NovelToon NovelToon
Suami Dadakan

Suami Dadakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:9.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: IPAK MUNTHE

Lanjutan dari Dokter Cantik Milik Ceo

Namanya Sahara Putri Baskara, ia adalah seorang dokter muda, memiliki paras cantik dan pesona yang begitu luar biasa. Namun sayang ia terpaksa harus menikah dengan mantan suami wanita yang sangat ia benci, demi membebaskan dirinya dari jerat hukum yang akan ia jalani.

"Kalau kau masih mau hidup bebas dan memakai jas putih mu itu maka kau harus menikah dengan ku!" ucap Brian dengan tegas pada wanita yang sudah menabrak dirinya.

"Tapi kita tidak saling mengenal tuan," kata Sasa berusaha bernegosiasi.

"Kalau begitu mari kita berkenalan," jawab Brian dengan santai.

Lalu bagaimanakah nasip pernikahan keduanya, Sasa setuju menikah dengan Brian karena takut di penjara. Sementara Brian menikahi Sasa hanya untuk menyelamatkan pernikahan mantan istrinya, karena Sasa menyukai suami dari mantan istrinya itu.

Hanya demi menebus kesalahannya, Brian mengambil resiko menikahi Sasa, wanita licik dan angkuh bahkan keduanya tak pernah saling mengenal.


---
21+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Sasa merasa kesal sekali pada Brian, karena setelah kewajiban suami terhadap istri yang di katakan Sasa beberapa jam lalu. Sampai di rumah Brian malah mengatakan ke wajibkan istri terhadap suami, rasanya Sasa ingin mencekik Brian karena terlalu kesal.

"Mas udah ya, capek tau Mas udah tiga kali," Omel Sasa, sebab Brian seperti tidak ada puasnya bila menyangkut urusan ranjang.

"Tidak ada batasankan?" tanya Brian.

"Tau begini nggak usah minta apa-apa," gerutu Sasa lagi sambil menutup tubuhnya dengan selimut.

Brian diam ia akhirnya masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, sementara Sasa yang kelelahan akhirnya tertidur. Sebab sehabis berbelanja ia di gempur habis oleh suaminya hingga malam harinya Sasa terbangun, ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Selesai dengan ritual mandi, kini Sasa menuruni anak tangga satu persatu sebab perutnya terasa begitu lapar dan ternyata di dapur ada Sindi yang sedang membuat teh.

"Sasa, kamu sudah bangun Nak?" Sindi tersenyum menatap Sasa dari kejauhan.

"Iya Bu, Sasa ketiduran....." Sasa merasa tidak enak pada Sindi karena ia tidak ikut makan malam bersama, dan itu tentu saja karena ulah Brian si suami pemaksa nya itu.

"Iya, tidak apa. Kamu kan seharian menemani Brian di kantor, pasti sangatlah lelah dan membosankan," kata Sindi lagi.

Lelahnya bukan pas di kantor Bu, tapi pas di rumah. Di gempur abis.....

"Ibu udah makan malam?" tanya Sasa berbasa basi.

"Udah, sini duduk dulu," Sindi meminta Sasa untuk ikut duduk di kursi meja makan bersamanya.

"Iya Bu," Sasa mendudukkan tubuhnya.

Sindi tersenyum dan meminta Art untuk memanaskan makanan untuk Sasa, setelah itu ia baru menatap Sasa lagi dengan serius, "Sa, gimana kamu sama Brian? Apa ada kemajuan?" Sindi sangat penasaran perihal hubungan Sasa dan Brian dan ia sangat ingin tahu sekali.

Sasa mengangkat sebelah alis matanya, ia tidak mengira ternyata mertuanya itu cukup antusias dengan hubungannya dan juga Brian. Tapi Sasa akui jika memang Sindi terlihat begitu menyayangi dirinya.

"Sasa, jawab Ibu," Sindi yang penasaran menggoyangkan tangan Sasa yang berada di atas meja makan, sebab Sasa terlihat hanya diam sambil menatap dirinya.

"Kemajuan gimana Bu?" Sasa bingung bagaimana cara menjelaskannya pada Sindi, bagaimana pun Sindi adalah Ibu mertuanya dan ia belum tahu betul seperti apa mertuanya itu.

"Ya kamu apa sudah........" Sindi menatap Sasa dengan isyarat menyatukan tangannya membentuk kerucut.

"Ibu apa sih," wajah Sasa memerah ketika Sindi bertanya perihal itu.

"Ibu tahu sudah, tapi nggak cukup sekali. Kalau sekali belum tentu hamil," terang Sindi lagi.

"Uhuk.....uhuk....uhuk......" Sasa terbatuk-batuk saat Sindi bicara mengenai kehamilan.

"Kamu kenapa? Kamu shock dengan pertanyaan Ibu? Udah santai aja, Ibu juga pernah muda. Lagian Ibu maunya kamu saja menantu terakhir Ibu, Ibu nggak mau ganti mantu lagi," terang Sindi.

Sasa meneguk air untuk menghilangkan perasaan gelisah di hatinya, tapi ia pun memang tidak mau bercerai dengan Brian tapi bukan karena cinta. Melainkan karena takut pada Baskara, jadi tidak ada salahnya untuk mencoba berdamai dengan diri sendiri mencoba bertahan bersama Brian.

"Sasa," lagi-lagi Sindi menepuk tangan Sasa, untuk menyadarkan Sasa dari lamunannya.

"Iya Bu, ada apa?" tanya Sasa dengan bingung.

"Ya ampun Sasa, Ibu nanya kamu sama Brian gimana?" Sindi kembali mengulangi pertanyaan.

"Ya gitu Bu," Sasa menggaruk kepala bingung harus terlalu terbuka pada Sindi atau sekedarnya saja.

"Gitu gimana?" tanya Sindi lagi yang masih merasa belum puas dengan jawaban Sasa.

"Ibu, Sasa nggak tau juga gimana," terang Sasa.

"Ah......payah kamu, kamu itu harus bisa buat Brian takluk sama kamu. Biar dia nggak main perempuan di luar sana lagi," jelas Sindi.

"Ibu ngomong apa sih," Sasa menggaruk kepala karena pusing dengan perkataan Sindi.

"Sasa, ayo dong demi Ibu ya. Ibu bantu kamu deh.....buat lakuin apa aja, asal kamu terus sama Brian dan berhasil buat Brian nggak main-main wanita lagi," ucap Sindi penuh harap.

"Iya Bu," Sasa terharu lagi-lagi Sindi terlihat begitu menyayanginya, dan Sasa langsung memeluk Sindi dengan penuh kasih.

"Nah gitu dong," Sindi juga memeluk Sasa dengan penuh haru, sebab Sasa mau bertahan dengan Brian yang dingin dan keras kepala.

"Bu Sasa makan dulu ya," Sasa melihat makanan sudah di sajikan begitu banyak untuk dirinya, dan perutnya pun sudah sangat lapar.

"Iya," Sindi tersenyum dan ia menemani Sasa makan malam, "Makan yang banyak ya Sa, biar kamu cepat hamil," tutur Sindi lagi.

Sasa hanya tersenyum kecut, pil KB saja selalu ia minum jadi untuk saat ini ia tidak mungkin hamil pikirnya. Sasa pun tidak tahu sampai kapan ia akan terus meminum pil itu, yang jelas untuk saat ini ia belum siap.

Saat Sasa sedang mengunyah makanan terlihat Brian datang, dan ia mengambil air mineral di dalam lemari es. Lalu mendeguk nya begitu saja, tanpa berbicara sedikit pun pada Sindi maupun Sasa.

"Sasa kamu tadi di kantor ketemu Rendi nggak?" tanya Sindi dengan kencang agar Brian mendengarnya, tidak lupa Sindi juga mengedipkan mata pada Sasa memberi kode.

"Ha?" Sasa bingung sambil menatap penuh tanya, dan sesaat kemudian ia mengerti dengan kode yang di berikan Sindi, "Iya Bu, ganteng banget, Sasa tadi udah kenalan," terang Sasa mengikuti permainan Sindi.

"Dia itu teman Brian sedari kecil, Rendi itu anaknya Baik Sum pembantu kita. Tapi dia sudah seperti anak Ibu sendiri, dan kalau kamu bosan sama tingkah Brian Ibu setuju kamu sama Rendi," Sindi berbicara cukup kencang agar sampai di telinga Brian.

"Iya sih Bu, Sasa jujur ada rasa tertarik sedikit. ganteng banget si Bu," Sasa tersenyum penuh kemenangan, ia sangat suka pada Sindi yang ternyata berada di pihaknya. Sebab Sasa pun ingin tahu sebenarnya mengapa Brian begitu dingin sedangkan Sindi mengatakan dulunya Brian tidak begitu.

"Apa kau sudah selesai?" Brian mendekati Sasa, dan menatap dengan tajam.

"Belum," Sasa masih terus mengunyah makanannya tanpa melihat Brian.

"Ibu pamit," Sindi tidak mau ikut dalam pembicaraan suami istri itu, akhirnya ia memutuskan pergi.

"Ibu tunggu," Sasa malah berdiri dan berusaha menghentikan langkah Sindi.

"Ya," Sindi berbalik dan menatap Sasa.

"Malam ini Sasa tidur sama Ibu ya?" pinta Sasa.

"Tidak," Brian langsung menarik lengan Sasa dan membawanya pergi, "Brian sama Sasa ke kamar dulu Bu," pamit Brian.

"Mas lepas, aku mau tidur sama Ibu," kata Sasa sambil berusaha melepaskan diri.

Brian tidak perduli hingga akhirnya, dalam sekejap tubuh Sasa terasa melayang sebab Brian mengangkatnya, tanpa perduli Sasa berteriak minta di turunkan hingga masuk ke kamar dan membaringkan nya di ranjang.

"Pasangan aneh," Sindi hanya geleng-geleng melihatnya dari kejauhan.

***

Like dan Vote.

Terima kasih.

1
cetom😘😘
profesi torr
nissa
dasar nenek2 hehe
nissa
bagus banget nama nya
nissa
woi belum mandi itu si lila nya
nissa
duh bahagia nya yang sudah belah duren
nissa
hehe, si rendi jadi ke pingin juga tu
nissa
haha, salah lho sendiri mo nyerein lila
nissa
kok ciut nyali si rendi hehe
nissa
hehe ada yang lagi merayu
nissa
la kan lila sendiri yang pingin cerai
nissa
sabar ren jangan emosi, awas naik ke ubun2 lho
nissa
haha, dasar si banci bikin si brian takut aja hehe
nissa
ya ela
nissa
rasain lho kena kerjain brian hehe
nissa
rendi sama aja dengan brian maksa hehe
nissa
bar bar bener si lila hehe
nissa
bener tuh
nissa
waduh, kok gak ada yang nolongin sasa ya
nissa
enak bener jadi istri nya boss, minta ini itu di beliin baik banget deh si brian
nissa
ehem
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!