NovelToon NovelToon
Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: PandaMaiden

Andra yang jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu dengan Mila, perempuan yang telah bersuami itu mampu menggetarkan hatinya hingga membuat dia mencari tahu seperti apa kehidupan yang sedang di jalani Mila bersama suaminya. "Mila, kau tak pernah bahagia kan hidup bersama suamimu itu?" tanya Andra menatap serius Mila. "Bapak tidak perlu tahu urusan rumah tanggaku!" sentak Mila. "Ceraikan saja suamimu dan jadilah istriku, kau akan kujadikan ratu dalam hidupku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PandaMaiden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Periksa Ke Rumah Sakit

Bab 18

Periksa Ke Rumah Sakit

Andra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia pun akan membawa Mila ke rumah sakit terlebih dahulu untuk di periksa luka di tubuhnya.

Pria itu mendapat informasi bahwa Mila terluka cukup parah, tapi hebatnya masih bisa tersenyum dan mengkhawatirkan orang lain. Bahkan dia tidak peduli dengan kesehatan dirinya sendiri.

"Syukurlah kalau bapak mau periksa dulu ke rumah sakit," ujar Mila lega.

Karena saat ini mereka tengah memasuki rumah sakit. Dia yakin pasti bosnya itu sakit dan memerlukan penanganan dokter.

"Loh, kok saya yang di suruh masuk pak?" Heran Mila saat sampai di ruang pemeriksaan.

"Nanti gantian, setelah kamu baru saya," ucap Andra.

Mila merasa cemas saat dokter mempersilakan dia duduk. Mereka saling berhadapan dengan pembatas meja.

Ini tidak seperti yang dia kira, selama ini dia tidak pernah memeriksakan diri ke rumah sakit karena selalu mengobati lukanya sendiri dengan obat yang dia yakini bisa menutupi rasa sakit.

Sementara Andra menunggu di luar, pria itu sudah mengatur semuanya agar sahabatnya itu bisa bekerja sesuai rencana. Dia ingin mengambil bukti kekerasan fisik agar bisa memproses semuanya dengan mudah nantinya jika Mila sudah memberi keputusan.

Setelah menunggu beberapa saat, Mila pun selesai di periksa. Dia tak menyangka jika harus melakukan visum.

Tapi setelah di pikir-pikir olehnya, ini adalah kesempatan bagus yang harus dia manfaatkan. Meski tanpa dia sadari jika itu semua sudah di atur oleh bosnya. Membantu dirinya untuk bisa segera lepas dari hidup yang penuh derita.

"Bagaimana kata dokter?" Tanya Andra pada Mila saat wanita itu menghampirinya.

"Tidak apa-apa kok, sekarang bapak pergilah periksa, saya khawatir bapak kenapa-napa," ujar Mila.

Andra menatapnya dengan iba, tapi sedetik kemudian dia langsung biasa saja. Takut jika itu akan membuat Mila curiga padanya.

"Kita berangkat?" Tanya Andra.

"Iya, ayo," ajak Mila penuh semangat.

Mereka pun meninggalkan rumah sakit dan memulai perjalanan kembali menuju ke daerah yang akan mereka datangi.

*

Sementara di rumah bu Maya sedang kedatangan tamu cantik nan anggun. Gadis itu membawakan beberapa buah tangan untuk sang tuan rumah.

"Ini Tan, aku bawain kue kesukaan Tante, semoga cocok ya sama rasanya," kata Weny.

Gadis itu menyerahkan paper bag berisi kue buatannya sendiri dan beberapa hadiah lain.

"Ini kamu buat sendiri?" Tanya bu Maya.

"Iya, Tan. Masih belajar kok, silakan di cobain ya,"

"Terimakasih ya sayang, oh iya kamu sama siapa?" Tanya Bu Maya.

"Tadi sama papa, tapi Papa kayaknya mampir ke kantor mas Andra deh, katanya mau berkunjung ke sana." Papar Weny.

"Loh, apa tidak telpon Andra dulu?"

"Surprise kayaknya, Tan." Weny tersenyum ramah. Dia sudah berangan-angan akan bertemu Andra nanti begitu papanya bisa mengajak pria itu keluar.

"Oh gitu, semoga saja bertemu ya, biasanya kan buat janji dulu." Bu Maya yakin pasti pak Wagio tidak bisa bertemu dengan putranya. Karena dia pamit akan berangkat keluar kota bersama timnya jam delapan pagi. Ini sudah jam sepuluh.

"Tante ambilkan minum dulu ya, kamu tunggu sebantar," pamit bu Maya.

Dia memerintahkan art nya untuk membuatkan minuman dingin dan menyajikan kue yang di bawakan oleh Weny agat bisa di nikmati bersama.

"Oh ya, bagaimana kerjaan kamu?" Tanya bu Maya.

Meski dia tahu putranya sudah menyukai wanita lain, tapi dia tidak mungkin mengusir Weny yang berniat datang berkunjung ke rumahnya. Meski tidak bisa berjodoh, sebatas rekan kerja saja pun tak apa.

Mereka pun mulai mengobrol santai membahas banyak hal, dari mulai pekerjaan hingga ke selera makanan.

Hingga tak berapa lama terdengar suara di depan yang sepertinya adalah pak Wagio.

"Eh, Papa udah ketemu sama mas Andra?" Tanya Weny begitu tahu yang datang adalah papanya.

"Andra sedang berangkat keluar kota, ini salah papa sih tidak membuat janji temu terlebih dahulu," jelas pak Wagio sedangkan Weny tampak kecewa.

"Oh ya, udah. Nanti kalau misal penting Papa harus telepon dulu," saran Weny.

Padahal sebelumnya dia yang membuat rencana untuk berkunjung ke sana. Sedangkan Bu Maya yang melihat raut kekecewaan itu merasa tidak enak meski tidak ditunjukkan secara terang-terangan, tapi bu Maya cukup paham dengan ekspresi tersebut.

"Karena kalian sudah jauh-jauh ke sini bagaimana kalau kita makan siang bersama. Kebetulan sekali ini sudah siang, kalian pasti lapar kan?" Kata bu Maya yang merasa tidak enak hati.

"Kita makan di luar aja ya tante. Aku kepengen cobain soto yang kapan hari itu tante bilang," kaya Weny.

"Baiklah, sebentar ya tante ambil tas dulu,"

Bu Maya naik ke atas untuk bersiap sedikit dan mengambil tas. Sembari menunggu, Weny mendekati papanya.

"Ke mana mas Andra Pa?"

"Ke luar kota, tepatnya ke kota S. Katanya meninjau lokasi secara langsung. Mau bangun toko di sana."

"Wah, benar-benar luar biasa ya Pa. Aku jadi makin suka deh, pekerja keras banget," ujar Weng senang.

"Iya, nanti coba papa telepon misal dia sudah sampai. Lagian kan mumpung kita lagi jalan-jalan. Jadi sekalian saja kita susul mereka ya,"

"Ah, iya, Papa benar," ucap Weny.

Tampaklah bu Maya sedang menuruni tangga, mereka pun tidak melanjutkan obrolannya.

"Tante cantik banget," puji Weny.

"Kamu bisa aja," sahut bu Maya dengan seulas senyum.

Mereka pun berjalan beriringan menuju ke mobil. Bu Maya ingin pakai mobil sendiri tapi pak Wagio melarangnya.

"Bu Maya bareng kita saja, nanti kita anterin pulang. Lagian kita bisa sambil ngobrol, kan?" Usul pak Wagio.

"Aduh. Nanti ngerepotin," sungkan bu Maya.

"Masak ngerepotin sih, sama calon besan jangan sungkan Bu," timpal pak Wagio.

Di mobil itu tidak hanya mereka bertiga, tapi ada sopir. Jadi bu Maya merasa sedikit lega. Meski pembahasannya nanti pasti akan hubungan lanjutan yang pernah mereka bahas sebelumnya.

Mereka menuju ke restoran sop dan soto enak yang pernah di ceritakan oleh bu Maya waktu itu. Jika Weny datang berkunjung maka bu Maya akan mengajaknya ke sana.

Sekarang mereka tengah berada di resto tersebut. Tempatnya sangat nyaman dan tidak berdesakan seperti resto pada kebanyakan. Karena setiap pengunjung yang datang bisa memilih tempat privat agar lebih nyaman.

"Aku suka deh sama tempatnya Tan, tante memang ga salah pilih ya," kata Weny ketika mereka masuk ke dalam.

"Syukurlah kalo kamu suka, jadi jika kamu pengen bisa langsung ke sini."

Mereka pun memesan makanan dan melanjutkan obrolan penting tentang hubungan yang mereka rencanakan. Pak Wagio begitu antusias saat membahas pencapaian Andra di bidang bisnis.

"Semoga nanti Andra bisa meluangkan waktunya untuk bisa lebih dekat dengan putri saya ya bu, kan mereka sama-sama sudah dewasa," ujar pak Wagio.

1
Elisabeth Ratna Susanti
waduh aku deg2 an nih
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
HiaTus: 😍makasi akak
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
semoga rencananya berhasil.....amin 🥰
HiaTus: aminn🙏
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan👍
Elisabeth Ratna Susanti
waduh ibu mertua macam apa ini pengen tak getok pake high heels nih😄
Rani
numpang iklan 🙏
Elisabeth Ratna Susanti
ish! main tampar saja nih orang
NyonyaMuda
jangan galau lagi mila, cepat tinggalkan saja si arjun💪
NyonyaMuda
senangnya sapat traktiran😍😍
NyonyaMuda
pak wagio ngarep banget deh😄
NyonyaMuda
pak andra harus cepet ungkapin ke mila🤭
Elisabeth Ratna Susanti
setuju, jangan aneh2 ya 😄
Santai Dyah
bner mila nurut aja jgn berdebat dengan andra
HiaTus: biar nanti cepet di halalin
total 1 replies
Santai Dyah
jhat nya bu lisa ngetawain mila yang jatuh
HiaTus: iya, mereka keterlaluan
total 1 replies
Santai Dyah
sabar vio mungkin kk kmu lg bhagia mknya brisik
HiaTus: 🙏🙏betul itu
total 1 replies
Santai Dyah
enaknya bisa numpang mndi di tawarin mkn pula si mila
HiaTus: rejeki nomplok🤣
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
jangan bawa2 roman, roman nggak salah 😄
Elisabeth Ratna Susanti: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
waduh cowok apaan ini? bayar listrik aja nggak bisa 🫣
HiaTus: kan dia pengangguran🤣
total 1 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!