NovelToon NovelToon
Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: BumbleBee

Cerita ini adalah sequel dari cerita You Are Special😊

-Hal paling menyakitkan adalah mencintai seseorang yang tidak ditakdirkan bisa bersatu dengan kita- Darren Maxton McKenzi

-Aku yakin akan datang hari dimana kau akan membalas cintaku. Aku percaya takdir itu akan datang kepada ku, pada kita- Felicia McKenzie

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Dia Layak

Darren segera menuju kamar Feli begitu keluar dari ruangan Daddy nya. Ia mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Sungguh ia tidak menyangka tinju Daddy nya masih sangat kuat. Ia terkekeh mengingat wajah Felix yang merah padam begitu mendengar ia meminta izin menikahi Feli. Seperti dugaannya akan sedikit sulit meminta restu dari Daddy nya. Tapi setidaknya ia tidak perlu menyembunyikan perasaannya lagi. Ia kembali terkekeh mengingat percakapannya dengan Daddy nya.

"Kau fikir apa yang sedang yang kau katakan anak muda" ucap Felix datar begitu ia melayangkan tinju nya diwajah putranya itu. Ralat mantan putranya.

"Oh..ayolah Dad..tidak usah pura-pura terkejut begitu. Aku yakin kau sudah mengetahuinya" kekeh Darren seraya mengusap darah dibibirnya.

"Atau haruskah aku memanggilmu Daddy mertua mulai hari ini" Darren terkekeh geli berbanding terbalik dengan Felix yang menatap nya jijik.

"Apa kau ingin merasakannya diwajahmu yang sebelahnya lagi" Felix mengepalkan tinjunya.

"Kenapa menolakku?" tanya Darren dengan wajah menyedihkan yang dibuat-buat.

"Karena tidak ada alasan bagi ku untuk menerima mu" hardik Felix

"Memangnya apa standar yang kau berikan untuk bisa menjadi menantumu. Aku akan menyanggupinya dengan senang hati" Darren antusias.

Felix berdecak kesal

"Daddy sudah mengetahui hubungan mu dan Feli. Begitu juga dengan Mommy mu" aku Felix akhirnya. Darren tersenyum.

"Maafkan aku" hanya itu yang bisa Darren ucapkan. Felix menggeleng.

"Perasaan kalian bukan suatu kesalahan" Felix duduk dan mengisyaratkan Darren agar Darren duduk disampingnya.

"Mommy dan Daddy tidak akan menghalangi perasaan mu atau pun perasaan Feli. Tapi son, Daddy atau pun Mommy tidak ingin kehilangan salah satu diantara kalian. Jika pada akhirnya kau dan Feli tidak berjodoh bukankah akan terasa canggung. Jadi Daddy harap kau maupun Feli bijak menyikapi perasaan kalian masing-masing" Felix menepuk-nepuk bahu Darren.

"Apakah kau meragukan ku Dad?"

"Dibandingkan meragukanmu, aku lebih meragukan putriku" jawabnya jujur.

"Apa yang akan Feli lakukan jika tahu Daddy nya adalah orang yang membunuh Daddy dari pria yang dicintainya" Felix menghela nafas berat.

"Dad..Feli tidak harus mengetahuinya"

Felix mengangguk

"Terimakasih" ucapnya tulus.

"Feli masih muda. Pemikirannya juga masih naif. Mommy dan Daddy tidak ingin salah satu diantara kalian tersakiti. Jadi sebelum terlalu dalam hentikan lah" pinta Felix.

"Maafkan aku Dad, aku tidak bisa" jawab Darren tegas. Sungguh ia tidak mengerti jalan fikiran Daddy nya ini. Sesaat ia mengatakan tidak akan memaksakan perasaan meraka dan sesaat kemudian meminta nya untuk menghentikan perasaannya.

"Son.."

"Perasaan mu terhadap Feli bisa saja karena sudah terbiasa begitu juga sebaliknya"

"Dad..kau terlalu meremehkan perasaanku" Darren menyela

"Baiklah Dad, kau boleh saja tidak merestui ku tapi aku tidak akan menyerah dan berhenti sebelum Feli yang memintanya"

"Artinya kau dan Feli akan tetap menjalin hubungan baik itu tanpa izinku atau pun restu dari ku. Bukan begitu?" Felix menatap Darren

Darren mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia terkekeh

"Kau memang sangat mengenalku Dad" ucap Darren bangga yang membuat Felix menggeram kesal.

"Keluar lah son, sebelum aku menendangmu" ucapnya dingin

"Jangan lupa segera coret namaku dari daftar kartu keluarga Dad" kekeh Darren seraya beranjak dari tempatnya.

"Aku tidak akan pernah mencoretnya. Dengan begitu kau tidak akan pernah menikahi putri ku"

"Terimakasih Dad, aku tahu kau sangat menyayangi ku" Darren membuka pintu ruangan Daddy nya dan berjalan keluar

"Aku mengatakan aku tidak akan mencoretnya anak sialan" teriak Felix

Darren berhenti didepan pintu kamar Feli. Sekali lagi ia menyentuh bibirnya yang pecah akibat bogem mentah yang ia terima dari Daddy nya. Ia menghela nafas berat, kekasihnya itu pasti histeris. Ia mendorong pintu kamar Feli dan melihat kekasihnya itu sedang termenung di atas ranjangnya. Darren mengernyit sambil berjalan mendekati Feli.

Apa yang sedang difikirkan wanita ini sampai tidak menyadari kehadiranku

" Sayang" panggil Darren. Feli tersentak dari lamunannya.

"Kau melamun?" Darren mengelus wajah mulus itu. Feli menggeleng.

" Aku baru saja bangun dan baru mengumpulkan nyawa ku sepenuhnya" elaknya sambil tersenyum manis. Darren tersenyum. Ia lalu mengangkat Feli kedalam gendongannya, otomatis Feli melingkarkan kedua kaki dan tangannya dileher Darren.

"Oh astaga...ada apa dengan wajah tampanmu?" Pekik Feli begitu menyadari luka diujung bibir Darren.

"Daddy melayangkan bogemnya" jawabnya jujur

"Ya Tuhan ada apa dengan Daddy?" pekiknya semakin terkejut. Selama ini Daddy nya tidak pernah memarahi mereka apalagi memukul mereka. Mereka dibesarkan Daddy dan Mommy nya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.

"Karena masalah sahamnya yang ku jual. Ternyata Daddy masih mendendam" bohong Darren. Feli mengernyit. Daddy nya tidak mungkin semiskin itu, sampai memukul Darren hanya gara-gara saham.

"Oh sudahlah. Lupakan saja. Hari ini aku sangat bahagia" Darren menggigit dagu Feli gemas. Lalu memutar-mutar tubuh mereka.

"Bahagia?" ulang Feli. Darren mengangguk.

"Katakan apa yang membuatmu bahagia Darren?" tanya Feli dengan wajah berbinar

"Sebentar lagi aku akan menikahimu" ucap Darren tak kalah berbinar. Feli terpekik sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Kau sudah mengatakannya pada Mommy dan Daddy?" tanyanya antusias.

Darren menggeleng. Ia tidak ingin wanita nya itu kecewa karena Daddy nya belum sepenuhnya memberikannya restu. Dan ia juga belum mendengarkan pendapat Mommy nya.

Feli mengernyit

"Lalu bagaimana caranya kau akan menikahiku jika kau saja belum mengtakannya pada Mommy dan Daddy" gerutu Feli kesal. Ia sudah terlalu bersemangat tadi.

"Turunkan aku! Biarkan aku yang berbicara pada Mommy dan Daddy" perintahnya.

Darren menggeleng

"Jangan sekarang sayang" pinta nya lembut

"Tapi aku berjanji secepatnya akan menikahi mu" Darren mengecup pipi Feli. Feli mengangguk dan membalas mengecup bibir Darren.

"Hmm...dasar nakal" Darren menggesekkan ujung hidung mereka.

"Turunkan aku, luka mu harus di obati" Feli mencubit hidung mancung Darren. Darren meringis

"Tidak perlu. Dikasih ludah juga sembuh sayang. Dengan ludah mu tentu saja" Darren mengerling nakal.

Di waktu yang sama di kamar yang berbeda Fellix dan Mika juga sedang berbincang.

"Putra mu itu benar-benar kurang ajar. Dengan lantangnya ia melamar putri kita" Felix masih kesal mengingat kejadian itu. Baru saja ia berlutut dihadapan Darren, Darren sudah dengan lantang nya melamar Feli. Oh memalukan sekali. Kau berlutut dihadapan calon menantumu. Menggelikan bukan? Seharusnya calon menantumu yang berlutut dihadapan mu demi meminta izin dan restumu. Andai saja Darren berlutut mungkin saja Felix akan menerimanya. Dengan begitu ia tidak akan malu karena pernah berlutut dihadapan Darren. Dengan begitu mereka akan satu sama.

"Lalu kenapa kau meminta Darren menghentikan perasaanya ?" Hardik Mika dengan wajah mengerikan.

"Kau sungguh ingin aku mengajukan surat cerai padamu!" ancamnya.

"Demi Tuhan Mika jangan pernah menyebut kata cerai kepadaku. Aku bisa mati mendadak mendengarnya sayang. Aku hanya mengerjainya dan menguji mereka" ucapnya

"Apa yang perlu diuji dari mereka?" kesal Mika.

"Tidak kah kau melihat tatapan memuja putri mu itu kepada Darren"

"Oh aku yakin putri mu itu tidak akan mampu hidup tanpa putra ku Darren"

"Kenapa aku merasa ada yang aneh didalam kalimat mu sayang"

"Putri ku dan putra mu" Felix berdecak seraya menggelengkan kepalanya

"Bayangkan betapa menggelikannya keadaan ini. Kita yang terbiasa menganggap Darren sebagai anak tertua, tiba-tiba berubah menjadi menantu" Felix bergidik geli.

"Tidak ada yang salah. Lama-lama juga kita akan terbiasa" Mika mengusap lengan suaminya seraya menenangkan.

"Tapi aku sungguh tidak menyangka ia sudah mengetahuinya sejak lama" gumam Felix.

"Ketakutan ku sia-sia. Dan aku tidak menduga anak itu bisa sebijak dan setenang itu. Dia benar-benar sungguh dewasa" Felix menunduk. Rasa bersalah itu masih ada.

"Aku lega, apa yang ku takutkan tidak terjadi" Mika menarik Felix kedalam pelukannya. Ia tahu suaminya itu masih menyalahkan dirinya terlebih melihat kebijakan Darren menyikapinya. Sungguh itu semakin membebaninya.

"Tapi siapa kira-kira yang memberi tahu nya?" gumam Mika

"Roland dan Raymond. Salah satu diantara mereka. Aku yakin" Jawab Felix

"Lalu katakan sayang, kapan kita akan menikahkan mereka?" Wajah Mika berbinar

"Oh Tuhan sayang, bisakah kita jangan membahas itu untuk sekarang. Aku masih belum percaya anak yang sudah kebesarkan dengam sepenuh hati itu berani nya mengambil putriku dari ku" ucapnya mendramatis yang membuat Mika memutar bola matanya jengah.

"Aku sudah tidak sabar ingin memiliki cucu Felix"

"Oh Tidak...tidak...tidak aku tidak sanggup membayangkan putri ku harus hamil. Dan pria yang menghamilinya tidak lain adalah putra tertuaku. Ujian macam apa ini" Felix menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Lalu katakan apa kau rela memberikan putri mu kepada pria lain selain Darren?" tanya Mika

Felix menggeleng

"Tidak!! Karna tidak ada yang layak selain Darren" ucapnya mantap yang membuat Mika tersenyum.

T.B.C

1
moemoe
Laura sbenernya tau, tpi dia jg takut klo mnceraikan malah d bunuh. Siapa yg jaga mamany
moemoe
Knp gk d ambil aja spons mandi plus sabun fel gantian kejain dia
Scorpio💞💙💙💙
Darren sayang banget sama Feli💞
Reksa Nanta
terima kasih untuk karyanya
Reksa Nanta
wah kelainan apakah itu ?
Reksa Nanta
apakah ini hanya strategi Darren dan grandmanya saja untuk memancing para tikus keluar ?
Reksa Nanta
pilihan lainnya adalah meninggalkan keluarga Makston dan kembali ke keluarga McKenzi.
Reksa Nanta
mengusik harga diri laki laki adalah tindakan bodoh seorang perempuan.
Reksa Nanta
tapi dokter mengatakan masih ada kemungkinan. bukan yang sama sekali tidak bisa.
Reksa Nanta
menghadapi perempuan manja seperti Feli ini sebaiknya agak keras sedikit. kalau tidak dia akan terlalu sibuk dengan pemikiran dan angan angannya sendiri.
Reksa Nanta
sebenarnya Feli keguguran itu kan karena kecerobohannya sendiri.
Reksa Nanta
sulit bukan berarti tidak bisa
Reksa Nanta
painful moment
Reksa Nanta
padahal jelas sekali perbedaannya ya. kecuali lengkuas dan jahe itu agak sulit dibedakan.
Reksa Nanta
ada .. tapi bagian perkutut yang bisa langsung bangun lagi itu tidak ada. tetap butuh jeda setidaknya sepuluh menit. hahaha.
Reksa Nanta
mungkin nonna Sharon mengambil keputusan itu karena tau siapa saja ular yang ada di sekitatnya.
Reksa Nanta
sebaiknya memang tidak tinggal di situ mengingat kandungan Feli yang masih muda. rentan stress.
Reksa Nanta
bukankah sudah tiga bulan usia kandungannya ?
Reksa Nanta
semoga kelak jika aku beristri, ngidamnya tidak semerepotkan ini. hahaha.
Reksa Nanta
hati hati masih muda usia kandungannya. jangan main gas pool.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!