Arif Pratama seorang pria berusia 30th yang harus menikah dengan wanita yang ia tak cintai, bernama Annisa Putri.
Annisa Putri adalah Seorang anak kiyai yang tinggal di kampung, ia kelulusan pesantren terkenal di kampungnya, mereka harus di jodohkan dengan kedua orang tuanya.
Sampai akhirnya tak ada kehangatan sama sekali didalam rumah tangga nya akibat Perjodohan yang tak didasari oleh suka.
Ikuti terus ceritanya karna cerita ini mengandung bawang yang berlebihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 30. Ternyata.....
Malam itu Annisa tak dapat tidur memikirkan semua jawaban di hari esok, Rasa tak sabar menyelimuti, Namun juga dirinya merasa takut.
Annisa sangat bimbang sekali, sampai-sampai sudah pukul 1 pagi matanya belum juga bisa tertidur.
.
.
.
Pagi hari Annisa sudah lebih dulu bangun dan mandi, waktu tidur semalam sangat sedikit karna ia begitu penasaran dengan hasil nanti, Arif melihat Annisa sedang menyapu latar rumah namun pandangan Annisa seperti orang ketakutan, apa karna ia nervest atau takut.? Entahlah hanya Annisa yang tahu. Arif mendekati Annisa dan menyapa Annisa.
"Hai sayang.? kapan bangun.? perasaan aku udah bangun pagi-pagi banget deh." Ujar Arif.
"Hehe aku tadi bangun jam 4 mas." Ujar Annisa.
"Oh yasudah aku mau mandi dulu ya, nanti kita sarapan di luar oke.??" Ujar Arif sambil tersenyum.
Annisa membalas senyum nya, begitu tenang jika Arif berada disisinya, sehingga semua kecemasan pada dirinya merasa tergeser.
"Mudah-mudahan saja nanti hasilnya bagus." Gumam Annisa sambil menyapu.
.
.
.
Selesai menyapu, Annisa ke kamar untuk mengganti pakaian nya, karna Arif sudah selesai mandi dan juga berganti pakaian.
"Sayang sehabis periksa jadi kan main kerumah umi dan Abah.? tanya Arif.
"Lihat nanti saja ya mas." Ujar Annisa.
"Iyah deh sayang."
Saat ingin berangkat, Annisa berkata pada Arif. "Mas ko aku deg-degan ya.?"
"Kan kamu yang meminta sendiri untuk periksa, kalau kamu takut kita ga usah pergi ya.?" Ujar Arif.
"Yaudah ayo pergi."
.
.
.
Di ruangan, Annisa terus khawatir namun Arif selalu membujuknya, Sampai masuk di mobil. Selama di perjalanan Annisa menunjukkan raut wajah yang begitu takut.
"Gimana kalau nanti hasilnya buruk ya.?" Batin Annisa.
.
.
.
Sampailah di dokter kandungan, Arif menyadarkan Annisa dari lamunannya. "Sayang.??" Namun Annisa hanya terdiam.
"Sayang heyy..?"
Annisa langsung terkejut dan menatap Arif, "Apa mas.??"
"Kamu kenapa melamun.?" Tanya Arif.
"Ga apa-apa kok mas." Ujar Annisa mengelak.
"Kita sudah sampai di dokter kandungan, yuk kita turun." Ajak Arif.
"Ahh Iyah mas."
Mereka turun dan masuk ke rumah sakit tersebut, sebelum itu Annisa mendaftarkan diri terlebih dahulu, untung saja sepi jadi Annisa adalah pasien paling awal.
Annisa masuk ke dalam ruangan, dan berjumpa dengan seorang dokter.
Saat itu Annisa di periksa oleh dokter tersebut, Arif memandang wajah Annisa yang penuh ketakutan dan khawatir, Sampai saatnya dokter menjelaskan bahwa Annisa mendiagnosa PCOS .
Arif dan Annisa masih bingung apa itu PCOS, "Dok PCOS itu apa ya.?" Tanya Annisa dengan polos.
"PCOS adalah gangguan keseimbangan hormon yang menyebabkan terganggunya fungsi ovarium dan proses kematangan sel telur pada wanita Bu Annisa, jadi kemungkinan ibu Annisa sulit mempunya keturunan."
"Apa dok.??" Annisa terkejut tak terasa air mata nya menetes. Arif berusaha menenangkan Annisa dengan mengelus pundaknya.
"Yallah kenapa engkau berikan cobaan ini pada kami Hikss.." Ujar Annisa.
Hati dan perasaan nya begitu hancur seketika mendengar ucapan dokter tersebut, Kenapa cobaan yang ia dapatkan begitu berat untuknya.
Kenapa harus dirinya yang mengalami, ia bahkan belum membahagiakan suaminya.
Kini Annisa di bawa pulang oleh Arif, selama perjalanan Annisa terus menangis memikirkan hasil yang ternyata sangat buruk. Arif terus menenangkan Annisa sampai tiba di rumah, Annisa turun dan langsung ke kamar merebahkan dirinya yang sangat lemas.
Arif menyusul masuk Annisa dan mendekati Annisa.
"PCOS, kenapa aku harus mengalami PCOS Hiks.." Ujar Annisa.
Arif tak kuasa mendengar tangis Annisa yang begitu sakit. "Sayang kamu sabar dulu,Mengalami PCOS bukan berarti kamu gak bisa hamil, kan kita bisa melakukan program hamil." Ujar Arif menenangkan.
Annisa terus menangis merasa dirinya bukanlah wanita yang sempurna untuk Arif. "Maafkan aku ya mas hiks.."
"Ini bukan kesalahan kamu sayang, ga usah minta maaf, Kita berjuang bareng-bareng ya." Ucap Arif menenangkan.
Arif membawakan Annisa air putih untuk membasahi dahaganya yang hampir 4 jam tak minum, Ia membatalkan kunjungannya kerumah mertuanya, karna pasti Annisa sangat terpuruk.
Hingga waktu sudah menunjukkan pukul 18:00 sore, Sudah saatnya melakukan shalat magrib.
Arif mengajak Annisa untuk melakukan sholat terlebih dahulu, Namun saat ia melihat Annisa tertidur.
"Hmm ko tidur sih, bangun dulu sayang." Ujar Arif.
"Hmm.." Hanya itu jawaban dari Annisa.
Tatapan kosong yang hanya terpancar dari tatapan Annisa, Arif yang melihatnya pun tak tega.
Kini mereka melakukan shalat Maghrib terlebih dahulu, Namun setelah selesai Annisa memilih untuk langsung merebahkan dirinya.
"Loh ko kamu tidur lagi nis.??" Tanya Arif.
Tak ada jawaban dari Annisa, rasanya berat sekali untuk membuka suara.
"Ayo kita makan dulu, kamu dari siang belum makan." Arif mendekati Annisa, saat memegang dahinya ternyata Annisa mengalami demam.
"Badan kamu panas nis.??" Ujar Arif sambil memegang dahi Annisa.
Annisa berkata, "Mas aku ingin di peluk." Ujar Annisa.
Lalu Arif menurutinya dan memeluk Annisa.
"Mas terimakasih ya, atas kesabaran mas Arif untuk aku." Ujar Annisa.
🌿🌿🌿🌿🌿
Bersambung...
salam hangat dari novel ku
semangat ya