NovelToon NovelToon
SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Orang Disabilitas / Nikah Kontrak
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Ares Sudibyo, pewaris keluarga kaya, tidak pernah percaya pada perempuan. Sejak ibunya meninggalkan ayahnya demi pria yang lebih kaya, ditambah pengkhianatan yang dialami pamannya dan dirinya sendiri, Ares memilih menjauh dari pernikahan.

Namun, pertemuannya dengan Alisha Prameswari secara tidak sengaja mengubah sesuatu dalam dirinya. Aroma tubuh Alisha justru membuatnya penasaran karena tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan penolakan, sensasi yang tak pernah ia rasakan dari perempuan lain.

Ketika mengetahui Alisha membutuhkan biaya pengobatan untuk adiknya, Ares menawarkan sebuah kontrak: menanggung seluruh biaya pengobatan, dengan syarat Alisha bersedia memenuhi kebutuhan biologisnya. Setiap kali bersama Ares, Alisha harus menutup mata, sebuah aturan yang tak pernah dijelaskan.

Ares yakin hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Namun ketika ketergantungan mulai tumbuh, sanggupkah ia melepaskan Alisha yang memilih mengakhiri kontrak dan mencari pendamping baru dalam hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Malam Ketika Batas Berakhir

Dari jendela ruang kerjanya, Ares melihat mobil yang dikendarai Pak Darto memasuki halaman.

Beberapa saat kemudian, Pak Darto turun dan membukakan pintu belakang.

Alisha keluar. Perempuan itu tidak berhenti lama. Ia langsung masuk ke dalam rumah.

Ares melirik jam tangannya. Kalau Alisha langsung mandi, ia tahu perempuan itu membutuhkan waktu lebih lama. Namun kalau hanya berganti pakaian, beberapa menit kemudian ia biasanya sudah duduk di tepi ranjang dengan mata tertutup.

Ares hampir membuka laptop yang terhubung ke CCTV. Tangannya berhenti.

Tidak. Ia tidak ingin mengulang kejadian kemarin.

Alisha memang istrinya, tetapi hubungan mereka masih sebatas perjanjian. Melihatnya dalam keadaan yang seharusnya tidak ia lihat hanya membuat batas yang sudah susah payah mereka bangun semakin kabur.

Ares mengembuskan napas. Masalahnya bukan hanya itu. Semakin sering bersama Alisha, semakin sulit baginya mengendalikan reaksi tubuhnya sendiri. Tetapi menjauh darinya juga bukan pilihan yang terasa mudah lagi.

Lima menit berlalu. Ares akhirnya bangkit dari kursinya. Ia meninggalkan ruang kerja dan berjalan menuju kamar. Sesampainya di depan pintu, langkahnya terhenti. Tangannya terangkat.

Tok. Tok.

“Siapa?” Suara Alisha terdengar dari dalam.

“Ini aku.”

Alisha terdiam. Biasanya Ares tidak pernah mengetuk.

“Aku masuk.”

Sebelum Alisha sempat menjawab, gagang pintu bergerak.

Ares membuka pintu sedikit lebih dulu. Setelah memastikan Alisha sudah mengenakan penutup mata, barulah ia membuka pintu lebih lebar dan masuk.

Pintu kembali tertutup.

Langkah kaki yang sudah sangat dikenalnya terdengar mendekat. Alisha mendengar suara kain bergeser, lalu sisi kasur bergerak ketika Ares naik ke atasnya.

“Tidur.”

Seperti biasa, sebuah lengan merengkuhnya. Tubuh Alisha langsung mengenali posisi itu. Ia bersandar tanpa banyak berpikir. Namun beberapa detik kemudian, rasa penasarannya muncul.

“Tuan Ares?”

“Hm?”

“Kenapa tadi ngetuk pintu?”

Lengan Ares yang melingkari pinggangnya terdiam sesaat.

“Biasanya Anda langsung masuk.”

Ares menatap langit-langit. “Mulai sekarang aku akan mengetuk.”

Alisha mengernyit di balik penutup matanya. “Kenapa?”

Ares terdiam cukup lama. “Karena aku pikir itu lebih baik.”

Jawaban itu membuat Alisha semakin penasaran. “Lebih baik untuk siapa?”

Ares tidak langsung menjawab. Pelukannya justru sedikit mengerat.

“Tidur, Alisha.”

Alisha tersenyum tipis. Jawaban itu sama sekali tidak menjawab pertanyaannya. Tapi entah kenapa, malam ini ia tidak ingin mendesak.

Mereka akhirnya sama-sama diam.

Ares berusaha memejamkan mata. Namun aroma rambut Alisha yang begitu dekat justru membuat pikirannya kembali pada kejadian kemarin. Rambut basah, kulit yang masih menyimpan aroma sabun, dan sosok Alisha yang waktu itu keluar dari kamar mandi tanpa menyadari dirinya sedang diperhatikan.

Ares menarik napas perlahan. Pelukannya tanpa sadar mengerat.

Alisha merasakan perubahan itu. “Tuan Ares?”

Ares tidak menjawab. Napasnya terdengar lebih berat dari sebelumnya.

Alisha ragu beberapa saat sebelum tangannya bergerak. Jemarinya menyentuh dada Ares yang terasa hangat.

Tubuh pria itu langsung menegang.

Alisha ikut membeku. Ia merasakan sesuatu di sisi pahanya perlahan menegang. Lalu berdenyut.

“Aku...” Suaranya mengecil.

Ares segera mengendurkan pelukannya dan hendak menjauh. Namun tangan Alisha lebih dulu menangkap lengannya.

“Alisha, lepas.” Suara Ares terdengar berat.

Alisha menelan ludah. Pipinya terasa panas, tetapi ia tidak melepaskan lengan itu. “Kita udah nikah.”

Ares terdiam.

“Kenapa Tuan selalu menahan diri?”

Beberapa detik berlalu sebelum Ares menjawab.

“Karena aku gak mau kamu melakukan sesuatu hanya karena merasa harus.”

Alisha menundukkan wajah. “Saya gak merasa harus.”

Ares menatapnya lama. “Kamu yakin?”

Alisha mengangguk. Gerakannya kecil, tetapi cukup jelas.

Ares masih tidak bergerak. “Kamu bisa berubah pikiran kapan saja.”

“Iya.”

“Dan kalo kamu gak nyaman, bilang.”

Alisha mengangguk lagi.

Barulah Ares mendekat. Ia berhenti beberapa sentimeter dari wajah Alisha, memberi kesempatan terakhir bagi perempuan itu untuk mundur.

Alisha tidak bergerak. Di balik kain yang menutup matanya, dunia gelap, membuat semua indra lainnya seolah menajam. Ia bisa mendengar napas Ares yang sedikit berat, bisa merasakan hawa hangat dari tubuh pria itu semakin dekat.

Ares akhirnya menyentuhkan bibirnya pada bibir Alisha.

Singkat. Hati-hati. Begitu bibir mereka berpisah, keduanya sama-sama diam.

Alisha bahkan lupa bernapas sesaat. Baru ketika dadanya mulai terasa sesak, ia sadar telah menahan napas. Jantungnya berdegup lebih kencang.

Ares juga terlihat kaku. Ia mengusap tengkuknya, seolah tidak tahu harus melakukan apa setelah ciuman pertama mereka. Padahal, di dalam dada, segala sesuatu bergemuruh.

Alisha tanpa sadar menyentuh bibirnya sendiri. Rasanya aneh, masih ada sisa kehangatan yang ditinggalkan Ares di sana, lembut, hampir seperti mimpi yang terlalu nyata.

“Ternyata...” gumamnya, suaranya lebih rendah dari yang ia kira.

“Apa?”

“Gak kayak yang saya bayangin.”

Ares terdiam. Dari balik kegelapan kain, Alisha tidak bisa melihat ekspresinya. Tapi ia bisa merasakan perubahan di udara, seolah Ares menatapnya lebih intens.

“Emangnya gimana yang pernah kamu bayangin?” tanya Ares, suaranya serak.

Alisha langsung menyesal sudah bicara. Pipinya memanas. “Bukan begitu.”

Untuk pertama kalinya malam itu, sudut bibir Ares terangkat tipis. Senyum kecil yang tidak bisa dilihat Alisha, tapi terdengar dari perubahan nada suaranya.

“Aku juga gak tau harus gimana,” aku Ares, meski sebenarnya ia sudah terlalu sering membayangkan momen ini.

“Kita sama-sama baru?” tanya Alisha.

Ares terdiam sebentar. “Kayaknya.”

Alisha tersenyum kecil. Ada kelegaan aneh mengetahui bahwa ia tidak sendirian dalam kebingungan ini.

Ares kembali merengkuhnya, kali ini lebih perlahan, menghapus jarak di antara mereka. Tangannya akhirnya benar-benar menyentuh sisi wajah Alisha, ibu jarinya mengusap lembut tulang pipi perempuan itu, seolah takut Alisha akan menghilang kalau ia menekan terlalu keras.

Ketika bibir mereka bertemu untuk kedua kalinya, tidak ada yang terburu-buru. Ciuman itu masih canggung, tapi sudah tidak lagi ragu.

Ares sedikit memiringkan kepala, memperdalam kontak itu tanpa memaksa, bergerak pelan seolah sedang mempelajari Alisha. Tangannya turun ke rahang, menahan wajah perempuan itu dengan lembut.

Alisha tanpa sadar mencengkeram lengan Ares. Kulit itu terasa halus di bawah jari-jarinya, tapi yang ia rasakan justru panas tubuh Ares yang membuat telapak tangannya berkeringat.

“Masih gak kayak yang kamu bayangin?” tanya Ares, suaranya rendah, hampir seperti rahasia yang hanya boleh didengar Alisha.

Alisha menggeleng pelan, tidak mampu membentuk kalimat yang utuh.

“Kalau begitu,” bisik Ares, suaranya hampir bergetar, “kita cari tahu bersama.”

Alisha tidak menjawab. Ia hanya membiarkan kepalanya sedikit condong ke arah suara Ares, membiarkan jarak yang selama ini mereka jaga mulai menghilang sedikit demi sedikit.

Malam itu berjalan pelan di awal, lalu semakin sulit dikendalikan. Ciuman yang semula lembut berubah lebih dalam, napas yang semula teratur mulai saling mengejar. Tidak ada lagi kata-kata yang perlu diucapkan, hanya sentuhan yang menjawab setiap pertanyaan yang belum sempat terucap.

Hingga akhirnya, di bawah selimut yang menutupi mereka berdua, jarak yang selama ini mereka jaga sepenuhnya menghilang. Malam itu, mereka menjadi satu.

 

...✨“Kontrak memiliki batas waktu, tetapi perasaan tidak pernah mengenal tanggal berakhir.”✨...

.

To be continued

1
Dek Sri
wow Ares kamu udah jatuh cinta ya sama Alisha, jaga Alisha baik² jangan sampai direbut oleh Arga atau Yudhis
anonim
Raka senang kakaknya terlihat lebih seger.

Raka pengertian, kakaknya di suruh sering-sering tidur di rumah, tidak perlu nungguin dirinya.

Alisha jadi bisa punya waktu untuk suaminya, kalau tidak bisa nungguin Raka. Tidak harus cari alasan kalau Raka tanya-tanya.
anonim
Ares telah menyiapkan beberapa pakaian bermerk, pakaian tidur, juga pakaian dalam dan berbagai produk perawatan kulit untuk Alisha.

Alisha setelah sarapan pergi ke rumah sakit.

Raka sudah dipindahkan ke ruang lain, masih di lantai yang sama.

Ares tetap memikirkan kenyamanan Raka dan Alisha dengan memindahkan ruang rawat serta ada sofa.
anonim
Foto Alisha yang tertempel di surat nikah matanya tertutup kain hitam. Foto suaminya dilepas alias nggak ada fotonya.

Pak Darto pengurus rumah memberikan sebuah kartu akses untuk masuk rumah kepada Alisha. Dan memberi tahu Alisha kalau pakaian sudah disiapkan di lemari, termasuk perlengkapan mandi, dan makeup atas perintah Ares.

Ares baik sekali. Alisha juga disediakan sopir untuk mengantarnya pergi. Tapi Alisha memilih naik ojek online.
anonim
Ares bijaksana, Alisha boleh menemani adiknya.

Ares juga menuruti kemauan Alisha untuk tidak memindahkan adiknya ke kamar perawatan VIP.

Ares memberikan surat pernikahan mereka setelah mendengar penjelasan Alisha kenapa sampai minta surat itu.

Ares tak lupa mengelupas foto dirinya terlebih dahulu, sebelum memberikan surat itu kepada Alisha.

Sampai segitunya, biar Alisha benar-benar nggak mengenal wajahnya.
Septi Wijaya
apakah Arga termasuk orang yg obsesif??
kalo iya, itu sangat berbahaya, dalam kondisi tertentu, dia bisa berbuat nekat....
semoga Alisa dan Raka masih dalam pengawasan orang-orangnya Ares
Dek Sri
semoga Arga gak menemukan Alisha dimana
aryuu
kamu siapa sih Arga... ribet banget sama idup orang
aryuu
cukup emak kamu aja res yg ribet
cukup mantan mu si Reni yg ribet
kamu jangan ikutan res
aryuu
suruh buka dong res... nyiksa anak orang kamu tuh/Proud/
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana.. Up Bab Barunya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Memang suh... Sampai tujuh turunan belum habis... Tapi kan, pas keturunan kedelapan, Keluarga Sudibyo akan bangrutlah. 😂😂😂 Kan, katanya sampau tujuh turunan kan? Terus, kalau udah keturunan kedelapan? Terus dapat apa dong? Sisa warisan yang hanya secuil? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Jadi? Kalau Ares lagi tidak bisa memberikan Rania sesuatu? Terus dia seenaknya saja gitu, untuk selingkuh? Cih! Perempuan murahan kayak gitu pula yang selama ini kau pacari Ares? ha? 😂😂😂 Rania itu, sampah tau. Tidak ada artinya. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ooih Jadi, nama mantan Pacar Ares itu Rania... 😂😂😂 Bugus juga namanya... 😂😂😂 Tapi sayang, dia perempuan yang di setia. Penghianat! 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Bagus Ares... 😂😂😂 Kau hebat. Kau selangkah lebih maju dari lawanmu. 😁😁😁 Dan, langkahmu untuk menempatkan anak buahmu di sekitar istrimu itu sydah benar Ares... 😂😂😂 Sekarang, kita tinggal lihat, apa yang akan di lakukan oleh Si Arga iru... 😂😂😂
mimief
yeee...bini orang di cariin
kacau ini orang 🤣🤣
Fadillah Ahmad
Yaaa yang pastinya, dia mempunyai maksud Ares... 😂😂😂 Tapi, aku belum tau apa maksud Si Arga sialan itu... 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Waaah, bahaya juga ya Si Arga itu... 😂😂😂 Mencari mati saja dia! 😁😁😁 Masuk ke kandang singa... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Semuanya Ares. Semua 8nformasi yang bisa dia peroleh... 😂😂😂 Termasuk Status Alisha saat ini... 😁😁😁
mimief
dia takut sha
takut ga bisa tanggung jawab sama tatapan mu.
pengecut dia takut kalah sama rasa bersalah nya🫣😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!