NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:402.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Bukti

Bab 10. Bukti

(POV Author)

Panas yang cukup terik di tambah sehabis makan pedas membuat Lyra dan Mita mandi keringat. Wajah putih keduanya tampak memerah bak kepiting rebus dengan ingus yang sedari tadi terus dan terus ingin keluar.

Wanita itu mengambil tisu yabg telah tersedia, mengusap keringatnya di dahi, lalu menghembuskan sedikit ingus efek kepedasan.

"Iuuh...jorok banget sih Lo, Tong?!"

"Gara-gara Lo nih, Gue jadi lecek begini." Sungut Mita kepada Lyra.

"Dih, siapa suruh nuang cabenya kebanyakan."

"Ah, cabenya pedes benget." Gerutu Mita.

"Tahu gitu masih aja nambah."

"Hehehe, iya ya. Mau langsung pulang ini?"

"Pulang aja. Gue mau pasang sebelum mereka pada pulang." Ujar Lyra.

"Emangnya nyokap Lo nggak ada dirumah?"

"Barusan Gue chat, lagi di salon katanya."

"Emak Lo menjaga penampilan banget ya."

Lyra tidak menjawab.

"Nggak mampir dulu ke sebelah?" Ledek Mita.

Lyra melirik ke arah bangunan megah di samping tenda abang bakso. Lalu melihat parkiran yang menampakkan deretan rapi mobil-mobil serta sepeda motor.

Nggak ada mobil Mas Andi. Batin Lyra.

"Guekan lagi ngambek."

"Dih, ngambek bilang-bilang."

"Jalan nggak nih, kalau nggak Gue naik ojol." Sungut Lyra.

"Iye jalan.."

Mita pun melajukan mobilnya membelah jalan ibu kota. Suasana yang masih di jam kerja itu cukup lenggang hingga mereka bisa sampai dalam waktu 35 menitan.

"Turun nggak?" Tanya Lyra.

"Mau Gue bantuin?"

"Kalau Lo mau."

"Mau dong, Gue penasaran nih, bisa nggak Lo."

"Ck! Yok ah.."

Mereka pun masuk ke dalam rumah. Tanpa membuang waktu, Lyra mengeluarkan CCTV mini dari dalam tasnya.

Cctv itu berukuran kecil dan tanpa kabel yang biasa disebut CCTV mini wireless. CCTV itu dapat dipantau melalui handphone dengan menggunakan wifi.

"Lo beneran tahu kagak nih?" Tanya Mita meragukan Lyra.

"Menurut penuturan si Mbah, CCTV wireless mampu menangkap gambar video dan mengirimkannya ke mesin penerima melalui gelombang radio berspektrum 2,4 GHz atau 5,8 GHz. Mesin penerima biasanya berada satu area dengan unit pengolah, monitor serta DVR yang nantinya merekam sinyal dari kamera. Bentuknya pun begitu mini dibandingkan kamera CCTV pada umumnya. Namun jangan remehkan mengenai jangkauan perekaman si mini ini. Di mana dengan gelombang radio 12GHz, CCTV wireless sanggup menjangkau hingga 15 meter. Ahh, Lo baca sendiri dah... "

Lyra menyodorkan smartphonenya kepada Mita.

"Dah nggak perlu. Intinya Lo mau taroh dimana aja nih?"

Lyra pun mulai bergerak meletakkan satu persatu CCTV mini itu. Di mulai dari dapur, ruang tamu, samping rumah, dan di dalam kamar sang Mama.

Dosa nggak sih Gue berprangka buruk gini ke Mama? Maafin Lyra Ma, Lyra cuma ingin membuktikan aja. Batin Lyra berkecamuk.

Lyra mengikuti petunjuk cara penggunaanya dari Mbah Google. Dan ia pun berhasil, setelah beberapa tempat yang terekam CCTV itu terlihat di layar smartphone-nya.

"Nah cakep." Ujar Mita merasa puas.

"Sebaiknya Lo persiapkan hati Lo mulai dari sekarang. Ambil sisi terburuknya dulu, biar Lo kuat menghadapi kenyataan. Sukur-sukur apa yang kita pikirkan ini salah." Ujar Mita lagi.

Lyra mend*es*ah. Mimik mukanya langsung berubah seperti marah, kecewa, bahkan juga terlihat terluka sebelum mengetahui kebenarannya.

Mita ikut men*de*sah, sambil menepuk pundak sang sahabat.

Mita tahu apa yang Lyra rasakan. Sungguh ia pun tidak tega harus mengatakan hal barusan. Tapi Mita lebih tidak ingin Lyra kecewa akan ekspektasi di luar nurul. Lebih baik Lyra mempersiapkan diri dan hatinya agar bisa melangsungkan hidupnya tanpa berpikir pendek akibat dari keputusasaan yang berbuntut dosa, itu lah tujuan Mita.

"Gue pulang ya? Kalau terjadi apa-apa, Lo bisa datang kerumah Gue." Ujar Mita meyakinkan.

Lyra mengangguk pasrah. Ia pun mengantarkan Mita sampai ke depan pintu rumahnya. Masih ingin menahan Mita sebenarnya, untuk menjadi kekuatan baginya menghadapi badai bencana rumah tangga. Tapi Lyra cukup tahu, sahabatnya itu tidak akan bisa ikut campur lebih selain bantuan dukungan.

"Oh ya satu lagi. Kalau benar terjadi Lo harus membuang rasa empati Lo. Selama ini Lo dah cukup berkorban. Giliran Lo yang mempercantik diri dan cari pasangan baru lagi."

"Ck, terjadi juga belom. Ngomong doang mah enak." Kata Lyra berusaha bersikap seperti biasanya.

"Ntar Gue bantu." Ujar Mita seraya melangkahkan kaki masuk ke dalam mobilnya.

Lyra menutup pintu rapat-rapat setelah Mita meninggalkan halaman rumahnya. Melangkah kaki menuju kamarnya dan merebahkan diri disana.

Pikiran Lyra menerawang jauh, sanggup kah ia melewati itu semua bila benar-benar terjadi.

"Papa, Lyra kangen...."

Mata Lyra mengembun mengingat sosok sang Papa dalam kenangannya. Usianya yang masih kecil sudah di tinggal sang Papa, hanya meninggalkan beberapa kenangan yang bisa ia ingat.

"Cepet banget Papa ninggalin Lyra. Lyra takut Pa, Lyra takut nggak sanggup hadapi ini semua."

Air mata meleleh di pipi. Lyra berusaha mengingat kenangan manis bersama sang Papa untuk menghibur hatinya yang terluka sebelum tergores.

***

Warna jingga menampakkan cahaya senja yang nyaris menenggelamkankan matahari setelah seharian menerangi bumi.

Lyra masih tidak bergerak dari tempat tidurnya. Urung-uringan dengan perasaan campur aduk masih menyelimuti dirinya.

Siapa yang tidak akan takut dan cemas seperti yang Lyra hadapi sekarang ini. Tidak pernah terbayangkan hatinya bagaimana kelak. Apalagi sang suami adalah cinta pertamanya.

Deru suara mobil yang memasuki halaman membuat jantung Lyra semakin berdebar-debar. Lyra mengintip sedikit dari jendela kamarnya. Dua buah mobil yang sangat ia kenal memasuki halaman rumahnya. Lagi-lagi hati Lyra kecewa melihat kebersamaan itu meski tersamarkan.

Lyra segera membuka smartphone-nya yang terhubung dengan CCTV mini yang sudah ia pasang. Begitu kedua orang yang di nanti Lyra masuk ke dalam ruangan, di sana CCTV menghadirkan pemandangan yang membuat jantung Lyra berdegub dengan keras. Kakinya mendadak lemah, dengan sesak napas yang menyerang secara tiba-tiba.

Keduanya masuk sambil tersenyum saling menatap. Lalu ciuman bibir dengan pangutan mesra di labuhkan ke duanya tanpa rasa beban dan dosa. Tampilan CCTV itu nyata dan jelas, meski suara mereka nyaris tak terdengar saking pelannya.

Air mata Lyra seketika luluh lanta. Meski ia sudah menduga akan perselingkuhan itu, tetap saja hati nya bukanlah batu atau baja yang kebal akan goresan luka. Lyra menutup mulutnya tak percaya, bahunya naik turun dengan derai air mata.

Tidaklah salah apa yang ia dengar dan alami selama ini. Hanya saja masih tidak percaya akan kekejaman atas pengkhianatan yang di lakukan Ibu sendiri dan suami tercinta.

Lyra meletakkan smartphone-nya. Tidak sanggup melihat lebih lama adegan menjijikkan baginya.

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!