NovelToon NovelToon
VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: yunyun veganezth

Vanya, Gadis SMA berusia 18 tahun terpaksa menjalani pernikahan dengan Daffin, Laki-laki yang telah menodainya, Yang ternyata adalah lelaki yang selalu bertindak semaunya dan juga kasar.
Namun siapa sangka setelah pernikahan itu secara perlahan Daffin mulai berubah dan juga mulai mencintai Vanya.
Bagaimana usaha yang Daffin lakukan untuk meluluhkan hati Vanya yang selalu bersikap dingin kepadanya?

Bukan cerita CEO, Hanya sebuah cerita perjuangan lelaki yang telah menghancurkan hidup wanita yang menjadi istrinya, Agar wanita itu dapat menerima ia dengan sepenuh hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunyun veganezth, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maaf Ma..

...“Sometimes the greatest storms bring out the greatest beauty… Life can be a storm, but your hope is a rainbow and your friends and family are the gold.” — Steve Maraboli...

...(Terkadang badai terhebat memunculkan keindahan terbaik… Hidup bisa berbadai, tetapi harapanmu adalah pelangi dan teman dan keluargamu adalah emas.)...

...----------------...

Malam hari di rumah Vanya,

Mama baru saja pulang, Vanya sedang tertidur di kamarnya, Lalu Mama pun membuka pintu kamar dan perlahan masuk untuk mengecek kondisi Vanya, Mama mulai menyentuh kening Vanya.

Tidak panas pikirnya.

Mama mulai menyelimuti Vanya dan menuju pintu untuk keluar dari kamar, Pandangannya pun beralih, Ia melihat jaket yang tergeletak dibawah, Ia pun mengambil dan merapikannya namun sebelum menaruhnya Mama memperhatikan jaket tersebut.

Ini kok jaket laki-laki batin Mama.

Tapi Mama tetap mencoba berpikir positif, Mungkin teman Vanya yang meminjamkan karena Vanya sedang sakit, Mama meletakan jaket itu di meja Lalu mulai berjalan keluar dan menutup pintu kamar Vanya secara perlahan.

...----------------...

Keesokan harinya,

Vanya terbangun, Badannya masih terasa lemas namun tak separah kemarin, Ia pun pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, Menganti pakaia, Lalu melangkah menuruni tangga.

Disana ia melihat Mamanya yang sedang sibuk membuat sarapan.

"Pagi sayang" ucap Mamanya yang masih sibuk di dapur

"Iya pagi Ma" ucap Vanya singkat.

Vanya tak terlalu banyak bicara kemudian ia pun duduk di kursi dapur.

"Gimana badan kamu udah enakan belum? Untungnya hari ini libur kamu jadi bisa istirahat di rumah" ujar Mamanya

"Iya Ma, Udah enakan kok" jawab Vanya singkat.

"Nah ini Mama buatin sarapan kesukaan kamu, Kamu harus banyak makan biar cepat sehat" ucap Mamanya sambil memberikan sepiring nasi goreng kesukaannya.

Vanya mengambil sendok dan mulai menyantapnya, Namun baru suapan pertama tiba-tiba ia merasa makanan yang ditelannya akan keluar lagi.

Hoek..

Hoek..

Vanya menutupi mulutnya lalu berlari ke kamar mandi dan memuntahkannya disana.

Mamanya pun terlihat panik dan ikut menyusulnya dibelakang,

"Vanya ?? Kamu enggak apa-apa nak?" ucap Mamanya dari balik pintu.

"Sayang??" ucap Mama lagi.

Tapi tetap tak ada jawaban, Tidak selang berapa lama, Vanya keluar sambil memegangi perutnya, Raut wajahnya yang sedih tidak dapat disembunyikannya lagi.

Dan Mamanya bisa melihat itu dengan jelas, Tangan Mama mulai gemetar ia mencoba menyibakan rambut di pipi Vanya dan mulai berkata,

"Vanya.. Kamu.. Kamu enggak hamil kan?"

Dada Vanya terasa sesak, Ia sudah tidak bisa menahannya lagi kali ini.

"Maaf Ma... Maafiin Vanya.. " ucap Vanya yang tangisnya mulai pecah.

Mamanya merasa hancur, Ia pun segera memeluk erat putri kesayangannya.

Vanya berulang kali mengucapkan kata Maaf,

Mamanya masih berusaha menenangkan Vanya, Meskipun hatinya sendiri bergejolak luar biasa.

Kenapa hal ini harus terjadi juga pada Vanya batin Mamanya.

Setelah Vanya merasa lebih tenang, Mamanya membawa Vanya duduk di sofa.

"Sekarang kamu ceritakan ke Mama ya, Apa yang sebenarnya terjadi" ucap Mamanya yang mencoba menguatkan hatinya sendiri.

Vanya mulai menceritakan kejadian pahit yang dialaminya, Perasaan marah kini berkecamuk di hati Mamanya mendengar tentang apa yang telah diperbuat Daffin kepada Vanya.

"Sekarang kamu istirahat dikamar ya, Mama akan belikan obat untuk kamu, Ayo Mama antar" ucap Mama Vanya sambil memapah ke dalam kamarnya.

Sesampainya di kamar, Vanya berbaring ditempat tidurnya, Mamanya mulai menyelimuti tubuh Vanya.

"Kamu tunggu disini, Mama belikan Vitamin sama obat mual untuk kamu" ucap Mamanya sambil membelai rambut Vanya.

"Ma... Maafin Vanya ya...Vanya udah buat Mama kecewa" ucap Vanya lagi.

"Kamu enggak sepenuhnya bersalah sayang, Tapi mereka yang udah nyakitin kamu yang bersalah dan mereka harus dapat hukuman yang setimpal" ucap Mamanya Vanya yang kini mulai berjalan keluar kamar Vanya.

Mamanya masuk ke kamarnya ia mencari ponsel miliknya dan segera menelpon seseorang.

"Halo, Ada apa?" ucap seseorang yang menjawab telepon Mamanya

"Kamu bisa kesini, Ada hal yang sangat penting tentang Vanya" ujar Mamanya Vanya ditelepon.

"Baiklah, Nanti malam aku kesana" jawab orang tersebut yang kemudian mematikan teleponnya.

Mama Vanya pergi ke Apotek untuk membeli obat-obatan yang diperlukan. Tidak sampai setengah jam Mama Vanya telah kembali.

Lalu ia segera menyiapkan makanan,obat serta air putih yang akan dibawanya ke kamar Vanya.

Mama Vanya masuk ke dalam kamar, terlihat Vanya yang bersandar ditempat tidurnya sambil melamun dan memegangi perutnya.

"Sayang makan dulu ya, Habis itu minum obatnya" ucap Mama lirih.

Vanya menggeleng

"Vanya enggak mau Ma" ucap Vanya penuh keputusasaan.

"Hei kenapa? Kamu harus makan dan minum obat supaya sehat lagi, Kamu enggak kasihan sama anak kamu dia juga pasti lapar" ucap Mama Vanya lembut.

"Makan ya sedikit aja" ucap Mamanya lagi.

Vanya pun akhirnya mengangguk,

Ia mulai memakan sesuap bubur,

"Udah Ma, Vanya mual" ucap Vanya ketika Mamanya hendak memberikan suapan yang kedua.

"Ya udah sekarang minum obatnya ya" ucap Mama Vanya sambil memberikan obat serta air putihnya.

Mama Vanya menaruh gelas diatas meja, Lalu kembali memeluk dan mengelus rambut Vanya.

"Ma.. " panggil Vanya.

"Iya sayang" jawab Mamanya

"Dulu Vanya sekecil itu kah diperut Mama?" tanya Vanya

Pertanyaan yang membuat sedikit sesak di dada Mamanya, Tapi Mama Vanya sadar ia harus terlihat tegar dan kuat demi Vanya. Mama Vanya mulai menjawab,

"Iya kamu mungil sekali sayang, Sekarang kamu sudah sebesar ini" ucap Mamanya yang mencoba untuk menahan tangis.

Kamu masih sangat muda tapi kamu harus memikul beban yang seberat ini batin Mama Vanya.

Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊

1
a'la Din
aku like, aku tim nona nona petualang ya, makasih udah like. mohon dukungannya mau bikin lanjutannya...
merti rusdi
karena Tupperware adalah kunci! 😂
merti rusdi
Dan 'karma' ke anaknya
arfan
up
Amina Rengil
lanjutkan ceritamu
Becky D'lafonte
bagus bgt
Kartika
permisi kak, izin promote, mampir yuk ke karya aku * ketulusan hati Luna
makasih 🙏🏻😊
Lala Pricilla
bego vnya
Lala Pricilla
vanya kyk gatel dsini..daffin udah segitux masih aja kekeh...lebih baik dafin cari yg lain dah
Lala Pricilla
daffin ampk gk perduli m kerjaanx sking gk mau istrix ngambek
Lala Pricilla
vanya giliran ma daffin gk gk aja eh malah si leo dia mau mau aja..jd comblng lgiii parah..kasihn daffinx
Lala Pricilla
ngak mau tidur berdua d cium tp udah sering ya van
Lala Pricilla
niko kasihan serasa d phpiiin...dafin jg ksian sih selepas dia salah tp dia mau bertanggung jawab..vanya jg ksihan mendem rasa harus nerima...sma2 kasihan
Lala Pricilla
dafin tajir bgt kykx..santai bingit main game doank kerjaanx skliiix bntuiin kkx ngajar..
SMILE😊™
aku cari ga ada
Sya'wanah
ah, mungkin jika Vanya bilang k mom's nya malah bisa ketolong. kn bisa ya Vanya suruh minum pil KB.
tp kn emang niatnya Thor bikin skenario yg kayak gini.
nunggu Vanya positif Bru mom's nya d kasih tau kl Vanya kecolongan d perkosa kakak kelas.
pokok ngikut kakak Thor aja lah
indy
kangen Vanya kakak...😃
Hiatus: Eh 🤭 Nanti ya kita sambung lg😁
total 1 replies
Ida Blado
makanya fin,jangan di larang2 selagi gk melewati batas
Ida Blado
sandra aja masih tinggal sama ortunya,padahal masih lengkap.tpi knp vanya hrs tinggal sama mertuanya,padahal ibunya vanya tinggal sendiri,,,,
Hiatus: biar terpantau sama ibunya daffin yang full time di rumah, kak. soalnya ibunya vanya kan Dokter. ga sllu ada di rumah 24 jam
ga ky ibunya daffin. jd bisa jagain 2 bumil
total 1 replies
Ida Blado
wkwkwk rasain kmu fin,sapa suruh dulu semena mena
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!