NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi

Jalan Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.

nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?

saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Menyerap Inti Angin di Tengah Badai

Bab 31: Ambil ke sempatan

Benturan antara es dan petir terus membelah kegelapan. Jian Chen dan Lei Hu telah bertarung hingga puluhan jurus, menyisakan puing-puing batu yang beterbangan dan badai energi yang sangat kacau.

Semua mata—termasuk tiga pengikut Lei Hu dan dua murid yang terluka—tertuju sepenuhnya pada duel maut dua genius tingkat 6 puncak tersebut. Tidak ada satu pun dari mereka yang memperhatikan Xiao Lin, yang kini berdiri di sudut gelap di balik reruntuhan batu besar.

Tiba-tiba, suara dingin Sang Iblis kuno bergaung di kepala Xiao Lin dengan nada mendesak dan penuh otoritas.

"Bocah bodoh, jangan cuma berdiri di sana seperti patung tanah liat! Ambil Inti Kristal Angin Murni dari tasmu sekarang juga!"

Xiao Lin tersentak di dalam lamunan nya. sedikit bingung apa yng hendak di sarankan Iblis murni, tapi tetap melakukaan nya.

Ia mengambil kristal itu menatapnya dengan seksama. Lalu berkata

"Mau menyerapnya sekarang? Tapi Tetua Agung pernah bilang bahwa menyerap kristal energi murni membutuhkan meditasi yang tenang tanpa gangguan. Di tengah badai energi sekacau ini, bukankah itu sangat berbahaya?"

"Hmph, itu aturan kultivasi para fana yang berotak tumpul!" desis Sang Iblis dengan nada mencemooh yang sangat khas.

"Justru sebaliknya. Ledakan energi petir dan es dari pertarungan dua semut di depanmu adalah tabir penyamaran terbaik. Energi kacau di udara akan menutupi fluktuasi Qi saat kau menyerap kristal itu. Ditambah lagi, aku yang akan menuntun aliran energinya!"

Mendengar jaminan dari Sang Iblis, Xiao Lin tidak ragu lagi. Jiwa polosnya tahu bahwa dalam hal kultivasi, makhluk kuno di dalam dirinya ini memiliki pemahaman yang melampaui logika dunia fana.

Xiao Lin segera duduk bersila di celah batu yang gelap, terlindung dari jangkauan pandangan orang lain. Dia merogoh kantong penyimpanannya dan mengeluarkan Inti Kristal Angin Murni seukuran kepala manusia yang memancarkan cahaya hijau toska yang sangat pekat.

> "Pegang kristal itu dengan kedua tanganmu di depan Dantian. Alirkan Qi tingkat 4 milikmu secara perlahan, lalu gunakan teknik pernapasan yang kuajarkan untuk membalikkan polaritas energinya. Biarkan angin di dalam kristal itu memotong, meluas, dan menempa meridian di kakimu secara paksa!" perintah Sang Iblis dingin. <

Xiao Lin menarik napas dalam-dalam, memejamkan matanya, dan mulai mematuhi instruksi tersebut.

WUUUUUSSSH...

Begitu Qi murninya menyentuh permukaan kristal raksasa tersebut, seolah-olah sebuah bendungan besar telah jebol. Energi angin yang sangat pekat, murni, dan tajam langsung menyembur keluar, menerobos masuk melalui telapak tangan Xiao Lin dan mengalir deras menyusuri jalur meridian lengannya menuju ke Dantian.

"Ugh!"

Xiao Lin menggertakkan giginya erat-erat hingga berdarah. Rasa sakit yang luar biasa langsung menghantamnya. Energi angin itu tidak mengalir seperti air hangat, melainkan seperti jutaan silet tak kasatmata yang mencabik-cabik bagian dalam pembuluh Qi-nya.

"Jangan menyerah, keledai bodoh!"

"Tahan rasa sakit itu dan arahkan pusaran anginnya ke meridian kaki kanan dan kirimu! Di sanalah kunci dari Langkah Bayang Kosong yang sesungguhnya!" raung Sang Iblis, membantu menstabilkan kuil jiwa Xiao Lin agar kesadarannya tidak runtuh."

Xiao Lin memeras seluruh tekad bajanya. Sambil menahan rasa sakit yang membakar tubuhnya, dia memandu badai energi angin hijau tersebut turun ke bagian bawah tubuhnya.

KREK... KREK...

Suara retakan halus terdengar dari dalam tulang kakinya. Titik-titik meridian di kaki Xiao Lin—yang awalnya hanya seukuran parit kecil—kini dipaksa melebar dan mengeras oleh energi angin murni, berubah menjadi sungai-sungai energi yang kokoh dan tak tertandingi.

Seiring berjalannya waktu, pusaran angin di sekeliling tubuh Xiao Lin mulai terbentuk secara mandiri. Namun, berkat ledakan luar biasa dari jurus es Jian Chen dan petir Lei Hu di tengah ruangan, fluktuasi energi hijau di sudut gelap tersebut sepenuhnya terabaikan.

Udara kacau di dalam gua menyamarkan proses kultivasi ekstrem Xiao Lin dengan sangat sempurna.

Hanya dalam waktu sepuluh menit, cahaya hijau pada Inti Kristal Angin Murni di genggaman Xiao Lin perlahan mulai meredup, menyusut, hingga akhirnya hancur menjadi abu abu-abu halus yang tertiup angin gua.

Saat debu kristal itu lenyap, Xiao Lin membuka sepasang matanya.

Di dalam pupil jernihnya, kini terpancar kilatan cahaya hijau redup yang sangat tajam dan misterius. Aliran Qi di Dantiannya tidak hanya bertambah padat, tetapi fondasi Qi Gathering Tingkat 4 Awal miliknya telah terkonsolidasi sepenuhnya hingga mencapai batas kesempurnaan fase awal, hampir menyentuh fase menengah!

Lebih dari itu, Xiao Lin bisa merasakan bahwa kedua kakinya kini terasa sangat ringan, seolah-olah dia bisa melangkah di atas udara kosong tanpa bobot sedikit pun. Pemahamannya tentang ruang di bawah kakinya telah meningkat ke tingkat yang sama sekali baru.

"Hmph, tidak buruk," gumam Sang Iblis, tampaknya cukup puas dengan ketahanan fisik wadahnya.

"Sekarang, teknik Langkah Bayang Kosong milikmu telah mencapai tahap menengah. Kau bisa berteleportasi secara instan hingga jarak lima belas meter tanpa meninggalkan jejak Qi sedikit pun. Kau sudah siap untuk bersenang-senang, bocah."

Xiao Lin tersenyum tipis, perlahan berdiri dari posisi bersilanya. Tubuhnya yang dilapisi sisa-sisa angin halus tampak begitu anggun dan berbahaya secara bersamaan.

Dia menatap kembali ke tengah medan pertempuran, di mana Jian Chen dan Lei Hu tampaknya sudah mencapai batas akhir dari bentrokan jurus pamungkas mereka.

1
Luthfi Aamiin
lanjutkan
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
Luthfi Aamiin
wuuussss
wuss
Luthfi Aamiin
💪💪💪💪💪💪💪
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
Luthfi Aamiin
jedag
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
lanjutken
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👻👰💪🗿🐙
fgjkitrcv
Luthfi Aamiin
6
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
ah
uh
kejam
kejam
Luthfi Aamiin
bantai 🐉🐉🐉
7
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
7
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
8
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
Luthfi Aamiin
11
🐉👻🐉👻🐉
Luthfi Aamiin
sedoso
10
🐉
Luthfi Aamiin
sewelas
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
Luthfi Aamiin
songo
9
🐉👻
Luthfi Aamiin
wolu
8
🐉
Aman Wijaya
mantab Thor tambah lagi updatenya semangat semangat semangat
Aman Wijaya
ayo Xiao Lin tunjukkan kemampuanmu 💪💪💪
Aman Wijaya
lanjut terus
Luthfi Aamiin
rolas
12
🐉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!