NovelToon NovelToon
Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Terjebak dalam novel yang pernah dibacanya, Lina terbangun sebagai pelayan istana di Kerajaan Valdoria sebuah dunia modern yang dipenuhi teknologi canggih namun tetap dikuasai oleh sistem monarki absolut. Sebagai wanita yang sangat mata duitan, tujuan Lina sederhana: kumpulkan uang sebanyak mungkin lalu kabur untuk hidup bebas. Sayangnya, rencana kabur itu terhambat ketika ia terus terseret intrik istana dan berhadapan langsung dengan Putra Mahkota Lucien. Pangeran dingin dan disegani itu secara misterius hanya bisa mendengar isi hati Lina sebuah keanehan khusus yang tidak berlaku pada orang lain. Di saat Lina berakting sopan dan penurut di luar, batinnya terus menggerutu, sibuk menghitung uang, dan merencanakan kabur. Lucien yang lelah dengan kebohongan orang-orang di sekitarnya justru merasa terhibur dengan suara hati Lina yang jujur dan serakah, membuat sang pangeran sengaja mengikat Lina di sisinya agar tak bisa pergi ke mana-mana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Ketegangan canggung di antara Lucien dan Eliana yang baru saja terjadi mendadak terpecah oleh suara ketukan tegas dari arah pintu.

TOK. TOK.

Pintu kamar VIP itu terbuka, menampilkan sosok Kenneth yang melangkah masuk dengan raut wajah sangat serius. Kapten pengawal itu menunduk hormat kepada Lucien, lalu melirik ke arah Eliana yang masih bersandar di ranjang, memastikan gadis itu dalam kondisi stabil.

Lucien perlahan melepaskan genggaman tangannya dari jemari Eliana, kembali memasang raut wajah dingin dan otoriter. "Ada laporan baru, Kenneth?"

"Benar, Yang Mulia," lapor Kenneth, melangkah mendekati sisi ranjang. "Tim intelijen kami sudah selesai menginterogasi para penculik yang menyekap Eliana semalam. Sesuai dugaan, mereka adalah pasukan pembunuh bayaran rahasia yang disewa dan menerima perintah langsung dari Perdana Menteri Oberon."

Eliana membelalakkan matanya lebar-lebar. Rasa ngilu di perutnya seolah terlupakan sejenak oleh rasa terkejut.

"Hah?! Oberon?!" pekik Eliana tak percaya. "Tapi kenapa?! Kenapa dia repot-repot nyuruh pembunuh bayaran elit buat nyulik mantan pelayan kroco kayak gue?!"

Kenneth menatap Eliana dengan sorot mata penuh penyesalan. "Ini berkaitan dengan pergerakan kita tiga hari yang lalu, Eliana. Saat kita mendatangi rumah mantan pelayan Nyonya Martha di kawasan kumuh untuk mengambil chip memori itu."

"Maksud lo... ketahuan?" tanya Eliana menelan ludah.

"Benar," angguk Kenneth. "Setelah Martha diancam, Oberon segera meretas dan memeriksa rekaman CCTV jalanan di sekitar gang tersebut. Di sanalah wajahmu terekam sangat jelas saat keluar dari rumah Martha. Untungnya, saat itu Yang Mulia Pangeran mengenakan jubah dan tudung kepala yang sangat rapat, sehingga identitas beliau tidak terdeteksi. Oberon mengira kau adalah mata-mata yang disewa oleh fraksi oposisi politiknya."

Eliana membuang napas kasar, menyandarkan kepalanya ke bantal dengan wajah lelah.

"Sialan..." gumam Eliana menghela napas panjang, meratapi nasib apesnya. "Gara-gara CCTV gang sempit, perut gue jadi sate. Nyawa gue melayang hampir setengah."

Mendengar keluhan polos itu, rahang Lucien mengeras. Manik mata birunya memancarkan aura membunuh yang sangat pekat saat memikirkan nama Oberon.

Namun sebelum Lucien sempat merespons, Kenneth berdehem pelan dan menyodorkan sebuah tablet layar datar ke hadapan sang Pangeran Mahkota.

"Ada hal lain yang lebih mendesak, Yang Mulia," ucap Kenneth dengan nada geram yang tertahan. "Istana baru saja merilis siaran pers darurat. Anda dan Eliana harus melihat ini."

Lucien menerima tablet tersebut dan memiringkannya sedikit agar Eliana yang berada di ranjang bisa ikut melihat layarnya.

Di layar tablet, tampak siaran langsung dari Ruang Konferensi Pers Istana Utama. Kilatan cahaya blitz dari kamera puluhan jurnalis menyorot tajam ke arah mimbar. Di sana, berdirilah Ibu Suri Seraphina.

Namun, penampilannya sama sekali berbeda dari malam Pesta Dansa. Wanita angkuh itu kini mengenakan gaun hitam sederhana yang tampak kebesaran, wajahnya dirias pucat pasi tanpa perhiasan sedikit pun. Ia berdiri sambil terisak pelan, memegang sapu tangan putih.

"Rakyat Valdoria yang kucintai..." suara Seraphina terdengar bergetar hebat dari pengeras suara, sangat meyakinkan. "Malam tadi adalah malam yang penuh guncangan bagi kita semua. Mengenai video mengerikan yang tersebar di aula... saya berdiri di sini untuk mengakui bahwa video itu asli, dan saya memang berada di sana."

Aula konferensi pers di dalam layar mendadak riuh, namun Seraphina buru-buru menangis makin histeris.

"Tapi kalian harus tahu kebenarannya!" jerit Seraphina dengan derai air mata buaya yang sempurna. "Selama belasan tahun, saya hidup dalam neraka ancaman! Perdana Menteri Oberon adalah monster yang sesungguhnya! Dialah otak di balik pembunuhan Mendiang Ratu! Malam itu, dia memaksa saya hadir dan menyaksikan kekejamannya! Dia mengancam... jika saya tidak menurut, dia akan membunuh saya dan putra kecil saya, Pangeran Valerius!"

Seraphina menjatuhkan dirinya ke lutut, memohon simpati dari sorot kamera.

"Saya hanya seorang ibu yang ketakutan! Saya terpaksa bungkam selama ini karena Oberon memegang kendali penuh atas militer dan mengancam nyawa keluarga kerajaan! Sekarang setelah kejahatannya terbongkar, saya siap menerima hukuman apa pun... asalkan rakyat tahu bahwa saya hanyalah korban dari tirani Oberon!"

KLIK.

Lucien mematikan layar tablet itu dengan satu tekanan keras, wajahnya sedingin balok es abadi.

Sementara itu, Eliana di atas ranjang menatap layar hitam tablet itu dengan mulut sedikit terbuka, saking tak percayanya dengan apa yang baru saja ia tonton.

"Gila..." umpat Eliana refleks, mengepalkan tangannya dengan kesal. "Kenapa dia jago banget akting sih?! Sumpah, piala Oscar harusnya dikasih ke dia!"

Eliana menoleh menatap Lucien dengan raut wajah jengkel setengah mati.

"Pangeran lihat kan?! Dia lagi memutarbalikkan fakta!" gerutu Eliana dengan suara menggebu-gebu. "Dia sengaja mengorbankan Oberon seratus persen sebagai tameng hidupnya! Dengan akting nangis-nangis begitu, dia mau membohongi rakyat, mencari simpati, dan membersihkan namanya dari tuduhan pembunuhan! Pasti Raja Aurelius juga ikut campur mengatur naskah pidatonya demi menutupi aib kerajaan!"

Di dalam kepalanya, suara batin Eliana berteriak jauh lebih nyaring, yang mana hanya bisa didengar oleh Lucien.

"Ular bener tuh nenek lampir! Jelas-jelas di memori aslinya dia yang girang banget bawa belati, sekarang malah playing victim pura-pura diancam! Raja juga sama aja, bantuin istri mudanya cuci tangan biar takhtanya nggak ikut goyah karena skandal! Anjir, pengin gue lempar nih bantal ke mukanya!"

Mendengar omelan panjang Eliana baik dari lisan maupun batinnya, rasa muak di dada Lucien mendadak mereda digantikan oleh rasa geli yang aneh. Pangeran Mahkota itu menatap Eliana yang sedang mengomel dengan sorot mata yang melembut.

"Biarkan saja dia berakting sebagai korban untuk saat ini, Eliana," ucap Lucien dengan nada rendah yang menenangkan, seringai tipis yang mematikan terukir di sudut bibirnya. "Semakin tinggi Seraphina membangun kebohongannya di depan publik... maka akan semakin hancur dan menyakitkan pula saat kita menarik karpet dari bawah kakinya nanti."

1
Hadi Mulyono
cerita menarik tp endingnya kaya blm selesai menggantung ..p
Hadi Mulyono
terharu
Hadi Mulyono
ternyata begitu rencana lucian kirain di pesta bareng rosaline
Hadi Mulyono
hello ...kan pangeran mati ..author jd ikut amnesia
Anonim
Selama lanjutnya
Diah Al Khalifi
kepd an🤣🤭😅
Anne
eliana,jantung aman???
Azura75
Pepet trs Lucien, jgn kasih kendor.... 🤣🤣
aku
gimana???? kan pangeran MATI ditusuk. kok malah pasangan??
aku
ke'PD'annya level dewa ya bun 🤣🤣
Azizah
semangat terus kak author, ku tunggu up nya😘😘
Anne
kopi thor... biar tmbh semangat up... 🙏😍
Uthie
Lanjut menyimak 👍😁
Uthie
Pas.. lagi seneng cerita yg soal bisa membaca Pikiran 😁👍👍👍
Noveni Lawasti Munte
kurang jeli nih si pangeran mahkota masa ga da pengawal bayangan untuk eliana🙄
Inez Putri
gmn nasibnya alianaa... smga slmat
JasmineA
mereka keluar istana terus adik nya Lucien si Althea gi mana? masa ditinggal sm predator sih...kasian pasti dia depresi gara2 kakak nya meninggoy
Nyai mardianti
ka aku Suka bangat sama novel kaka yg satu ini apakah ini masih on going
Retno Isma
ini kerjaan modern kan. kenapa ga pake lampu aja. masih pake obor Kya jaman purba.
Retno Isma
🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!