Seorang mahasiswi yang terjerat pernikahan dengan dosennya sendiri.
Karena ditipu oleh saudaranya sendiri, Almira kehilangan uang dan rumahnya. Ia jadi Luntang lantung tidak memiliki tempat tinggal. Namun siapa sangka pertemuannya dengan sang dosen merubah segalanya. Ia terpaksa menikah dengan sang dosen agar ia aman dan bisa memiliki tempat tinggal.
Bagaimana kisah nya? nantikan kelanjutannya yuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi ayi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
"Bukankah kalian janjian makan siang? kenapa pergi secepat ini?" Tanya Julian pada Kiara. Saat ini Julian sedang berada di kosan Kiara, dia mengantarkan buku yang Kiara tinggalkan di kampus tadi.
"Gue mau ke kantornya Kevin saja dulu. Mau kasih kejutan." Ucap Kiara tersenyum senang sembari mengoles lipstik di bibirnya.
"Tidak perlu dandan berlebihan, natural saja." Sahut Julian kurang suka melihat Kiara yang dandan, menurutnya Kiara sudah cantik tanpa polesan apa pun.
"Wajar dong tampil cantik depan pacar." Sahut Kiara.
"Lo udah cantik tanpa make up kok." sahut Julian.
"Benarkah?" Kiara tersenyum senang mendengar pujian dari Julian.
"Ya sudah gue mau berangkat dulu." Kiara hendak bangkit dan mengambil tas nya.
"Gue ikut, sekalian jalan kan." Julian pun mengikuti Kiara, mereka yang sejalan ke ih baik pergi bersama. Mereka menaiki taksi menuju kantornya Kevin terlebih dahulu baru setelah itu Julian melanjutkan jalannya. Tapi di tengah jalan mereka terjebak macet.
"Duh, kok macet sih?" Gerutu Kiara kesal, ia yang hendak cepat sampai di kantor Kevin malah kejebak macet.
"Pak, bisa pilih jalan lain gak?" tanya Kiara pada sopir taksi.
"Maaf non, jalan menuju alamat tujuan hanya jalan ini non." Sahut sopir taksi.
Kiara mendesah, mau seberapa lama ia harus menunggu kemacetan ini.
Sabar aja kali Ki." Timpal Julian. Ia tidak masalah, karena jam kerja nya pun masih lama,jadi ia tidak khawatir akan terlambat.
"Kira-kira jauh lagi gak pak?" Tanya Kiara lagi pada sopir taksi.
"Tidak non, kurang lebih lima ratus meter lagi." Sahut sopir itu.
Kiara pun memutuskan untuk jalan kaki saja, Ia benar-benar tidak sabar jika harus menunggu terlalu lama.
Setelah membayar taksi Almira lun pergi keluar dari taksi.
"Ki, tunggu." Julian juga ikut keluar dan mengejar Kiara.
"Ngapain lo ikutin gue?" Kesal Kiara karena di buntuti oleh Julian.
"Gue mau memastikan Lo nyampe dengan selamat, setelah itu baru gue pergi." Sahut Julian.
Mereka berdua pun berjalan hingga sampai di depan kantornya Kevin. Mata Julian menangkap Kevin sedang berbicara dengan seorang wanita, jadi ia mencegah Kiara untuk sampai.
"Ki, tinggi dulu." Julian menarik Kiara hingga menghadap nya.
"Apa sih" Protes Kiara.
"Gue mau lihat apa make up Lo gak berantakan." Sahut Julian memberi alasan.
Setelah itu Kiara hendak berbalik lagi namun lagi-lagi Julian mencegahnya agar tidak melihat Kevin. Ia berusaha terus beberapa kali sampai membuat Kiara kesal. Setelah wanita yang bersama Kevin pergi barulah Julian melepaskan Kiara.
"Hy kev." Sapa Kiara menghampiri Kevin.
"Hy Ki! balas Kevin tersenyum. "Kenapa bisa kesini?" Sambung Kevin heran.
"Aku cuma mau kasih kejutan buat kamu." Sambung Kiara tersenyum.
"Ya sudah yuk masuk." Ajak Kevin. Baru saja Kevin hendak membawa Kiara, wanita ya g bersama Kevin tadi datang lagi.
"Kev" Panggilnya membuat Kiara dan Kevin menoleh. Kemudian Kevin dan Kiara salin pandang, Kiara dengan wajah bingung dan Kevin dengan wajah khawatir.
"Ponsel ku tinggal di kantong mu." Ucap wanita itu, Kevin begitu gugup sambil mengambil ponsel di kantong jas nya kemudian ia mengembalikan pada wanita itu.
"Dia siapa kev?" Tanya wanita itu menatap Kiara sambil tersenyum kemudian ia memperkenalkan dirinya sebagai pacar Kevin.
"Saya anggun, pacarnya Kevin" Ucapnya memperkenalkan diri.
Kiara begitu sulit menerima, tangannya tidak sanggup menjabat tangan anggun. Hingga Julian menarik tangannya.
"Ayo kita pergi." Ucap Julian menarik Kiara dari hadapan Kevin dan anggun.
"Ki" Panggil Kevin, ia merasa bersalah pada Kiara.
Setelah jauh dari posisi Kevin dan anggun, Kiara menepis tangan Julian dari lengannya.
"Lo sudah melihat mereka sebelumnya kan? itu sebabnya Lo bersikap aneh tadi." Bentak Kiara pada Julian.
"Ki, gue hanya gak mau Lo sakit." Jawab Julian.
"Justru sekarang gue tambah sakit tau gak, gue seperti orang bodoh dihadapan mereka." Teriak Kiara lagi.
**
Irfan memesan kue untuk ulang tahun Almira, ia meminta agar mengantarkannya langsung kerumahnya, sementara itu ia pergi mengambil hadiah yang ia pesan untuk Almira.
"Apa dia akan menyukainya?" Batinnya bertanya. Ia tidak tahu apa yang bisa membuat Almira senang, ia hanya mengikuti saran dari sahabatnya. Ia melihat jam di tangannya, sudah pukul sembilan belas, ia harus segera pulang karena Almira pasti sebentar lagi pulang. Kemudian ia mengirimkan pesan terlebih dulu pada Almira.
Ting
Pesan dari Irfan
"Saya pulang cepat malam ini, pulanglah cepat." Isi pesan Irfan.
Almira tersenyum melihat pesan dari Irfan. Ia jadi ingat perkataan Kiara, apakah pak Irfan akan memberikan kejutan untuknya hingga menyuruhnya pulang cepat.
"Al" Suara Dimas membuyar kan lamunannya.
"Pak Dimas."
"Saya ada pertemuan klien hari ini di cafe x, boleh saya minta tolong untuk mengantarkan hadiah kesana?" Pinta Dimas pada Almira.
"Baik pak." Sahut Almira bersedia, masih ada waktu untuk mengantarkan hadiah Dimas sebelum ia pulang.
Ia sudah janji akan pulang cepat pada Irfan. Ia mengirimkan pesan lagi mengatakan kalau ia akan sedikit terlambat.
Ia pun langsung pergi ke tempat pertemuan Dimas dengan klien. Ia membawa dua buket bunga. Sampai di tempat ia heran kenapa suasana nya sangat sepi.
Pelayan membawanya pada sebuah ruangan privat. Ruangan nya sudah di desain dan di decor dnegan sangat indah. Suasana nya sangat romantis. Ia heran apa benar ini tempat pertemuan Dimas dengan klien. Ini lebih tepat untuk pasangan kekasih.
"Eh, pak ini bunga nya." Ucap Almira pada salah seorang pelayan cafe itu. Pelayan itu menerima nya kemudian menata nya di atas meja yang sudah disiapkan dengan makanan serta lilin-lilin.
Kemudian ia heran dengan pelayan yang membawa kue ulang tahun yang diletakkan di meja. Tidak mau ambil pusing, sementara menunggu Dimas datang ia memainkan piano yang ada di ruangan itu. Ia memainkan nada selamat ulang tahun.
"Al" Panggil seseorang membuat Almira mengehentikan mainan piano nya.
Almira menoleh dan itu adalah Dimas.
"Pak Dimas" Ucap Almira kemudian ia bangkit dari duduknya.
"Pak, saya tidak salah ruangan kan?" Tanya Almira pada Dimas, ia masih ragu sebab ruangan ini tidak cocok untuk pertemuan klien. Lebih cocoknya untuk sepasang kekasih.
"Kamu tidak salah." Sahut Dimas tersenyum.
"Ya sudah, saya pamit pulang duku pak." Ucap Almira kemudian beranjak dan berjalan hendak keluar. Namun langkahnya terhenti saat mendengar suara piano yang dimainkan. Ia langsung menoleh ke belakang ternyata Dimas yang memainkan piano.
Dimas menyanyikan sebuah lagu yang sangat romantis membuat Almira terenyuh, ia tidak menyangka jika Dimas bisa bernyanyi dan itu sangat merdu. Ia sedikit terhanyut menikmati musik dan lagu yang di nyanyikan Dimas.
.
.
Apa yang terjadi selanjutnya yaaaa😁😁😁
Nantikan terus kisah nya ya.
happy reading 🥰🥰🥰
kok novel Amanda dan Juliannya gak ada hilang...
ke mana...
padahal masih gantung lhoo