NovelToon NovelToon
PENGASUH SANG TAIPAN

PENGASUH SANG TAIPAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Tamat
Popularitas:307.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mbak_na

bagaimana jika seorang wanita mendapat kesempatan untuk berada dekat dengan seorang taipan berwajah tampan? mengasuh seorang CEO tampan yang pikirannya kembali ke masa anak umur 8 tahun? punya kepribadian aneh? dan kadang wajah tampan itu bertranformasi menjadi imut dan selalu meluluhlan hati seorang karin..... sampai sampai bisa menembus jiwa kejombloan karin, lalu bagaimana jika pria itu kembali ke pemikiran dewasanya? bagaimana kehidupan duo sejoli itu nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak_na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKHIR DARI SEGALANYA

Author pov

 

Seorang gadis dengan pakaian putih cerah dan renda bunga yang menjepit rambut panjangnya. Membuat siapa pun terpukau melihat penampilan wah gadis tersebut. Namun ruangan kosong tak berjendela itu tak bisa dibilang sesuai dengan penampilan anggun sang gadis.

 

Sesosok perempuan berbaju merah dengan rok hitam selutut memperhatikan gadis dalam ruangan itu melalui celah pintu yang sempit, yang mana membuatnya tak leluasa untuk mengintip.

 

“Karin....” Gumam gadis itu ketika dilihatnya perempuan di dalam ruangan itu adalah temannya selama 5 hari ini. “aku pasti akan menyelamatkanmu, tunggulah...” gumam gadis itu sembari menatap iba temannya dengan kaki terikat serta tangan yang di borgol, duduk dengan kepala yang terkulai.

 

“Hilda sedang apa kau disana?” gadis yang dimaksud pun tersentak kaget ketika namanya dipanggil oleh seseorang, Hilda- dengan segera membalikkan badan menghadap seseorang tersebut yang ternyata adalah tuannya.

 

“aku...aku hanya ingin melihat temanku tuan....” ujarnya agak takut. Di perhatikan sang tuan yang kali ini memakai setelan jas putih senada dengan pakaian temannya Karin yang di sekap di dalam-tertidur pulas karena efek dari obat tidur yang di berikan tuannya.

 

“jangan bilang kau juga tertarik dengannya?” Hilda menautkan jemarinya gugup ketika pertanyaan itu dibahas oleh pria yang ada di depannya ini.

 

Jhon memperhatikan Hilda yang menundukkan kepala takut. Dengan tatapan tenang tapi terkesan dingin itu, diraihnya dagu Hilda hingga membuat sang empu mendongak ke atas memperhatikan.

 

Jantung Hilda yang awalnya sudah berdentum keras, kali ini berpacu dengan detik. “Apa kau ingin menyelamatkannya?” tebak Jhon yang semakin mengikis jarak di antara wajah mereka berdua.

 

Jhon sangat hafal bagaimana perilaku Hilda yang terlalu baik pada orang lain termasuk pada wanita itu. Baginya wanita seperti Karin.... Adalah sebuah hal yang akan memunculkan rasa iba setiap orang untuk membantunya. “tuan..... Apa, tidak bisa wanita lain?”

 

Hilda kali ini memperhatikan takut-takut tuannya yang masih meraup dagunya kasar. Baginya Jhon adalah pria yang sangat ia cintai, dia rela menjadi apa pun bagi Jhon asalkan pria itu tetap mau berada di sisinya, jantungnya memang berdegup karena takut, namun ada alasan lain selain ketakutan terhadap Jhon yang ia rasakan. Segudang rasa cinta dan sayangnya terhadap pria ini bahkan melebihi hidupnya sendiri.

 

Bagi Hilda hubungannya dengan Jhon.... Adalah sebuah berkah, walaupun sifat kasar dan fanatiknya terhadap sesuatu bisa dibilang di tingkatan tergila.... Termasuk ketertarikannya pada seseorang.

 

Hilda sangat takut itu terulang kembali, kejadian 7 tahun yang lalu. Kisah mereka bertiga,

 

“bukankah kau mengatakan jika kau mencintaiku Hilda?” tanya Jhon dengan suara beratnya, geram dan sangat ingin menghancurkan kepala kecil yang ada di depannya saat ini.

 

Hilda yang mendengar itu mengangguk dengan cepat membenarkan. Rasa cintanya pada Jhon adalah sesuatu hal yang menjadi bagian dari hidupnya untuk selamanya. “bagus.... Bukankah menurutmu jika kau mencintai seseorang, maka hal yang membuatmu bahagia adalah melihat orang tersebut bahagia?”

 

Hilda kembali menganggukkan kepalanya cepat. Tapi dalam hatinya keraguan untuk mengorbankan Karin demi kebahagiaan Jhon? Apakah ini benar?

 

“kenapa kau menunjukkan keraguan pada seseorang yang kau cintai hilda? Bukankah kau harus mempercayai cintamu?” kali ini Jhon berkata dengan nada lembut, diraupnya tubuh Hilda dalam pelukannya dan di tenangkannya gadis itu dengan belaian nyaman pada punggungnya.

 

Hilda yang merasakan semua kenyamanan yang diberikan Jhon pada tubuhnya membuatnya kembali dilanda keraguan. Antara keselamatan Karin, temannya, atau memilih percaya pada cintanya yang bertepuk sebelah tangan?

 

“Tuan, aku akan menyiapkan minuman Wine untuk kalian berdua” Jhon yang mendengar perkataan Hilda pun melepaskan pelukannya. Dia tersenyum simpul-menandakan kepuasan akan hal yang di pilih Hilda.

 

“Bagus.... Jangan lupa untuk menyiapkan kamar kami” ujar Jhon berbisik tepat di depan telinga Hilda. Rasa sakit yang tak terbendung memenuhi rongga dadanya. Beginilah hidup yang ia jalani, ketika dia melihat tuannya tertarik dengan seorang perempuan, maka Hilda hanya akan jadi penonton jauh mengenai hubungan mereka.

 

***

 

Hilda menuangkan cairan berwarna merah tua pekat ke dalam dua gelas berkaki ramping itu. Di tatapnya kedua gelas tersebut, ada sebuah rasa bersalah hinggap dihati Hilda ketika melihat Karin terikat seperti itu. Jhon, tuan sekaligus pria yang dia cintai tersebut akan melakukannya malam ini....

 

“apa yang harus kulakukan Jenny??” gumamnya seraya menatap keluar jendela kecil yang terhubung di ruangan dapur tersebut. Pikirannya melayang pada 7 tahun yang lalu, mengingat hubungannya dengan Jhon dan juga nama perempuan yang ia gumamkan.

 

Hilda pov

 

Aku menatap malam yang begitu gelap, menampakkan kesuramannya seolah-olah akan terjadi sebuah tragedi yang mengerikan. Apa yang harus kulakukan jenn? Gumamku dalam hati meminta sebuah petunjuk untuk keraguan ini.

 

Aku tahu Jhon lebih baik daripada setiap orang yang mengenalnya, perjalananku selama 7 tahun ini supaya bisa di cintai, tak bisa dibilang mudah. Awalnya aku mengenal pria itu sebagai salah seorang dokter magang yang cerdas dan telaten, baik dan tampan. Bahkan bisa membuatku yang tak tahu bagaimana nyamannya sebuah hubungan-menjadi paham betapa pentingnya kehidupan dalam konteks kemanusiaan.

 

Setelah bertemu Jhon, aku mengidolakan pria itu, setiap kali aku di rawat di rumah sakit, aku hanya akan mencarinya. Yah.... Aku adalah salah atau penderita penyakit pneumonia kala itu, dan untungnya masih stadium awal, dan bisa sembuh total.

 

Waktu itu Jhon tidak mengenalku dengan baik, karena memang dia bukan dokter yang di tugaskan untuk merawatku, jadi, tidak ada alasan khusus dia menemaniku. Namun karena kegigihanku, setiap kali ke rumah sakit dan di rawat di sana, aku hanya akan mencarinya.

 

Dia baik dan sangat kupuja. Sampai seorang pasien perempuan penyakit gagal jantung di tempatkan dibangsal sebelahku. Namanya adalah Jenny. Gadis itu 3 tahun lebih tua dariku, dan aku menyukainya. Kadang ketika perawatanku selesai dan tidak bisa menemukan Jhon dimanapun, aku mengunjunginya. Senyum hangat dan juga tatapan yang melegakan dari Jenny membuatku nyaman berada dekat dengannya.

 

Kami menjadi tetangga dan juga teman yang baik sejak saat itu. Dia perempuan yang baik dan cantik, sangat di bayangkan dia memiliki penyakit yang mematikan. Aku merasa iba padanya sampai-sampai tak tega melihat wajah sedihnya.

 

Suatu hari, aku dan Jenny berjalan-jalan di koridor rumah sakit, kami berbincang dan juga menceritakan hari-hari 2 orang sahabat sejati. Dan tanpa sengaja Jhon dada di situ. Aku memperkenalkan Jenny padanya, begitu juga sebaliknya. Namun yang tak kusadari waktu itu.... Jhon tertarik dan suka terhadap temanku itu.

 

Aku yang awalnya cemburu dan juga marah, terlampiaskan pada Jenny. Aku mulai menghindarinya. Aku pun juga mulai memupuk kebencian terhadap jenn seolah-olah dia telah merebut Jhon dariku. Sampai-sampai aku melupakan fakta bahwa..... Hidupnya sudah tidak lama lagi.

 

Aku mendengarnya secara tidak sengaja dari dokter yang merawat jenn. Bodohnya aku tidak pernah menanyakan sedikit pun tentang penyakitnya, yang hanya kutahu jika itu penyakit mengerikan. Namun tidak sampai ke pikiran jika dia sedang sekarat.

 

Aku yakin kala itu Jhon pun tidak mengetahuinya. Aku sering melihat mereka bersama setelah berkenalan waktu itu, Jhon yang tidak pernah datang ke bangsal perawatanku, menjadi sering datang hanya untuk menanyakan jenn.

 

Melihat mereka berdua tersenyum membuat dadaku sesak oleh rasa cemburu. Namun.... Jenn tiba-tiba terkena serangan jantung parah, dia harus melakukan perawatan segera yang mengakibatkannya harus di rawat secara intensif oleh para dokter. Sebelum dia di rawat dia meninggalkan pesan untukku melalui dokter,

 

“Maafkan aku Hilda, aku sungguh tidak tahu kenapa kamu marah padaku, kamu tahu? Kamu adalah teman pertamaku, yang sangat berharga, aku tidak pernah memiliki satu, namun sekarang jika aku matipun, aku tidak menyesalinya karena salah-satu harapanku dikabulkan oleh tuhan, yaitu memiliki teman yang mau menerima kondisiku, dan juga jangan beritahu dokter Jhon tentang penyakitku, aku memberitahunya jika aku memiliki penyakit phenomia fase awal, agar dia tidak khawatir, hehee aku meniru nama penyakitmu, sekali lagi ku mohon okey? Dokter Jhon terlalu baik Hilda, aku harap kamu jangan membuat beban pikirannya bertambah hanya karena pasien sekarat sepertiku”

 

Dan begitulah isi surat terakhir jenn, setelah 3 hari rawat, jantungnya tidak bisa lagi membaik. Tubuhnya menolak untuk berjuang..... Dan akhirnya dia pulang ke pangkuan yang maha kuasa.

 

Aku menangis meraung sejadi-jadinya atas kepergian jenn. Tak kupedulikan semua orang yang menatapku waktu itu. Yang ada aku menyesal, karena belum sempat meminta maaf padanya. Bahkan sampai sekarang pun...

 

Begitu juga Jhon, pria itu terpuruk dalam kesendiriannya. 4 hari setelah kematian jenn waktu itu, aku Cuma melihatnya menekuk wajah tanpa semangat. Dan tiba ketika hari ke lima pemakaman, aku mengunjungi bilik mayat untuk melihat sahabatku itu, mengucapkan kata maaf yang susah terlambat pada tubuh dingin dan kakunya.... Sungguh aku tidak mau ada penyesalan dalam batinku.

 

Namun.... Kejadian itu terjadi, ketika aku hendak memasuki kamar mayat-yang kuncinya sudah ku curi diam-diam dari perawat Anne. Ternyata pintu tersebut tidak terkunci sama sekali. Aku yang curiga tetap masuk tanpa adanya cahaya lampu. Betapa terkejutnya diriku kala itu ketika kulihat Jhon meraup mayat jen dalam gendongannya, aku menutup mulutku rapat-rapat menahan teriakkan.

 

Dan ketika dia sudah berjalan dengan tubuh jenn dalam gendongannya, dia syok melihat kehadiranku. Tatapan Jhon yang dingin dan menakutkan-tidak ada tatapan hangat seperti biasanya, membuatku tidak melihat manusia melainkan iblis yang sedang menggendong tumbalnya. Dan untungnya, Jhon langsung mengabaikanku. Dia berjalan dengan santainya menuju tangga darurat dan berakhir di basemant. Aku mengikuti ke mana Jhon membawa mayat jenn, aku sudah berusaha bertanya berkali-kali namun sayangnya pria itu mengabaikanku.

 

Aku yang waktu itu tak tahu apa yang kulakukan, akhir mengikuti saja dengan diam. Dan ketika dia sudah sampai di mobilnya, aku pun meminta untuk ikut masuk dan pergi bersamanya.

 

Di dalam mobil, aku melihat mayat jenn, dengan bibir pucat biru serta kulit putih yang bersinar terkena cahaya rembulan. Gadis cantik, yang sifat dan wajahnya seperti malaikat.... Tuhan terlalu sayang padanya hingga membuatnya meninggal di usia muda.

 

Jenn duduk dengan anggunnya, walaupun kepala tertekuk lemah, namun masih kelihatan cantik. Aku pun juga melihat gaun putih dengan jepitan bunga mawar yabg menghiasi kepalanya. Benar benar indah....

 

Kemudian setelah Jhon berhenti di masionnya, dia kembali menggendong jenn dengan diam dan tatapan yang sama.

 

Aku yang berusaha mengimbangi langkah besarnya, akhirnya berhasil menyusul, mayat jenn kala itu di tempatkan di ruangan kamar, dengan taburan kelopak bunga mawar merah. Ruangan itu harum bagaikan di surga. Aku yang tidak mengerti dulu kenapa dihias seperti itu hanya bisa menonton.

 

Aku masih mengingat, mayat jenn di dudukkan layaknya manusia hidup di atas kasur, tubuhnya di sandarkan pada ranjang dan gaunnya di rapikan oleh Jhon. Pria itu bahkan juga menata rambut jenn secantik mungkin.

 

Aku kembali memejamkan mata mengingat ingat kembali kejadian itu, kejadian dimana.... Jhon berbicara dengan tubuh jenn yang sudah membiru seperti orang gila. Aku berada di sana sepanjang malam, menyaksikan senyum pria itu, interaksinya memecahkan suasana mencekam, kemudian sesekali berbaring dipaha jenn.

 

Ini sudah 7 tahun lamanya, kegilaan Jhon akan sosok jenn, membuatnya terobsesi secara berlebih pada seseorang..... Apa lagi jika seseorang itu memiliki senyum hangat yang mampu membuat semua orang nyaman di dekatnya.

 

 

Dan pastinya Jhon akan menyimpan orang tersebut rapat-rapat, dan menikmati siksaan yang terjadi pada manusia yang kehilangan sosok seperti itu. Dia menikmati siksaan batin mereka karena Jhon juga pernah ada di posisi yang sama. Walaupun hubungan Jhon dan jenn hanya berlangsung 6 bulan, namun sepertinya kehilangan sosok seperti jenn tidak bisa di sembuhkan selamanya.

 

Dan sekarang Karin akan dijadikan sama seperti jenn... Ini memang bukan yang ke 2 kalinya Jhon melakukan ini, namun entah kenapa, aku tidak bisa membiarkan ini lagi.... Ini semua salah.

 

Aku tahu itu, tapi aku tidak ingin melihat orang yang kucintai juga menderita. Hubunganku dengan Jhon terbentuk karena jenn, setelah malam itu aku mengerti seberapa frustrasi nya pria itu kehilangan jenn, dan semenjak itulah kuputuskan untuk mengobati luka hati Jhon. Aku yang sedari awal memang tidak memiliki siapa pun dan hubungan kasih sayang, menjadi tergila-gila pada yang namanya hubungan....

 

Aku berusaha sebaik mungkin untuk membuat Jhon menerimaku dalam hidupnya. Namun sampai sekarang, dia tidak pernah melihatku sama sekali, obsesinya menemukan perempuan seperti jenn, membuat tubuhku transparan dimatanya.

 

Aku takut... Karin akan seperti wanita-wanita sebelumnya yang di perlakukan sama oleh Jhon. Dia akan meminumkan Karin racun... Dan ketika tubuh Karin sudah membiru, selang sebesar ukuran kran air akan dimasukkan dalam mulutnya.... Dan sampai di depan pintu masuk lambung. Jhon akan menyemprotkan semen ke dalam tubuh Karin hingga organ dalamnya bisa mengeras.

 

Kemudian tubuh kaku itu akan dilumuri semacan gel untuk memumifikasikan kulitnya. Rambut Karin akan di semprotkan semacam cairan pengeras hingga membuatnya kaku dan dapat mudah di bentuk. Mata Karin juga akan di buka dan di oleskan dengan gel yang sama.

 

Dan setelah semua proses itu dilalui, tubuh indah Karin akan di simpan bersama tubuh-tubuh wanita lainnya di gudang rumah ini....

 

Tuhan... Apa yang harus kulakukan kali ini? Dulunya ketika aku melihat Jhon melakukan ini, yang ada dibenakku hannyalah agar sia bisa bahagia, namun ketika melihat Karin yang sikapnya begitu mirip dengan jenn, membuat rasa percaya pada cintaku goyah. Aku ingin menyelamatkannya dari Jhon...  Begitulah bisikkan sebagian besar hatiku.

 

“apa yang harus kulakukan tuhan.....” gumamku.

 

 

Malam ini adalah malamnya Jhon akan melaksanakan rencana itu.

 

***

 

 

1
Katarina Sutirah
cerita menarik
Yuni Tri Hastuti
Pinisirin
Rhenii RA
Saran aja thor, setiap babnya banyakin dialognya biar yang baca gak bosen, soalnya di beberapa bab kadang hanya ada 9 dialog😌
Rhenii RA
Dialognya terlalu sedikit thor
Jero Metriani
😂😂al dan mark akan bertemu jodohnya
aquawomen
kayanya Jhon sengaja ngasih obat biar Devan sakit terus
Umi Salamah
bagus sebenarnya tp kurang percakapannya jd terkesan kayak baca diary
Made Widianti
bosan juga .kkelebiha bercerita .percakapan x kurang .nggk seru jadix.
Nana effendy
hadir🤭
susy sulistyaningati
bisa disalurkan menjadi dd. bedah tuh anak2nya Karin-Devan, drpd jd monster bgt..
susy sulistyaningati
bknnya awalnya musuhnya Bram, kok malah terakhir Bram gk dibahas, malah dr. Jhon..🤔🤔
hrsnya diceritakan jg gmn Karin diselamatkan, ungkapan cinta Devan, permintaan ma'af Karin, gmn bucinnya Devan..
lha ini tiba2 sdh punya anak usia 5 th..😢😥
susy sulistyaningati
ngeri sekali dr Jhon.. sadis man..
ternyata tokohnya semya menyukai Karin kecuali Arthur..
akhirnya Jerry mampus jg, pasti de. Jhon atau suruhannya yg membunuhnya..
susy sulistyaningati
ternyata Jerry jg suka sm Karin..🤔🤔
kasihan Devan, dia sdh berusaha berubah malah Karinnya salah paham & akhirnya pergi drnya..
yg sabar ya Devan..
susy sulistyaningati
coba dinikahin & adiknya diajak tinggal bareng, mungkin Karin mau..
Lis Manda Cel
ketiga2nya ja thor...
Lis Manda Cel
ternyata lbh berbahaya dr pd bram,devan atopun arthur😔😔😔
Lis Manda Cel
lha iya karin kok mlh ngira devan cinta ma bayangan...hahaha...item doang klo bayangan apa yg mo dicinta hahaha
Lis Manda Cel
tetap semangat ya thor...gk usah baca komen2 yg tdk membangun👍👍👍
Lis Manda Cel
untung karin gk prnh mau mandiin devan ya...
Lis Manda Cel
jd devan udah ada ht ke karin dr sejak sblum hilang ingatan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!