NovelToon NovelToon
SKENARIO SANG PENCIPTA

SKENARIO SANG PENCIPTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:501.3k
Nilai: 5
Nama Author: AYSEL

Aisyah Alsea, seharusnya dia sudah menyandang status sebagai seorang istri dari lelaki yang telah mengkhitbahnya setaun lalu.
namun,semua angan-angan indah itu berubah menjadi tangis setelah calon suami Alsea menjadi salah satu korban dalam kecelakaan pesawat yang Ia tumpangi.

Haru biru kisah cinta Alsea tak selesai sampai disitu,Ia masih akan dihadapkan dengan konflik-konflik dikehidupannya.

Akankah Alsea dapat menemukan jodohnya kembali???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYSEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

2 Hari sudah Nahda berada di bandung, Semalam Ia sudah bicara dengan Azzam jika besok akan kembali ke Jogja, tugas yang kemarin Ia tinggal kan begitu saja sudah masuk waktu deadline. Terlebih Nahda hanya mendapatkan Izin kuliah 3 hari, Ia tidak ingin tertinggal mata kuliah dan mengulangnya tahun depan.

Keadaan dirumah orangtuanya, masih membuat Nahda merasa tidak nyaman dengan kehadiran anggota baru, Nahda merasa jengah Setiap hari harus mendengar Safa terus merengek dengan sikap Azzam yang selalu menghindar darinya.

Sebenarnya Nahda bukan tak menyukai Safa, tapi melihat kondisi kakaknya yang selalunya terlihat kacau, setelah dipaksa menikah dengan Safa membuat Nahda merasa kesal. Apalagi Nahda pernah beberapa kali memergoki Safa sedang bersama dengan pria lain tanpa menggunakan hijabnya.

Ia tak tahu persis kenapa Safa bersikap seolah menjadi wanita muslimah di depan Azzam, sedang dibelakang nya, Safa benar-benar menjadi wanita yang berbeda.

"Umma, Besok sore Nahda pulang ke jogja," ucap Nahda disambut senyuman merekah dari wajah Safa.

"Baguslah ini anak cepet perginya, bisanya bikin gue bete doang," batin Safa

"Gak usah kesenengan dulu, Teh! aku balik ke jogja juga sama Aa," ketus Nahda karena kesal melihat senyum licik Safa.

"Loh Aa kamu mau balik ke jogja, Da?" tanya Umma.

"Katanya sih begitu,Umma."

Safa mencengkram erat bawahan rok yang Ia kenakan, mendengar Azzam akan ikut Nahda kembali ke jogja.

Sudah hampir 1 minggu dia menyandang status sebagai nyonya Moazzam Harizra, tapi tak sekalipun Azzam mengajaknya berbincang. jangankan kan untuk berbicara, sekedar memandang bahkan melirik Safa pun tak pernah Azzam lakukan.

Azzam selalu menghindari Safa dimanapun Ia berada, pria itu selalu mengulur pekerjaan agar tak cepat kembali kerumah dan selalu berangkat bekerja sebelum Safa menyadarinya.

Jika sudah mendapatkan perlakuan seperti itu, Safa hanya bisa menggerutu sendiri di dalam kamar Azzam.

Mendengar suara motor vespa Abah Ali yang dibawa oleh Azzam tadi pagi, membuat Safa beranjak dari ranjang kamar Azzam dan berlari menemui Azzam.

"Assalamuallakum," ucap Azzam yang memasuki rumah.

Tak menjawab sapaan salam yang Azzam ucapkan, Safa justru membanjirinya dengan pertanyaan dan rengekan.

"Aa! apa benar kamu mau kembali ke jogja? kenapa A? mau apa kamu balik kesana? terus aku gimana?"

Azzam sama sekali tak menggubris pertanyaan Safa, Ia menghampiri Umma Esih yang sedang duduk diruang tengah bersama Nahda.

"Assalamuallaikum, Umma"

"Waalaikumsalaam. Sudah pulang kamu, Nak? tidak bareng Abah mu?" tanya Umma

"Tadi Abah bilang mau mampir sebentar ke pesantren bareng Ustadz Harun, sepertinya akan pulang malam," Azzam menyalami Umma Esih dan Nahda kemudian merebahkan badan nya di sofa.

Safa masih berdiri di belakang Azzam dan melihat begitu lembut perlakuan nya terhadap Ibu dan adik perempuannya, sangat berbanding terbalik cara Azzam dalam memperlakukan dirinya.

"Kata Nahda besok kamu mau kembali ke jogja, apa benar, Zam?"

"Iya Umma, Ada proyek yang sempat Azzam tunda sebelum pulang kesini tempo hari, minggu depan harus diselesaikan, jadi Azzam akan ke jogja sebentar membantu Rizwan menyelesaikan proyeknya, sekalian ada yang ingin Azzam temui,"

"Siapa A? siapa orang yang harus kamu temui? Apa perempuan yang bernama Alsea itu?" sergah Safa.

"Mulai deh!!" Ucap Nahda sembari beranjak pergi ke kamarnya.

Azzam yang sudah duduk di samping Umma Esih, tetap tak bergeming dengan pertanyaan Safa. Ia pun berdiri dari duduk nya dan menyusul Nahda ke kamar setelah Safa menghampiri dan duduk disebelahnya.

Safa hanya bisa menahan emosi saat kedua kakak adik itu, pergi meninggalkan Ia berdua dengan Umma Esih.

"Bersabarlah sedikit lagi, ini juga tak mudah buat Azzam, kamu harus lebih memperhatikan sikapmu," ucar Umma Esih yang juga meninggalkan dirinya seorang diri duduk diruang tengah.

"Arrgghhh gue benci kalian semua!!" gumam Safa.

Safa pun akhirnya kembali ke kamar Azzam setelah diabaikkan oleh mereka, didalam kamar Safa membungkam mulutnya dengan bantal dan berteriak meluapkan emosinya.

Drrt... Drrt....

Safa mengambil ponsel yang Ia letak kan di meja belajar, setelah terdengar bunyi notifikasi pada ponselnya, Safa membaca beberapa pesan yang masuk.

Ibu : Jaga sikap kamu ya, Fa! jangan membuat masalah dirumah Azzam.

Egar : Enggak ada terimakasih-terimakasihnya lo jadi adek! udah di bantuin biar bisa kawin sama Azzam malah ngilang gitu aja, bagi gue duit dikitlah buat party.

Safa mengabaikan pesan dari orangtua dan kakak nya, Ia sangat berterimakasih karena berkat mereka dirinya bisa menikah dengan laki-laki yang sudah di incarnya sejak lama. Tapi dilain sisi, Safa juga merasa kesal karena pernikahan nya dengan Azzam tak seindah yang Ia bayangkan.

Tari : Fa... udah jadi bini lupa lo sama kita-kita ya! ke cafe lah hayuk nongkrong-nongkrong, kangen nih lama enggak ajeb-ajeb.

"Arghhh gue kangen banget nongkrong sama mereka." gerutu Safa.

Safa berfikir bahwa sehari dua hari berlalu, Azzam akan memaafkan kebohongan nya dan dapat menerimanya sebagai istri dengan baik,tapi kenyataan nya sudah hampir seminggu dia berada dirumah ini tapi sikap Azzam terhadap Safa justru semakin dingin.

Keesokan harinya, Safa tak keluar kamar, tidak mengikuti jamaah sholat subuh ataupun membantu Umma Esih menyiapkan sarapan, Safa juga melewatkan Sarapan paginya, Ia hanya keluar kamar untuk ke kamar mandi kemudian kembali mengurungkan diri di kamar. Saat di hampiri oleh Umma untuk mengajak Sarapan bersama, Safa hanya mengiyakan namun tak beranjak keluar dari kamar.

Ia berharap dengan sikap seperti ini, akan membuat Azzam mengurungkan niat untuk pergi meninggalkan dirinya ke jogja. Ia berfikir jika perempuan bernama Alsea adalah perempuan yang Azzam ditemui di jogja, jangan-jangan orang yang dimaksud Azzam mau di temui adalah perempuan itu, seperti itu pikiran Safa semalaman.

Safa menempelkan daun telinganya pada pintu kamar saat mendengar suara obrolan diruang tengah.

"Pada ngomongin apa sih!! gak kedengeran lagi suaranya" gumam Safa.

Tak Selang lama terdengar suara mobil Abah keluar dari halaman rumah, Sesaat kemudian rumah menjadi hening setelah kepergian mobil Abah.

Safa yang penasaran akhirnya mencoba untuk keluar dari kamar. Saat Safa keluar kamar, Ia tak melihat satupun orang dirumah.

Safa memberanikan diri membuka pintu kamar Nahda, Ia masuk dan mengechek ternyata tas ransel Azzam yang tempo hari di ambil dari kamar nya serta koper Nahda sudah tidak ada lagi.

"Kemarin bilang mau berangkat sore?!, tapi Ini masih siang tapi kok sudah pada berangkat!" gumam Safa.

Saat semuanya pergi tanpa berpamitan dengannya, membuat emosi Safa semakin memuncak. Ia berlalu ke kamarnya, mengambil sling bag dan memasukan dompet beserta ponselnya, kemudian Ia pergi meninggalkan Rumah yang tak berpenghuni itu.

Safa pikir kembali ke rumah Orangtuanya sementara waktu, selagi Azzam tidak dirumah bisa sedikit meredakan emosinya. Ia juga berniat menemui teman-teman nya di tempat mereka biasa nongkrong untuk melepaskan penat karena sudah terkurung selama seminggu ini.

1
Mmh dew
karya Ka Othor selalu bagus ku tunggu karya selanjut Ka ❤
Mmh dew
ka aysel mana karya barunya aku selalu menunggu sudah lama, karya karyamu sudah berkali kali di baca ta pernah bosan
Rosita Rojih
kereeen
hanie tsamara
semangatttt kk thorrr...
smoga cerita dearr khadijah sm cantikny seperti kisah babang azzam dan teh alsea❤❤
hanie tsamara
akhir yg bahagia...
jd ikut terharu didalem.cerita
berasa ikut berperan dlm cerita🤩🤩🤩

makasih thoorrr...lov..lov..lov deh bwt kk thorr💪🏻💪🏻❤❤
hanie tsamara
alhamdulillah...
ikut bahagia jg sm keluarga babang azzam..happy end❤

makasih thorrr atas karyanya..🙏🏻🙏🏻❤
Naira Safira
keren banget...cerita'y bgs bgt...
hanie tsamara
thoorrr kasih abyaz jodoh yg cantik..sholehah..baik..lemah lembut dong😁
hanie tsamara
bismillah yaa babang azzam..
smoga diberi kelancaran smpe hari H
hanie tsamara
Allah udah menyiapkan jodoh terbaik bwt babang irham..jd jgn berkecil hati bang💪🏻💪🏻
hanie tsamara
akhirnya babang azzam dapet lampu hijau dr mamanya alsea🤭🤭
hanie tsamara
babang azzam..
sabar yaa ngadepin calon mertua🤭🤭
hanie tsamara
biar tw rasa tu dika...
udah jd buronan..salah paham lg sm babang azzam😪😪
hanie tsamara
🤣🤣🤣🤣
kocak rizwan...minta izin sm sahabatny babang azzam..
blum apa2 udah di wanti2 mau di bogem..klo smpe berani ngelamar adeny🤭🤭
hanie tsamara
pasti babang azzam yg ngeliat alsea turun dr tangga...
hanie tsamara
wahhhh parah bgttt safa...

nasib buruk babang azzam😪😪
hanie tsamara
hahahahaaaa lucu jg..
gk sempet ngetik CV
lagsg diungkapin😂😂🤭
hanie tsamara
maksud hati mau minta no. HP
biar bs komunikasi sm alsea..
antara jakarta dan Jogjakarta🤭
hanie tsamara
wahhhh bikin cheese cake😋😋
hanie tsamara
bismillah yaa babang azzam..
disepertiga malamnya smoga berjodoh💪🏻💪🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!