanku pun bukan sekedar permainan.
Nindy bayangan terindah masa laluku. Jujur memang caraku mendapatkan mu adalah sesuatu yang salah. Hanya aku yang tau itu semua di sengaja atau tidak. Hanya kamu.. hanya kamu saja di hati ini. Diajeng Amarilys Sahna . Kamu hidup matiku, sehidup sesurga ku. ( by Bayu )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Bersiap menempuh hidup baru.
Nada pun tersenyum malu saat Bang Ghara menatapnya dengan malu-malu juga. Tepat saat itu Bayu membuka pintu ruangan Bang Ghara.
"Ada apa wajah kalian memerah seperti habis kena tabok???" tanya Bayu.
"Apa sih kamu. Datang nggak ketuk pintu, main nyelonong aja" tegur Bang Ghara.
"Aku mau pengajuan nikah. Apa syaratnya???" tanya Bayu.
"Kamu sudah melamar?? cepat sekali sudah mau pengajuan??" Bang Ghara kaget karena Bayu secepat itu sudah ingin menikah.
"Aku tunggu kamu lamar Nindy sekarang pengajuan nikah dulu" kata Bayu.
"Kau yakin akan di terima Nindy?? Percaya diri sekali kau ini" tegur Bang Ghara.
"Siapa wanita yang bisa menolak pesonaku??" tanya Bayu.
"Sombong sekali. Kalau kamu memang mempesona. Kenapa aku duluan yang laku?" tanya Bang Ghara.
"Kau ini sungguh tidak bisa lihat orang senang" gerutu Bayu.
"Aahh sudahlah.. syarat pengajuan nikah............"
***
Bayu mengumpulkan semua berkas. Sudah jam sepuluh pagi Papa Arben belum datang juga padahal seharusnya pesawat Papanya itu sudah turun.
...
"Biar saja si Bayu tunggu kita di kantor" kata Papa Arben mengerjai Bayu padahal posisi Papa Arben saat ini sudah berada di rumah Bang Ghara.
"Kasihan Bayu donk Bang. Cepat di hubungi" kata Mama Dira.
"Biar saja dek. Anakmu itu suka sekali bikin rusuh. Apalqh dia itu, tiba-tiba bilang minta di lamarkan anak orang. Apa Nindy sedang hamil?? Pusing kepala Abang dek" Papa Arben kesal sekali dengan Bayu putranya.
"Nggak pa. Bang Bayu memang ingin menikah cepat" kata Nada sambil membawa baki berisi teh hangat dan camilan untuk mertuanya.
"Jangan bawa berat Nad" papa Arben berdiri membantu menantunya yang sedang membawa baki.
Bang Ghara pun segera meletakan ponselnya dan mengambil alih baki yang sudah di pegang papanya.
"Sibuk apa kamu?? istrimu repot sendiri" papa Arben menegur Bang Ghara.
"Lihat kegiatan para anggota pa. Banyak sekali kasus terselubung di dalam Batalyon" Ghara menata cangkir teh hangat untuk mama dan papanya lalu duduk di samping Nada.
"Kasus apa?" tanya papa Arben.
"Penggandaan uang pa, banyak sekali kasus KDRT dan perselingkuhan di tempat dinas luar" jawab Bang Ghara.
"Kamu jangan macam-macam ya Ghar. Kasusmu yang ini saja sudah hampir naik ke Markas. Untung posisimu masih ada benarnya. Kalau tidak.. kamu sudah mutasi keluar Jawa." kata papa Arben.
"Macam-macam apa sih pa. Sudah mau punya anak begini. Mau berulah apalagi sich? Nggak ada niat macam-macam" rasanya Bang Ghara sudah tidak bisa memikirkan wanita lain selain Nada.
"Assalamualaikum....!!!!" Bayu langsung nyelonong masuk ke rumah Ghara.
"Wa'alaikumsalam.." jawab semuanya.
"Lho papa mama sudah sampai?" betapa kaget dan kesalnya Bayu saat tau papa dan mamanya sudah berada di rumah Ghara entah sejak kapan.
"Sudah dari jam tujuh pagi" jawab Papa Arben.
Bayu melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul sebelas lewat.
"Papa keterlaluan sekali. Aku tunggu papa dari pagi buta"
"Kamu memang niat kerjain papa mama. Minta lamaran dadakan. Memangnya papa kerja di kantor mbahmu bisa asal ijin??" tegur papa Arben.
"Kenapa minta lamaran mendadak begini?? Nindy hamil??"
"Astagfirullah pa. Nggak lah. Nyolek aja belum pernah" jawab jujur Bayu.
"Terus bagaimana dengan Selly??" tanya Mama Dira.
"Kalau pacaran Selly memang jagonya ma. Tapi kalau untuk jadi istri dan ibu dari anak-anak, Nindy lebih pantas" Jawab jujur Bayu.
"Tumben otakmu nggak geser, dapat wangsit dari mana kamu bisa mikir begitu??" Papa Arben memang melihat perubahan sifat dan sikap Bayu setelah bertemu dengan Nindy. Tata bahasanya pun jauh lebih tenang, sedangkan Ghara.. putra pertama Arben itu malah seratus persen berubah sejak menikah dengan Nada. Sikapnya yang suka kekerasan dan jiwa nakalnya sebagai pria mendadak hilang.
"Papa ini. Anaknya jadi lebih baik kok di bilang tumben. Apa mau aku nikahi keduanya biar sama ceritanya dengan Ghara..!!!" kata Bayu.
"Huusstt.. mulutmu itu memang minta di sambar" papa Arben memelototi Bayu.
Nada hanya menunduk tidak bisa menjawab ucapan Bayu. Bang Ghara panik saat wajah Nada berubah menjadi sangat sedih.
"Astaga Bay, jangan kesini kalau hanya bisa buat Nada nangis" tegur keras Bang Ghara pada Bayu.
Nada sedikit menarik lengan Bang Ghara yang duduk di sampingnya.
"Nada nggak apa-apa Bang. Abang jangan marah lagi"
Melihat Nada berusaha untuk tenang. Bang Ghara pun mengikuti Nada tapi matanya melirik menghakimi Bayu.
***
Rombongan keluarga Bayu hampir membuat orang tua Nindy jantungan saat Bayu menepati janjinya untuk melamar Nindy secara resmi.
"Maaf kalau saya datang secara mendadak. Ini juga karena Bayu putra saya yang bilang mendadak juga" kata Papa Arben meminta maaf pada orang tua Nindy.
"Ijin Komandan.. tidak apa-apa" jawab Ayah Nindy.
"Maaf pak. Saya datang kesini bukan sebagai Komandan tapi sebagai ayah Bayu, kalau bisa saya berharap kita bisa menjadi besan" ucap Papa dengan sopan.
Bayu tersenyum nakal dan memainkan alisnya menggoda Nindy sampai Papa Arben harus menginjak kaki putranya yang jelalatan.
"Matamu Bay.." tegur Papa Arben mengingatkan Bayu. Kelakuan Bayu tak ubahnya seperti kenakalan Ghara dulu.
...
Setelah acara yang panjang akhirnya Bayu selesai melamar Nindy dan langsung di putuskan, pernikahan Bayu dan Tisa berbarengan agar menghemat waktu.
"Alhamdulillah.. akhirnya kawin juga gue" celetuk Frans tanpa sungkan.
"Heh.. loe tetap sungkem sama gue. Bagaimanapun gue tetap Abang" kata Bayu.
"Salah semua, yang ada loe berdua harus sungkem sama gue. Disini gue Abang yang paling tua" Bang Ghara tak mau kalah.
"Apa kalian ini.. ribut sendiri. Tak ada alasan..!! Kalian bertiga sungkem sama papa" tegur papa Arben.
"Siap..!!!" jawab ketiga pria tanpa sadar seperti sedang apel pagi.
Mama Dira hanya mengelus dada melihat keributan empat pria sembrono di hadapannya.
***
"Ijin Dan.. kami minta tanda tangan" pinta Bayu dan Frans secara resmi di ruang Bang Ghara.
"Silakan duduk..!!" Bang Ghara pun menjawabnya secara resmi sambil menatap Frans dan Bayu secara bergantian.
"Jangan macam-macam sama adik gue, atau gue sobek berkas pengajuan nikahmu..!!!!!" ancam Bang Ghara pada Frans.
"Eeiittss.. Abang jangan gitu lah. Nanti aku belikan motor bebek buat Nada lah. Tapi loloskan ya..!!" pinta Frans pada Ghara dengan wajah memelas namun ia sangat serius kali ini.
"Kamu Bay.. foto calon istrimu lepas satu nih. Kamu jangan macam-macam setelah nikah. Ingat adik perempuanmu ada di tangan beban Batalyon..!!" kata Bang Ghara menegur Bayu. Bayu tau sebenarnya Ghara sangat sedih melepas adik perempuannya tapi mereka tenang karena Tisa akan menikah dengan orang yang tepat.
"Siap Dan.." jawab Bayu masih formal. Matanya berkaca-kaca saat Bang Ghara mengesahkan lembaran kertas pengajuan nikah di bagian Intel yang menjadi urusan Bang Ghara.
"Silakan melanjutkan ke ruang Danyon..!!" perintah Bang Ghara. Matanya pun ikut berkaca-kaca karena kedua adiknya akan melepas masa lajang.
...
"Waahh.. sudah berani nikah kalian rupanya" jawab Danyon sambil menerima map berkas pengajuan nikah Bayu dan Frans.
"Siap sudah..!!" jawab Bayu dan Frans.
"Saya tidak banyak pesan. Nantinya.. jika kalian sudah menjadi seorang suami. Bijaklah kalian sebagai imam dalam keluarga. Didiklah istri kalian sesuai porsinya. Awal pernikahan memang mungkin akan terasa sangat sulit, tapi tidak ada kesulitan yang tidak bisa di selesaikan. Saya tanda tangani berkas kalian. Selamat melanjutkan kejenjang pernikahan dan selamat menempuh hidup baru untuk Lettu Bayu dan Lettu Frans" kata Danyon menjabat tangan Bayu dan Frans selesai membubuhkan tanda tangan.
"Siap.. Terima kasih Komandan" jawab Bayu dan Frans kompak.
.
.
.