NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Mafia

Terjebak Cinta Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Bad Boy / Gadis nakal
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: lirien

"Mulai malam ini kamu milikku, aku suka 45imu yang manis itu." ujar Kael sambil tersenyum miring.

"Hey kamu bilang anakmu tapi ini apa? Kau berbohong padaku om jelek!" jawab Vanya dengan raut wajah kesalnya.

"Sssttt! diam dan jangan banyak bicara, elus kepalaku!" titah Kael mengusap lembut pipi gemoy Vanya.


>>Mau tau kelanjutannya? simak terus dan jangan skip bab, karna di setiap bab ada kejutannya💥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lirien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aksi Gila Kael

Sunyi di dalam kamar Kael seketika pecah saat teriakan Mama Velia menyeruak masuk melalui celah pintu.

"KAEL CEPAT BUKA PINTUNYA ATAU MAMA SUNAT*N LAGI KAMU!" suaranya menggema, memenuhi ruangan dengan nada yang terasa seperti ancaman.

Di dalam, Kael yang sedang duduk di tepi tempat tidurnya, merasakan bulu kuduknya berdiri. Keringat dingin mulai mengucur di pelipisnya, matanya melebar penuh ketakutan.

"Ya, gak mau lah Mah, nanti punyaku gak panjang lagi," gumamnya pelan, suaranya bergetar.

Sementara itu, Vanya yang duduk di samping Kael hanya bisa terkekeh pelan mendengar ucapan Kael barusan. Atmosfer tegang seolah berubah menjadi momen yang menggelitik bagi dirinya. Mencoba mengalihkan suasana, Kael mengarahkan pandangannya pada Vanya, mencoba menunjukkan keberanian yang sebenarnya tidak ia miliki.

"Hey, jangan ketawa, nanti kamu gak puas kalau punyaku di sun*t lagi," coba Kael berbicara dengan nada bergurau.

Dia kemudian menambahkan dengan suara yang lebih rendah, penuh dengan ketidakpastian, "Lihat ini aja udah gagah panjang begini kok."

Namun, respons Vanya tidak seperti yang Kael harapkan. Mendadak, gadis itu mundur beberapa langkah, matanya terbelalak penuh keterkejutan, seolah baru saja menyaksikan sesuatu yang mengerikan.

"HUAAA CACING ALASKA... MAMA VELIA TOLONGIN VANYA MAH....!" teriaknya keras, membuat Kael seketika berhenti berbicara.

Ketegangan kembali menguasai ruangan itu. Kael menelan ludah, mencoba memahami apa yang baru saja terjadi, ketika tiba-tiba suara Mama Velia kembali menggema di luar pintu, kali ini dengan nada yang lebih tinggi dan penuh kekhawatiran. "KAEL KAMU APAIN VANYA?!!"

Dengan cepat, Kael berdiri dan berlari ke arah pintu, tangannya gemetar saat ia mencoba mengaktifkan lock sandi agar orang lain tak bisa masuk ke dalam kamarnya.

Keringat dingin semakin membanjiri wajahnya, hatinya berdegup kencang, takut akan konsekuensi dari apa yang mungkin Mama Velia pikirkan tentang kejadian di dalam kamar itu.

"GAK PAPA MAH, PULANG AJA MAMA JANGAN NGINEP SINI KALAU REWEL!" teriak Kael dengan suara kerasnya.

Tentu saja Mama Velia kesal bukan main sama putra semata wayangnya ini. "Kael jangan apa apain calon mantu Mama yah, awas aja kalau nyicil cucu dulu kamu bakalan Mama sunat*n lagi beneran nanti." ujar Mama Velia namun penuh ancaman menakutkan bagi Kael.

"Pake lagi celananya woy, jangan aneh aneh huaaa Kael jangan gila kamu ya....!" ujar Vanya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Sumpah gila itu tadi apa, sial jadi takut kan gue. Lebih baik gue ngehabisin musuh daripada harus lihat kaya ginian huaaa takut banget." ujar Vanya di dalam hatinya.

Bahkan kedua tangannya gemetar, selama 18 tahun ia hidup baru kali ini ia melihat aset seorang pria, dulu pernah ia lihat tapi dari ponsel karna kiriman si tengil Calista.

"Gak mungkin kan, ini beda loh yang gue lihat waktu itu cuma panjng aja gak sebesar punya Kael, huaaa gak mau jadi istrinya Kael, nanti kalau malem pertama udah pasti mati gue hikss hikss. Apalagi ada urtnya kek gitu huaa nyeremin cuma agak gemesin ketolong sama warnanya yang pink itu. Upssss...lo ngomong apa sih Van, jangan gila lo ya...." lanjut Vanya di dalam hatinya.

Kael mendekat ke arah Vanya, "gak akan gigit tenanglah. Mau kenalan dulu enggak hmm?" tawar Kael sambil terkekeh pelan.

"Gak mau. Huaaa minggir, kita putus saja ya aku gak mau sama kamu hikss hikss...!" ujar Vanya sambil mendorong tubuh kekar Kael.

Tentu saja Kael langsung menaikkan sebelah alisnya, "why?"

"Aku gak mau sama kamu nanti malem pertama aku bakalan langsung mati, pokoknya gak usah nikah gak ada malem pertama hikss hikss takut." ujar Vanya sambil mengigit bibir bawahnya kedua matanya berkaca-kaca.

Kael menahan tawanya, sumpah demi apapun istrinya ini tak bisa ditebak ia kita istrinya itu tak mau sama dia karna suatu alasan yang logis lah ini karna asetnya yang menakutkan katanya.

"Gak mau hikss hikss puny*mu besar aku gak bisa aku gak mau mati sia sia, hikss hikss kita putus baik baik ya. Nanti aku cariin penggantiku yang mau sama kamu yang sayang sama kamu yang cinta sama kamu." ujar Vanya sambil menangis sesenggukan.

"Gemesin banget sih kamu sayang, gak ada perempuan lain yang aku inginkan kecuali kamu, jadi Vanya Laraysa dengarkan aku. Sekali aku memilihmu sampai kapanpun tetap kamu. Mau gimanapun masalah kita kedepannya gak akan pernah ada kata pisah di antara kita, sampai sini kamu paham sayang?" ujar Kael panjang lebar dengan suara lembutnya.

"Tapi gak usah punya anak ya, gak usah itu itu...." ujar Vanya dengan suara lirihnya.

"Itu itu apa?" tanya Kael sambil mengigit bibir bawahnya sendiri.

Tentu saja Vanya salah tingkah sendiri. Sumpah demi apapun Kael ini pesonanya tak bisa ia tolak sama sekali.

Vanya menganggukkan kepalanya, "takut mati." ujarnya lirih.

Kael langsung tertawa dengan kerasnya, ia bahkan sampai mengigit leher Vanya saking gemasnya pada kekasihnya itu.

"Aarghh sakit jangan di gigit shh ahhh Kael lepas gigi kamu tajem...!" pekik Vanya sambil menepuk keras punggung lebar kekasihnya itu.

Kael tersenyum manis saat berhasil membuat tanda di leher kekasihnya itu, senyum miring langsung tercipta di bibir merahnya.

"Kamu ini emang gila..." kesal Vanya.

"Yeah it's me." jawab Kael sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Vanya.

"Jangan takut sayang sakitnya di awal aja nanti kalau udah masuk bakalan enak kok sumpah aku gak bohong sayang." lanjutnya.

Vanya langsung memicingkan matanya, "Kok kamu tau? Oh udah pernah ya? Aku gak mau sama barang bekas pokoknya kita putus aja." ujar Vanya sambil melirik sinis kekasihnya itu.

"No, aku masih perjaka sayang jangan khawatirkan hal itu. Aku tau ya dari Daryl sama Zan, mereka kan sering main sama wanita bayaran." jelas Kael tanpa mau ada yang ditutupi lagi.

"Sumpah?" tanya Vanya.

"Sumpah, mau cek ke dokter? ayo aku siap." jawab Kael dengan tegas.

"Ini milikmu, cuma kamu nanti yang boleh lihat, sentuh sama ngerasain." jawab Kael dengan raut wajah seriusnya.

Tentu saja wajah Vanya langsung memerah di buatnya.

"Blush on kamu ketebalan." goda Kael sambil menoel hidung mancung Vanya.

"Ishh jangan sentuh sentuh aku gak pake blush on ya." jawab Vanya sambil menatap ke arah lain.

Kael yang tak bisa menahan rasa gemasnya pun langsung mencium dan melumat bibir kekasihnya tanpa ampun.

"Shhh ahhh lep-lepas...shhhh..."

"Gak tau kenapa cinta banget sama kamu.

Cayang deketan sini mau peluk cium lagi." ujar Kael dengan nada manjanya.

Di dalam hati kecilnya ia merasa geli karna baru kali ini dirinya seperti orang gila, padahal ia seorang ketua mafia sangat jauh bukan kelakuannya saat sama Vanya sama waktu di luar.

"Gak mau jangan deket deket ahh nanti nanti ada setan malah kebablasan." sahut Van sambil menggelengkan kepalanya.

"Ya kalau kebablasan gampang, tinggal aku nikahin kamu selesai kan." sahut Kael sambil terkekeh pelan.

"Itu mah emang maunya kamu bukan maunya aku." jawab Vanya sambil melirik sinis kekasihnya itu.

Beda halnya dengan Zan, malam ini ia ketemuan dengan Tata.

"Ishh om Zan lama banget sih, kan akunya kalau kelamaan di luar di marahin Mami nanti." ujar Tata dengan raut wajah kesalnya.

"Sorry lembur lagi pulang kerja soalnya, udah lama kamu di sini hmm? mau beli apa ayo pesen dulu." sahut Zan dengan suara sedikit lembut.

Tentu saja kedua mata Tata langsung berbinar, "traktir ya om soalnya hari ini uang Tata udah habis buat nraktir Kaila sama Salsa." ujar Tata sambil tersenyum lebar.

"Panggil aku kak Zan, jangan panggil om aku ini masih 24 tahun ya. Makanya kalau gak punya uang gak usah sok nraktir temen temenkamu." sahut Zan sambil terkekeh pelan.

Zan mengusap lembut kepala Tata, "ishh jangan sentuh sentuh aku, kata Mami gak boleh di sentuh sama lawan jenis kalau mereka belum nikah." tegur Tata dengan raut wajah lucunya.

"Oh gitu? terus kenapa kamu main ke tempat haram? kamu pikir club malam itu bukan tempat haram hmm? gimana kalau sampai orangtua kamu tau?" ujar Zan sambil menaik turunkan kedua alisnya.

Tentu saja Tata langsung ketakutan, "Kak Zan yang ganteng dan baik hati jangan bilang sama Mami Tata ya. Nanti Tata di marahin." ujar Tata dengan kedua mata yang sudah berkaca kaca.

Sungguh emang Tata gampang di pengaruhi seperti anak kecil, "hmm, kedepannya nurut sama aku. Kalau berani nakal aku bakalan bilang sama Mami kamu. Aku tau rumah kamu, jadinya bisa langsung ke rumah tanpa persetujuan kamu dulu." ujar Zan panjang lebar.

"Sial, kenapa bisa lo cinta sama anak sekecil ini sih Zan, padahal di luar sana banyak cewek cantik yang siap kapan aja buka lebar kedua kakinya di depan lo. Ouh shit man ini gak bener kan?" ujarnya di dalam hatinya.

Entahlah dari pertama kali ia kenal dengan Tata di club malam waktu itu jantungnya tak berhenti berdetak keras saat menyebut namanya.

"Iya, ishh kakak mah bisanya ngancem terus. Yaudah sekarang pesenin aku makan. Laper banget soalnya kak." ujar Tata sambil membolak balikkan buku menu.

"Mau pesen steik, minumnya terserah aja soalnya aku tipe orang yang suka semua makanan dan minuman." ujar Tata dengan raut wajah sumringahnya.

Zan tersenyum manis, dengan cepat ia memesan banyak makanan untuk dirinya dan Tata malam ini.

"Ini nanti habis enggak?" tanya Zan saat semua makanan itu datang.

"Ya habis dong, kata Mama gak boleh buang buang makanan dosa." sahut Tata. "Dah ayo makan kak. Selamat makan jangan lupa baca doa dulu." lanjutnya sambil tersenyum manis.

Namun tiba tiba seorang perempuan mendekati mereka dan menggebrak meja dengan kerasnya.

BRAK!

"Hey jalang ngapain lo deketin pacar gue hah! Lo emang perempuan gak bener ya! Masih kecil tapi udah berani rebut cowok orang!" teriaknya sambil ingin menjambak rambut Tata.

"Ishh Kakak ini apa apa an sih, kenalin nama aku Tata. Aku ini adiknya kak Zan. Kakak pacarnya kak Zan ya? Gak aku kasih restu baru tau rasa!" jawab Tata dengan raut wajah kesalnya.

"Kamu apa apa sih Widya, kita gak punya hubungan apa apa lagi ya. Perempuan matre kaya lo bukan tipe gue. Pergi lo dari sini!" maki Zan dengan raut wajah murkanya.

Tentu saja Widya, perempuan yang di putusin Zan tadi malam, gak terima, "gak bisa gitu dong hikss hikss aku masih cinta sama kamu. Jangan putusin aku. Hey aku adiknya Zan ya? Maafin aku ya, aku kira kamu tadi selingkuhan Zan makanya aku marah." ujar Widya dengan raut wajah yang dibuat-buat tak lupa juga dengan air mata buayanya.

"Gak. Gak ada maaf pokoknya, kak Zan aku pergi aja, waiters pesenan di meja ini di bayar semua sama kakak ini ya." ujar Tata sambil menunjuk Widya.

Tentu saja Widya langsung membulatkan kedua matanya tak terima, "heyy gak bis...."

"Terserah Kakak, salah sendiri buat mood aku jelek. Ayo kak Zan, Mami udah nunggu di rumah katanya mau kenalin kakak sama cewek baru. Byeee kakak jelek." ujar Tata sambil melirik sinis Widya.

Seakan lirikan itu mengandung kata kata jangan panggil aku anak kecil tante. Tentu saja Zan langsung tersenyum miring, ia sangat suka cara Tata menghadapi situasi ini.

Bahkan ia tadi hampir saja terpancing emosi, namun Tata, anak sekecil itu tau gimana cara menyekak orang tanpa mengotori tangan.

"Aku bukan kakakmu tapi aku ini calonsuamimu." ujar Zan sambil terkekeh pelan.

Ia mengeratkan pegangannya pada jari mungil Tata, "ishh enggak ya." jawab Tata sambil mencoba melepaskan genggaman tangan itu.

"Gak ada penolakan sayang, kamu punyaku mulai malam ini. Jangan berani dekat sama laki laki lain kalau masih mau hidup aman. Siapapun yang berani dekati kamu detik itu juga langsung akan ku habisi." bisik Zan tanpa mau di bantah lagi.

Tentu saja Tata langsung menggelengkan kepalanya, "gak mau jangan paksa aku ya, kata Mami gak boleh pacaran karna Tata masih kecil. Bolehnya nanti kalau Tata udah kuliah." jelas Tata tanpa ada yang di sembunyikan lagi.

"Jangan banyak bicara. Ayo ke apartemen ku aja." ujar Zan.

"Huaaa gak mau, lepas kak....!" teriak Tata yang takut.

"Sssttt diam sayang jangan teriak teriak nanti tenggorokan kamu sakit." ujar Zan sambil tersenyum miring. Sedangkan Mama Velia ia di kamar tamu mansion mewah milik putranya.

"Ya ampun aku gak bisa tidur, ini semua gara gara Kael. Emang anak itu kelewatan sekali. Vanya sayang maafkan Mama ya nak, Mama janji akan hukum Kael besok." ujarnya dengan raut wajah kesalnya.

Lain halnya dengan Kael, ia dari tadi tak berhenti mencium wajah hingga leher Vanya. "Kael berhenti geli tau gak...!" kesal Vanya.

"Wangi aku suka, ini bikin adik kecilku bangun sayang...." jawab Kael dengan suara seraknya.

"Mau nen aku butuh asupan...."

1
Leeeelyyy
Pelajaran banget ni guys, Real banget menurut aku, kalo sebagai cewek terlalu mur*h tu kadang emang atau malah gak di lirik/gak memikat.... tapi kalo cewek punya prinsip kaya Vanya ini yang "gak ya gak", justru laki-laki malah lebih tertarik atau tertantang buat deketin... jadi cewek" di luar sana kalian harus punya value ya, biar kalian punya daya tarik tersendiri 🙂‍↕️🍓
Leeeelyyy
Pelajaran banget ni guys, Real banget menurut aku, kalo sebagai cewek terlalu mur*h tu kadang emang atau malah gak di lirik/gak memikat.... tapi kalo cewek punya prinsip kaya Vanya ini yang "gak ya gak", justru laki-laki malah lebih tertarik atau tertantang buat deketin... jadi cewek" di luar sana kalian harus punya value ya, biar kalian punya daya tarik tersendiri 🙂‍↕️
Arin
🤣🤣🤣🤣🤣
Syriii.kzza
Behh emang yang begini harus di kasih tahu siapa yang berkuasa!!!!
Syriii.kzza
apa karna ini juga ya si Kael itu jomblo Mulu, karna kalo ada yang Deket sama dia musuhnya auto di mana-mana
Syriii.kzza
ini kayaknya si Kael punya masa lalu yang kelam deh? apa cuma aku yang mikir gitu???
Syriii.kzza
Thorr, thanks udah ngasih judul begitu, ini langsung ku skip kok😭😭😭
Syriii.kzza
takut banget sama ancamannya😭😭😭
Syriii.kzza
serius Thor? ini di dunia nyata ada yang sakitnya begini? serius nanya✨😭....
Syriii.kzza
Judul nya cacing Alaska terbangun ku kira apaan ternyata😭😭😭😭😭, untung bahasanya gak terlalu eksplisit, jadi mikir 3-4 kali baru ngehhhhh
Syriii.kzza
pantesan Vanya ngatain di orang nek lampir, emang kelakuannya parah banget ihhhhh.....
Syriii.kzza
ihhh gereget nya sama ni orang
Syriii.kzza
Ceritanya bagus Banget ✨... alurnya juga gak ketebak heheheeee
Lego le
Padahal baru Upload tapi serius ini, Plotnya bagus banget bikin nagih... Semangat Ya Thor🌷💓🥹🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!