NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Panglima TNI.

Terjebak Cinta Panglima TNI.

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nakorang

Aruna mencoba segala cara agar pertunangannya dengan seorang Panglima TNI bernama Axel dibatalkan. Dia datang menemui sang panglima bukan dengan gaun anggun atau busana yang sopan, wanita itu justru mengenakan dress hitam ketat yang terbuka. Riasan wajah tebal yang terlihat berlebihan. Yang paling mencolok adalah pipi dan bibirnya yang dicat dengan lipstik merah menyala kontras dengan kulitnya yang putih. Axel masih bisa menerima. Trik Aruna berlanjut dengan mengajak si pria berburu belanjaan mewah. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Apakah Axel mampu mengikuti setiap alur cerita yang dibuat gadis itu? atau justru menyerah? ikuti terus kisah serunya hanya disini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakorang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 : Mie mematikan.

"Habiskan semuanya tolong ya.. Jangan ada buang-buang makanan, apalagi ini aku yang buat khusus buat kalian. Atau aku bakalan nangis loh kalau mienya gak dimakan!!" ancam Aruna sambil memanyunkan bibirnya panjang, siap membanjiri tempat itu dengan air mata kalau mereka berani menolak.

Mendengar kata 'nangis', Zayn langsung panik setengah mati. Wajah garang dan kejamnya langsung luluh seketika. Ia benar-benar tidak tega melihat Aruna sedih.

"Ya sudah ya sudah... aku makan sayang... tenang saja..." gumam Zayn pasrah.

Dengan napas tertahan, ia mengambil sendok dan mulai melahap mie itu sedikit demi sedikit. Rasanya... luar biasa menyiksa. Lebih perih daripada pukulan tinju atau luka senjata yang pernah ia terima saat menghadapi musuh-musuhnya. Mienya lembek, asin, dan pedasnya membakar kerongkongan. Tapi ia tetap menelan paksa demi senyum gadis itu.

Sementara Axel... meski jiwanya memang sering diguncang oleh hal-hal aneh dulu dari atasannya. Namun kali ini ia harus mengerahkan seluruh kekuatan mentalnya. Ia melahap mie itu dengan lebih cepat dan lebih keras, berusaha terlihat kuat dan tangguh. Padahal di dalam mulutnya, tidak ada rasa enak sama sekali. Yang terasa hanyalah rasa pedas luar biasa yang menjalar sampai ke perut dan membuat kepalanya terasa panas.

"Jangan minum dulu ya..." pinta Aruna tiba-tiba dengan nada yang sangat manja dan memelas. "Biar rasanya lebih nendang dan enak gitu lho..."

DEG!

Darah seakan berhenti mengalir di tubuh kedua pria itu. Tidak minum?! Itu sama saja menyiksa mereka sampai mati.

Tapi apa daya, siapa yang sanggup menolak wajah memelas itu?

"O..oke sayang... gak minum nggak masalah..." jawab Axel terbata-bata sambil mengipas-ngipas mulutnya yang terasa terbakar.

"Pasti aku habiskan tanpa minum setetes pun... Jangan khawatir." Sahut Zayn tak mau kalah.

Dan jadilah pemandangan yang sangat tidak lazim. Dimana ada dua orang pria paling berkuasa, paling gagah, dan paling ditakuti di kota ini... kini duduk termenung di kursi makan. Wajah mereka merah padam, keringat dingin bercucuran deras membasahi dahi dan leher. Mata mereka berkaca-kaca tapi bukan karena sedih, bukan karena capek berkelahi, dan bukan juga karena haru.

Tapi murni karena kepedesan mie setan buatan Aruna. Mereka menahan air mata pedas itu agar tidak tumpah, sementara lidah mereka terasa mati rasa dan terbakar habis.

Namun pada akhirnya... batas kesabaran dan kekuatan fisik mereka pun sampai di titik nol.

BRUK!!

Zayn yang tadi gagah perkasa langsung terkapar tak berdaya di lantai dingin dapur. Ia berbaring telentang dengan mata melotot ke langit-langit, mulutnya terbuka lebar seolah kehabisan napas. Mulutnya merah bengkak seperti di gigit tawon.

DUG... DUG... DUG...

Tangan besarnya memukul-mukul dadanya sendiri yang terasa panas dan membakar, mencoba meredakan rasa pedas yang sudah menjalar sampai ke ulu hati.

"Am... ampun... pedesnya emang se hot itu, dasar setan..." gumamnya parau, suaranya serak habis. "Lebih baik aku lawan puluhan orang sekaligus daripada makan mie ini... sumpah bikin semua panca indraku mati rasa..."

Dan nasib Axel? malah jauh lebih parah.

Karena ia yang makan paling banyak dan paling cepat demi membuktikan cinta, efeknya langsung terasa memuncak. Perutnya terasa panas dan bergolak hebat.

BYUR!!

Tanpa aba-aba, Axel langsung lari terbirit-birit meninggalkan meja makan. Ia berlari sekencang-kencangnya menuju toilet di ujung lorong, meninggalkan jejak kepanikan yang luar biasa.

SREEETT!!

Pintu kamar mandi tertutup rapat dan terkunci cepat, disusul suara... yah kalian tahu sendiri lah apa yang terjadi di dalam sana. Dan melihat kedua pria tangguh itu hancur lebur hanya karena semangkok mie instan...

Hahaha!! Hahaha!!

Aruna tertawa terbahak-bahak sendirian di kursi. Ia menepuk-nepuk meja, matanya sampai mengeluarkan air mata karena terlalu lucu melihat pemandangan langka itu.

"Dasar cengeng. Padahal kan enak." celetuk Aruna santai sambil meminum air putih dengan tenang, sementara dua pangerannya sedang menderita di sana sini.

Aruna berjalan mendekati Zayn yang masih terkapar lemas di lantai. Wajah pria itu pucat dengan keringat bercucuran, terlihat sangat menderita. Aruna jadi tidak tega juga melihatnya begitu.

Dengan lembut ia menyodorkan segelas susu segar dingin ke hadapan Zayn.

"Nah minum dulu... biar gak meledak perutnya," ucap Aruna santai.

Tanpa menunggu dua kali, Zayn langsung menyambar gelas itu.

GLEK... GLEK... GLEK...

Diteguknya habis sampai tetes terakhir dengan sangat lahap. Rasa dingin dan lembut susu itu perlahan meredakan panas yang membakar kerongkongannya.

Setelah merasa agak membaik, Zayn lalu menarik kedua tangan Aruna. Ia menatap gadis itu dalam-dalam, lalu mencium punggung tangan itu dengan sangat lembut, penuh rasa sayang dan penyesalan.

"Maaf ya..." bisik Zayn pelan. "Aku bius kamu tadi. Aku akui aku sering nekat dan gak mikir panjang kalau udah kangen sama kamu sampai gila."

"Ah lepas!!! Jangan gitu!!" Aruna langsung berontak panik, wajahnya memerah. "Aku gak mau Axel lihat! Nanti dia marah lagi! Lepas!!"

"Tenang aja sayang..." Zayn tersenyum santai tak melepaskan. "Dia lagi sibuk ngurusin hal penting di toilet sana. Belum tentu selesai dalam waktu dekat."

Zayn kembali menatap wajah Aruna dengan tatapan penasaran yang tajam.

"Tapi aku serius Aruna... soal obat bius itu tadi. Bagaimana bisa kamu bangun secepat itu? dosis yang aku pakai itu dosis standar buat orang dewasa, seharusnya kamu bisa tidur berjam-jam."

Aruna terdiam.

Pikirannya melayang kembali ke masa lalu. Sejak kejadian pertama kali ia diculik Zayn, ada rasa penasaran dan juga rasa ingin lebih kuat yang muncul di hatinya.

Demi mempersiapkan diri agar tidak menjadi beban, ia jadi nekat. Ia diam-diam membeli berbagai jenis obat bius dan melakukan eksperimen kecil-kecilan di tubuhnya sendiri.

Awalnya memang menyiksa. Ia sering tertidur lemas sampai berjam-jam, tubuhnya tak berdaya. Tapi lama kelamaan... tubuhnya mulai beradaptasi.

Efek obat yang seharusnya bekerja berjam-jam, kini hanya mematikan gerakannya sebentar saja. Ia menjadi semakin kebal, bahkan terhadap jenis obat bius paling ampuh sekalipun.

Namun, ada harga yang harus dibayar. Setelah efek obat itu hilang, kadang tubuhnya akan gemetar hebat atau tremor tak terkendali sebagai efek sampingnya.

Aruna memang gadis yang unik. Ia tak punya rasa takut pada apa pun, dan caranya bertahan hidup pun selalu di luar nalar orang biasa.

"Itu... rahasia," jawab Aruna singkat dan ketus, tak mau menceritakan aksi nekatnya itu pada Zayn. Ia tak mau pria itu malah menyalahkan dirinya atau justru semakin khawatir berlebihan.

"Ah sialan... perutku..." tiba-tiba wajah Zayn berubah pucat lagi. Ia memegang perutnya yang tiba-tiba bergolak hebat. "Ah gak kuat lagi!! Setan..."

BYUR!!

Dengan cepat Zayn bangkit dan berlari kencang menuju toilet kecil yang ada di dekat dapur. Dan nasibnya... persis sama persis dengan Axel.

SREEETT!!

Pintu ditutup rapat, dan suara keributan pun terdengar lagi.

Aruna berdiri di tengah dapur yang berantakan itu, tersenyum sangat bangga dan puas melihat dua pria paling ditakuti itu kini kalah telak hanya oleh ulah tangannya sendiri.

"Main-main sama aku... Jangan harap menang. Kalian pasti kalah," gumamnya sambil terkekeh jahil. Tersenyum misterius namun jelas memikat. Duduk bak Ratu dalam singasananya puas dengan apa yang sudah terjadi.

1
Auliya Wilma
terkadang yang sepi belum tentu ceritanya jelek. 🤭
Suram banget dah
🤭🤭🤭segitunya ya .
Ripduit seratus
wkkwkkw
Ripduit seratus
ini cocok untuk p3mbaca yg suka d3ngan novel yang konfliknya tetap ringan tapi ngena.
wnrti
inikah rasanya cinta ahay🤣
Suram banget dah
🤣Aruna gak ada duanya👍
Aruna bling bling
Terimakasih untuk semua orang yang mau membaca dan memberi dukungan... 👍👍
Aruna bling bling
🤣🤣
Suram banget dah
gila boskuuu🤭
Suram banget dah
lanjut💪
Suram banget dah
Lanjutkan 😍😍 semangat!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!